Top PDF Unit terkecil sebuah karangan yang terdiri dari kalimat pokok atau gagasan

Unit terkecil sebuah karangan yang terdiri dari kalimat pokok atau gagasan

Unit terkecil sebuah karangan yang terdiri dari kalimat pokok atau gagasan

Secara geografis, kami tidak terlalu kaget dengan hawa kota Bandung yang sejuk, malah kami merasa amat nyaman dibuatnya.. Itulah tiga faktor yang membuat kami lagi-lagi amat kerasan..[r]

32 Baca lebih lajut

KELOGISAN GAGASAN PADA KALIMAT DALAM KARANGAN SISWA KELAS IX A SMP AL-ISLAM KARTASURA  Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

KELOGISAN GAGASAN PADA KALIMAT DALAM KARANGAN SISWA KELAS IX A SMP AL-ISLAM KARTASURA Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1497), menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang dan membuat tulisan) dengan tulisan. Mengarang adalah kegiatan yang sangat komplek. Mengarang dapat kita pahami secara keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan penyampaian melalui bahasa tulis yang ditujukan kepada pembaca untuk dipahami. Menulis sebagai kemampuan memahami diri-sendiri dan mengungkapkannya secara tertulis, atau mengorganisasikan ide menjadi rangkaian yang logis dan tulisan. Pilihan kata adalah selektif kata untuk mengekspresikan ide, gagasan, atau perasaan. Pemilihan kata yang baik adalah pemilihan kata-kata yang efektif dan tepat didalam makna, serta sesuai dengan pokok masalah dalam sebuah karangan. B. METODE PENELITIAN
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

LANDASAN TEORI Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

Kohesi adalah keterkaitan dan ketergantungan elemen-elemen dalam tulisan, baik secara gramatikal maupun secara leksikal. Menurut Malmkjaer (dalam Zainurrahman, 2011:129), kohesi gramatikal terjadi ketika suatu unit tatabahasa dipengaruhi oleh unit yang lain. Kohesi gramatikal lazim disebut sebagai agreement atau concordance yang artinya kesesuaian antara unit-unit gramatikal.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

PENDAHULUAN Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

Kalimat ialah satuan kumpulan kata yang terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap (Markhamah, 2009: 8). Menurut (Zainurrahman, 2011: 110), Kalimat adalah sekumpulan respon terhadap objek dalam bentuk kata, yang terangkai dalam sebuah struktur.

5 Baca lebih lajut

Kisi kisi (2)

Kisi kisi (2)

Uraian materi Paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun secara logis dan sistematis yang mengandung satu kesatuan ide pokok. Biasanya paragraf itu terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan baik isi maupun bentuknya. Isi kalimat-kalimat pembangun paragraf itu membentuk satuan pikiran sebagai bagian dari pesan yang disampaikan penulis dalam karangannya. Jadi, dengan kata lain paragraf adalah satuan terkecil dari karangan yang biasanya terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan dan merupakan uraian dari sebuah ide pokok. Kalimat dalam sebuah paragraf harus memiliki kohesi, yaitu tarik menarik antarkalimat dalam paragraf sehinngga kalimat-kalimat itu tidak saling bertentangan, tapi tanpak menyatu dan bersama-sama mendukung pokok pikiran sehingga paragraf itu padu.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF PADA TEKS BACAAN DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP/MTs TERBITAN KEMENDIKBUD

POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF PADA TEKS BACAAN DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP/MTs TERBITAN KEMENDIKBUD

Sebagian besar, kalimat-kalimat yang terdapat dalam suatu paragraf termasuk kalimat pengembang. Susunan kalimat pengembang tidak sembarangan. Urutan kalimat pengembang sebagai perluasan pemaparan ide pokok yang bersifat abstrak menuruti hakikat ide pokok. Pengembangan kalimat topik yang bersifat kronologis, biasanya menyangkut hubungan antara benda atau kejadian dan waktu. Urutannya masa lalu, kini, dan yang akan datang.Bila pengembangan kalimat topik berhubungan dengan jarak (spasial), hal ini biasanya menyangkut hubungan antara benda, peristiwa atau hal, dan ukuran jarak. Urutannya dimulai dari jarak yang paling dekat, lebih jauh, dan paling jauh. Bila pengembangan kalimat topik berhubungan dengan sebab akibat, kemungkian urutannya sebab dinyatakan lebih dahulu, lalu diikuti akibatnya. Atau sebaliknya, akibatnya dinyatakan pertama, lalu dipaparkan sebabnya.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Analisis Pola Kalimat Bahasa Indonesia Dalam Karangan Siswa Kelas VI SD Negeri 02 Nglegok Kecamatan Ngargoyoso Tahun Pelajaran 2014/2015.

BAB 1 PENDAHULUAN Analisis Pola Kalimat Bahasa Indonesia Dalam Karangan Siswa Kelas VI SD Negeri 02 Nglegok Kecamatan Ngargoyoso Tahun Pelajaran 2014/2015.

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa memiliki keterampilan menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulis untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaan secara baik dan benar sesuai dengan konteksnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran Bahasa Indonesia disampaikan secara terpadu antara keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis.

4 Baca lebih lajut

Bhs indonesia

Bhs indonesia

Antara lain : Jika , karena , dan ketika Kalimat Imperatif = Kalimat yang berfungsi untuk memerintah Kalimat Deklaratif = Kalimat yang berfungsi untuk menyatakan suatu gagasan/peristiw[r]

3 Baca lebih lajut

45PenyusunanRencanaPelaksanaanPembelajaran(RPP)Kurikulum201356

45PenyusunanRencanaPelaksanaanPembelajaran(RPP)Kurikulum201356

108 Menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukukung dalam peta pikiran 4.1 Sebagian besar gagasan pokok dan gagasan pendukung dapat disajikan dalam bentuk peta pikiran dengan benar S[r]

32 Baca lebih lajut

KALIMAT TIDAK EFEKTIF PADA NASKAH DRAMA

KALIMAT TIDAK EFEKTIF PADA NASKAH DRAMA

Penggunaan bahasa penulis dalam membuat naskah drama sangat berpengaruh pada pembentukan cerita di pikiran pembaca dan pandangan penonton. Begitu pula dalam naskah drama ini. Bahasa yang digunakan dalam naskah drama “Penantian” karya Lukman Sardi adalah bahasa yang dipakai masyarakat sehari-hari di Indonesia. Pemakaian kalimat yang kadang tidak efektif banyak ditemui di dalam naskah ini. Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis (Keraf, 2004: 40) Untuk dapat menggunakan kalimat efektif perlu diperhatikan kerangka sintaksis, kosa kata, kesatuan gagasan, koherensi yang kompak, penekanan, variasi, paralelisme, dan penalaran.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARAN

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARAN

Kesalahan penggunaan kalimat efektif yang ditemukan dalam karangan tentang perjalanan siswa kelas VIII MTsN Model Trenggalek yaitu kesalahan (1) kalimat tidak lengkap, kesalahan ini meliputi struktur kalimat yang tidak lengkap, serta kalimat merupakan anak kalimat dari kalimat lain yang menyebabkan makna kalimat tersebut tidak utuh, sebagai contoh ‘Pagi hari sekitar ja m 9.’, (2) kalimat tidak tepat disebabkan oleh bentuk kata kerja yang tidak tepat, urutan kata yang tidak tepat, urutan kata yang tidak sesuai dengan fungsi sintaksis, serta penghilangan kata yang memiliki hubungan gramatikal, sebagai contoh kalimat dengan kata kerja tidak tepat sebagai berikut ‘Jadi bisa nambah kera maian.’, (3) kalimat tidak logis disebabkan oleh penggunaan kata atau konotasi yang tidak logis atau tidak masuk akal, seperti jalanan compang-camping, dan mema kan waktu, (4) kesalahan kalimat tidak hemat disebabkan oleh penggunaan bentuk superlatif, subjek ganda, dan penggunaan kata bersinonim dalam satu kalimat, sebagai contoh ‘Ta k tera sa kami sudah sa mpa i di tempat lokasi.’, dan (5) kalimat tidak jelas atau ambigu disebabkan oleh kesalahan pilihan kata sehingga menimbulkan kalimat memiliki makna ganda, sebagai contoh ‘Saya berwisa ta dengan teman kursus yang tempa tnya tida k jauh da ri rumah sa ya.’.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

4.1.1.4. Indahnya Kebersamaan

4.1.1.4. Indahnya Kebersamaan

Bahasa Indonesia: Gagasan Pokok Kriteria Sangat Baik4 Baik3 Cukup2 Perlu Pendampingan 1 Mengidentifi kasi gagasan pokok Belum mampu menemukan Mengidentifika si gagasan Pendukung M[r]

12 Baca lebih lajut

RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2.zip

RPP Silabus Kelas 4 SD MI Revisi 2017 Kurikulum 2013 Semester 1 dan 2.zip

 Siswa menemukan dan menuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung untuk setiap paragraf pada diagram yang terdapat dalam buku  Siswa menemukan dan menuliskan gagasan pokok dan gagas[r]

14 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI BAHASA JAWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS V SD SABDODADI KEYONGAN BANTUL.

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI BAHASA JAWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS V SD SABDODADI KEYONGAN BANTUL.

Selanjutnya, karangan milik SKS pada aspek isi gagasan mendapatkan skor 22 yang berada pada kategori cukup baik.Isi karangan narasi cukup sesuai dengan tema dan cukup relevan yaitu pendidikan dengan judul Mangkat Sekolah.Informasi yang ditulis cukup lengkap. TR menceritakan tentang seorang anak yang akan pergi ke sekolah sesuai dengan gambar. Pada aspek organisasi isi memperoleh skor 20 yang berada pada kategori baik. Meskipun isi karangan kurang terorganisasi, namun ide terlihat. Ide diuraikan cukup jelas dan keterpaduan antar bagian cukup padu. Struktur tata bahasa memperoleh skor 14 yang berada pada kategori baik. Meskipun terjadi beberapa kesalahan, namun makna tidak kabur.Pada aspek pemilihan kata, memperoleh skor 10 dengan kategori baik. Pemilihan kata maupun ungkapan kadang kurang tepat namun tidak mengganggu. Pada aspek ejaan yang tepat, memperoleh skor 2 yang berada pada kategori kurang baik, banyak terdapat kesalahan ejaan. Adapun kesalahan yang terjadi pada hasil karangan narasi bahasa Jawa milik SKS, antara lain penggunaan huruf kecil pada nama orang pemilihan kata yang kurang tepat, dan kesalahan dalam penulisan kata.
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

POWER POINT TATA KALIMAT BAHASA INDONESI

POWER POINT TATA KALIMAT BAHASA INDONESI

Pengertian Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap.. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yan[r]

8 Baca lebih lajut

Bahan Ajar Bahasa Indonesia.ppt | Potret Sekolah Indonesia paragraf induktif

Bahan Ajar Bahasa Indonesia.ppt | Potret Sekolah Indonesia paragraf induktif

Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.

42 Baca lebih lajut

STRUKTUR RAGAM BAHASA INDONESIA ILMIAH

STRUKTUR RAGAM BAHASA INDONESIA ILMIAH

e) Paragraf Narasi adalah jenis paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi terdiri atas narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa, sedangkan paragraf narasi runtut cerita adalah paragraf yang pola pengembangannya dimulai dari urutan tindakan atau perbuatan yang menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Dalam paragraf narasi terdapat alur cerita, tikoh, setting dan konflik, paragraf narasi juga tidak memiliki kalimat utama.

7 Baca lebih lajut

S PGSD 1200502 Chapter2

S PGSD 1200502 Chapter2

Karangan narasi bila ditinjau dari arti bahasa berasal dari bahasa Inggris, yaitu naration yang artinya cerita dan naratif yang artinya menceritakan. Jadi karangan narasi adalah bentuk tulisan yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. Hal ini sejalan dengan pendapat Hartati, dkk. (2009, hlm. 99) bahwa karangan narasi merupakan suatu bentuk pengembangan tulisan yang bersifat menyejarahkan sesuatu berdasarkan perkembangannya dar waktu ke waktu. Narasi mementingkan urutan kronologis dari suatu peristiwa, kejadian, atau masalah. Kekuatan tulisan ini terletak pada urutan cerita berdasarkan waktu dan cara-cara bercerita yang diatur melalui alur (plot).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

KELOGISAN GAGASAN PADA KALIMAT DALAM KARANGAN SISWA KELAS IX A SMP AL – ISLAM KARTASURA   Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

KELOGISAN GAGASAN PADA KALIMAT DALAM KARANGAN SISWA KELAS IX A SMP AL – ISLAM KARTASURA Kelogisan Gagasan Pada Kalimat Dalam Karangan Siswa Kelas Ix A SMP Al – Islam Kartasura.

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan kelogisan dan ketidaklogisan hubungan antarklausa dalam kalimat pada karangan siswa kelas IX A SMP Al – Islam Kartasura, 2) mendeskripsikan kelogisan dan ketidaklogisan hubungan antarkalimat dalam satu paragraf pada karangan siswa kelas IX A SMP Al – Islam Kartasura. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode catat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan intralingual. Objek penelitian dalam skripsi ini adalah kelogisan dan ketidaklogisan hubungan antarklausa dalam kalimat, kelogisan dan ketidaklogisan hubungan antarkalimat dalam satu paragraf pada karangan siswa kelas IX A SMP Al – Islam kartasura. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) kalimat yang hubungan antarklausanya logis terdapat (47 data) yaitu kalimat yang hubungan antarunsurnya dapat diterima oleh akal. Unsur yang dimaksud dapat berupa kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan klausa. Penyebab kelogisan hubungan antarklausa dalam kalimat yang logis disebabkan karena dalam satu kalimat mempunyai hubungan antarklausa satu dengan klausa lainnya dalam satu kalimat, dan kalimat yang hubungan antarklausanya tidaklogis terdapat (38 data), yaitu kalimat yang hubungan antarunsurnya tidak dapat diterima oleh akal. Unsur yang dimaksud dalam kalimat tersebut bukan unsur kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan klausa. Penyebab ketidaklogisan hubungan antarklausa dalam kalimat disebabkan dalam satu kalimat antarklausa satu dengan klausa lainnya tidak berhubungan. 2) paragraf yang hubungan antarkalimatnya logis terdapat (10 data) yaitu hubungan kalimat satu dengan kalimat lain dalam paragraf itu dapat diterima oleh akal. Penyebab kelogisan hubungan antarkalimat dalam satu paragraf adalah kalimat satu dengan kalimat lain ada kata tertentu yang menghubungkannya, dan paragraf yang hubungan antarkalimatnya tidak logis terdapat (22 data) yaitu hubungan kalimat satu dengan kalimat lain dalam paragraf itu tidak dapat diterima oleh akal. Penyebab ketidaklogisan hubungan antarkalimat dalam satu paragraf disebabkan karena ada kata tertentu pada suatu kalimat yang tidak ditampakkan pada hal kata tersebut sebagai penunjuk atau referensi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Materi Kuliah PPI Selasa 12 September 2012

Materi Kuliah PPI Selasa 12 September 2012

Model Penyusunan Gagasan Pokok dan Gagasan Pendukung 1 • Deduktif: gagasan pokok ditempatkan di bagian awal tulisan dalam bentuk beberapa kalimat atau beberapa alinea,yang diikuti oleh[r]

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...