• Tidak ada hasil yang ditemukan

Per awat an di Lapangan

Dalam dokumen Buku pedoman teknis pkk ab (Halaman 64-68)

1 6 Pencarian dan Penyelamat an

2. Per awat an di Lapangan

Jika di daerah dim ana t erj adi bencana t idak t ersedia fasilit as kesehat an yang cukup unt uk m enam pung dan m erawat korban bencana m assal (m isalnya hanya t ersedia sat u Rum ah Sakit t ipe C/ t ipe B) , m em indahkan seluruh korban ke sarana t ersebut hanya akan m enim bulkan ham bat an bagi perawat an yang harus segera diberikan kepada korban dengan cedera serius. Lebih jauh, hal ini j uga akan sangat m engganggu akt ivit as Rum ah Sakit t ersebut dan m em bahayakan kondisi para penderit a yang dirawat di sana. Perlu dipert im bangkan j ika m em aksa m em indahkan 200 orang korban ke Rum ah Sakit yang hanya berkapasit as 300 t em pat t idur, dengan t iga kam ar operasi dan m engharapkan hasil yang baik dari pem indahan ini.

Dalam keadaan dim ana dij um pai ket erbat asan sum ber

daya, ut am anya ket erbat asan daya t am pung dan

kem am puan perawat an, pem indahan korban ke Rum ah Sakit dapat dit unda sem ent ara. Dengan ini harus dilakukan perawat an di lapangan yang adekuat bagi korban dapat lebih m ent oleransi penundaan ini. Jika diperlukan dapat

didirikan rum ah sakit lapangan ( Rum kit lap) . Dalam

m engoperasikan rum kit lap, diperlukan t enaga m edis,

param edic dan non m edis ( coordinat or, dokt er, dokt er spesialis bedah, dokt er spesialis anast esi, t iga perawat m ahir, radiolog, farm asis, ahli gizi, laboran, t eknisi m edis, t eknisi non m edis, dan pem bant u um um ) .

51

2. 1. Tr iase

Triase dilakukan unt uk m engident ifikasi secara cepat korban yang m em but uhkan st abilisasi segera ( perawat an di lapangan) dan m engident ifikasi korban yang hanya dapat

diselam at kan dengan pem bedahan darurat (life- saving

surgery) . Dalam akt ivit asnya, digunakan kart u m erah, hij au dan hit am sebagai kode ident ifikasi korban, sepert i berikut .

1. M e r ah, sebagai penanda korban yang m em but uhkan st abilisasi segera dan korban yang m engalam i:

Syok oleh berbagai kausa

Gangguan pernapasan

Traum a kepala dengan pupil anisokor

Perdarahan ekst ernal m assif

Pem berian perawat an lapangan int ensif dit uj ukan bagi korban yang m em punyai kem ungkinan hidup lebih besar, sehingga set elah perawat an di lapangan ini penderit a lebih dapat m ent oleransi proses pem indahan ke Rum ah Sakit , dan lebih siap unt uk m enerim a perawat an yang lebih invasif. Triase ini korban dapat dikat egorisasikan kem bali dari st at us “ m erahm enj adi

“ kuning” (m isalnya korban dengan t ension

pneum ot horax yang t elah dipasang drain t horaks ( WSD) .

2. Ku n in g, sebagai penanda korban yang m em erlukan pengawasan ket at , t et api perawat an dapat dit unda sem ent ara. Term asuk dalam kat egori ini:

Korban dengan risiko syok ( korban dengan gangguan

j ant ung, t raum a abdom en)

Frakt ur m ult ipel

Frakt ur fem ur / pelvis

Luka bakar luas

Gangguan kesadaran / t raum a kepala

52

Sem ua korban dalam kat egori ini harus diberikan infus, pengawasan ket at t erhadap kem ungkinan t im bulnya kom plikasi, dan diberikan perawat an sesegera m ungkin.

3. H ij a u, sebagai penanda kelom pok korban yang t idak m em erlukan pengobat an at au pem berian pengobat an dapat dit unda, m encakup korban yang m engalam i:

Frakt ur m inor

Luka m inor, luka bakar m inor

Korban dalam kat egori ini, set elah pem balut an luka dan at au pem asangan bidai dapat dipindahkan pada akhir operasi lapangan.

Korban dengan prognosis infaust , jika m asih hidup

pada akhir operasi lapangan, j uga akan dipindahkan ke fasilit as kesehat an.

4. H it a m, sebagai penanda korban yang t elah m eninggal dunia.

Triase lapangan dilakukan pada t iga kondisi:

1. Triase di t em pat ( t riase sat u)

2. Triase m edik ( t riase dua)

53 2. 1. 1. Tr i ase di Tempat

Triase di t em pat dilakukan di “ t em pat korban dit em ukan”

at au pada t em pat penam pungan yang dilakukan oleh t im Pert olongan Pert am a at au Tenaga Medis Gawat Darurat . Triase di t em pat m encakup pem eriksaan, klasifikasi, pem berian t anda dan pem indahan korban ke pos m edis lanj ut an.

2. 1. 2. Tr i ase Medi k

Triase ini dilakukan saat korban m em asuki pos m edis lanj ut an oleh t enaga m edis yang berpengalam an ( sebaiknya dipilih dari dokt er yang bekerj a di Unit Gawat Darurat , kem udian ahli anest esi dan t erakhir oleh dokt er bedah) . Tuj uan t riase m edik adalah m enent ukan t ingkat perawat an yang dibut uhkan oleh korban.

2. 1. 3. Tr i ase Evakuasi

Triase ini dit uj ukan pada korban yang dapat dipindahkan ke Rum ah Sakit yang t elah siap m enerim a korban bencana m assal. Jika pos m edis lanj ut an dapat berfungsi efekt if, j um lah korban dalam st at us “m erah” akan berkurang, dan akan diperlukan pengelom pokan korban kem bali sebelum evakuasi dilaksanakan.Tenaga m edis di pos m edis lanj ut an dengan berkonsult asi dengan Pos Kom ando dan Rum ah Sakit t uj uan berdasarkan kondisi korban akan m em buat keput usan korban m ana yang harus dipindahkan t erlebih

dahulu, Rum ah Sakit t uj uan, j enis kendaraan dan

54

Dalam dokumen Buku pedoman teknis pkk ab (Halaman 64-68)