Di rum ah sakit , st rukt ur perint ah yang j elas diperlukan dan
pelaksanaan t riase harus m enj adi t anggung j awab dari
klinisi yang berpengalam an hal ini dapat berart i hidup at au m at i bagi si pasien, dan akan m enet apkan priorit as dan akt ivit as dari keseluruhan pet ugas.
Prosedur t erapet ik harus dipert im bangkan secara ekonom is baik m engenai sum ber daya m anusia m aupun m at erial. Penanganan m edis ini pert am a harus disederhanakan dan bert uj uan unt uk m enyelam at kan nyawa dan m enghindari kom plikasi at au m asalah sekunder yang besar:
1. Prosedur yang dist andarisasi ( t elah dit et apkan secara sungguh- sungguh) , sepert i t indakan debridem en yang
diperluas, penundaan penut upan luka prim er,
penggunaan bidai dibandingkan perban sirkuler, dapat m em berikan penurunan m ort alit as dan kecacat an j angka panj ang yang berart i.
2. I ndividu dengan pengalam an yang t erbat as, dapat m elakukan prosedur sederhana secara cepat dan efekt if, dalam beberapa keadaan. Teknik yang lebih canggih dan m em but uhkan individu t erlat ih dan peralat an yang
kom pleks sert a peralat an yang banyak ( sepert i
perawat an luka bakar yang besar) bukan m erupakan
invest asi sum ber daya yang bij aksana dalam
65 3. 1. 1. Pr oses Penyi agaan
Pesan siaga dari pusat kom unikasi harus disam paikan langsung kepada Unit Gawat Darurat ( m elalui t elepon at au radio) .
Kepala penanganan korban m assal yang dit unj uk di Rum ah sakit harus m engakt ifkan rencana penanganan korban m assal. Dan m ulai m em anggil t enaga penolong yang dibut uhkan.
3. 1. 2. Mobi l isasi
Jika bencana t erj adi dalam radius 20 m enit dari Rum ah Sakit , Tim Siaga Penanggulangan Bencana di Rum ah Sakit akan segera diberangkat kan ke lokasi kej adian. Jika bencana t ersebut t erj adi dalam j arak lebih dari 20 m enit dari Rum ah Sakit , t im t ersebut hanya akan diberangkat kan berdasarkan perm int aan Tim Kesehat an Daerah.
Dalam bencana yang cenderung m enim bulkan banyak korban (kecelakaan pesawat t erbang, kebakaran di at as kapal) t im ini harus segera diberangkat kan ke lokasi kecelakaan t ersebut .
3. 1. 3. Pengosongan Fasi l i t as Pener i ma Korban
Harus diusahakan unt uk m enyediakan t em pat t idur di Rum ah Sakit unt uk m enam pung korban bencana m assal yang akan dibawa ke Rum ah Sakit t ersebut . Unt uk m enam pung korban, Pos Kom ando Rum ah Sakit harus segera m em indahkan para penderit a rawat inap yang kondisinya t elah m em ungkinkan unt uk dipindahkan.
66 3. 1. 4. Per ki r aan Kapasi t as Rumah Saki t
Daya t am pung Rum ah Sakit dit et apkan t idak hanya berdasarkan j um lah t em pat t idur yang t ersedia, t et api j uga berdasarkan kapasit asnya unt uk m erawat korban. Dalam
suat u kecelakaan m assal, “ perm asalahan” yang m uncul
dalam penanganan korban adalah kapasit as perawat an Bedah dan Unit Perawat an I nt ensif.
Korban dengan t raum a m ult ipel, um um nya akan
m em but uhkan paling sedikit dua j am pem bedahan. Jum lah kam ar operasi efekt if ( m encakup jum lah kam ar operasi, dokt er bedah, ahli anest esi dan peralat an yang dapat berj alan secara sim ult an) m erupakan penent u kapasit as perawat an Bedah, dan lebih j auh kapasit as Rum ah Sakit dalam m erawat korban.
3. 2.
Penerimaan Pasien
3. 2. 1. Lokasi
Tem pat penerim aan korban di Rum ah Sakit adalah t em pat dim ana t riase dilakukan. Unt uk hal it u dibut uhkan:
1. Akses langsung dengan t em pat dim ana am bulans m enurunkan korban
2. Merupakan t em pat t ert ut up
3. Dilengkapi dengan penerangan yang cukup
4. Akses yang m udah ke t em pat perawat an ut am a sepert i Unit Gawat Darurat , Kam ar Operasi, dan Unit Perawat an I nt ensif.
Jika penat alaksanaan pra Rum ah Sakit dilakukan secara efisien jum lah korban yang dikirim ke Rum ah Sakit akan t erkont rol sehingga set elah t riase korban dapat segera dikirim ke unit perawat an yang sesuai dengan kondisi m ereka. Tet api j ika hal ini gagal akan sangat banyak korban yang dibawa ke Rum ah Sakit sehingga korban- korban
67
t ersebut harus dit am pung t erlebih dahulu dalam sat u ruangan sebelum dapat dilakukan t riase. Dalam sit uasi sepert i ini daya t am pung Rum ah Sakit akan segera t erlam paui.
3. 2. 2. Tenaga Pel aksana
Pet ugas t riase di Rum ah Sakit akan m em eriksa set iap korban unt uk konfirm asi t riase yang t elah dilakukan sebelum nya, at au unt uk m elakukan kat egorisasi ulang st at us penderit a. Jika penat alaksanaan pra Rum ah Sakit cukup adekuat , t riase di Rum ah Sakit dapat dilakukan oleh perawat berpengalam an di Unit Gawat Darurat .
Jika penanganan pra- rum ah sakit t idak efekt if sebaiknya t riase di Rum ah Sakit dilakukan oleh dokt er Unit Gawat Darurat at au ahli anest esi yang berpengalam an.
3. 3.
Hubungan dengan Pet ugas Lapangan
Jika sist em penat aksanaan korban bencana m assal t elah berj alan baik akan dij um pai hubungan kom unikasi yang konst an ant ara Pos Kom ando Rum ah Sakit , Pos Medis Lanj ut an, dan Pos Kom ando Lapangan.
Dalam lingkungan Rum ah Sakit , perlu adanya aliran inform asi yang konst an ant ara t em pat t riase, unit -unit perawat an ut am a dan Pos Kom ando Rum ah Sakit . Am bulans harus m enghubungi t em pat t riase di Rum ah Sakit lim a m enit sebelum ket ibaannya di Rum ah Sakit .
3. 4.
Tempat Per awat an Di Rumah Sakit
3. 4. 1. Tempat Per awat an Mer ah
Unt uk penanganan korban dengan t raum a m ult ipel
um um ny a dibut uhkan pem bedahan sedikit nya selam a dua j am . Di kot a- kot a at au daerah- daerah kabupat en dengan
68
j um lah kam ar operasi yang t erbat as hal ini m ust ahil unt uk dilakukan sehingga diperlukan t em pat khusus dim ana dapat dilakukan perawat an yang m em adai bagi korban dengan st at us “ m erah” . Tem pat perawat an ini disebut “ t em pat perawat an m erah” yang dikelola oleh ahli anest esi dan sebaiknya bert em pat di Unit Gawat Darurat yang t elah dilengkapi dengan peralat an yang m em adai dan disiapkan unt uk m enerim a penderit a gawat darurat .
3. 4. 2. Tempat Per awat an Kuni ng
Set elah t riase korban dengan st at us “ kuning” akan segera dipindahkan ke Perawat an Bedah yang sebelum nya t elah disiapkan unt uk m enerim a korban kecelakaan m assal. Tem pat ini dikelola oleh seorang dokt er.
Di t em pat perawat an ini secara t erus m enerus akan dilakukan m onit oring, pem eriksaan ulang kondisi korban dan segala usaha unt uk m em pert ahankan kest abilannya. Jika kem udian kondisi korban m em buruk, ia harus segera dipindahkan ke t em pat “ m erah”.
3. 4. 3. Tempat Per awat an Hi j au
Korban dengan kondisi “ hij au” sebaiknya t idak dibawa ke Rum ah Sakit , t et api cukup ke Puskesm as at au klinik- klinik. Jika penat alaksanaan pra Rum ah Sakit t idak efisien, banyak korban dengan st at us ini akan dipindahkan ke Rum ah Sakit . Harus t ercant um dalam rencana penat alaksanaan korban bencana m assal di Rum ah Sakit upaya unt uk m encegah t erj adinya hal sepert i ini dengan m enyediakan sat u t em pat khusus bagi korban dengan st at us “ hij au” ini. Tem pat ini sebaiknya berada j auh dari unit perawat an ut am a lainnya. Jika m em ungkinkan, korban dapat dikirim ke Puskesm as at au klinik t erdekat .
69 3. 4. 4. Tempat Kor ban dengan Hasi l Akhi r / Pr ognosi s Jel ek
Korban- korban sepert i ini, yang hanya m em but uhkan perawat an suport if, sebaiknya dit em pat kan di perawat - an/ bangsal yang t elah dipersiapkan unt uk m enerim a korban kecelakaan m assal.
3. 4. 5. Tempat Kor ban Meni nggal
Sebagai bagian dari rencana penat alaksanaan korban bencana m assal di Rum ah Sakit harus disiapkan suat u ruang yang dapat m enam pung sedikit nya sepuluh korban yang t elah m eninggal dunia.
3. 5.
Evakuasi Sekunder
Pada beberapa keadaan t ert ent u sepert i j ika daya t am pung Rum ah Sakit t erlam paui, at au korban m em but uhkan perawat an khusus (m is., bedah saraf) ,
korban harus dipindahkan ke Rum ah Sakit lain yang
m enyediakan fasilit as yang diperlukan penderit a.
Pem indahan sepert i ini dapat dilakukan ke Rum ah Sakit lain dalam sat u wilayah, ke daerah at au provinsi lain, at au bahkan ke negara lain.
Pelayanan m edis spesialist ik, sepert i bedah saraf, m ungkin t ersedia pada rum ah sakit di luar area bencana. Nam un, evakuasi m edis sem acam ini harus dengan hat i- hat i dikont rol dan t erbat as bagi pasien yang m em erlukan penanganan spesialist ik yang t idak t ersedia pada area
bencana. Kebij akan m engenai evakuasi harus
dist andardisasi diant ara t enaga kesehat an yang
m em berikan bant uan pem ulihan di area bencana, dan kepada rum ah sakit yang akan m enerim a pasien.
70
Rum ah sakit darurat yang dilengkapi pet ugas dan m andiri, dari pihak pem erint ah, m ilit er, palang m erah at au pihak swast a didalam negeri at au dari negara t et angga yang
m em iliki kult ur dan bahasa yang sam a, dapat
dipert im bangkan penggunaannya dalam kasus yang ekst rim
t et api lihat m asalah yang pot ensial. Rum ah sakit
didaft arkan sesuai dengan lokasi geografiknya, dim ulai dari yang t erdekat dengan lokasi bencana.