Top PDF Sifat fisik dan kimia mineral

Sifat fisik dan kimia mineral

Sifat fisik dan kimia mineral

Phospat (lihat tabel 3.3). Adapun mineral silikat (mengandung unsur SiO) yang umum dijumpai dalam batuan adalah seperti terlihat pada tabel 3.2. Di depan telah dikemukakan bahwa tidak kurang dari 2000 jenis mineral yang dikenal hingga sekarang. Namun ternyata hanya beberapa jenis saja yang terlibat dalam pembentukan batuan. Mineral- mineral tersebut dinamakan “Mineral pembentuk batuan”, atau “Rock-forming minerals”, yang merupakan penyusun utama batuan dari kerak dan mantel Bumi. Mineral pembentuk batuan dikelompokan menjadi empat: (1) Silikat, (2) Oksida, (3) Sulfida dan (4) Karbonat dan Sulfat.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Identifikasi Sifat Fisik dan Kimia Buah

Identifikasi Sifat Fisik dan Kimia Buah

Buah-buahan merupakan sumber zat gizi, ter- utama vitamin (A dan C) dan mineral. Di samping itu, buah juga mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Kandungan gizi buah-buahan lokal, khu- susnya buah Kalimantan, belum banyak diketahui. Komposisi kimia (nilai gizi) buah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor genetik, umur pa- nen (tingkat kemasakan), dan lingkungan tumbuh. Oleh karena itu, terdapat keragaman komposisi ki- mia buah antarjenis dalam spesies yang sama, atau antarspesies dalam genus yang sama.

11 Baca lebih lajut

Sifat fisik dan kimia unsur utama dan tr

Sifat fisik dan kimia unsur utama dan tr

Unsur-unsur alkali sangat reaktif atau mudah bereaksi dengan unsur lain karena mereka mudah melepaskan elektron terluarnya. Di udara, unsur-unsur ini akan bereaksi dengan oksigen atau air. Oleh karena itu, unsur ini biasanya disimpan dalam minyak tanah atau hidrokarbon yang inert. Unsur alkali tidak ada yang terdapat di alam dalam bentuk unsurnya, biasanya bergabung dalam mineral yang larut dalam air, misal NaCl (natrium klorida). Unsur alkali terdapat dalam senyawaan alam sebagai ion uni-positif (positif satu).

19 Baca lebih lajut

TAP.COM -   KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN KIMIA UBI KAYU (MANIHOT ... 68 242 1 PB

TAP.COM - KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN KIMIA UBI KAYU (MANIHOT ... 68 242 1 PB

Unsur hara tanah sangat mem- pengaruhi sintesa pati pada suatu tanaman sehingga terjadi degradasi komponen pati. Menurut Dwijoseputro (1980). pengambilan hara dilakukan oleh bulu akar. Bagian akar ditutupi oleh jaringan meristematik yang selalu melakukan pembelahan sel. Bulu- bulu akar berhubungan langsung dengan partikel koloid tanah dan tiap-tiap partikel koloid tanah dilapisi oleh lapisan yang mengandung mineral terlarut. Menurut Dwijoyoseputro (1980), Kekurangan C/N dalam tanaman walaupun dalam stadium permulaan akan menurunkan hasil produksi. Kandungan unsur hara tanah pada kedua lokasi tanam ubi kayu tersebut dapat dilihat pada Tabel 2. Ketersediaan C/N pada lokasi B lebih sedikit dibandingkan lokasi A
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Karakter Airtanah Berdasarkan Sifat Fisik Sebagai Dasar Pendugaan Intrusi Airlaut Daerah Glagah Dan Sekitarnya.

Karakter Airtanah Berdasarkan Sifat Fisik Sebagai Dasar Pendugaan Intrusi Airlaut Daerah Glagah Dan Sekitarnya.

Dalam distribusi nilai pH yang terdapat di berbagai sumur dapat menunjukkan adanya pengaruh airlaut. Namun nilai pH dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya pengaruh dari jenis mineral penyusun material pasir maupun gravel. Pada deskripsi bor yang diperoleh, terdapat mineral Horblenda, yang sifatnya basa karena megandung banyak Fe maupun Mg. Hornblende memiliki rumus kimia [Ca 2 (Mg,Fe 2+ ) 4-

23 Baca lebih lajut

1. Kristal dan Mineral - Kristal Dan Mineral | Zoe Si Penambang

1. Kristal dan Mineral - Kristal Dan Mineral | Zoe Si Penambang

Mineral dapat dikenal dengan menguji sifat fisik umum yang dimilikinya. Sebagai contoh, garam dapur halite (NaCl) dapat dengan mudah dirasakan. Komposisi kimia seringkali tidak cukup untuk menentukan jenis mineral, misalnya mineral grafit (graphite) dan intan (diamond) mempunyai satu komposisi yang sama yaitu karbon (C). Mineral-mineral yang lain dapat terlihat dari sifat fisik seperti bentuk kristal, sifat belahan atau warna, atau dengan peralatan yang sederhana seperti pisau atau potongan gelas dengan mudah diuji kekerasannya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KAJIAN SIFAT FISIK SIFAT KIMIA DAN SIFAT

KAJIAN SIFAT FISIK SIFAT KIMIA DAN SIFAT

PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumberdaya alam seperti bahan galian, mineral, minyak bumi, gas, flora dan fauna baik yang berada di tanah, air maupun udara. Salah satu bahan galian yang cukup banyak dikandung bumi Indonesia ini yaitu pasir. Pemanfaatan pasir dilakukan dengan penambangan pasir yang pada umumnya menggunakan sistem penambangan terbuka. Kegiatan penambangan pasir dengan sistem tambang terbuka memberikan manfaat antara lain sebagai sumber bahan baku bangunan sipil, sumber mata pencaharian penduduk lokal, dan menambah pendapatan daerah. Akan tetapi penambangan pasir dengan sistem tambang terbuka juga menimbulkan kerugian seperti keterbukaan lahan, hilangnya vegetasi penutup tanah mengganggu kehidupan flora dan fauna, serta kerusakan tanah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pengaruh penambangan pasir terhadap sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

TAP.COM -   KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KIMIA TEPUNG ... - JURNAL UNS 4204 7634 1 SM

TAP.COM - KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KIMIA TEPUNG ... - JURNAL UNS 4204 7634 1 SM

Hasil analisis menunjukkan adanya tren peningkatan kadar serat pangan tidak larut, larut, maupun total pada tepung kacang merah tanpa kulit dibandingkan dengan tepung kacang merah dengan kulit, walaupun hanya signifikan pada saat perendaman. Pada umumnya, kacang-kacangan mengandung serat pangan tidak larut yang lebih besar dibandingkan dengan serat pangan larut (Khan et al., 2007). Namun, penelitian ini tidak menunjukkan hasil yang serupa. Beberapa alasan dapat menjadi penyebab kontradiksi ini. Profil kacang-kacangan dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sehingga akan sulit untuk menentukan standar gizi pada kacang-kacangan yang ditanam pada wilayah yang berbeda. Selain itu, penggunaan metode Asp dan Johansson (1981) dalam penelitian ini memiliki perbedaan dengan metode yang dipakai pada umumnya yaitu AOAC (AOAC Official Methods 985.29; 993.19; dan 991.42). Dalam metode Asp dan Johansson dilakukan dua tahapan hidrolisis protein, sedangkan pada metode AOAC hanya dilakukan satu tahapan. Akibatnya, kadar serat pangan yang terukur dengan metode Asp dan Johansson lebih rendah dibandingkan dengan metode AOAC. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kacang merah dengan kulit terhadap kacang merah tanpa kulit pada saat perendaman. Hal tersebut dapat terjadi karena kacang merah tanpa kulit cenderung lebih cepat mendistribusikan molekul-molekul nonserat ke dalam media perendaman atau perebusan. Menurut Lintas dan Cappeloni (1988) dalam Muchtadi (2001), kacang-kacangan rentan kehilangan komponen- komponen yang dapat larut seperti gula, protein larut, mineral, dan substansi pektat ke dalam air dan berakibat pada penurunan kadar bahan kering, sehingga akan meningkatkan kadar serat pangan. Sedangkan, kacang merah dengan kulit tidak terlalu banyak kehilangan komponen-komponen tersebut karena dilindungi oleh kulit kacang.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Sifat Fisik Kimia Tanah

Analisis Sifat Fisik Kimia Tanah

Di dalam tanah P berada dalam bentuk P-organik dan P-anorganik. Mineral fosfor anorganik umumnya dijumpai sebagai aluminium dan besi fosfat pada tanah-tanah asam, sedangkan kalsium fosfat mendominasi tanah basa. Berbagai jenis asam-asam organic yang dihasilkan mikroorganisme untuk melarutkan Al, Fe, Ca dan magnesium fosfat, sehingga menghasilkan pelepasan ortofosfat ke dalam larutan tanah. Kelompok organisme yang penting adalah fungi mikoriza arbuskula (FMA) yang dapat memacu serapan fosfor (Handayanto dan Chairiah, 2011).

8 Baca lebih lajut

KAJIAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH HUBUN

KAJIAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH HUBUN

yang pada tanah terutama berasal dari koloid humus dan mineral liat (Hakim, dkk, 1986). Tabel 6 memperlihatkan KTK tanah pada keenam profil adalah sedang dengan pola distribusi cendrung meningkat ke horizon bawah. Dari Tabel 15 dan Gambar 10 serta Tabel Lampiran 7 bahwasannya semakin tinggi KTK tanah di lokasi penelitian menyebabkan makin rendah jumlah produksi tandan per pokok kelapa sawit, hal ini di duga karena kandungan bahan organik (% C dan % N) sangat rendah yakni masing-masing 0.42-0.80 % dan 0.18-0.24 %. Sesuai dengan yang dilaporkan Hardjowigeno (1993) nilai KTK suatu tanah dipengaruhi oleh tingkat pelapukan tanah, kandungan bahan organik tanah dan jumlah kation basa dalam larutan tanah. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi memiliki KTK yang lebih tinggi, demikian pula tanah-tanah muda dengan tingkat pelapukan baru dimulai dan tanah- tanah dengan tingkat pelapukan lanjut mempunyai nilai KTK rendah.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

MENILAI SIFAT TANAH UNTUK PRODUKSI TANAM

MENILAI SIFAT TANAH UNTUK PRODUKSI TANAM

Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari empat komponen yaitu mineral 45 %, air 25 %, udara 25 %, dan bahan organik 5 %. Dalam bidang pertanian ilmu tanah sangat penting untuk dipelajari dan diketahui, karena tanah merupakan salah satu komponen kehidupan makhluk hidup terutama tumbuhan. Tanah merupakan media tumbuh bagi tumbuhan yang ada di bumi ini, sebagai tempat berpijak manusia dan hewan, serta sebagai tempat hidup organisme tanah. Tumbuhan dapat tumbuh dengan baik apabila kondisi fisik, kimia, dan bioligi tanah baik. Tanaman yang tumbuh terjadi karena adanya interaksi antara tanah dan tumbuhan, dimana tanah menopang tumbuhan dan menyediakan segala kebutuhan tumbuhan. Tanaman memiliki akar yang berfungsi untuk menyerap unsur hara makro dan mikro, air, udara dari dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di dalam tanah terdapat berbagai jenis mikroorganisme yang berperan penting dalam penyediaan unsur hara bagi tanaman. Ilmu tanah yang dipelajari memiliki hubungan yang sangat erat dengan cabang ilmu lain seperti Pedologi, yaitu ilmu yang mempelajari berbagai aspek geologi tanah, mengenai pembentukan tanah (pedogenesis), morfologi tanah (sifat dan ciri fisika dan kimia), dan klasifikasi tanah. Edaphologi, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan air, tanah, dan tanaman mengenai sifat fisika, kimia, dan biologi tanah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Sifat Fisik dan Kimia Daging Domba

Sifat Fisik dan Kimia Daging Domba

Kadar abu dalam daging pada umumnya terdiri atas kalsium, fosfor, sulfur, sodium, klorin, magnesium, dan besi (Price dan Schweigert, 1971). Kadar abu dalam daging umumnya bervariasi yang dipengaruhi oleh kandungan protein dan lemak (Aberle et al., 2001). Menurut Gaman dan Sherrington (1981), kadar abu dalam daging domba adalah 0,7%. Daging olahan mengandung lebih banyak mineral yang disebabkan karena penambahan bumbu-bumbu, garam, dan pengaruh dari metode pemasakan (Soeparno, 2005). Tingginya kadar abu dapat disebabkan oleh adanya pemberian rempah-rempah, garam, bahan pencampur, dan kesalahan pada saat pengolahan (Sudarmadji et al., 1989).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

MAKALAH SIFAT FISIK BAHAN laporan pratikum pertanian 1

MAKALAH SIFAT FISIK BAHAN laporan pratikum pertanian 1

Karakteristik mudu buah dikelompokkan menjadi dua yaitu mutu eksternal terdiri atas warna, ukuran, bentuk, cacat fisik, tekstur dan flacor. Mutu eksternal dipengaruhi oleh faktro iklim seperti angin, curah hujan, kelembaban, cahaya, suhu, elevansi dan sifat atau kondisi tanah. Sedangkan mutu eksternal terdri atas tekstur, flavor, kandungan zat gizi, toksikan, dan jasad remik, dipengaruhi oleh faktor non iklim seperti varietas, batang bawah, tingkat ketuaan saat petik, kandungan mineral, penyemprotan zat kimia, irigasi, serangan hama dan penyakit, jarak tanam, serta pengaman panen dan pasca panen (Syaifullah, 1996).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Morfologi Sifat Fisik dan Kimia Tanah In

Morfologi Sifat Fisik dan Kimia Tanah In

Pengelolaan tanah yang rasional salah satunya harus didasarkan pada sifat-sifat inherent tanah tersebut. Dengan demikian maka sifat morfologi dan kimia tanah dapat dijadikan acuan dalam pengeloaan tanahnya. Pada pedon PLKS yang secara morfologi tergolong tanah yang relatif ringan dibanding pedon PLKM yang lebih berat karena kandungan liatnya lebih tinggi. Tampaknya pengolahan tanah pada pedon PLKS lebih intensif dibanding pedon PLM, sehingga tampak pada struktur tanah dan konsistensinya. Adanya fraksi liat dan debu pada kedua pedon ini menurut Prasetyo (2005) menunjukkan adanya nilai tambah pada pengelolaan tanahnya bila dibanding tanah yang hampir keseluruhannya didominasi pasir. Selain itu, kandungan bahan organik di lapisan atas pedon PLKM lebih tinggi dari pada pedon PLKS yang sangat mempengaruhi kinerja mikroorganisme tanah dalam membantu menyediakan hara bagi tanaman. Hal ini ditunjukkan oleh nilai C/N rasio pada pedon PLKM yang relatif sempit. Walaupun C/N rasio pedon PLKS lebih sempit tetapi jika dilihat dari jumlah basa- basa dd masih lebih sedikit dibanding pedon PLKM, sehingga status kesuburan tanahnya lebih rendah dibanding pedon PLKM.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sifat Fisik Dan Komposisi Kimia Buah Aibon.

Sifat Fisik Dan Komposisi Kimia Buah Aibon.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat fisik dan komposisi kimia buah aibon pada tingkat kematangan yaitu muda, matang, dan lewat matang (tua). Sifat fisik ditentukan melalui pengamatan morfologi buah yaitu panjang, diameter, berat, bentuk, dan tekstur, sedangkan analisis komposisi kimia meliputi kadar air, lemak, protein, abu, pati, total gula, dan serat kasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah aibon berbentuk bulat memanjang lurus tumpul dengan permukaan tidak rata dan bergelombang, dengan ukuran panjang 12,2- 35,9 cm; diameter 2,0-3,0; berat 30,30-61,10 g dan ketebalan kulit 0,6- 1,3 mm. Daging buah aibon mudah mengalami pencoklatan enzimatis setelah pengupasan. Waktu panen yang tepat untuk buah aibon adalah pada tingkat buah matang optimal. Kandungan air, protein dan total gula buah aibon cenderung menurun dengan semakin tuanya umur panen, sedangkan karbohidrat (pati dan serat) semakin meningkat. Buah aibon pada tingkat kematangan optimal mengandung abu 1,07%, protein 4,67%, lemak 0,61%, dan karbohidrat 93,66%, serta kadar pati, total gula dan serat kasar masing-masing 54,88%; 8,89%; dan 4,7% (bk).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Catatan Dari Bawah Tanah Proses Kemenjad

Catatan Dari Bawah Tanah Proses Kemenjad

Tambang dalam atau tambang bawah tanah (underground mining) adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi, dan tempat kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar. Tambang bawah tanah mengacu pada metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut.

50 Baca lebih lajut

ESCULENTA) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK

ESCULENTA) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK

Dari hasil penelitian, formulasi terbaik dari brownies cookies subtitusi tepung gembili adalah formulasi F2 dengan komposisi 70% tepung terigu dan 30% tepung gembili. Karakteristik kimia formulasi terbaik brownies cookies subtitusi tepung gembili (F2) memiliki kadar air sebesar 5,82%, kadar abu sebesar 1,50%, kadar lemak sebesar 22,29%, kadar protein sebesar 6,30%, kadar karbohidrat sebesar 64,10% dan kadar serat kasar sebesar 1,80%. Karakteristik fisik formulasi terbaik brownies cookies subtitusi tepung gembili (F2) memiliki nilai kekerasan (hardness) sebesar 18,99 N. Formulasi terbaik brownies cookies subtitusi tepung gembili (F2) memiliki karakteristik sensoris berupa aroma, tekstur dan rasa yang disukai oleh panelis, serta warna yang dapat diterima oleh panelis. Secara keseluruhan (overall), brownies cookies subtitusi tepung gembili (F2) disukai oleh panelis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Sifat Fisik dan Komponen Kimia Bunga Mel

Sifat Fisik dan Komponen Kimia Bunga Mel

Bunga melati J. officinale (melati Gambir) di- panen langsung dari sentra produksi bunga di Purbalingga (Jawa Tengah) dengan tingkat ketuaan bunga M-1, M-2, dan mekar penuh. Setelah dipa- nen, kemudian bunga diamati karakter fisik dan kimianya. Karakter fisik yang diamati meliputi panjang tabung, diameter tabung, panjang bunga, diameter kuntum bunga, dan berat kuntum bunga. Pengukuran diameter dan panjang kuntum bunga menggunakan kaliper dan pengukuran berat bunga menggunakan timbangan elektrik. Analisis kimia dilakukan terhadap minyak yang dihasilkan meng- gunakan alat Gas Chromatografi merk Hitachi 263- 50 dengan kolom jejal (packed column) 1/8 inci panjang 2 m. Suhu kolom diatur pada angka 80- 180 o C dengan kecepatan kenaikan suhu 5 o C per menit. Suhu injektor 230 o C dan suhu detektor
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA DENGAN METODE KOLAM OKSIDASI | Andiese | JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR 691 2402 1 PB

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA DENGAN METODE KOLAM OKSIDASI | Andiese | JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR 691 2402 1 PB

Sifat-sifat fisik, kimia, biologis dan air limbah serta sumber asalnya Sifat-sifat Air Limbah Sumber Asal Limbah Sifat Fisik : Warna Air buangan rumah tangga dan industri serta bangka[r]

8 Baca lebih lajut

PENGAMATAN SIFAT FISIK DAN KIMIA MINYAK

PENGAMATAN SIFAT FISIK DAN KIMIA MINYAK

Sifat fisik dan kimia minyak sangat ditentukan oleh suhu yang dialaminya. secara umum sifat fisik minyak dan lemak ditentukan oleh susunan asam lemak tersebut di dalam triasilgliserol. Karakteristik dari tiap-tuap minya tentulah berbeda. Pada praktikum pengamatan sifat fisik minyak digunakan minyak sania royal. Sania Royale, satu-satunya minyak goreng ber-VCO yang merupakan minyak goreng dengan inovasi baru yang merupakan kombinasi minyak sawit, minyak kelapa dan VCO. Dengan segala kebaikan minyak sawit dan minyak kelapa, Sania Royale memiliki aroma minyak kelapa yang khas, menghasilkan masakan lebih lezat dan lebih garing dan serta memiliki aspek kesehatan yang dimiliki minyak sawit dan kelapa.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...