Top PDF RESPON TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK BOKASHI CAIR

RESPON TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK BOKASHI CAIR

RESPON TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK BOKASHI CAIR

JURUSAN : AGRONOMI FAKULTAS : PERTANIAN PETERNAKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Menyatakan bahwa karya ilmiah yang berjudul “Respon Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Bokashi Cair” adalah bukan karya orang lain baik sebagian maupun keseluruhan kecuali dalam membentuk kutipan yang diacu dalam naskah ini dan telah disebut sumbernya.

18 Baca lebih lajut

Respon Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu Terhadap Pemberian Jenis Mulsa Dan Pupuk Organik Cair

Respon Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu Terhadap Pemberian Jenis Mulsa Dan Pupuk Organik Cair

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bulu Pounto Jaya, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah dari bulan Agustus ± November 2014 menggunakan percobaan bedengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis mulsa (M) yang terdiri 3 taraf yaitu: M 0 = Tanpa mulsa, M 1 = Mulsa plastik hitam perak, M 3 = Mulsa jerami padi dan faktor kedua
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU TERHADAP PEMBERIAN JENIS MULSA DAN PUPUK ORGANIK CAIR

RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU TERHADAP PEMBERIAN JENIS MULSA DAN PUPUK ORGANIK CAIR

Hasil uji BNJ 5% menunjukkan bahwa perlakuan jenis mulsa dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Hal ini terjadi karena mulsa jerami mampu mengurangi pertumbuhan gulma, mempertahankan temperatur dan kelembaban tanah, memperkecil penguapan air tanah sehingga tanaman yang tumbuh pada tanah tersebut dapat tumbuh dengan baik. Hal ini disebabkan karena akumulasi panas sebagai efek dekomposisi segera akan dapat ditraslokasikan ke udara, sehingga akumulasi panas di bawah mulsa dapat teratasi (stabil). Kelembaban tanah di bawah mulsa yang bersifat sarang umumnya lebih rendah pada kelembaban tanah di bawah mulsa yang bersifat padat. Selain itu mulsa jerami juga memiliki kemampuan untuk menyerap air lebih banyak, serta mampu menyimpan air lebih lama dibanding mulsa plastik hitam perak. Selain sebagai penyusun utama tanaman air diperlukan untuk melarutkan unsur hara agar mudah diserap oleh akar. Dalam tubuh tanaman, air didigunakan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

RESPON PEMBUNGAAN TIGA VARIETAS  BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH

RESPON PEMBUNGAAN TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH

Sampai dengan saat ini, sudah banyak varietas bawang merah yang ditanam di Indonesia. Beberapa diantaranya yaitu Sumenep dan varietas lokal yang berasal dari kota Nganjuk yang sering dibudidayakan oleh petani disana. Varietas Sumenep merupakan jenis bawang merah yang toleran terhadap OPT. Varietas Nganjuk-1 memiliki bentuk umbi yang bulat dengan berukuran sedang, sedangkan Nganjuk-2 memiliki bentuk umbi yang bulat lonjong dengan ukuran besar dan warna yang merah. Informasi kemampuan berbunga pada banyak varietas yang ada di Indonesia akan menjadi sangat berguna bagi produsen benih maupun pemulia tanaman bawang merah. Maka dari itu, penelitian perlu dilakukan untuk melihat pembungaan pada masing-masing varietas dengan penggunaan dua jenis dan aplikasi ZPT.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Pupuk Daun

Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Pupuk Daun

daun dapat memenuhi kebutuhan khusus tanaman untuk satu atau lebih hara mikro dan makro dan dapat menyembuhkan defisiensi unsur hara, menguatkan jaringan tanaman yang lemah atau rusak, mempercepat pertumbuhan, dan membuat pertumbuhan tanaman lebih baik (Sumekto, 2006). Pemupukan lewat daun lebih efisien karena proses penyerapan haranya lebih cepat. Dosis pemupukan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) untuk bawang merah yang digunakan sampai saat ini masih belum optimal, karena kurangnya informasi mengenai dosis pupuk bawang merah yang tepat. Dosis pupuk yang optimal diharapkan dapat memberikan hasil yang menguntungkan. Penelitian ini menggunakan umbi bawang merah varietas Filipina, pupuk KNO3 dan pupuk daun Growmore 10-55-10. Kombinasi pemberian pupuk kalium dan pupuk daun, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah, sehingga didapatkan hasil yang optimal.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PUPUK KASCING TERHADAP PRODUKSI TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

PENGARUH PUPUK KASCING TERHADAP PRODUKSI TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

3 benar. Pupuk organik merupakan bahan pembenahan tanah yang paling baik dan alami dari pada bahan pembenahan yang lain. Salah satu sumber bahan organik adalah kascing. Kascing merupakan kotoran cacing tanah yang bertekstur halus. Bahan organik yang telah mengalami degradasi tersebut dicerna dan diolah lagi sehingga makin halus. Menurut Sutanto (2002) dalam Buhaira dan Elly Indra Swari (2013) menyatakan bahwa bahan organik memperbaiki sifat fisik tanah dengan cara membuat tanah menjadi gembur dan lepas-lepas sehingga aerasi menjadi lebih baik serta mudah ditembus perakaran tanaman. Berdasarkan adanya kandungan unsur hara dan kemampuan mempengaruhi karakteristik tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman, maka kascing berfungsi sebagai pupuk organik. Oleh karena itu pemberian kascing sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PUPUK KASCING TERHADAP PRODUKSI TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

PENGARUH PUPUK KASCING TERHADAP PRODUKSI TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

Lingga, P dan Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya. Listyawan, 1997. Perbenihan Bawang Merah. Journal Litbang Pertanian, Jakarta. Mahmud, A. Guritno, B dan Sudiarso. 2002. Pengaruh Pupuk Organik Kascing dan Tingkat Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glicine max (L) Merril. http:/digilib.brawijaya.ac.id/virtual litbang/mlgwarintek/disk.8.htm.9 Mei 2015.

15 Baca lebih lajut

RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L)

RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L)

Penelitian dilaksanakan di Penelitian ini dilakukan di Dusun Nusa Indah Desa Benteng Jaya Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat 5 m dpl, topografi datar dan iklim tipe C. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari 2017 dan berakhir pada bulan Maret 2017. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bawang merah varietas Bima Brebes, bokashi jerrami padi, pupuk NPK Mutiara, Herbisida Ti- Gold (Bahan aktif Etil pirazosulfuron 10%), Insektisida Raydent 200 EC (Bahan aktif Triazofos), Fungisida Dithane M.45 80 WP (Bahan aktif Mankozeb) dan air Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, handsprayer, kalkulator, timbangan, planimeter, kawat sebagai pengikat bambu persemaian dan alat-alat lain yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk NPK Mutiara (M) dengan 3 taraf yaitu : M 0 0 g/plot, M 1 = 125 g/plot, M 2 = 250 g/plot. Faktor
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L)

RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L)

Penelitian dilaksanakan di Penelitian ini dilakukan di Dusun Nusa Indah Desa Benteng Jaya Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat 5 m dpl, topografi datar dan iklim tipe C. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari 2017 dan berakhir pada bulan Maret 2017. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bawang merah varietas Bima Brebes, bokashi jerrami padi, pupuk NPK Mutiara, Herbisida Ti- Gold (Bahan aktif Etil pirazosulfuron 10%), Insektisida Raydent 200 EC (Bahan aktif Triazofos), Fungisida Dithane M.45 80 WP (Bahan aktif Mankozeb) dan air Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, handsprayer, kalkulator, timbangan, planimeter, kawat sebagai pengikat bambu persemaian dan alat-alat lain yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk NPK Mutiara (M) dengan 3 taraf yaitu : M 0 0 g/plot, M 1 = 125 g/plot, M 2 = 250 g/plot. Faktor
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK KASCING CAIR TERHADAP DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK KASCING CAIR TERHADAP DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kascing dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman hortikultura, seperti jagung manis, mentimun, melon, dan padi. Hal ini disebabkan pada kascing terdapat kandungan unsur hara N dan P lebih tinggi, serta adanya zat perangsang yang alami dan bahan organik tanah. Atas dasar sifat kascing tersebut dapat diharapkan pemberian kascing ini dapat meningkatkan status hara N, P dan K serta serapannya untuk tanaman bawang merah (Sirwin et al. 2007).

3 Baca lebih lajut

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Beberapa Tingkat Ketinggian Bedengan

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Beberapa Tingkat Ketinggian Bedengan

Peningkatkan produksi tanaman bawang merah pada musim hujan dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan mengurangi kelebihan air yang terjadi pada lahan pertanian dapat dilakukan pembuatan bedengan yang lebih tinggi dibandingan pada saat budidaya pada musim kemarau. Selain itu dengan menanam varietas yang tahan dengan musim hujan. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui dan mempelajari respon varietas bawang merah terhadap perbedaan ketinggian bedengan. Serta untuk melihat perbedaan potensi hasil dari tiga varietas bawang merah. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Mei 2017 di Kebun Percobaan BPTP Jawa Timur yang terletak di Jalan Raya Karangploso, Desa Kapuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan adalah Penggaris, LAM, Timbangan, Oven, Cangkul, Sabit. Bahan yang digunakan adalah bibit bawang merah varietas Bauji, Tajuk, dan Monjung, pupuk NPK, dan pupuk kandang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) Faktor pertama terdapat 3 taraf yaitu (B1 : Bedengan 25 cm); (B2 : Bedengan 50 cm); (B3 : Bedengan 75 cm) dan faktor kedua juga terdapat 3 taraf yaitu (V1 : varietas Bauji); (V2 : varietas Tajuk); (V3 : varietas Monjung). Hasil yang diperoleh adalah Varietas yang memberikan respon paling baik adalah varietas Tajuk pada pertumbuhan dan hasil panen dikarenakan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

RESPON DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DENGAN PEMBERIAN PUPUK KCL DI KECAMATAN RANTAU SELATAN

RESPON DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DENGAN PEMBERIAN PUPUK KCL DI KECAMATAN RANTAU SELATAN

Respon pemberian dosis pupuk KCL dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan bibit tanaman gaharu (aquilaria crassna) di polibag dengan Pemberian pupuk KCL m[r]

8 Baca lebih lajut

Analisis Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Dan Anorganik

Analisis Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Dan Anorganik

pernyataan Sitompul dan Guritno (1995) bahwa keragaman penampilan tanaman terjadi akibat sifat dalam tanaman (genetik) atau perbedaan lingkungan. Perlakuan juga berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 4 MST, dimana rataan tertinggi terdapat pada pemberian pupuk kandang (37.67 cm) dan terendah pada pupuk organik (30.71 cm). Hal ini dikarenakan pada pupuk kandang kambing, kandungan hara N lebih tinggi daripada pupuk organik cair dan pupuk anorganik. Pernyataan ini didukung oleh hasil analisis pupuk kandang yang dapat dilihat pada Lampiran 22 menyatakan bahwa N-org pada pupuk kandang kambing sebesar 59% sedangkan pupuk organik cair dan anorganik hanya mengandung unsur N sebesar 14% dan 45%. Seperti yang kita ketahui, unsur hara N sangat dibutuhkan oleh setiap tanaman pada masa pertumbuhannya. Dengan berbedanya kandungan hara N pada setiap pupuk, maka pertumbuhan tanamannya juga akan berbeda.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Adaptasi Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Dataran Rendah Dengan Pemberian Pupuk Kandang Dan Npk

Adaptasi Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Dataran Rendah Dengan Pemberian Pupuk Kandang Dan Npk

Adaptasi beberapa varietas bawang merah pada dataran rendah telah dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi beberapa varietas bawang merah pada dataran rendah dengan pemberian pupuk kandang dan NPK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat Jalan Pasar 1 Kecamatan Medan Selayang, Medan dengan ketinggian tempat 25 meter diatas permukaan laut pada bulan Mei sampai Juli 2012 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah tiga varietas yaitu Kuning, Medan, dan Maja. Faktor kedua adalah empat jenis perlakuan pupuk yaitu tanpa dipupuk, pupuk kandang ayam 240 g/plot, NPK 48 g/plot, dan pupuk kandang ayam ditambah NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas dan pupuk hanya berbeda nyata pada parameter berat basah umbi dan jumlah siung tetapi berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, bobot kering umbi. Sedangkan interaksi antara varietas dengan pupuk berbeda tidak nyata pada semua parameter. Nilai heritabilitas berkisar antara 0.03 ± 0.87. Semua varietas yang diuji belum dapat beradaptasi dengan baik pada dataran rendah ditinjau dari segi produksi sehingga penelitian selanjutnya menggunakan varietas yang berbeda untuk di dataran rendah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR ABSTRAK

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR ABSTRAK

126 Perbedaan tinggi tanaman yang ditunjukkan oleh perlakuan kontrol tidak berbeda nyata terhadap perlakuan konsentrasi 8 ml/l tetapi berbeda nyata terhadap perlakuan konsentrasi 2 ml/l, 3 ml/l dan 6 ml/l. Tinggi tanaman pada perlakuan kontrol merupakan tinggi tanaman yang paling tinggi dimana perlakuan kontrol memakai pupuk anorganik 100% tanpa pemberian pupuk organik cair. Hal ini disebabkan pupuk anorganik memiliki banyak kandungan hara yang tinggi sehingga kebutuhan tanaman akan hara dapat dipenuhi dengan perbandingan yang tepat dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Selain itu juga diduga kandungan unsur P dalam tanah tinggi sehingga perlakuan kontrol memberikan hasil yang tertinggi dibandingkan dengan yang diberi perlakuan pupuk organik cair. Hal ini sesuai dengan Sumarni et al (2012) yang menyatakan bahwa ketersediaan P-tanah yang tinggi menyebabkan penambahan pupuk P tidak meningkatkan hasil bawang merah secara nyata. Ketersediaan P yang cukup dalam tanah sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, karena P diperlukan untuk perbaikan kandungan karbohidrat dan perkembangan akar tanaman.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PUPUK KANDANG DAN PUPUK ANORGANIK (NPK)

RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PUPUK KANDANG DAN PUPUK ANORGANIK (NPK)

Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dan tidak tepat dosis dapat merusak tanah dan lingkungan serta dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, untuk membantu mengurangi pupuk anorganik tersebut maka di perlukan suatu input tambahan yaitu berupa bahan organik atau pupuk organik. Penelitian di laksanakan pada bulan April hingga Juni 2016 di Desa Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu. Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu cangkul, gembor, papan, alat tulis, kamera, dan timbangan analitik. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain bibit bawang merah varietas Filipina, pupuk anorganik, pupuk kandang, fungisida, dan insektisida. Penelitian menggunakan Rancangan Faktorial yang di rancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan yang di ulang sebanyak tiga kali sehingga di dapatkan 27 petak satuan percobaan dengan luas tiap petak 4,32 m 2 . Analisis data menggunakan uji F taraf 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan. Hasil uji F yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan masing- masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang 20 ton ha -1 dengan dosis pupuk anorganik 50% memberikan hasil yang sama baiknya dengan perlakuan tanpa pupuk kandang dengan 100% pupuk anorganik (kontrol). Penambahan pupuk
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing dan Pupuk Organik Cair   Kascing terhadap Pertumbuhan dan Hasil  Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing dan Pupuk Organik Cair Kascing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai dosis dan konsentrasi pupuk kascing dan POC kascing terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan dilaksanakan di Kampung Andir, Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Ketinggian tempat 480 meter di atas permukaan laut, tekstur tanah di lokasi percobaan adalah lempung berdebu dan pH 5,78. Penelitian ini menggunakan varietas Tuk-Tuk. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan berdasarkan pada rancangan acak kelompok (RAK) tunggal, terdiri atas enam perlakuan dan empat ulangan yaitu P 1 (POC 5cc/liter), P 2 = (pupuk 1000 g/m 2 ), P 3 = (pupuk 200 g/ m 2 + POC
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Terhadap Pemotongan Umbi dan Aplikasi Pupuk Organik

Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Terhadap Pemotongan Umbi dan Aplikasi Pupuk Organik

Pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap berat kering tanaman umbi bawang merah. Tabel 7 menunjukan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 75 gr/polybag berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman dan memberikan nilai rataan yang lebih tinggi yaitu 85.75 gram. Hal ini dikarenakan, selain pemberian pupuk kandang pemilihan varietas yang tepat adalah salah satu cara agar meningkatkan hasil suatu tanaman. Pemilihan varietas yang tepat dapat berpengaruh terhadap berat kering tanaman, hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri (2017) yang menyatakan bahwa pemberian pupuk kandang memberikan pengaruh terhadap berat kering tanaman bawang merah varietas bima brebes dan memberikan nilai rataan tertinggi dibandingkan varietas tuk tuk dan varietas Bangkok yaitu 77.93 gram.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)

BAHAN DAN METODE Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah kawat Fakultas Pertanian Universitas Andalas dari September 2018 s/d Januari 2019. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bawang merah varietas Trisula, tanah top soil, pupuk kandang sapi, Biochar dari arang kayu, POC Unitas Super yang diperoleh dari Fakultas Pertanian Unitas, Mama Lime (Surfaktan) dan alat yang digunakan adalah polybag ukuran 25 x 30 cm, handsprayer, gelas ukur, meteran, timbangan, kamera dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, dimana faktor I adalah Pemberian konsentrasi Pupuk Organik Cair (P) yang terdiri dari 5 taraf ; 0 ml L -1 (P0), 25 ml L -1 (P1), 50 ml L -1 (P2), 75 ml L -1 (P3) dan 100 ml L -1 (P4). Faktor ke 2 adalah pemberian dosis Biochar (B) terdiri atas 2 taraf, yaitu; 0 t ha -1 (B0) dan 5 t ha -1 (B1). Secara keseluruhan terdapat 10 kombinasi perlakuan, masing-masing dengan 3 ulangan sehingga semuanya berjumlah 30 satuan percobaan. Data pengamatan dianalisis secara statistik dengan uji F, Jika F hitung lebih besar dari F tabel taraf nyata 5% dilanjutkan dengan Duncan`s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu

Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Lembah Palu merupakan salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah dan merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng yang memiliki keunikan umbinya yang bertekstur padat, cita rasa yang khas, renyah dan gurih sehingga disenangi oleh masyarakat. Salah satu masalahnya adalah produktivitasnya masih rendah ditingkat petani disebabkan oleh penerapan paket teknologi budidaya yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk organik cair dan berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah Palu.Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah kaca (Green house) bertempat BPTP (Balai pengkajian Teknologi Pertanian) Kebun Percobaan Sidondo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah dari bulan Maret - Juli 2013 bentuk percobaan menggunakan polybag. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu frekuensi Pupuk organik cair (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu :B 0 (Tanpa pemberian pupuk organik
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...