Top PDF Strategic Leadership untuk Kepemimpinan leadership

Strategic Leadership untuk Kepemimpinan leadership

Strategic Leadership untuk Kepemimpinan leadership

Jurnal ini menyelidiki strategi manajemen yang berlaku dan gaya kepemimpinan rumah sakit yang dipilih untuk keefektifan supervisi keperawatan klinis. Merupakan studi kuantitatif dan menggunakan metode deskriptif-korelasional. Tiga (3) rumah sakit swasta di Metro Manila, dengan 90 kapasitas tempat tidur. Dua puluh lima (25) laki-laki dan perempuan Supervisors dan seratus sembilan puluh sembilan (199) staf perawat dipilih sebagai purposive sampling.

8 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kepemimpinan yang Melayani (The Servant Leadership) di Sekolah Menengah Tingkat Atas Swasta Kota Salatiga T2 942014705 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kepemimpinan yang Melayani (The Servant Leadership) di Sekolah Menengah Tingkat Atas Swasta Kota Salatiga T2 942014705 BAB I

Melihat kondisi diatas kita perlu merefleksikan kembali apa jenis kepemimpinan yang terbaik untuk kepala sekolah saat ini. Mukasabe (2004) menyatakan bahwa kepemimpinan yang melayani ( Servant leadership ) merupakan suatu tipe atau model kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan mengenai kualitas kepemimpinan. Hal ini karena perilaku yang dicerminkan dari seorang servant leaders cenderung menjadi teladan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya.

8 Baca lebih lajut

Makalah indonesia tentang leadership kepemimpinan

Makalah indonesia tentang leadership kepemimpinan

Pandangan kedua tentang perilaku kepempimpinan memusatkan pada gaya pemimpin dalam hubungannya dengan bawahan. Manajer dengan gaya kepmimpinan ini lebih memperhatikan pelaksanaan pekerjaan daripada pengembangan dan pertumbuhan karyawan. Manajer berorientasi karyawan mencoba untuk lebih mengawasi bawahan dibanding mengawasi mereka.Mereka mendorong para anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugasdengan member kesempatan bawahannya untuk berpartisipasi dalam menciptakan suasana persahabatan serta hubungan-hubungan yang saling mempercayai dan menghormati dengan para anggota kelompok.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Komitmen Organisasional pada Karyawan PT. X Jakarta

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Komitmen Organisasional pada Karyawan PT. X Jakarta

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasional pada karyawan khususnya bagian promoter di PT. X Jakarta. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah partisipan sebanyak 51 karyawan bagian promoter di PT. X Jakarta. Peneliti mengambil data gaya kepemimpinan transformasional dengan menggunakan Transformasional Leadership styles scale yang merupakan bagian dari Multifactor Leadership Questionnaire yang mempunyai empat dimensi yang dikemukakan oleh (Bass 1985) dan skala komitmen organisasional diambil dari teori Meyer dan Allen (1997) yang diadaptasi oleh penulis ke dalam bahasa Indonesia. Teknik analisa data menggunakan Spearman rho. Hasil yang diperoleh adalah r = 0,351 dengan sig. 1-tailed = 0,006 (p < 0,05). Hal ini berarti menyatakan adanya korelasi positif antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasional pada karyawan bagian promoter PT. X Jakarta.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

CA menghadapi MEA Banjarmasin 08022015

CA menghadapi MEA Banjarmasin 08022015

Subjek Ujian CA • Pelaporan korporat corporate reporting • Manajemen stratejik dan kepemimpinan strategic management and leadership • Etik profesi dan tata kelola korporat ethic and [r]

53 Baca lebih lajut

Strategic Management dan Strategic Leadership: Dua Sisi Mata Uang Kemampuan untuk Hadapi Tantangan Perubahan Lingkungan yang Drastis

Strategic Management dan Strategic Leadership: Dua Sisi Mata Uang Kemampuan untuk Hadapi Tantangan Perubahan Lingkungan yang Drastis

Sebuah survei yang dilakukan terhadap 93 perusahaan Fortune 500 menemukan bahwa setengah dari perusahaan tersebut menghadapi beberapa masalah dalam implementasikan rencana mereka, antara lain: (1) pelaksanaan implementasi ternyata memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan; (2) munculnya masalah penting secara tidak terduga; (3) kegiatan yang tidak bisa dikoordinasi dengan efektif; (4) munculnya kegiatan-kegiatan yang tidak perlu yang mengganggu jalannya implementasi; (5) kurangnya kemampuan karyawan sehingga tidak bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik; (6) kurangnya training dan pelatihan bagi karyawan yang berada di level bawah (lower level); (7) faktor lingkungan eksternal yang tidak bisa dikontrol yang menciptakan masalah-masalah baru; (8) kurangnya kemampuan manajer departemen dalam kepemimpinan dan memberikan arahan; (9) tugas dan kegiatan penting/kritis yang tidak dipahami dengan baik; (10) sistem informasi yang lemah dalam mengawasi kegiatan-kegiatan implementasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

View of Menjadi Perusahaan yang Survive dengan Transformasional Leadership

View of Menjadi Perusahaan yang Survive dengan Transformasional Leadership

Sebelim dikenal gaya kepemimpinan transaksional telah dikenal gaya kepemimpinan autoritarian. Leader dengan gaya kepemimpinan ini adalah Leader yang otoriter. Leader yang otoriter menurut Schriesheim, House dan Kerr adalah Leader yang sangat mengarahkan/menentukan (directive), memiliki kekuatan untuk menghukum dan diktator (Salam dkk., 1997:187). Leader ini mendasarkan tindakannya pada position power yang dimilikinya dan membuat keputusan secara individu. Leader jenis ini mungkin saja membut organisasi yang dipimpinya sukses. Tetapi bawahan yang dipimpinya akan merasa terjajah, terhina, terlukai dan tidak puas. Hal tersebut bila terakumulasi akan berakibat sangat buruk bagi perusahaan. Contoh ketidakpuasaan bawahan yang sering kita lihat adalah: pemogokan, sabotase, perusakan pabrik dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TRANSFORMASIONAL LEADERSHIF DAN SERVANT LEADERSHIP: TANTANGAN KEPEMIMPINAN DALAM MENGHADAPI ERA GLOBAL | Jahidi | CosmoGov 14730 33414 1 SM

TRANSFORMASIONAL LEADERSHIF DAN SERVANT LEADERSHIP: TANTANGAN KEPEMIMPINAN DALAM MENGHADAPI ERA GLOBAL | Jahidi | CosmoGov 14730 33414 1 SM

berupaya: (1) konsep, dalam hal ini, kepemimpinan transformasional dapat memengaruhi bawahan untuk meningkatkan konsep diri dan kepercayaan diri guna mengatur dan menjalankan tugas-tugas pekerjaan demi pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Bawahan baik secara individu maupun kelompok memiliki semangat tinggi dan optimisme untuk meraih keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pada gilirannya bawahan mampu berinovasi lebih baik dalam bekerja; (2) percaya pada pimpinan, dalam hal ini, keyakinan dan kepercayaan bawahan kepada pimpinan menjadi faktor penting dalam menumbuhkan komitmen bawahan untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan transformasional dapat menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri dikalangan bawahan, memandirikan mereka, dan menanamkan sikap kewirausahaan (inovatif dan kreatif) dalam pencapaian tujuan; (3) terarah pada tujuan dan nilai, disini, kepemimpinan transformasional mampu mendorong keyakinan bawahan guna mencapai tujuan yang lebih tinggi dalam pekerjaannya, membangun komitmen, dan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERANAN STRATEGIC LEADERSHIP TERHADAP COMPETITIVE POSITIONING MELALUI ORGANIZATION LEARNING STUDY KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI SURABAYA | Kosasih | Business Accounting Review 3849 7277 1 SM

PERANAN STRATEGIC LEADERSHIP TERHADAP COMPETITIVE POSITIONING MELALUI ORGANIZATION LEARNING STUDY KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI SURABAYA | Kosasih | Business Accounting Review 3849 7277 1 SM

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan competitive positioning sebagai variabel dependen, strategic leadership sebagai variabel independen dan organization learning sebagai variabel intervening. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan yang berhubungan dengan variabel yang digunakan oleh peneliti antara lain penelitian yang dilakukan Khan (2013) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara strategi kepemimpinan dengan keunggulan kompetitif dan penelitian yang dilakukan Hishammudin (2012) menyatakan pemahaman tentang konsep organization learning dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah pertama penelitian ini menggunakan variable- variable yang berbeda dengan penelitian- penelitian sebelumnya. Kedua, populasi penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur di Surabaya sedangkan penelitian-penelitian sebelumnya belum ada yang meneliti populasi tersebut. Ketiga, penelitian ini menggunakan variable intervening yaitu organization learning.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB 1 KEPEMIMPINAN - Kelompok 7b – Leadership

BAB 1 KEPEMIMPINAN - Kelompok 7b – Leadership

6. Mengembangkan batas-batas untuk tindakan yang memungkinkan untuk beberapa resiko. Organisasi yang menolak resiko tidak suka mendengar bahwa “beberapa tingkat resiko” bicara, dan untuk alasan yang baik. Tidang seorang pun ingin menjadi kantong dan ditandai oleh ikatan pedagang nakal, seorang pengacara tidak etis, seorang akuntan tidak jujur, orang penjualan yang terlalu agresif. Tetapi menciptakan batas-batas yang didasarkan pada skenario terburuk mungkin sehingga membatasi inisiatif individu bahwa pemberdayaan tidak bisa bertahan, apalagi berkembang.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

TEORI TEORI KEPEMIMPINAN LEADERSHIP THEO

TEORI TEORI KEPEMIMPINAN LEADERSHIP THEO

6. Keberhasilan pemimpin tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut, dan aspek lingkungan. Awang Anwaruddin - Change Leadership 7 Tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik untuk semua situasi.  Kepemimpinan dipengaurhi oleh variabel-variabel lingkungan yang menentukan gaya kepemimpinan. Joan Woodward (1958), Fiedler, FE (1958) Joan Woodward 23.02.13

4 Baca lebih lajut

Leadership

Leadership

Variabel subtitusi ini dapat meningkatkan atau mengurangi kemampuan pemimpin dalam mempengaruhi kelompok kerja. kepemimpinan subtitusi ini menjelaskan bahwa karakteristik- karakteristik bawahan tugas dan organisasi dapat memainkan peran sebagai pengganti karakteristik bawahan, tugas dan organisasi dapat memainkan peran sebagai pengganti tingkat kepemimpinan tradisional. Perbedaan karakteristik diprediksi untuk mengurangi perbedaan perilaku pemimpin yang berbeda.

38 Baca lebih lajut

Pengaruh Strategic Leadership terhadap Competitive Advantage melalui Intellectual Capital sebagai Variabel Intervening terhadap perusahaan manufaktur | Tanoni | Business Accounting Review 4182 7982 1 SM

Pengaruh Strategic Leadership terhadap Competitive Advantage melalui Intellectual Capital sebagai Variabel Intervening terhadap perusahaan manufaktur | Tanoni | Business Accounting Review 4182 7982 1 SM

Hasil statistik deskriptif pada variabel strategic leadership menjelaskan bahwa perusahaan manufaktur yang menjadi obyek pada penelitian memiliki strategic leadership yang baik, sedangkan indikator yang perlu menjadi perhatian adalah mengenai substaining an effective corporate culture, yaitu manajemen perusahaan perlu lebih fokus lagi untuk menciptakan budaya organisasi yang efektif. Sedangkan dari hasil statistik deskriptif pada variabel intellectual capital juga menjelaskan bahwa perusahaan manufaktur yang menjadi obyek pada penelitian memiliki intellectual capital yang baik. Hasil pengujian outer model menyatakan bahwa tiga indikator semuanya memiliki peranan yang penting dalam menciptakan intellectual capital perusahaan, yang perlu menjadi perhatian adalah mengenai social capital, karena indikator tersebut dipersepsikan paling rendah dibandingkan indikator lainnya, artinya kemampuan sosial karyawan perlu ditingkatkan lagi. Ireland dan Hitt (2005) menambahkan bahwa tujuan dari menerapkan strategic leadership ialah memaksimalkan intellectual capital yang dimiliki oleh organisasi untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Mahdi and Almsafir (2013) menambahkan bahwa strategic leadership memberikan tempat bagi karyawan untuk dapat mengembangkan bakat yang dimiliki oleh karyawan. Menciptakan intellectual capital dapat dilakukan dengan memperbaiki strategic leadership perusahaan, terutama berkaitan dengan time to market, yaitu kemampuan manajemen perusahaan dalam mengenalkan produk baru yang lebih cepat.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGIC LEADERSHIP TERHADAP COMPETITIVE ADVANTAGE MELALUI ORGANIZATIONAL CULTURE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Saridewi | Business Accounting Review 3867 7313 1 SM

PENGARUH STRATEGIC LEADERSHIP TERHADAP COMPETITIVE ADVANTAGE MELALUI ORGANIZATIONAL CULTURE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Saridewi | Business Accounting Review 3867 7313 1 SM

Berdasarkan penjelasan diatas, mengungkapkan adanya keterkaitan antara strategic leadership, competitive advantage, dan organizational culture. Dalam penelitian terdahulu milik (Eromafuru, 2015) yang berjudul “Building and Sustaining Supportive Organizational Culture through Innovative and Strategic Leadership”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategic leadership berpengaruh signifikan terhadap organizational culture. Hal ini terlihat pada hasil dari penelitian ini yang menyatakan bahwa sering kali kegagalan dalam organisas adalah disebabkan oleh praktek kepemimpinan yang tidak berfungsi atau kepemimpinan yang bertentangan dengan pertumbuhan atau budaya dari organisasi tersebut. Dan dengan adanya praktek strategic leadership yang benar dalam organisasi dapat membantu organisasi untuk terus bertahan di dalam persaingan, seta membawa organisasi kearah yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN KEPEMIMPINAN MELALUI LEADERSHIP GAMES PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 2 DEPOK TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

PENINGKATAN KETERAMPILAN KEPEMIMPINAN MELALUI LEADERSHIP GAMES PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 2 DEPOK TAHUN PELAJARAN 2013/2014.

Kepemimpinan merupakan bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu berdasarkan penerimaan dalam kelompoknya dan memiliki keahlian yang tepat pada situasi-situasi khusus. Munculnya keterampilan kepemimpinan seseorang-pun tidak selalu muncul atau menonjol pada semua waktu dan semua kegiatan. Adakalanya ketrampilan kepemimpinan itu muncul pada periode tertentu dan menghilang pada periode tertentu. Keterampilan kepemimpinan ini akan muncul pada situasi dan kondisi tertentu. Sebagai contoh, seorang siswa akan dapat memimpin teman-temannya dalam kelompok belajar tetapi tidak mampu memimpin kelompok teman dalam organisasi. Keterampilan kepemimpinan tersebut bisa saja tidak muncul karena posisinya yang memang bukan sebagai ketua organisasi (ada dominasi lain) atau ia memang tidak mempunyai kemampuan dibidang itu sehingga kemampuannya tidak mendukung situasi yang terjadi saat itu. Kenyataan ini sesuai dengan salah satu teori kepemimpinan yaitu teori situasional.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Bagai KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP

Bagai KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP

Demikian antara lain garis-garis besar dan tanggung jawab seorang pemimpin dengan hubungannya dengan kelompok /masa. Karena kepemimpinan itu suatu kepribadian, merupakan watak yang memerluakn bakat seseorang, sehingga menyentuh keseluruhan susunan kompleks dan dinamis dari kwalitas-kwalitas yang terdapat pada diri seseorang, maka sukarlah untuk menyebutkan satu persatu sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seseorang pemimpin.

11 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Kinerja - 3. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Kinerja - 3. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Konsep Kepemimpinan Leadership 2.2.1 Pengertian Kepemimpinan Leadership Kepemimpinan adalah penggunaan proses komunikasi untuk mempengaruhi kegiatan-kegiatan seseorang atau kelomp[r]

39 Baca lebih lajut

HOW TO DEVELOP STRATEGIC LEADERSHIP IN HIGHER EDUCATION INSTITUTION?

HOW TO DEVELOP STRATEGIC LEADERSHIP IN HIGHER EDUCATION INSTITUTION?

For strategist dimension, there are four indicators, as follows: ability to respond the changing of internal and external environment, accuracy of strategy formulations, ability to implement the chosen strategy, and ability to evaluate and control. In this case, make periodic reports about implementing activities to the leader to be evaluated gets the biggest score, because the leader of study program is managers and executive education programs in higher education. However, the chairman of the program should make the process of strategic management in accordance with the level. Strategic planning should be based on the analysis of internal and external environment. The work program is based on operational planning which refers to strategic planning. Evaluation results serve as feedback to control the effectiveness and efficiency in achieving the goals. Operational plans designed to achieve the goal in one year in accordance with the stages in the strategic planning. Organizational structure adapted to facilitate the strategic planning to achieve long-term goals. Organizational culture is built to achieve the organization's performance in achieving the vision and mission of the institution. The procedure should be carefully placed to facilitate the implementation of activities with a set budget. The annual budget prepared in accordance with the work program that has been set (see table 3 and table 4). All employees are given adequate facilities to be able to perform the task well.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Researching educational leadership and management2

Researching educational leadership and management2

Leadership may be understood as ‘influence’ but this notion is neutral in that it does not explain or recommend what goals or actions should be sought through this process. However, certain alternative constructs of leadership focus on the need for leadership to be grounded in firm personal and profes- sional values. Wasserberg (2000: 158), for example, claims that ‘the primary role of any leader [is] the unification of people around key values’. Day et al.’s (2001) research in 12 ‘effective’ schools in England and Wales concludes that ‘good leaders are informed by and communicate clear sets of personal and educa- tional values which represent their moral purposes for the school’ (p. 53).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

A. Pendahuluan - Kepemimpinan_Siswa dan Keterlibatan Dalam Organisasi oleh Parhan Ibus, Usman Akadir

A. Pendahuluan - Kepemimpinan_Siswa dan Keterlibatan Dalam Organisasi oleh Parhan Ibus, Usman Akadir

Dari hadis di atas dapat diketahui bahwa pemimpin tidak hanya dia yang mempunyai kedudukan, tidak hanya mereka yang mempunyai anak buah. Akan tetapi semua pribadi adalah pemimpin minimal pemimpin untuk dirinya sendiri. Dengan demikian kita sebagai siswa juga seorang pemimpin.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...