Top PDF Teori Pendidikan Keluarga Dan Tangung Jawab Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Teori Pendidikan Keluarga Dan Tangung Jawab Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Teori Pendidikan Keluarga Dan Tangung Jawab Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini

kerumah-tanggaan, keagamaan maupun kemasyarakatan lainnya, yang dipikul atas seluruh anggota komunitas keluarga, atau secara individual, merupakan cara-cara yang biasa terjadi pada interaksi pendidikan dalam keluarga. Ki- Hajar Dewantara (1961) menyatakan keluarga adalah kumpulan individu yang memiliki rasa pengabdian tanpa pamrih demi kepentingan seluruh individu yang bernaung didalamnya. Begitu pentingnya keluarga bagi setiap individu atau sekelompok orang telah menempatkan keluarga bagian dari kehidupan manusia. Manusia ( termasuk juga anak) tidak bisa dipisahkan dari keluarga, dengan keluarga orang dapat berkumpul, bertemu dan bersilaturrahmi. Bisa dibayangkan bagaimana manusia hidup tanpa keluarga. Tanpa disadar secara tidak langsung, orang yang hidup tanpa keluarga telah menghilangkan fitrah seseorang sebagai makhluk sosial. Hal ini seirama dengan pernyataan Selo Soemarjam (1962:127) yang menjelaskan bahwa keluarga adalah sekelompok orang yang dipersatukan oleh pertalian kekeluargaan, perkawinan atau adopsi yang disetujui secara sosial yang umumnya sesuai dengan peranan-peranan sosial yang telah dirumuskan dengan baik. Hal ini, diperkuat dengan argumen Abdullah dalam Murdhock (1994:197) dan Berns (2007: 87) mengemukakan bahwa keluarga adalah suatu kelompok sosial yang ditandai oleh tempat tinggal bersama kerjasama ekonomi, dan reproduksi. Lebih jauh dalam konteks pengertian psikologis, keluarga dapat dimaknai sekumpulan orang yang hidup bersama dengan tempat tinggal bersama dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling memperhatikan, saling membantu, bersosial dan menyerahkan diri (Abdullah,2003:225). Begitu pula dalam kaitan pandangan paedagogis, keluarga adalah satu persekutuan hidup yang dijalin oleh kasih sayang antara pasangan dua jenis manusia yang dikukuhkan dengan pernikahan dengan maksud untuk saling menyempurnakan (Berns, 2007: 88).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia Dini

Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia Dini

PAUD, pendidikan di keluarga adalah yang pertama dan utama. Jika pengasuhan anak kita di keluarga dilakukan dengan baik dan sejalan dengan yang dilakukan di PAUD maka semua aspek perkembangan anak akan bisa berkembang secara sepenuhnya. Pada gilirannya perkembangan ini akan menyumbang pada kemampuan anak berpikir logis, kritis, dan kreatif serta mampu berkomunikasi dan bekerjasama. Kemampuan-kemampuan itu sangat diperlukan anak di masa-masa kehidupan selanjutnya dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin beragam.

82 Baca lebih lajut

Persepsi Orang Tua Rantau Terhadap Pendidikan Anak

Persepsi Orang Tua Rantau Terhadap Pendidikan Anak

Islam mewajibkan umatnya mencari ilmu, bahkan sampai ke negeri Cina. Dalam ajaran Islam disampaikan bahwa masa depan (pendidikan) anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Dalam banyak hadits ditemukan beberapa redaksi hadits yang memiliki esensi yang sama yaitu bahwa “setiap anak dilahirkan dengan keadaan suci (fitrah) maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya yahudi, majusi atau nasrani.” Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa masa depan anak bergantung kepada orang tuanya (lingkungannya). Ketika berbicara tentang lingkungan maka yang pasti akan disentuh pertama kali adalah lingkungan keluarga. Sedangkan lingkungan keluarga sangat erat kaitannya dengan peroses pendidikan di dalam keluarga. Proses pendidikan inilah yang kemudian menjadi media untuk mengembangkan potensi-potensi dasar yang dimiliki anak sebagai pondasi pembentukan karakter di masa yang akan datang. Dengan kata lain bahwa, hadits tersebut di atas mencakup esensi teori nativisme, empirisme, dan konvergensi sebagaimana yang sering disinggung dalam dunia pendidikan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PenelitianDeskriptifPada Orang TuaMurid TK Chaerunnisa KomplekPuteracoDesaJagabayaKecamatanCimaungKabupaten Bandung).

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PenelitianDeskriptifPada Orang TuaMurid TK Chaerunnisa KomplekPuteracoDesaJagabayaKecamatanCimaungKabupaten Bandung).

Dalam kenyataan yang terjadi di masyarakat masih ada orang tua yang mempunyai pola pikir bahwa pendidikan itu sepenuhnya tanggung jawab satu pihak saja yaitu lembaga pendidikan. Seringkali orangtua menumpu harapan terlalu tinggi pada lembaga pendidikan, sehingga banyak orangtua yang berani membayar mahal biaya pendidikan anaknya. Di sisi lain, tidak sedikit orangtua yang menuntut lembaga pendidikan harus berbuat seperti yang dikehendaki dan kecewa jika hasil pendidikan di lembaga tersebut tidak sesuai dengan harapannya.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Model pembelajaran partisipatif (program pendidikan keluarga bagi orang tua dengan anak usia 13-15 tahun) - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Model pembelajaran partisipatif (program pendidikan keluarga bagi orang tua dengan anak usia 13-15 tahun) - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Selanjutnya menur ut Br yson, Reeves, Pansier , dan Houle (Mor gan,- Bar ton, et al. 1976). Br yson menyatakan bahw a pendidikan or ang dewasa adalah semua aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh or ang dew asa dalam kehidupan sehar i -har i yang hanya menggunakan sebagian w aktu dan tenaganya untuk mendapatkan tambahan intelektual. Di sini penekanan diber ikan pada penggunaan sebagian w aktu dan tenaganya (bukan selur uh w aktu dan tenaga) untuk memper oleh peningkatan intelektualnya. Sedangkan Reeves, Pansier , dan Houle menyatakan bahw a pendidikan or ang dew asa adalah suatu usaha yang ditujukan untuk pengembangan dir i yang dilakukan oleh individu tanpa paksaan legal, tanpa usaha menjadikan bidang utama kegiatannya. Penekanan di sini diber ikan pada usaha yang tidak dipaksa, dan tidak menjadikan usaha utamanya.
Baca lebih lanjut

234 Baca lebih lajut

KORELASI TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN POLA ASUH TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK DALAM KELUARGA.

KORELASI TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN POLA ASUH TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK DALAM KELUARGA.

Kepribadian merupakan hal yang penting dalam masa seperti sekarang ini di mana terjadi krisis kepribadian. Orang yang mempunyai kepribadian yang bagus yang dibutuhkan pada saat sekarang ini akan tetapi pendidikan di Indonesia hanya mementingkan akademik tanpa mengutamakan kepribadian. Kepribadian akan lebih bagus jika diajarkan atau dilatih sejak dini kepada anak-anak karena dengan diajarkan sejak kecil hal tersebut bisa menjadi kebiasan sampai dewasa nanti. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan dan contoh dari orang tua sehingga anak akan mengerti dan paham mengenai kepribadian tersebut sesuai dengan perkembangan usia dan didikan dari orang tua. Mendidik anak menjadi pribadi yang baik sangat dibutuhkan peran dari orang tua, di mana orang tua yang baik adalah orang tua yang selalu ada dan menyaksikan perkembangan dan pertumbuhan anak dari balita sampai dewasa.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB MORAL ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN PENDIDIKAN

TANGGUNG JAWAB MORAL ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN PENDIDIKAN

Keluarga merupakan lingkungan pembelajaran primer, dialami oleh setiap individu. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama dikenal oleh anak dan baru sesudah itu individu mengenal dan memasuki lingkungan teman sebaya atau peer group, lingkungan sekolah, perkumpulan, organisasi dan lain sebagainya. Oleh karena itu keluarga harus mampu memberikan contoh pendidikan yang terbaik bagi anak, terutama bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Keluarga terutama orang tua harus mengetahui kemampuan anak apakah anak tersebut nantinya akan dimasukkan kedalam sekolah regular (inklusif) atau sekolah khusus (SLB), dimana hal itu merupakan tanggung jawab moral bagi orang tua.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH JENJANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERSEPSI TENTANG  PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA  Pengaruh Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Di Desa Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun 2013/2

PENGARUH JENJANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERSEPSI TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA Pengaruh Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Di Desa Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun 2013/2

Menurut Suharnan (2005:23) menjelaskan bahwa “Persepsi adalah suatu proses penggunaan pengetahuan yang telah dimliki (yang disimpan di dalam ingatan) untuk mendeteksi atau memperoleh dan mengintepretasi stimulus (rangsangan) yang diterima oleh alat indera seperti mata, telinga,dan hidung”. Pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk didalamnya peningkatan penguasaan teori dan ketrampilan memutuskan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan (RanpandojodanHusnan, 2000:8).Berdasar pada kedua teori tersebut, makadapat dikatakan bahwa persepsi seseorang dipengaruhi pula pada pengetahuan yang dimilikinya. Sedangkan dalam peningkatan pengetahuan diperoleh atau dipengaruhi oleh pendidikan. Sehingga antara persepsi dengan pendidikan saling berpengaruh. Berdasarkan kesimpulan diatas dapat dikatakan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan maka akan semakin bagus persepsi orang tua mengenai pendidikan TK.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Keluarga Muslim Pelaksana Homeschooling).

PENDAHULUAN Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Keluarga Muslim Pelaksana Homeschooling).

keluarga tiri, dan perbedaan ekonomi yaitu keluarga miskin atau kaya. Pengasuhan anak berbeda tergantung pada peran ayah dan ibu dalam menjalankan kewajibannya sebagai orang tua. Ayah dan ibu yang memenuhi kebutuhan anak baik fisiologis (kebutuhan makan, minum, pakaian) maupun psikologis (kasih sayang, perhatian, penerimaan, dukungan sosial), akan mendapatkan kepercayaan dari anak, dengan demikian anak memiliki kepercayaan diri yang baik, optimis, dan bersikap mandiri sehingga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar hal-hal baru (Erikson, 1987).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN KLARIFIKASI NILAI MASYARAKAT PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA BAGI ORANG TUA DENGAN ANAK USIA 3-6 TAHUN Pengarah

MODEL PEMBELAJARAN KLARIFIKASI NILAI MASYARAKAT PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA BAGI ORANG TUA DENGAN ANAK USIA 3-6 TAHUN Pengarah

Berbagai model pembelajaran dapat dilakukan untuk mengajak dan membelajarkan para orang tua di dalam suatu komunitas tentang cara melaksanakan pendidikan keluarga. Model pembelajaran ini juga mempertimbangkan latar belakang orang tua, baik itu ekonomi, sosial, budaya, agama, sifat, dan kepribadian orang tua. Walaupun latar belakang orang tua yang berbeda-beda, semua memiliki kemampuan untuk bisa mentransferkan berbagai nilai yang berlaku di masyarakat kepada anak-anaknya. Nilai – nilai tersebut merupakan kesepakatan seluruh unsur keluarga, dan pada gilirannya melalui kebiasaan anjangsono antarkeluarga nilai – nilai tersebut menjadi nilai bersama secara komunitas, bahkan selanjutnya menjadi nilai suatu masyarakat. Kebiasaan anjangsono dan mengobrol antarkeluarga tentang nilai – nilai kehidupan yang bisa jadi berujung kesepakatan atau ketidaksepakatan setelah melalui proses klarifikasi antarmereka. Proses klarifikasi melalui anjangsono dan obrolan inilah penulis sebut sebagai kegiatan potensial yang dapat direvitalisasi menjadi kegiatan pembelajaran (utamanya tentang nilai) di masyarakat atau di lingkungan keluarga atau beberapa keluarga yang bergabung untuk itu. Muatan atau materi pembelajaran diutamakan tentang nilai, karena fenomena yang ada saat ini mengindikasikan semakin lunturnya penghayatan dan implementasi tentang nilai – nilai kehidupan yang unggul, baik di
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Implementasi Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Bidang Pendidikan

Implementasi Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Bidang Pendidikan

Anak, keluarga, dan masa depan bangsa merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Di antara tiga hal itu, keluarga mempunyai kedudukan kunci dan sentral. Perkembangan dimulai dan dimungkinkan dalam keluarga. Oleh karenanya, pengaruh keluarga amat besar pada proses perkembangan, pengembangan potensi, dan pembentukan pribadi anak. Komunikasi orang tua dengan anak, pergaulan antara orang tua dan anak, sikap pergaulan orang tua terhadap anaknya, serta rasa dan penerimaan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya akan membawa dampak pada kehidupan anak di masa kini, dan juga di hari tua. Demikian pula dengan anak ketika memasuki sekolah. Peranan dan partisipasi orang tua masih tetap dibutuhkan lewat bimbingan belajar kepada anak, pengawasan di luar jam sekolah, ataupun dalam bentuk kerjasama dengan sekolah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia Sekolah Dasar

Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia Sekolah Dasar

Oleh karena itu, sejak tahun 2015, Kemendikbud berupaya membantu Ayah Bunda dengan khusus mendirikan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Direktorat ini bertujuan mendukung kolaborasi yang aktif dan positif antara orang tua dan sekolah untuk menyukseskan dan menyelaraskan program pendidikan yang dikembangkan sekolah, termasuk pendidikan budi pekerti anak-anak kita. Apa yang Kemendikbud lakukan adalah bagian dari komitmen negara untuk hadir mengawal peradaban melalui pendidikan keluarga untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkarakter, cerdas, dan kreatif.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia SMA SMK

Menjadi Orang Tua Hebat Untuk Keluarga dengan Anak Usia SMA SMK

Buku ini telah memberikan beberapa inspirasi dan kiat untuk Ayah dan Bunda dalam mendukung anak dengan cara bermitra dengan sekolah dan dengan menciptakan sua- sana rumah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Melalui penjelasan singkat dalam buku ini, diharapkan Ayah dan Bunda dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengasuhan yang positif. Dengan pemahaman ini diharapkan Ayah dan Bunda lebih terlibat dalam pendidikan anak baik di rumah maupun di sekolah. Orang tua hebat adalah orang tua yang terlibat.

98 Baca lebih lajut

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS KELUARGA

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS KELUARGA

Kegiatan ini dirancang oleh pengurus dan pengelola lembaga sebagai kegiatan rutin yang waktunya disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila ditemukan kasus-kasus spesifik, pengurus atau pengelola lembaga dapat memberikan rujukan kepada tenaga profesional, misalnya dokter, bidan, psikiater, psikolog, tokoh agama (ulama, pendeta, biksu, dll), orang tua yang memiliki pengalaman keberhasilan dalam mendidik anak-anak atau pihak-pihak lain yang kompeten.

42 Baca lebih lajut

Komunikasi Interaksional Orang Tua Pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Bandung dalam Menyampaikan Pendidikan Seks (Studi Deskriptif Tentang Komunikasi Interaksional Orang Tua pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Bandung dalam Menyampaikan Pendidikan Seks

Komunikasi Interaksional Orang Tua Pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Bandung dalam Menyampaikan Pendidikan Seks (Studi Deskriptif Tentang Komunikasi Interaksional Orang Tua pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Bandung dalam Menyampaikan Pendidikan Seks

Pendidikan seks dapat di bedakan antara sex instruction dan education in sexuality. Sex Intruction adalah penjelasan mengenai anatomi seperti pertumbuhan rambut pada ketiak, dan mengenai biologi dari repoduksi, yaitu proses berkembang biak melalui hubungan untuk mempertahankan jenisnya termasuk didalamnya pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan. Sedangkan, Education in Sexuality adalah penjelasan tentang bidang-bidang etika, moral, fisiologi, ekonomi, dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individual sexual serta mengadakan interpersonal yang baik.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK

PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK

Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang sepatutnya, mereka akan termakan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan langsung dari orang tua yang memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak mereka.Peranan orang tua dalam memberikan pendidikan seks kita dapat memberitahu pada anak bahwa seks adalah sesuatu yang alamiah dan wajar terjadi pada semua orang, selain itu anak juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya. Tujuan dari pendidikan seksual adalah untuk membuat suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.Pada anak usia balita maka cara kita sebagai orang tua dalam memberikan pendidikan seksual pada anak yaitu bisa mulai menanamkan pendidikan seks. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

1 PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN FORMAL ANAK PADA KELUARGA PETANI DI KECAMATAN SANGGAU LEDO

1 PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN FORMAL ANAK PADA KELUARGA PETANI DI KECAMATAN SANGGAU LEDO

Namun tidak semua orang tua menjalankan peran atau tanggung jawab mereka dengan baik terhadap pendidikan formal yang dijalani anak, dimana masih ada orang tua yang sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas mereka sehingga orang tua kurang punya waktu untuk memberikan perhatian dan pengawasan yang lebih terhadap pendidikan yang dijalani anak. kurangnya waktu yang dimiliki orang tua terhadap anak bisa mengabaikan peran mereka terhadap pendidikan anak, seperti kurangnya perhatian, pengawasan, bimbingan dan motivasi orang tua terhadap anak. terkadang orang tua juga cenderung cuek atau acuh tak acuh terhadap pendidikan yang dijalani anak, Mereka beranggapan bahwa dengan menyekolahkan anaknya saja itu sudah cukup. Padahal untuk meningkatkan dan memajukan pendidikan anak bukan hanya saja disekolahkan, tetapi orang tua pun harus ikut terlibat dengan pendidikan yang dijalani anak seperti memberikan perhatian, memotivasi anak,membimbing anak, memfasilitasi dan mengawasi anak. Hal tersebut terjadi pada keluarga petani padi di Dusun Paling Kecamatan Sanggau Ledo.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF HADIS

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF HADIS

Dari hadis tersebut, Rasulullah saw. memberikan batasan usia untuk mengerjakan salat kepada anak-anak. Sebuah petunjuk, pengajaran dan pendidikan dari Nabi saw., untuk anak-anak muslim. Rentang waktu tiga tahun, jika anak selalu di dorong dan diberi penjelasan tentang salat dengan lemah lembut, dipastikan mereka menerima pendidikan tersebut, dan selanjutnya terbiasa melaksanakannya. Lebih-lebih, jika anak masih berada dalam usia lebih dari dua tahun, anak sudah mengetahui dan mengenal salat melalui peniruan, atau sesekali dari bimbingan orang tua. Ketika anak berusia sepuluh tahun lalu meninggalkan salat, Rasulullah memerintahkan untuk menghukum dengan pukulan. Tentunya pukulan yang diberikan adalah pukulan yang mendidik, dan memiliki aturan tertentu dalam menghukum anak, seperti yang penulis kemukakan sebelumnya.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Peranan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini 5-6 Tahun di kota Bima.

Peranan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini 5-6 Tahun di kota Bima.

h. Ukuran keluarga anak-anak dari keluarga kayak terbiasa dengan hubungan agak kurang dengan orang tua dan tak mudah rusak oleh ketelantaran kasih sayang dibandingkan dengan anak tunggal, karena anak dari keluarga kayak sering di asuh sama orang lain, mereka tidak bergantung pada seseorang saja untuk mendapatkan kasih sayang.t i. Kepribadian anak bergantung dan mengingikan perhatian dan kasih

27 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ‘AISYIYAH INSAN ROBBANI MUNTILAN NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Prasekolah di Pendidikan Anak Usia Dini 'Aisyiyah Insan

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ‘AISYIYAH INSAN ROBBANI MUNTILAN NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Prasekolah di Pendidikan Anak Usia Dini 'Aisyiyah Insan

Berdasarkan analisis menggunakan chi-square diperoleh nilai X 2 hitung sebesar 63.962 dan signifikansi 0.000 (p-value < 0.05) serta nilai koefisien kontigensi sebesar 0.609 (0,60-0,799), dengan demikian dapat disimpulkan ada hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak prasekolah di Pendidikan Anak Usia Dini Aisyiyah Insan Robbani Muntilan dengan tingkat keeratan kuat. Hal ini sesuai dengan penelitian Rahmayanti (2012) yang menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Kartika X-9 Cimahi Bandung. Apabila orang tua menerapkan pola asuh yang tepat maka akan mempengaruhi sosialisasinya, karena anak hidup dalam keluarga yang selalu mendukungnya dalam cinta kasih dengan pengasuhan yang tepat dan interaksi keluarga yang harmonis, sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects