a. Bagian Pertama: Pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai anak manusia, yang dibuktikan dengan perasaan dan sikap yang diperlihatkannya terhadap orang-orang yang dianggap rendah oleh masyarakat.
Pendalaman
o Bacalah Luk 7:13. Nats ini menceritakan tentang seorang janda atas kematian anaknya. Tuhan Yesus yang melihat kesedihan janda itu, merasa kasihan sehingga ia menghidupkan anak yang sudah mati itu. Hal ini membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah manusia sejati dan juga Allah sejati. Selain itu ayat ini juga mengajarkan setiap orang percaya untuk mengasihi orang lain. Pernahkah saudara mengasihi orang lain ?
o Bacalah Luk 7:37-50. Tuhan Yesus memperhatikan dan mengampuni wanita berdosa yang bertobat.
o Bacalah Luk 10:25-37. Bagian ini menjelaskan perumpamaan Tuhan Yesus, tentang seorang Samaria yang lebih baik hati dari para imam Yahudi. Hal ini mengajarkan kepada setiap orang Kristen untuk mengasihi dengan tidak memandang suku bangsa, atau kaya miskin. Sudahkah saudara menolong orang lain ?
o Bacalah Luk 15:1-7. Tuhan Yesus bergaul dengan para pemungut cukai, karena mereka mau mendengarkan perkataan Tuhan Yesus dan bertobat dari perbuatan pemerasan yang mereka lakukan.
o Bacalah Luk 16:20-21. Bagian ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus mengasihi semua manusia, sampai kepada para pengemis. Bagaimanakah dengan kasih saudara ? Apakah saudara mengasihi orang-orang yang dapat memberikan sesuatu kepada saudara saja ?
o Bacalah Luk 17:12. Bagian ini menjelaskan bahwa Tuhan Yesus mengasihi dan memperhatikan orang-orang sakit. Apakah yang saudara lakukan terhadap seorang saudara/anggota/jemaat yang sedang sakit lagi miskin ?
o Bacalah Luk 23:40-43. Tuhan Yesus memperhatikan seorang penjahat dan juga mengampuni dosanya, karena ia mau bertobat.
b. Bagian Kedua: Tuhan Yesus sebagai anak manusia, memberikan teladan dalam
kehidupan doa, khususnya berhubungan dengan peristiwa/kegiatan penting.
Pendalaman
o Teladan dan atau pelajaran apa yang saudara peroleh dari doa-doa Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus selalu berdoa dalam setiap keadaan dan keperluan, maka apakah yang saudara lakukan pada saat-saat menghadapi keperluan/kepentingan dalam hidup ?
c. Bagian Ketiga: Tuhan Yesus sebagai anak manusia, mengasihi semua manusia di
dunia.
Pendalaman
Bacalah Luk 3:6; 24:46-53. Bagian ini menjelaskan, bahwa keselamatan adalah untuk setiap manusia yang percaya pada Tuhan Yesus. Dengan demikian setiap orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, haruslah juga memberitakan keselamatan itu kepada orang lain. Berdasarkan Luk 24:47-48, siapakah yang bertugas untuk meneruskan berita pengampunan dosa ini kepada semua manusia ? Sudahkah saudara menginjili ?
d. Kesimpulan
Melalui Injil Lukas jelaslah kita lihat bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Manusia sejati, yang dibuktikan melalui kehidupan-Nya sehari-hari.
10. Garis Besar
[1] Pendahuluan Luk 1:1-4
[2] Masa Muda Sang Juruselamat Luk 1:5-4:13
Luk 1:5-25 Pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis Luk 1:26-38 Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus
Luk 1:39-56 Kunjungan Maria ke rumah Elizabet Luk 1:57-80 Kelahiran Yohanes Pembaptis Luk 2:1-38 Kelahiran Yesus
Luk 2:39-52 Masa kanak-kanak Yesus Luk 3:1-22 Khotbah Yohanes Pembaptis Luk 3:23-38 Silsilah Yesus
Luk 4:1-13 Pencobaan Yesus [3] Sang Juruselamat Di Galilea Luk 4:14-9:50
Luk 4:14-30 Yesus memulai pelayanan-Nya Luk 4:31-44 Yesus menyembuhkan di Kapernaum Luk 5:1-26 Yesus melakukan mukjizat
Luk 5:27-39 Panggilan dan di rumah perjamuan Luk 6:1-11 Lewi Perdebatan mengenai hari Sabat Luk 6:12-16 Yesus memilih murid-murid-Nya
Luk 6:17-49 Yesus berkhotbah di depan orang banyak
Luk 7:1-17 Mukjizat kesembuhan dan kebangkitan orang mati Luk 7:18-35 Pertanyaan-pertanyaan Yohanes terjawab
Luk 7:36-50 Seorang pelacur menyembah Yesus Luk 8:1-21 Mengajar firman Allah
Luk 8:22-56 Tiga mukjizat lagi
Luk 9:1-6 Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk misi penginjilan Luk 9:7-9 Reaksi Herodes terhadap Yesus
Luk 9:10-17 Pemberian makan kepada lima ribu orang Luk 9:18-27 Yesus menanyakan pertanyaan yang penting Luk 9:28-36 Transfigurasi (perubahan rupa) Yesus Luk 9:37-50 Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya [4] Sang Juruselamat Pergi Ke Yerusalem Luk 9:51-19:44
Luk 9:51-62 Harga yang harus dibayar untuk mengikut Yesus Luk 10:1-24 Pengutusan tujuh puluh murid
Luk 10:25-37 Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik Luk 10:38-42 Maria dan Marta
Luk 11:1-13 Ajaran tentang doa
Luk 11:14-36 Ajaran tentang roh-roh dan tanda-tanda
Luk 11:37-54 Kecaman terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat Luk 12:1-59 Mengajar orang banyak
Luk 13:1-9 Kecuali jika engkau bertobat... Luk 13:10-17 Seorang wanita cacat disembuhkan Luk 13:18-30 Kerajaan Allah itu seperti...
Luk 13:31-35 Yerusalem dan para nabi
Luk 14:1-24 Makan malam bersama seorang Farisi
Luk 15:1-32 Tiga kisah tentang yang hilang Luk 6:1-31 Ajaran tentang uang
Luk 17:1-10 Ajaran tentang pelayanan
Luk 17:11-19 Penyembuhan sepuluh orang kusta Luk 17:20-37 Kedatangan Kerajaan Allah
Luk 18:1-17 Ajaran mengenai keadilan dan kerendahan hati
Luk 18:18-34 Yesus bertemu dengan seorang penguasa muda kaya-raya Luk 18:35-43 Mata seorang pengemis dicelikkan
Luk 19:1-10 Yesus bertemu Zakheus
Luk 19:11-27 Perumpamaan tentang uang mina Luk 19:28-44 Masuk ke Yerusalem
[5] Juruselamat Di Yerusalem Luk 9:45-24:53
Luk 19:45-21:4 Yesus mengajar di Bait Allah
Luk 21:5-38 Yesus berbicara mengenai akhir zaman Luk 22:1-38 Perjamuan Malam Terakhir
Luk 22:39-53 Penyangkalan Petrus Luk 22:63-23:25 Pengadilan atas Yesus Luk 23:26-56 Penyaliban dan penguburan Luk 24:1-49 Kebangkitan
Luk 24:50-53 Kenaika
11. Ayat Mas: Lukas 18:1 12. Tugas:
a. Tulis bukti-bukti “Kemanusiaan Yesus” dalam Injil Lukas !
YOHANES
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1. Penulisnya
Isi kitab Yohanes sendiri menolong kita untuk menentukan siapakah penulisnya. Dia adalah seorang Yahudi yang mengenal Palestina dari dekat. Dia tahu bahwa hubungan antara orang Yahudi dan orang Samaria tak ramah. Mereka biasanya tidak bergaul (Yoh. 4:9). Si penulis juga tahu bahwa mereka bercekcok tentang tempat ibadah (4:20). Hari-hari raya Yahudi dia tahu, baik waktunya maupun artinya (7:2, 11:55). Rupa-rupanya dia juga mengenal geografi Galilea (1:44, 19:35), Samaria (4:5), Yerusalem dan sekitarnya (11:8).
Tentang dirinya sendiri dia menggarisbawahi bahwa dia adalah saksi mata dari peristiwa-peristiwa yang dilaporkannya (1:14, 19:35). Jelaslah vahwa dia tidak hanya seorang penonton. Dia tidak hanya melihat apa yang terjadi. Melalui peristiwa-peristiwa itu “dia melihat kemuliaan Yesus Kristus”, dan dengan demikian dapat mengaplikasikan apa yang dilihatnya secara rohani (1:14-18). Dia begitu yakin bahwa kesaksiannya benar. Seorang penafsir mengatakan: “Si penulis adalah saksi mata yang mengerti akan rahasia.” Si penulis menguraikan banyak peristiwa secara terperinci. Dia mentarikhkan peristiwa-peristiwa dengan sangat teliti (4:6). Dia tahu jumlah tempayan yang disediakan untuk pembasuhan dalam pesta perkawinan di Kana (2:6). Sama dengan minyak narwastu yang dipakai untuk mengurapi Yesus di Betania. Si penulis tahu harganya dan banyaknya (12:3,5).
Dari segi yang lain jelaslah bahwa si penulis sudah mengikuti Tuhan Yesus sejak permulaan pelayanNya. Dalam fasal terakhir dia mengatakan bahwa dia adalah “murid yang dikasihi Yesus” (21:20-24). Pada malam terakhir – sebelum Yesus ditangkap – si penulis “bersandar dekat kepada Tuhan Yesus, di sebelah kananNya” (13:23 dst.). Kepada dialah Yesus mempercayakan ibuNya (19:25-27).
Kesimpulan kita bahwa si penulis ini adalah salah seorang di antara empat penulis Injil yang paling dekat dengan Yesus.
Siapakah dia sebenarnya?
Jelaslah bahwa dia seorang rasul. Tetapi tidak mungkin namanya Yakobus, karena Yakobus itu dibunuh pada tahun 44, yaitu sebelum Injil ini ditulis (Kis. 12:2). Juga Petrus, Tomas dan Filipus tidak cocok, karena nama mereka semua disebut dalam bentuk “orang ke-3” (“dia”, “mereka”) dan tidak dalam bentuk orang pertama (“saya”). Si penulis tidak menyebut namanya. Walaupun demikian dia terkenal, dan jelaslah bahwa dia mempunyai wibawa rohani. Hanya ada satu kemungkinan saja, yaitu Yihanes anak Zebedeus. Tidak ada rasul-rasul lain yang cocok.
Di samping apa yang sudah disebut di atas, ada juga satu hal lagi yang mendukung, yaitu cerita tentang murid-murid Tuhan Yesus yang pertama yang disebut dalam Yoh. 1:35-51. dikatakan bahwa ada dua murid yang mengikuti Tuhan Yesus (ay. 37). Nama yang pertama adalah Andreas (ay. 40). Nama yang kedua itu tidak disebut. Kemudian juga disebut nama murid-murid yang lain. Hanya Yohanes yang tidak disebut namanya. Hal ini menggarisbawahi bahwa si penulis adalah Yohanes, dan dialah yang dimaksudkan sebagai murid kedua dalam ayat 40.
Dalam gereja mula-mula tidak ada keragu-raguan sedikitpun mengenai penulis Injil ke-4. Uskup Ireneus (142-202 AD) menulis: “Yohanes murid Tuhan Yesus, dan yang
Klemens dari Alexandria menekankan hal yang sama juga ada fragmen-fragmen tua
yang berisikan Yoh. 18:31-33 dan 37-38. Fragmen-fragmen itu berasal dari sekitar tahun 125 AD. Jelaslah bahwa Injil ini cepat tersebar ke mana-mana. Hal ini tidak mungkin bilamana Injil ini merupakan Injil yang palsu. Tetapi sejak permulaan Injil ini diterima sebagai Injil Yohanes.
Kita tidak mempunyai gambaran yang lengkap tentang Yohanes sendiri. Kita tahu bahwa dia orang Kapernaum (Mat. 4:13 dan seterusnya). Ayahnya bernama Zebedeus (Mat. 4:21) dan ibunya Salome (Mrk. 4:21). Zebedeus itu mempunya orang-orang upahan (Mrk 1:20). Hal itu menunjukkan bahwa dai orang kaya. Kakaknya bernama Yakobus, yang juga menjadi murid Tuhan Yesus (Mat. 4:21).
Sebelum Yohanes mengikuti Tuhan Yesus, dia adalah murid Yohanes Pembaptis (Yoh. 1:35 dan seterusnya). Setelah dia mendengar kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Tuhan Yesus, dia bersama-sama dengan Andreas meninggalkan Yohanes Pembaptis untuk mengikuti Yesus. Di pantai danau Galilea mereka dipanggil untuk menjadi “penjala manusia” (Mat. 4:21, Luk 5:10). Pada saat itu, mereka meninggalkan segala sesuatu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Yohanes dan Yakobus diberi nama “Boanerges”, yang berarti “anak-anak guruh” (Mrk. 3:17). Ada sangkut pautnya dengan kepribadian mereka (Luk. 9:49, 54). Rupanya dia mempunyai kepribadian yang cukup keras.
Walaupun demikian Yesus mempercayakan ibuNya kepada pemeliharaan Yohanes (19:26-27). Setelah Yesus bangkit, Yohanes dan Petrus pergi ke keburNya. Tetapi kubur itu kosong dan diakatakan bahwa “ia (yaitu Yohanes) melihat dan percaya” (Yoh. 20:3-8).
Dalam Kisah Para Rasul, Yohanes sering disebut, khususnya karena dia banyak melayani bersama-sama dengan Petrus dalam jemaat mula-mula di Yerusalem (1:13, 3:1, dst., 8:14). Ketika Paulus melaporkan tentang sidang di Yerusalem (Kis. 15 dan Gal. 2), dia mengatakan bahwa Yohanes ialah “soko guru jemaat” (Gal. 2:9).
Di kemudian hari Yohanes melayani di Efesus di Asia Kecil. Dia berada di pulau Patmos pada waktu kaisar Domitian mengadakan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di Asia Kecil, yaitu antara tahun 90 dan 100. kita tidak tahu di mana dia melayani antara sidang di Yerusalem (Kis. 15; sekitar tahun 49) dan pelayannya di Asia Kecil. Tetapi agak pasti bahwa Yohaneslah yang hidup paling lama dari semua murid Yesus. Taradisi gereja mengatakan bahwa dia masih hidup pada waktu kaisar Trayan memulai masa pemerintahannya (th. 98).
2. Alamat
Dua kali Yohanes menyinggung para pembaca secara langsung, yaitu melalui kalimat: “supaya kamu percaya” (19:35, 20:31).
Tetapi siapakah “kamu” itu, atau di manakah mereka tinggal? Kita tidak tahu dengan pasti. Yang jelas ialah bahwa para pembaca bukanlah orang Yahudi asli. Ada penjelasan-penjelasan tentang hari-hari raya Yahudi yang tidak perlu untuk orang Yahudi sendiri (2:13, 6:4, 7:2, 11:55). Dia juga menjelaskan tentang adapt-istiadat orang Yahudi (2:6, 4:9, 19:40).
Dari segi yang lain kita lihat bahwa istilah “Mesias, Anak Allah” (20:31) hanya dimengerti oleh orang Yahudi. Semuanya ini berarti bahwa ada kemungkinan kitab ini ditulis kepada orang Yahudi yang sudah lama tinggal di luar Palestina, sehingga mereka sudah lupa tentang hari-hari raya dan adat-istiadat mereka.
3. Waktu
Para ahli penafsir berpendapat bahwa InjilYohanes ditulis menjelang akhir abad pertama. Memang ada kemungkinan besar bahwa Yohanes sudah mengenal Injil-injil Sinoptis pada waktu dia menulis Injilnya. Itu berarti bahwa tidak mungkin Injil itu ditulis sebelum tahun 70. kalau Yohanes meninggal sekita tahun 100, ada kemungkinan Injil itu ditulis antara tahun 90 dan 100, karena tradisi gereja mengatakan bahwa Yohanes menyelesaikan Injilnya sebelum dia meninggal. Kalau hal itu benar, maka Injil Yohanes adalah kitab yang paling muda dalam seluruh Perjanjian Baru.