Tahapan di dalam penanganan gizi darurat , ant ara lain:
1 . Fa se per t a m a ( fa se I ) adalah saat :
▪
Pengungsi baru t erkena bencana.▪
Pet ugas belum sem pat m engident ifikasi pengungsisecara lengkap.
▪
Belum ada perencanaan pem berian m akanan t erincisehingga sem ua golongan um ur m enerim a bahan m akanan yang sam a.
▪
Khusus unt uk bayi dan badut a harus t et ap diberikan123
Fase ini m aksim um sam pai dengan hari ke- 5, Fase ini bert uj uan m em berikan m akanan kepada m asyarakat agar t idak lapar. Sasarannya adalah seluruh pengungsi, dengan kegiat an:
▪
Pem berian m akanan j adi dalam wakt u sesingkatm ungkin.
▪
Pendat aan awal: j um lah pengungsi, j enis kelam in, golongan um ur.▪
Penyelenggaraan da pur u m u m ( m erujuk keDepsos) , dengan st andar m inim al.
2 . Fa se k e du a ( fa se I I) adalah:
▪
Pengungsi sudah lebih dari 5 hari berm ukim dit em pat pengungsian.
▪
Sudah ada gam baran keadaan um um pengungsi( j um lah, golongan um ur, j enis kelam in, keadaan lingkungan dan sebagainya) , sehingga perencanaan pem berian bahan m akanan sudah lebih t erinci.
▪
Penyediaan bahan m akanan disesuaikan kebut uhankelom pok rawan.
Sasaran pada fase ini adalah se lu ru h pen gu n gsi
dengan kegiat an:
▪
Pengum pulan dan pengolahan dat a dasar st at us gizi.▪
Menent ukan st rat egi int ervensi berdasarkan analisis st at us gizi.▪
Menent ukan st rat egi int ervensi berdasarkan analisis st at us gizi.▪
Merencanakan kebut uhan pangan unt uksuplem ent asi gizi.
▪
Menyediakan Paket Bant uan Pangan ( ransum ) yangcukup m elalui koordinasi dengan sekt or t erkait , yang m udah di k onsum si oleh sem ua golongan um ur dengan syarat m inim al. Set iap orang diperhit ungkan
124
m enerim a ransum senilai 2 .1 0 0 Kk a l, 4 0 gr a m le m a k da n 5 0 gr a m pr ote in pe r h a r i.
a. Diusahakan m em berikan pangan sesuai dengan kebiasaan dan ket ersediaan set em pat , m udah diangkut , disim pan dan didist ribusikan.
b. Harus m em enuhi kebut uhan vit am in dan m ineral.
c. Mendist ribusikan ransum sam pai dit et apkan-nya j enis int ervensi gizi berdasarkan hasil dat a dasar ( m aksim um 2 m inggu) .
d. Mem berikan penyuluhan kepada pengungsi
t ent ang kebut uhan gizi dan cara pengolahan
bahan m akanan m asing-m asing anggot a
keluarga.
3 . Fa se k e t iga ( fa se I I I ) adalah:
Tahap ini dim ulai selam bat - lam bat nya pada hari ke- 20 di t em pat pengungsian. Kegiat an t ahap ini bert uj uan unt uk m enanggulangi m asalah gizi m elalui int ervensi sesuai t ingkat kedarurat an gizi.
Ke gia t a n
▪
Melakukan penapisan (screening) bila prevalensi gizi kurang balit a 10 - 14,9% at au 5- 9,9% yang disert ai dengan fakt or pem buruk.▪
Menyelenggarakan pem berian m akanan t am bah- ansesuai dengan j enis int ervensi yang t elah dit et apkan pada t ahap 1 fase I I .
▪
Melakukan penyuluhan baik perorangan atau kelompokdengan m at eri penyuluhan sesuai dengan but ir b.
▪
Mem ant au perkem bangan st at us gizi m elalui125
▪
Melakukan m odifikasi/ perbaikan int ervensi sesuaidengan perubahan t ingkat kedarurat an:
a. Jika prevalensi gizi kurang > 15% at au 10- 14,9% dengan fakt or pem buruk, diberikan paket pangan dengan st andar m inim al per orang per hari ( ransum ) , dan diberikan PMT darurat unt uk balit a, ibu ham il, ibu m enet eki dan lansia; sert a PMT t erapi bagi penderit a gizi buruk.
b. Jika prevalensi giz i k u r a n g 1 0 - 1 4 ,9 % a t a u 5 - 9 ,9 % de n gan fa k t or pe m bu ru k diberikan PMT darurat t erbat as pada balit a, ibu ham il, ibu m enet eki dan lansia yang kurang gizi sert a PMT t erapi kepada penderit a gizi buruk.
c. Jika prevalensi giz i k u r an g < 1 0 % t a n pa fa k t or pe m bu ru k a t a u < 5 % de n ga n fa k - tor pe m bu r u k m aka dilakukan penanganan
penderit a gizi kurang m elalui pelayanan
126
Gambar 14. Tahapan penanganan gizi darurat
Tahap Penyelamatan Dimulai Dapur Umum Dihentikan, Diganti dengan Ransum
Fase II
(Surveilans: Pengumpulan Data Dasar Gizi) (Maksimum 14 Hari)
Data Dasar Status Gizi dan Penyakit Pengungsi Selesai Dianalisis Fase III
Pengungsi Tiba di Lokasi (Surveilans: Registrasi Pengungsi)
Fase I (Maksimum 5 Hari) Darurat : Ransum PMT Darurat PMT Terapi Perlu Diperhatikan: PMT Darurat Terbatas PMT Terapi Normal Tidak Perlu Intervensi
Khusus (melalui Pelayanan Rutin)
Surveilans: Pemantauan dan Evaluasi Surveilans: Penapisan Gizi Buruk Surveilans: Penapisan Gizi Kurang dan Gizi Buruk Prevalensi Gizi Kurang (BB/TB) ≥15% atau Prevalensi Gizi Kurang (BB/TB) 10-14,9% disertai Faktor Pemburuk Prevalensi Gizi Kurang (BB/TB) 10 – 14,9% atau Prevalensi Gizi Kurang (BB/TB) <10% disertai Pemburuk Prevalensi Gizi Kurang (BB/TB) 5-9,9% atau Prevalensi Gizi Kurang (BB/TB) <5% disertai Faktor Pemburuk
127 4. 9. 1. Penanganan Gi zi Dar ur at pada Kel ompok Rawan
a. Bayi dan Anak Usia <2 Tahun (Badut a)
Dalam keadaan darurat bayi dan anak badut a m erupakan kelom pok yang paling rawan dan m em erlu- kan penanganan khusus agar t erhindar dari kesakit an dan kem at ian. Pola pem berian m akanan yang t erbaik bagi bayi dan anak um ur di bawah 2 t ahun adalah:
1. Mem berikan Air Susu I bu ( ASI ) segera set elah lahir dalam wakt u ½ - 1 j am pert am a.
2. Mem berikan hanya ASI saj a sej ak lahir sam pai usia 6 bulan (ASI eksklusif) .
3. Mem berikan Makanan Pendam ping ASI ( MP- ASI ) pada bayi m ulai um ur 6 bulan sam pai um ur 2 t ahun.
4. Tet ap m em berikan ASI sam pai anak berum ur 2 t ahun at au lebih.
5. Unt uk bayi dan badut a diberikan suplem ent asi kapsul vit am in A dengan dosis 100.000 I U unt uk bayi um ur 6 - 11 bulan dan dosis 200.000 I U unt uk anak 1- 5 t ahun.
Dalam sit uasi darurat pem berian m akanan bayi dan badut a perlu diperhat ikan:
1. Menyusui sangat pent ing karena t erbat asnya sarana air bersih, bahan bakar dan kesinam bungan ket ersediaan susu form ula dalam j um lah yang m em adai.
2. Su su for m u la t ida k dipe r k en a n k an dibe r ik a n k e pa da ba yi kecuali kepada bayi piat u, bayi t erpisah dari ibunya, ibu bayi dalam keadaan sakit berat .
3. Pada keadaan sangat m em erlukan susu form ula
diberikan secara t erbat as dan m engikut i ket ent uan:
▪
Hanya diberikan dengan pengawasan pet ugaskesehat an.
▪
Diberikan dengan cangkir at au gelas karena m udahdibersihkan. Bot ol dan dot t idak dianj urkan karena sulit dibersihkan dan m udah t erkont am inasi.
128
▪
Bersifat sem ent ara sam pai ibu bisa m enyusuikem bali, oleh karena it u relakt asi (m enyusui
kem bali) harus diupayakan sesegera m ungkin.
4. Sum bangan susu form ula harus :
▪
Diberikan at as perset ujuan Kepala Dinas Kesehat anset em pat (sesuai dengan Kepm enkes RI No:
237/ MENKES/ SK/ I V/ 1997 t ent ang pem a-saran
Penggant i Air Susu I bu, yang akan diperbaharui m enj adi PP) .
▪
Mem enuhi st andar Codex Alim ent arius.▪
Mem punyai label yang j elas t ent ang cara penyaj ian dalam bahasa yang dim engert i oleh ibu, pengasuh at au keluarga.▪
Mem punyai m asa kadaluarsa sekurang- kurangnya 1t ahun t erhit ung sej ak t anggal didist ribusikan oleh produsen.
▪
Disert ai dengan air m inum dalam kem asan ( AMDK) .5. Susu bubuk skim t idak boleh diberikan kepada bayi.
MP- ASI hanya boleh diberikan set elah bayi berum ur 6 bulan. Pem berian MP-ASI m em enuhi ket ent uan sebagai berikut :
1. Sebaiknya berdasarkan bahan lokal, m enggunakan peralat an m akan yang higienis.
2. Mudah dim akan, m udah dicerna dan penyiapannya higienis.
3. Sesuai dengan um ur dan kebut uhan bayi.
4. Mengandung zat gizi sesuai kecukupan gizi yang dianjurkan.
129
b. Makanan Anak Usia 2 - 5 Tahun
Hal-hal yang perlu diperhat ikan dalam pem berian m akanan unt uk anak usia 2 – 3 t ahun, ant ara lain:
1. Makanan ut am a yang diberikan adalah berasal dari
makanan keluarga, yang tinggi energi, vitam in dan mineral.
2. Bant uan pangan yang dapat diberikan berupa m akanan
pokok, kacang-kacangan dan m inyak sayur.
3. Khusus pada anak yang m enderit a gizi kurang at au anak
gizi buruk pada fase t indak lanjut ( set elah perawat an) perlu diberikan m akanan t am bahan, sepert i m akanan j aj anan, dengan nilai zat gizi: Energi 350 kkal dan Prot ein 15 g per hari.
c. Makanan Ibu Hamil dan Menyusui
I bu ham il dan m enyusui m em erlukan t am bahan zat gizi. I bu ham il perlu penam bahan energi 300 Kal dan Prot ein 17 gram , sedangkan ibu m enyusui perlu t am bahan Energi 500 Kal dan Prot ein 17 gram .
Suplem ent asi vit am in dan m ineral unt uk ibu ham il adalah Fe 1 t ablet set iap hari. Khusus ibu nifas ( 0- 42 hari) diberikan 2 kapsul vit am in A dosis 200.000 I U, yait u 1 kapsul pada hari pert am a, dan 1 kapsul pada hari berikut nya ( selang wakt u m inim al 24 j am ) . Pem berian vit am in dan m ineral dilakukan oleh pet ugas kesehat an.
d. Makanan Usia Lanj ut
Kebut uhan energi pada usia lanj ut pada um um nya sudah m enurun, t et api kebut uhan vit am in dan m ineral t idak. Oleh karena it u diperlukan m akanan porsi kecil t et api padat gizi.
Dalam pem berian m akanan pada orang t ua harus
m em perhat ikan fakt or psikologis dan fisiologis agar
m akanan yang disajikan dapat dikonsum si habis. Selain it u, m akanan yang diberikan m udah dicerna sert a m engandung
130
vit am in dan m ineral cukup. Dalam sit uasi yang
m em ungkinkan usila dapat diberikan ble n de d food berupa bubur at au biskuit .
5.
PENANGANAN KESEHATAN JIWA
Fase- fase di dalam penanganan kedarurat an akut , ant ara lain:
1 . Fa se k e da ru r a t an a k u t
▪
I nt ervensi m asalah psikososial dini dilakukanbersam a dengan t im lain yang t erkait dim ulai set elah 48 j am kej adian bencana.
▪
I nt ervensi kesehat an j iwa :a. Menangani keluhan psikiat rik yang m endesak ( m isalnya keadaan yang m em bahayakan diri sendiri at au orang lain, psikosis, depresi berat , m ania, epilepsi) di pos kesehat an.
b. Melaksanakan prinsip 'pert olongan pert am a pada kelainan psikologik akut ' yait u, m endengarkan, m enyat akan keprihat inan, m enilai kebut uhan, t idak m em aksa berbicara, m enyediakan at au m engerahkan pendam ping dari keluarga at au orang yang dekat , m elindungi dari cedera lebih lanj ut .
c. Tidak dianjurkan unt uk m em aksa orang unt uk berbagi pengalam an pribadi m elebihi yang akan dilakukan secara alam i.
2 . Fa se r e kon solida si
▪
Melanjut kan int ervensi sosial yang relevan▪
Mengorganisasi kegiat an psikoedukasi yangm enj angkau ke m asyarakat unt uk m em beri
pendidikan t ent ang ket ersediaan pilihan pelayanan kesehat an j iwa. Dilakukan t idak lebih awal dari em pat m inggu set elah fase akut , beri penj elasan dengan hat i- hat i t ent ang perbedaan psikopat ologi
131
dan dist res psikologik norm al, dengan m enghindari
sugest i adanya psikopat ologi yang luas dan
m enghindari ist ilah at au idiom yang m em bawa st igm a.
▪
Mendorong dilakukannya cara coping m echanismyang posit if yang sudah ada sebelum nya. I nform asi it u harus m enekankan harapan t erj adinya pem ulihan alam iah.
▪
Melat ih pet ugas kem anusiaan lain dan pem ukam asyarakat ( m isalnya kepala desa, guru dll.) dalam ket ram pilan int i perawat an psikologik ( sepert i
'pert olongan pert am a psikologik', dukungan
em osional, m enyediakan inform asi, penent eram an yang sim pat ik, pengenalan m asalah kesehat an m ent al ut am a) unt uk m eningkat kan pem aham an dan dukungan m asyarakat dan unt uk m eruj uk orang ke puskesm as j ika diperlukan.
▪
Melat ih dan m ensupervisi pet ugas pelayanankesehat an dasar dalam penget ahuan dan
ket ram pilan dasar kesehat an j iwa (m isalnya
pem berian m edikasi psikot ropik yang t epat ,
“ pert olongan pert am a psikologi” , konseling suport if, bekerj a bersam a keluarga, m encegah bunuh diri, penat alaksanaan keluhan som at ik yang t ak dapat dij elaskan, m asalah penggunaan zat dan ruj ukan) .
▪
Menj am in kesinam bungan m edikasi pasien psikiat rik yang m ungkin t idak m em punyai akses t erhadap m edikasi selam a fase kedarurat an akut .▪
Melat ih dan m ensupervisi pet ugas m asyarakat( m isalnya pet ugas bant uan, konselor) unt uk
m em bant u pet ugas Pelayanan kesehat an dasar yang beban kerj anya berat . Pet ugas m asyarakat dapat
t erdiri dari relawan, paraprofesional, at au
profesional, t ergant ung keadaan. Pet ugas
m asyarakat perlu dilat ih dan disupervisi dengan baik dalam berbagai ket ram pilan int i: penilaian persepsi individual, keluarga dan kelom pok t ent ang m asalah
132
m enyediakan dukungan em osional, konseling
perkabungan ( grief counseling) , m anaj em en st res,
'konseling pem ecahan m asalah', m em obilisasi
sum ber daya keluarga dan m asyarakat sert a ruj ukan.
▪
Bekerj a sam a dengan penyem buh t radisional( t radit ional healers) jika m ungkin. Dalam beberapa keadaan, dim ungkinkan kerj a sam a ant ara prakt isi t radisional dan kedokt eran.
5. 1. Int er vensi Psi kososi al Or ang yang Ter kena Bencana
Berikut langkah- langkah int ervensi psikososial t erhadap m ereka yang t erkena bencana.
▪
Selam a fase em ergensi (3 m inggu pert am a)▪
Menyediakan inform asi yang sederhana dan m udahdiakses pada daerah yang banyak j enazah
▪
Tidak m engecilkan art i dari upacara pengurusan j enazah▪
Menyediakan pencarian keluarga unt uk yang t inggalsendiri, orang lanj ut usia dan kelom pok rent an lainnya
▪
Menganjurkan m ereka m em bent uk kelom pok-kelom poksepert i, keagam aan, rit ual dan sosio keagam aan lainnya
▪
Menganjurkan anggot a t im lapangan unt uk secara akifberpart isipasi selam a m asa duka cit a
▪
Menganjurkan kegiat an berm ain unt uk anak▪
Mem berikan inform asi t ent ang reaksi psikologi norm al yang t erj adi set elah bencana. Yakinkan m ereka bahwa ini adalah NORMAL, SEMENTARA, dan DAPAT HI LANG DENGAN SENDI RI NYA, dan SEMUA AKAN MERASAKAN HAL YANG SAMA▪
Tokoh agam a, guru dan t okoh sosial lainnya harust erlibat secara akt if
▪
Menganjurkan m ereka unt uk bekerj a bersam a- sam am enj aga apa yang m ereka but uhkan
133
▪
Mot ivasi t okoh m asyarakat and t okoh kunci lainnyaunt uk m engaj ak m ereka dalam diskusi kelom pok dan berbagi t ent ang perasaan m ereka
▪
Jam in dist ribusi bant uan secara t epat▪
Sediakan layanan “ cara penyem buhan” yang denganorang dan m em perlihat kan sikap peduli t erhadap set iap orang (m isalnya, kelem ahan at au m inorit as) dari m asyarakat
5. 2. Reaksi Psi kol ogi s Masyar akat yang Ter kena Bencana
Reaksi psikologis yang t im bul pada m asyarakat yang t ert im pa bencana, ant ara lain:
1 . Re a k si se ge r a ( da la m 2 4 j a m )
▪
Tegang, cem as dan panik▪
Kaget , linglung, syok, t idak percaya▪
Gelisah, bingung▪
Agit asi, m enangis, m enarik diri▪
Rasa bersalah pada korban yang selam at
Reaksi ini t am pak ham pir pada set iap orang di daerah
bencana dan ini dipert im bangkan sebagai Reaksi
Alam iah pada Sit uasi Abnorm al, TI DAK m em but uhkan int ervensi psikologis khusus.
2 . Re a k si t er j a di da la m h ar i sa m pa i m in ggu se t e la h be n can a
▪
Ket akut an, waspada, siaga berlebihan▪
Mudah t ersinggung, m arah, t idak bisa t idur▪
Khawat ir, sangat sedih▪
Flashbacks berulang ( ingat an t erhadap perist iwa yang selalu dat ang berulang dalam pikiran)134
▪
Menangis, rasa bersalah▪
Kesedihan▪
Reaksi posit if t erm asuk pikiran t erhadap m asa depan▪
Menerim a bencana sebagai suat u TakdirSem ua it u adalah r eaksi alam iah Dan H AN YA
m em but uhkan int ervensi psikososial.
3 . Te r j a di k ir a - k ir a 3 m in ggu se t e lah be n can a
Reaksi yang sebelum nya ada dapat m enet ap dengan gej ala sepert i:
▪
Gelisah▪
Perasaan panik▪
Kesedihan yang m endalam dan berlanj ut , pikiranpesim ist ik yang t idak realist ik
▪
Tidak m elakukan akt ivit as keluar, isolasi, perilaku m enarik diri▪
Ansiet as at au kecem asan dengan m anifest asi gej ala fiisk sepert i palpit asi, pusing, m ual, lelah, sakit kepalaReaksi ini TI DAK PERLU diperhit ungkan sebagai
gangguan jiwa. Gej ala ini dapat diat asi oleh t okoh m asyarakat yang t elah dilat ih agar m am pu m em berikan int ervensi psikologik dasar.
Respons dari orang- orang yang t erkena bencana dibagi at as 3 kat egori ut am a:
Respon psikologis norm al, t idak m em but uhkan int evensi khusus
Respon psikologis disebabkan dist res at au disfungsi
sesaat , m em but uhkan bant uan pert am a psikososial (psychological first aid)
Dist ress at au disfungsi berat yang m em but uhkan
135 Copin g sk ills ya n g SEH AT, ant ara lain:
Kem am puan unt uk m enghadapi sendiri m asalah dengan
cepat
Tepat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiat an
Tepat m enggunakan bant uan
Tepat m engekpresikan em osi yang m enyakit kan
Toleransi t erhadap ket idak j elasan t anpa m em ilih
perilaku agresif
5. 3. Gangguan Jiwa
Sem ent ara it u, gangguan j iwa yang sering t am pak set elah bencana, ant ara lain:
Reaksi st res akut
Kehilangan dan Berduka
Gangguan j iwa yang dapat diagnosis
a. Depresi ( vs kesedihan) b. Gangguan cem as ( vs cem as) c. Gangguan penyesuaian d. Gangguan som at oform
Penyalahgunaan zat dan alkohol
Gangguan st res pasca t raum a (Post -t raum at ic st ress disorder ( PTSD))
Kam buh/ relaps gangguan j iwa yang sudah ada
Penyakit psikosom at ik
Gej ala psikologis hanya dapat dinyat akan bila m em enuhi krit eria dibawah ini:
Gej ala hebat dan m enunj ukkan gangguan yang
berm akna pada fungsi sosial dan pekerj aan.
Gej ala m enet ap selam a beberapa m inggu (4–6 m inggu) ( kecuali psikosis dim ana cukup sat u m inggu bila ada gej ala sudah dapat dit egakkan diagnosis)
136
5. 4. Gangguan Depresi
Gangguan depresi yang dialam i oleh m asyarakat yang t ert im pa bencana, ant ara lain:
Suasana hat i (m ood) yang depresif: perasaan sedih,
m enderit a, m udah t ersinggung at au gelisah
Kehilangan m inat dan rasa senang
Berkurangnya t enaga, m udah lelah, m enurunnya
akt ivit as
Menurunnya konsent rasi dan perhat ian t erhadap t ugas
Berkurangnya rasa percaya diri dan rendahnya harga
diri
Rasa bersalah dan rasa t idak berguna
Pandangan suram dan pesism ist ik t erhadap m asa depan
Merusak diri at au usaha bunuh diri
Gangguan t idur
Berkurangnya libido dan nafsu m akan
Terapi farm akologi unt uk m engat asi gangguan depresi, ant ara lain:
Select ive Serot onin Reupt ake I nhibit or ( Fluoxet ine: 20 – 40 m g/ hari)
I m ipram ine (150 – 250 m g/ hari) . Saat ini kurang disukai karena efek sam pingnya
Mulailah sem ua obat dengan dosis rendah dan
t ingkat kan secara bert ahap set elah 7- 10 hari
Lanj ut kan pem berian ant idepresan selam a 6–8 m inggu
Bila respons m asih kurang naikkan dosis
Bila pasien m em perlihat kan hasil yang baik lanj ut kan pengobat an sam pai 6–9 bulan
Turunkan dosis obat set elah 4–6 m inggu sesudah
137
5. 5. Gangguan Cemas
Gangguan cem as yang m uncul, ant ara lain:
Ansiet as biasanya t am pak dengan gej ala som at ik,
kognit if dan em osional
Gangguan ansiet as t erm asuk Gangguan Cem as
Menyeluruh Gangguan Panik, Fobia sosial dan spesifik, Gangguan st res pasca t raum a ( post t raum at ic st ress disor der ( PTSD)
Gej ala dapat t erj adi secara episodik at au berlanj ut , m ereka dapat m uncul secara t iba-t iba t anpa sebab at au sebagai respon at as sit uasi t ert ent u.
Terapi farm akologi unt uk gangguan cem as, ant ara lain:
Gangguan ansiet as m enyeluruh:
a. Diazepam 5 m g dua kali sehari pada kasus ringan dan 3 kali 10 m g sehari pada kasus berat at au b. Alprazolam 0,75 – 1,5 m g/ hari at au
c. Buspirone 30 – 60 m g/ hari
d. Propranolol 40 – 80 m g/ hari dibagi dua dosis
Gangguan Panik :
a. Fluoxet ine 20 – 40 m g/ hari at au
b. Alprazolam 1,5 – 6 m g/ hari dalam dua at au t iga dosis at au
c. I m ipram ine 50 m g/ hari dalam dua dosis sam pai m aksim um 150 – 250 m g/ hari
138
5. 6. Gangguan St res Pascat rauma
Unt uk gej ala gangguan st res pascat raum a yang sering dialam i korban bencana, ant ara lain:
Pengalam an berulang t erhadap perist iwa ( m isal dalam bent uk m im pi yang m enakut kan)
Menghindar dari hal yang dapat m engingat kan perist iwa
Secara um um kurang responsif
Berkurangnya m inat