PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN
5.1.2 Acara Seremonial
Acara dimulai pukul 9.00 WIB. Seluruh niniak mamak (penghulu) yang akan diresmikan diarak dari Balai Adat Gando ke Balai Adat Nagari Piobang yang berjarak lebih kurang 1,5 km untuk menjemput niniak mamak pucuak dan niniak mamak ampek suku (ninik mamak pucuk dan ninik mamak empat suku). Di samping itu, tujuan arak-arakan ini adalah untuk memberitahu ke masyarakat nagari bahwa di Jorong Gando diadakan acara batagak pangulu. Arak-arakan ini disertai dengan manti, bundo kanduang, malin, dan dubalang masing-masing niniak mamak yang akan diresmikan serta anggota kaum penghulu yang akan dikukuhkan dan masyarakat.
Sesampai di Balai Adat Nagari Piobang dimintalah niniak mamak pucuak dan niniak mamak ampek suku untuk datang ke Balai Adat Gando untuk mengukuhkan gelar penghulu dengan sembah kata adat. Setelah selesai permintaan ini dengan sembah kata adat lalu niniak mamak pucuak dan niniak mamak ampek suku berserta niniak mamak yang akan diresmikan berserta rombongan kembali berarak ke Balai Adat Jorong Gando. Setelah sampai di Balai Adat Gando niniak mamak pucuak, niniak mamak ampek suku, bundo kanduang, manti, malin, para undangan duduk di kursi yang sudah disediakan.
Tidak lama kemudian datanglah Gubernur Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Prof. Dr. Rahman Sani, M. Sc. sebagai staf ahli, Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota berserta rombongan yang disambut dengan tari pasambahan dan diberi sirih pinang sebagai penghormatan kepada tamu. Setelah selesai tari pasambahan kemudian staf ahli Gubernur Provinsi Sumatera Barat dan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota beserta rombongan dipersilakan duduk di tempat yang sudah disediakan seperti terdapat pada gambar 5.11 di bawah ini.
Pucuk Adat Nagari Piobang Wali Nagari Piobang
Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Staf Ahli Gubernur Provinsi Sumatera Barat Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota
Kapolresta Kabupaten Lima Puluh Kota Gambar 5.11 Para Undangan (Dokumen Isman 2014)
Acara mengukuhkan (meresmikan) gelar penghulu dimulai pukul 10.00 WIB. Pembukaan dilakukan oleh protokol. Acara pertama adalah pembacaan wahyu ilahi oleh Ismet dan saritilawah Ibu Mulia lalu dilanjutkan dengan doa Ustad Hendri. Pesan yang disampaikan dalam doa adalah Haji Piobang telah membawa pembaharuan dalam Islam dan di Jorong Gando terdapat satu balai adat untuk bermusyawarah bagi niniak mamak untuk menegakkan adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah. Enam belas orang niniak mamak yang baru berilah hidayah untuk mendampingi niniak mamak yang terdahulu, jadikan niniak mamak yang takut kepada Allah dan sayang pada kemenakan sehingga terwujud Jorong Gando yang sejahtera.
Sesudah penyerahan surat tanda penghulu secara simbolis kepada empat niniak mamak yang baru dilewakan selanjutnya sepatah kata niniak mamak yang baru dilewakan disampaikan oleh R. Dt. Rajo Nan Panjang. Dalam sambutannya R. Dt. Rajo Nan Panjang meminta kepada ninik mamak yang senior dan LKAM membimbing niniak mamak yang baru dilantik untuk mewujudkan nagari yang berbasis adat dan syarak serta roda ekonomi masyarakat digerakkan dan ditingkatkan. Dalam sambutan ini juga R. Dt. Rajo Nan Panjang mengajak seluruh niniak mamak untuk memakmurkan mesjid karena ada sinyalemen bahwa mesjid semakin hari semakin lengang seperti tedapat pada kutipan pidato di bawah ini.
Ada sinyalemen mesjid makin ke desa semakin lengang semakin ke kota semakin ramai, mari kita kembali kehidupan desa yang religius. Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah tentu niniak mamak yang terlebih dahulu ke mesjid. Mesjid semua pusat kegiatan apabila sifatnya positif.
Setelah pidato sambutan dari penghulu yang baru dilewakan yang disampaikan oleh R. Dt. Rajo Nan Panjang, acara berikutnya laporan panita baralek pangulu oleh Bapak Iskandar. Dalam laporannya Bapak Iskandar menyampaikan acara baralek pangulu dirancang sejak Oktober 2013 dan baru terlaksana Februari 2014 ini. Malewakan gola dilaksanakan 10 Februari 2014 ini adalah niniak mamak yang sudah 20 sampai dengan 25 tahun yang terbenam, terlipat, gadang di pekuburan tetapi belum diresmikan, serta ada juga yang dibangkit baru. Di samping itu, ada juga niniak mamak yang baru dilewakan ini baru kelas 5 Sekolah Dasar, yaitu Dt. Rajo Nan Sati. Anggaran malewakan gola pangulu ini 4,5 juta per orang atau total keseluruhannya Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah). Anggaran ini belum termasuk persiapan yang dilakukan oleh tiap-tiap penghulu yang akan dilewakan. Anggaran persipan ini lebih kurang 3 juta rupiah.
Acara berikutnya adalah laporan panitia pelaksana pemugaran Balai Adat Gando yang disampaikan oleh Japilus Simbara. Dalam laporannya Japilus Simbara menyatakan renovasi dimulai tahun 2009 sampai dengan Februari 2014. Dana renovasi ini berasal dari masyarakat, perantau, niniak mamak, wali nagari, Ketua LKAAM, dan lain-lain. Kemudian Ketua Renovali Balai Adat Gando ini berpesan kepada niniak mamak yang baru dilantik penghulu baru harus belajar adat istiadat dan belajar itu tidak ada batasnya. Karena sekarang tahun politik, masyarakat jangan terjadi terkotak-kotak mari dibangun nagari ini saciok bak ayam sadantiang bak basi.
Acara berikutnya adalah sambutan Wali Nagari Piobang Prima Afni, S. H. Dt. Pobo. Dalam sambutannya Wali Nagari Piobang berpesan niniak mamak yang baru dilewakan menjaga martabat dan wibawa sebagai seorang penghulu. Kalau niniak mamak tidak bisa menjaga martabat dan wibawa tidak ada orang yang akan segan dan hilang bangsa karena budi seperti terdapat pada kutipan di bawah ini.
Indak martabat jatuah wibawa, tak ado urang nan kasagan, nan banyak basuo musim kini, dek manuruik putaran maso, ilang bangso karano budi, malotak indak ditampeknyo, nan ndak didonga lah didonga, nan tak tasuo lah tasuo, gajah tadorong gadiang patah, harimau malompek dek bolangnyo.
Terjemahan:
Tidak martabat jatuh wibawa, tak ada orang yang akan segan, yang banyak bersua sekarang ini, karena menurut putaran masa, hilang bangsa karana budi, metetakkan tidak pada tempatnya, yang tidak didengar telah didengar, yang tak bersua telah bersua, gajah terdorong gading patah, harimau malompat karena belangnya.
Kemudian Wali Nagari Piobang berharap kepada niniak mamak yang baru dilewakan yang sudah diantarkan sampai ke balerong yang duduknya sudah sama rendah dan tegaknya sudah sama tinggi untuk bersama-sama membangun Nagari Piobang agar terjuwud masyarakat yang makmur menuju masyarakat yang sejahtera. Kerja sama dan kebersamaan seluruh niniak mamak dalam membangun nagari akan bisa menjadi nagari adatnya bersandi syarak, syarak telah menjadi adat, adat elok agama rancak, tujuannya sama untuk selamat sehingga terwujud masyarakat makmur dan sejahtera seperti kata papatah padi masak jagung meupih, mentimun mengarang bunga, ternak berkembang biak, nagari aman dan sentosa.
Berikutnya sambutan Gubernur Sumatera Barat diwakili oleh staf ahli gubenur Prof. Dr. Rahman Sani, M. Sc. Dalam sambutan Gubernur Sumatera Barat menyatakan Sumatera Barat memiliki potensi sumber daya kultural yang kaya, unik, dan bernilai tinggi sebagai potensi kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain. Untuk itu, gubernur berharap penghululah untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal tersebut karena dalam perkembangan global yang terus terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung telah mengakibatkan terjadinya pendangkalan nilai-nilai kearifan lokal tersebut di tengah masyarakat.
Acara berikutnya sambutan Bupati Lima Puluh Kota sekaligus sebagai Ketua Lemabaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Lima Puluh Kota dr. Alis Marajo Dt. Sorimarajo. Bupati Liama Puluh Kota dalam sambutannya menyatakan pemerintah Sumatera Barat memberi atensi dan apresiasi terhadap adat Minangkabau yang dituangkan dalam bentuk undang- undang. Karena itu, pemerintah daerah sangat memberi apresiasi yang setinggi- tingginya terhadap niniak mamak telah dilewakan di Kanagarian Piobang ini. Kemudian niniak mamak diharapkan betul-betul memahami adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Pemahaman ini jangan sampai keliru dalam memahami adat Minangkabau. Selanjutnya juga dingatkan kepada niniak mamak tidak semua masalah kriminal diselesaikan dengan hukum positif. Niniak mamak harus bisa menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anak dan kemenakan. Kalau ada permasalahan yang muncul langsung diselesaikan jangan sampai masalah itu menjadi besar.
Dengan berakhirnya sambutan Bupati Lima Puluh Kota berakhir pulalah acara batagak pangulu atau melewakan gola pangulu di Jorong Gando, Nagari Piobang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Acara ini berakhir tepat pukul 14.00 WIB.
Acara berikutnya adalah peresmian Balai Adat Gando yang ditandai dengan penguntingan pita oleh staf ahli gubenur Prof. Dr. Rahman Sani, M. Sc. Kemudian acara dilanjutkan dengan makan bersama seluruh undangan, niniak mamak di lingkungan kenagarian Piobang, niniak mamak yang baru dilantik, manti, tuanku, dan dubalang di Balai Adat Gando. Sedangkan bundo kanduang makan di rumah gadang Dt. Rajo Nan Panjang. Sebelum acara makan bersama dimulai didahului oleh sembah kata dan sesudah makan bersama dan maurak selo (membuka sila untuk berdiri dan pergi) juga ditutup dengan sembah kata.
Acara berikutnya adalah pelepasan tamu diringi dengan tari (anak Jorong Gando punya kreasi) dan kemudian dilajutkan dengan foto bersama penghulu yang baru dilewakan.