Sepert i diket ahui air m erupakan kebut uhan ut am a bagi kehidupan, dem ikian j uga dengan m asyarakat pengungsi harus dapat t erj angkau oleh ket ersediaan air bersih yang m em adai unt uk m em elihara kesehat annya. Bilam ana air bersih dan sarana sanit asi t elah t ersedia, perlu dilakukan upaya pengawasan dan perbaikan kualit as air bersih dan sarana sanit asi.
98
Tuj uan ut am a perbaikan dan pengawasan kualit as air adalah unt uk m encegah t im bulnya risiko kesehat an aki- bat penggunaan air yang t idak m em enuhi persyarat an.
Pada t ahap awal kej adian bencana at au pengungsian
k e t e r se dia a n a ir be r sih ba gi pe n gu n gsi perlu m endapat
perhat ian, karena t anpa adanya air bersih sangat
berpengaruh t erhadap kebersihan dan m ening-kat kan risiko t erj adinya penularan penyakit sepert i diare, t yphus, scabies dan penyakit lainnya.
1 . St a n da r m in im u m k e bu tu h a n a ir ber sih
Priorit as pada hari pert am a/ awal kej adian bencana at au pengungsian kebut uhan air bersih yang harus disediakan bagi pengungsi adalah 5 lit er/ orang/ hari. Jum lah ini dim aksudkan hanya unt uk m em enuhi kebut uhan m inim al, sepert i m asak, m akan dan m inum .
H a r i I pe n gu n gsian : 5 lit e r / or g/ h ar i
Pada hari kedua dan set erusnya harus segera
diupayakan unt uk m eningkat kan volum e air sam pai sekurang kurangnya 15–20 lit er/ orang/ hari. Volum e sebesar ini diperlukan unt uk m em e-nuhi kebut uhan m inum , m asak, m andi dan m encuci. Bilam ana hal ini
t idak t erpenuhi, sangat besar pot ensi risiko
t erj adinya penularan penyakit , t erut am a penyakt penyakit berbasis lingkungan.
H a r i be r ik u t n ya : 2 0 lit e r / or g/ h ar i
Bagi fasilit as pelayanan kesehat an dalam rangka
m elayani korban bencana dan pengungsian, volum e sir bersih yang perlu disediakan di Puskesm as at au rum ah sakit : 50 lit er/ org/ hari.
99 2 . Su m be r a ir be rsih da n pe n golah a nn ya
Bila sum ber air bersih yang digunakan unt uk
pengungsi berasal dari sum ber air perm ukaan ( sungai, danau, laut , dan lain- lain) , sum ur gali, sum ur bor, m at a air dan sebagainya, perlu segera dilakukan pengam anan t erhadap sum ber- sum ber air t ersebut dari kem ungkinan t erj adinya pence-m aran, m isalnya dengan m elakukan pem agaran at aupun pem asangan papan pengum um an dan dilakukan perbaikan kualit asnya.
Bila sum ber air diperoleh dari PDAM at au sum ber lain
yang cukup j auh dengan t em pat pengung- sian, harus dilakukan pengangkut an dengan m obil t angki air.
Unt uk pengolahan dapat m enggunakan alat
penyuling air (wat er purifier/wat er t reat m ent plant) .
3 . Be be r a pa ca r a pen dist r ibu sia n a ir be r sih be r da sa r ka n su m ber n ya
Air Perm ukaan (sungai dan danau)
a. Diperlukan pom pa unt uk m em om pa air ke t em pat pengolahan air dan kem udian ke t angki
penam pungan air di t em pat penam pungan
pengungsi
b. Area disekit ar sum ber harus dibebaskan dari kegiat an m anusia dan hewan
Sum ur gali
a. Lant ai sum ur harus dibuat kedap air dan dilengkapi dengan SPAL ( saluran pem buangan air lim bah)
b. Bilam ana m ungkin dipasang pom pa unt uk
m enyalurkan air ke t angki t angki penam pungan air
100
Sum ur Pom pa Tangan (SPT)
a. Lant ai sum ur harus dibuat kedap air dan dilengkapi dengan SPAL ( saluran pem buangan air lim bah)
b. Bila lokasinya agak j auh dari t em pat
penam pungan pengungsi harus disediakan alat pengangkut sepert i gerobak air dan sebagainya
Mat a Air
a. Perlu dibuat bak penam pungan air unt uk
kem udian disalurkan dengan pom pa ke t angki air b. Bebaskan area sekit ar m at a air dari kem ungkinan
pencem aran
4 . Ta n gk i pe na m pu n ga n a ir be rsih di t e m pa t pe n gu n gsia n
Tem pat penam pungan air di lokasi pengungsi dapat berupa t angki air yang dilengkapi dengan kran air. Unt uk m encegah t erj adinya ant rian yang panj ang dari pengungsi yang akan m engam bil air, perlu diperhat ikan j arak t angki air dari t enda pengungsi m inim um 30 m et er dan m aksim um 500 m et er.
Unt uk keperluan penam pungan air bagi kepent ingan sehari hari keluarga pengungsi, sebaiknya set iap keluarga pengungsi disediakan t em pat penam pungan air keluarga dalam bent uk em ber at au j erigen volum e 20 lit er.
101 4. 5. 1. Per bai kan dan Pengawasan Kual i t as Ai r Ber sih
Pada sit uasi bencana dan pengungsian um um nya sulit m em peroleh air bersih yang sudah m em enuhi persya- rat an, oleh karena it u apabila air yang t ersedia t idak m em enuhi syarat , baik dari segi fisik m aupun bakt eriologis, perlu dilakukan:
Buang at au singkirkan bahan pencem ar dan lakukan hal berikut .
1. Lakukan penj ernihan air secara cepat apabila t ingkat kekeruhan air yang ada cukup t inggi.
2. Lakukan desinfeksi t erhadap air yang ada dengan m enggunakan bahan bahan desinfekt an unt uk air
3. Periksa kadar sisa klor bilam ana air dikirim dari PDAM 4. Lakukan pem eriksaan kualit as air secara berkala pada
t it ik - t it ik dist ribusi
4. 5. 2. Perbaikan Kual it as Air
Bilam ana air yang t ersedia t idak m em enuhi syarat , baik dari segi fisik m aupun bakt eriologis dapat dilakukan upaya perbaikan m ut u air seprt i berikut :
1 . Pe n j e r n iha n Air Ce pa t , m en ggu n a k an : Alu m u n iu m Su lfa t ( Ta w as)
Cara Penggunaan:
a. Sediakan air baku yang akan dij ernihkan dalam em ber 20 lit er
b. Tuangkan/ cam puran t awas yang sudah digerus sebanyak ½ sendok t eh dan langsung diaduk perlahan selam a 5 m enit sam pai larut an m erat a c. Diam kan selam a 10–20 m enit sam pai t erbent uk
gum palan/ flok dari kot oran/ lum pur dan biarkan m engendap. Pisahkan bagian air yang j ernih yang
102
berada di at as endapan, at au gunakan selang plast ik unt uk m endapat kan air bersih yang siap digunakan
d. Bila akan digunakan unt uk air m inum agar t erlebih dahulu direbus sam pai m endidih at au didesinfeksi dengan aquat abs
Poly Alu m un iu m Ch lor ida ( PAC)
Lazim disebut penj ernih air cepat yait u polim er dari garam alum unium chloride yang dipergunakan sebagai koagulan dalam proses penj ernihan air sebagai penggant i alum unium sulfat .
Kem asan PAC t erdiri dari:
a. Cairan yait u koagulan yang berfungsi unt uk m enggum palkan kot oran/ lum pur yang ada di dalam air
b. Bubuk put ih yait u kapur yang berfungsi unt uk m enet ralisir pH
Cara Penggunaan:
a. Sediakan air baku yang akan dij ernihkan dalam em ber sebanyak 100 lit er
b. Bila air baku t ersebut pH nya rendah ( asam ) , t uangkan kapur ( kant ung bubuk put ih) t erlebih dahulu agar pH air t ersebut m enj adi net ral ( pH= 7) . Bila pH air baku sudah net ral t idak perlu digunakan lagi kapur
c. Tuangkan larut an PAC ( kant ung A) kedalam em ber yang berisi air lalu aduk perlahan lahan selam a 5 m enit sam pai larut an t ersebut m erat a
d. Set elah diaduk m erat a biarkan selam a 5 – 10 m enit sam pai t erbent uk gum palan/ flok flok dari kot oran/ lum pur dan m engendap. Pisahkan air yang j ernih dari endapan at au gunakan selang plast ik unt uk m endapat kan air bersih yang siap digunakan
103
e. Bila akan digunakan sebagai air m inm agar t erlebih dahulu direbus sam pai m endidih at au di desinfeksi dengan aquat abs
2 . D e sinfe k si Air
Proses desinfeksi air dapat m enggunakan
Ka por it ( Ca ( OCl) 2 )
a. Air yang t elah dij ernihkan dengan t awas at au PAC perlu dilakukan desinfeksi agar t idak m engandung kum an pat ogen. Bahan desinfekt an unt uk air yang um um digunakan adalah kaporit ( 70% klor akt if) .
b. Kaporit adalah bahan kim ia yang banyak
digunakan unt uk desinfeksi air karena m urah, m udah didapat dan m udah dalam penggunaanya.
c. Banyaknya kaporit yang dibut uhkan unt uk
desinfeksi 100 lit er air unt uk 1 KK ( 5 orang) dengan sisa klor 0,2 m g/ lit er adalah sebesar 71,43 m g/ hari ( 72 m g/ hari) .
Aqu a t a bs ( Aqua t a ble t )
a. Sesuai nam anya aquat abs berbent uk t ablet , set iap t ablet aquat abs ( 8,5 m g) digunakan unt uk m endesinfeksi 20 lit er air bersih, dengan sisa klor yang dihasilkan 0,1 – 0,15 m g/ lit er
b. Set iap 1 KK ( 5 j iwa) dibut uhkan 5 t ablet aquat abs per hari unt uk m endesinfeksi 100 lit er air bersih.
Air r a h m a t, m erupakan bahan desinfeksi unt uk m em perbaiki kualit as air bersih.
104
4. 5. 3. Pengawasan Kual it as Air
Pengawasan kualit as air dapat dibagi m enj adi beberapa t ahapan, ant ara lain:
1. Pada awal dist ribusi air
Air yang t idak dilakukan pengolahan awal, perlu
dilakukan pengawasan m ikrobiologi, t et api unt uk m elihat secara visual t em pat nya, cukup m enilai ada t idaknya bahan pencem ar disekit ar sum ber air yang digunakan.
Perlu dilakukan t est kekeruhan air unt uk
m enent ukan perlu t idaknya dilakukan pengolahan awal.
Perlu dilakukan t est pH air, karena unt uk desinfeksi air m em erlukan proses lebih lanjut bilam ana pH air sangat t inggi ( pH > 5) .
Kadar klor harus t et ap dipert ahankan agar t et ap 2 kali pada kadar klor di kran t erakhir ( rant ai akhir ) , yait u 0,6 – 1 m g/ lit er air.
2. Pada dist ribusi air ( t ahap penyaluran air) , sepert i di m obil t angki air perlu dilakukan pem eriksaan kadar sisa klor.
3. Pada akhir dist ribusi air, sepert i di t angki penam pungan air, bila air t idak m engandung sisa klor lagi perlu dilakukan pem eriksaan bakt eri Coliform .
Pem eriksaan kualit as air secara berkala perlu dilakukan m eliput i:
1. Sisa klor
Pem eriksaan dilakukan beberapa kali sehari pada set iap t ahapan dist ribusi unt uk air yang m elewat i pengolahan 2. Kekeruhan dan pH
Pem eriksaan dilakukan m ingguan at au bilam ana t erj adi perubahan cuaca, m isalkan huj an.
3. Bakt eri E. coli t inj a
Pem eriksaan dilakukan m ingguan disaat KLB diare dan periode em ergency dan pem eriksaan dilakukan bulanan
105
pada sit uasi yang sudah st abil dan pada periode paska bencana.
4. 5. 4. Pembuangan Kot oran
Langkah langkah yang diperlukan:
1. Pada awal t erj adinya pengungsian perlu dibuat j am ban um um yang dapat m enam pung kebut uhan sej um lah pengungsi.
Cont oh j am ban yang sederhana dan dapat disediakan dengan cepat adalah j am ban kolekt if ( j am ban j am ak) .
Pada awal pengungsian:
1 ( sa t u) j a m ba n dipa k a i ole h 5 0 – 1 0 0 or g
Pem eliharaan t erhadap j am ban harus dilakukan dan diawasi secara ket at dan lakukan desinfeksi di area sekit ar j am ban dengan m enggunakan kapur, lisol dan lain- lain.
2. Pada hari hari berikut nya set elah m asa em ergency berakhir, pem bangunan j am ban darurat harus segera dilakukan dan 1 ( sat u) j am ban disarankan dipakai t idak lebih dari 20 orang.
1 ( sa t u) j a m ba n dipa k a i ole h 2 0 or an g
Jam ban yang dibangun di lokasi pengungsi disarankan:
Ada pem isahan perunt ukannya khusus laki laki dan
wanit a
Lokasi m aksim al 50 m et er dari t enda pengungsi dan m inim al 30 m et er dari sum ber air.
Konst ruksi j am ban harus kuat dan dilengkapi dengan t ut up pada lubang j am ban agar t idak m enj adi t em pat berkem bang biak lalat
106 4. 5. 5. Sani t asi Pengel ol aan Sampah
Kegiat an yang dilakukan dalam upaya sanit asi pengelolaan sam pah, ant ara lain:
1 . Pe n gu m pu lan Sa m pa h
Sam pah yang dihasilkan harus dit am pung pada
t em pat sam pah keluarga at au sekelom pok keluarga
Disarankan m enggunakan t em pat sam pah yang
dapat dit ut up dan m udah dipindahkan/ diangkat unt uk m enghindari lalat sert a bau, unt uk it u dapat digunakan pot ongan drum at au kant ung plast ik sam pah ukuran 1 m x 0,6 m unt uk 1 – 3 keluarga
Penem pat an t em pat sam pah m aksim um 15 m et er dari t em pat hunian
Sam pah dit em pat sam pah t ersebut m aksim um
3( t iga) hari harus sudah diangkut ke t em pat
pem buangan akhir at au t em pat pengum pulan
sem ent ara.
2 . Pe n ga n gku t a n Sa m pa h
Pengangkut an sam pah dapat dilakukan dengan gerobak sam pah at au dengan t ruk pengangkut sam pah unt uk diangkut ke t em pat pem buangan akhir.
3 . Pe m bu a n gan Akh ir Sa m pa h
Pem buangan akhir sam pah dapat dilakukan dengan beberapa cara, sepert i pem bakaran, penim bunan dalam lubang galian at au parit dengan ukuran dalam 2 m et er lebar 1,5 m et er dan panj ang 1 m et er unt uk keperluan 200 orang. Perlu diperhat ikan bahwa lokasi pem buangan akhir harus j auh dari t em pat hunian dan j arak m inim al dari sum ber air 10 m et er.
107 4. 5. 6. Pengawasan dan Pengendal i an Vekt or
Jenis vekt or yang perlu m endapat kan perhat ian di lokasi pengungsi adalah lalat , t ikus sert a nyam uk.
Upaya yang dilakukan berupa:
1. Pem buangan sam pah/ sisa m akanan dengan baik 2. Bilam ana diperlukan dapat m enggunakan insekt isida 3. Tet ap m enj aga kebersihan individu selam a berada di
lokasi pengungsi
4. Penyediaan sarana pem buangan air lim bah (SPAL) dan pem buangan sam pah yang baik
5. Kebiasaan penanganan m akanan secara higienis
Pelaksanaan pengendalian vekt or pada kej adian bencana dapat dilakukan m elalui:
1 . Pe n ge lolaa n Lin gk un ga n
Menghilangkan t em pat perindukan vekt or sepert i
genangan air, t um pukan sam pah
Bersam a sam a pengungsi m elakukan :
a. Mem beri t ut up pada t em pat sam pah
b. Menim bun sam pah yang dapat m enj adi sarang nyam uk
c. Mem buat saluran air lim bah d. Menj aga kebersihan lingkungan
e. Mem bersihkan dan m enj aga kebersihan j am ban
2 . Pe n gen da lia n de n ga n ba ha n k im ia
Dilakukan dengan cara penyem prot an,
pengasapan/ pengkabut an diluar t enda pengungsi dengan m enggunakan insekt isida
Penyem prot an dengan insekt isida sedapat m ungkin
dihindari dan hanya dilakukan unt uk m enurunkan populasi vekt or secara drast is apabila dengan cara lain t idak m em ungkinkan
Frekuensi penyem prot an, pengasapan/ peng- kabut an
sert a j enis insekt isida yang digunakan sesuai dengan rekom endari dari Dinas Kesehat an set em pat .
108 4. 5. 7. Pengawasan dan Pengamanan Makanan dan Mi numan
Pengawasan t at a cara pengolahan dan penyediaan m akanan m inum an bagi pengungsi bert ujuan m encegah t erj adinya penularan penyakit m elalui m akanan dan m inum an.
Upaya yang dilakukan ant ara lain:
1. Menj aga kebersihan pengolahan m akanan yang
m em enuhi syarat kesehat an dengan cara cara
penanganan yang benar
2. Penyim panan bahan m akanan m aupun m akanan m at ang dilakukan secara baik dan benar agar t idak m enj adi m edia perkem bang biakan vekt or sert a bibit penyakit .
4. 6.
Surveil ans Penyakit dan Fakt or Risiko
Surveilans penyakit dan fakt or risiko pada um um nya m erupakan suat u upaya unt uk m enyediakan inform asi kebut uhan pelayanan kesehat an di lokasi bencana dan pengungsian sebagai bahan t indakan kesehat an segera.
Secara khusus, upaya t ersebut dit ujukan unt uk
m enyediakan inform asi kem at ian dan kesakit an penyakit pot ensial wabah yang t erjadi di daerah bencana; m engiden-
t ifikasikan sedini m ungkin kem ungkinan t erj adinya
peningkat an j um lah penyakit yang berpot ensi m enim bul- kan KLB; m engident ifikasikan kelom pok risiko t inggi t erhadap suat u penyakit t ert ent u; m engident ifikasikan daerah risiko t inggi t erhadap penyakit t ert ent u; dan m engidentifikasikan st atus gizi buruk dan sanitasi lingkungan.
109
Langkah- langkah surveilans penyakit di daerah bencana m eliput i:
1. Pengum pulan dat a
Dat a kesakit an dan kem at ian
a. Dat a kesakit an yang dikum pulkan m eliput i j enis penyakit yang diam at i berdasarkan kelom pok usia ( lihat Lam piran 8 dan 10 unt uk form BA-3 dan BA-5)
b. Dat a kem at ian adalah set iap kem at ian
pengungsi, penyakit yang kem ungkinan m enj adi penyebab kem at ian berdasarkan kelom pok usia ( lihat Lam piran 11 dan 12 unt uk form BA-6 dan BA-7)
c. Dat a denom inat or ( jum lah korban bencana)
diperlukan unt uk m enghit ung pengukuran
epidem iologi, m isalnya angka insidensi, angka kem at ian, dsb
Sum ber dat a
Dat a dikum pulkan m elalui laporan m asyarakat , pet ugas pos kesehat an, pet ugas Rum ah Sakit , koordinat or penanggulangan bencana set em pat .
Jenis form
a. Form BA-3: Regist er Harian Penyakit pada Korban Bencana
b. Form BA- 4: Rekapit ulasi Harian Penyakit Korban Bencana
c. Form BA-5: Laporan Mingguan Penyakit Korban Bencana
d. Form BA- 6: Regist er Harian Kem at ian Korban Bencana
e. Form BA-7: Laporan Mingguan Kem at ian Korban Bencana
110
2. Pengolahan dan penyaj ian dat a
Dat a surveilans yang t erkum pul diolah unt uk
m enyaj ikan inform asi epidem iologi sesuai kebut uhan. Penyaj ian dat a m eliput i deskripsi m aupun grafik dat a kesakit an penyakit m enurut um ur dan dat a kem at ian m enurut penyebabnya akibat bencana.
3. Analisis dan int erpret asi
Kaj ian epidem iologi m erupakan kegiat an analisis dan int erpret asi dat a epidem iologi yang dilaksanakan oleh t im epidem iologi.
Langkah- langkah pelaksanaan analisis:
Menent ukan priorit as m asalah yang akan dikaji
Merum uskan pem ecahan m asalah dengan m em -
perhat ikan efekt ifit as dan efisiensi kegiat an
Menetapkan rekomendasi sebagai tindakan korektif. 4. Penyebarluasan inform asi
Penyebaran inform asi hasil analisis disam paikan kepada pihak - pihak yang berkepent ingan.
4.6.1. Proses Kegiatan Surveilans
a. Kegiatan di Pos Kesehatan
Kegiatan surveilans yang dilakukan di pos kesehatan, antara lain: 1. Pengum pulan dat a kesakit an penyakit yang diam ati dan
kem atian m elalui pencat atan harian kunjungan rawat jalan (form BA-3 dan BA-6).
2. Validasi dat a agar dat a m enjadi sahih dan akurat , Pengolahan dat a kesakitan m enurut jenis penyakit dan golongan um ur per m inggu (form BA-4).
111
3. Pem buat an dan pengirim an laporan (form BA-5 dan BA-7). Dalam kegiatan pengum pulan data kesakitan penyakit yang ditujukan pada penyakit-penyakit yang m em punyai potensi m enim bulkan terjadinya wabah, dan m asalah kesehatan yang bisa m em berikan dam pak jangka panjang terhadap kesehatan dan/ at au m em iliki fat alit as t inggi.
Jenis penyakit yang diam at i , ant ara lain: 1. Diare berdarah
2. Cam pak 3. Diare
4. Dem am berdarah dengue 5. Pnem onia
6. Lum puh layuh akut (AFP) 7. I SPA non- pneum onia 8. Tersangka hepat it is 9. Malaria klinis 10. Gizi buruk, dsb.
Apabila pet ugas kesehat an di pos kesehat an, m aupun puskesm as m enem ukan at au m encurigai kem ungkinan adanya peningkat an kasus-kasus t ersangka penyakit yang dit ularkan m elalui m akanan (foodborne diasease) at aupun penyakit lain yang jum lahny a m eningkat dalam kurun wakt u singkat , m aka pet ugas yang bersangkut an harus
m elaporkan keadaan t ersebut secepat m ungkin ke
Puskesm as terdekat atau Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota.
b. Kegiatan di Puskesmas
Kegiatan surveilans yang dilakukan di puskesm as, antara lain: 1. Pengum pulan dat a kesakit an penyakit - penyakit yang
diam at i dan kem at ian m elalui pencat at an harian kunj ungan rawat j alan dan rawat inap pos kesehat an yang ada di wilayah kerj a ( form BA-3, BA- 6) .
112
3. Pengolahan dat a kesakit an m enurut j enis penyakit , golongan usia dan t em pat t inggal per m inggu (form BA- 4) .
4. Pem buat an dan pengirim an laporan (form BA- 5 dan BA- 7) .
c. Kegiatan di Rumah Sakit
Kegiat an surveilans yang dilakukan di Rum ah Sakit, ant ara lain: 1. Pengum pulan dat a kesakit an penyakit yang diam ati dan
kem atian m elalui pencat at an rujukan kasus harian
kunjungan rawat jalan dan rawat inap dari para korban bencana (form BA-3, BA-6).
2. Validasi data agar dat a m enjadi sahih dan akurat.
3. Pengolahan data kesakit an m enurut jenis penyakit , golongan usia dan t em pat tinggal per minggu (form BA-4). 4. Pem buat an dan pengirim an laporan (form BA-5 dan BA-7).
d. Kegiatan di Kabupaten/ Kota
Kegiatan surveilans yang dilakukan di tingkat Kabupaten/ Kota, ant ara lain: