• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 YOHANES Pasal: 1

Dalam dokumen Introduksi Perjanjian Baru.pdf (Halaman 114-118)

1. Penulis

Kalau kita membandingkan 1 dan 2 Yohanes, jelaslah bahwa penulisnya sama, yaitu rasul Yohanes. Dia memperkenalkan diri sebagai "penatua". Gelar itu cocok sekali untuk Yohanes, karena pada waktu dia menulis surat ini dia sudah tua. Gelar itu merupakan gelar kehormatan bagi Yohanes. Sebabnya Yohanes memperkenalkan diri dengan memakai gelar ini, tanpa menyebut namanya, ialah bahwa dia sudah cukup dikenal oleh para pembaca dengan gelar itu. Semua penafsir sependapat bahwa ketiga surat Yohanes ditulis pada waktu yang sama, yaitu antara tahun 80 dan 90.

2. Alamat

Alamatnya adalah "Ibu yang terpilih". Di sini ada dua tafsiran:

1. Ada yang berpendapat bahwa surat ini merupakan satu-satunya surat dalam seluruh Perjanjian Baru yang dikirimkan kepada seorang ibu Kristen.

2. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan alamat ini adalah satu jemaat dengan anggota-anggotanya.

Menurut pendapat kami maka sebaiknya istilah "ibu yang terpilih" diartikan tentang satu jemaat. Yang meyakinkan kami adalah ayat 4-5 dan ayat 8-10. Kedua bagian ini jelas berbicara tentang keadaan satu jemaat. Dari lain segi tidak ada ajaran-ajaran khusus untuk para ibu di dalam surat ini. Dalam gereja mula-mula ada pandangan bahwa jemaat merupakan ibu untuk semua orang percaya, yaitu bahwa istilah "anak-anaknya" melambangkan anggota-anggota jemaat. Bandingkan Gal. 4:26-31.

Dalam ayat 13b ada salam dari "anak-anak saudaramu yang terpilih", Istilah itu sebaiknya diartikan tentang satu jemaat yang lain yang mengirimkan salam kepada mereka. Jemaat itu terdapat di salah satu kota di Asia Kecil.

3. Latangbelakang

Latarbelakang surat ini dilaporkan di dalam ayat 7 : "Banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia", Yohanes menulis untuk memberi nasihat bagaimana menghadapi para penyesat.

4. Isi Kitab: Kitab II Yohanes hanya terdiri dari 1 pasal. Kitab ini pertama-tama ditujukan

kepada "Ibu yang terpilih dan anak-anak-Nya" tetapi juga untuk semua orang Kristen di dunia. Isi Kitab II Yohanes bertujuan memperingatkan agar para pengajar ajaran sesat tidak diperbolehkan masuk ke dalam persekutuan orang Kristen, dan orang Kristen harus tetap hidup dalam ajaran yang benar.

5. Intisari Surat Dua Yohanes

 Dalam pembukaan (ay. 1-3) surat ini perkataan "kebenaran" (bahasa aslinya) disebut empat kali. Oleh karena itu tema surat ini adalah "Berjalan Dalam

Kebenaran."

 Bagian ajaran dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu :

a. Ayat 4-6 yang menerangkan tentang kelakuan orang Kristen, yaitu segi praktis dari "hidup dalam kebenaran". Kita harus berjalan dalam kasih.

b. Ayat 7-11 menerangkan segi doktrin. Kita harusberhati-hati. Jangan sampai kita jatuh dalamkesesatan.

 Penyesat-penyesat itu tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia (ayat 7). Ajaran sesat itu sama bentuknya seperti di dalam satu Yohanes.  Kata kunci terdapat di dalam ayat 8, yaitu "Waspadalah". Bisa jadi para penyesat

mempunyai ajaran yang menarik sekali, tetapi dalam hal itu Yohanes memberi lampu merah yang berbunyi demikian "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus tidak memiliki Allah" (ayat 9). Nasihat konkrit untuk melawan para penyesat terdapat dalam ayat: 1011. Kita tidak akan menyambut para hamba Tuhan yang sesat. Kita akan menolak mereka, bahkan tidak memberi salam kepada mereka. ”Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat" (ay.11).

 Ada banyak orang pada masa kini yang menuduh Yohanes karena sikapnya yang seolah-olah keras sekali. Tetapi kita harus bertanya: Kasih apa yang membiarkan para penyesat merembes dalam jemaat ? Kasih persaudaraan menuntut bahwa para penyesat ditolak. Semua ini adalah sikap seorang dokter yang mempedulikan pasiennya. Kalau diagnosa sudah ditentukan, maka dokter dapat mengetahui obat mana yang paling tepat, supaya pasiennya sembuh, dan sewaktu-waktu perlu operasi. Bisa jadi obat itu pahit rasanya atau operasi, yang harus dijalankan cukup berat. Tetapi segala cara ditempuh, asal pasien sembuh. Demikian sikap setiap orang yang mengasihi sesamanya.

 Kesimpulan

Keadaan Jemaat pada waktu itu sedang diganggu oleh pengajar-pengajar sesat, yang tidak mengakui Yesus Kristus sudah datang ke dunia sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia. Para penyesat itu berusaha menarik orang-orang Kristen untuk mengikuti ajarannya. Tetapi Rasul Yohanes segera mencegahnya dengan ajaran-ajaran Firman Allah.

5. Ayat Mas: 2 Yohanes 1:9

6. Tugas: Baca 2 Yohanes 1:4-11... Ajaran apakah yang harus diikuti oleh orang

Kristen? Dan apakah bukti daripada orang Kristen yang hidup dalam ajaran Tuhan Yesus?

3 YOHANES

Pasal: 1

1. Alamat

Surat Yohanes yang kedua dialamatkan kepada satu jemaat. Surat yang ketiga dialamatkan kepada seorang pribadi, yaitu Gayus. Jelaslah bahwa dia kawan Yohanes, dan mungkin dia bertobat melalui pelayanan Yohanes (ayat. 3-4). Kita tidak tahu dengan pasti siapa Gayus itu, tetapi ada kemungkinan besar bahwa dia adalah anggota salah satu jemaat di Asia Kecil.

2. Latar Belakang

Rupa-rupanya ada beberapa saudara yang telah datang kepada Yohanes dan melaporkan tentang keadaan jemaat. Dalam laporan itu disinggung tentang kebaikan Gayus dalam membuka pintu rumahnya untuk menyambut hamba-hamba Tuhan (ay. 5). Hal itu menggembirakan hati Yohanes.

Dia juga menyinggung tingkah laku Diotrefes yang tidak baik, dan minta supaya Gayus tidak meneladani kehidupannya. Ada juga orang yang ketiga, yaitu Demetrius. Rupanya dia orang baik (ay. 12) dan dapat dicontoh kehidupannya. Kita mengerti bahwa ketiga-tiganya adalah anggota jemaat yang sama. Dalam ayat 9, Yohanes melaporkan bahwa dia pemah menulis surat kepada jemaat itu. Kalau surat yang dimaksudkan adalah 2 Yohanes, maka kita mengerti kondisi jemaat lebih dalam dari isi surati Yohanes ini.

3. Penulis dan waktu

Kitab 3 Yohanes ditulis oleh penulis yang sama dari Kitab 1 dan 2 Yohanes, yaitu Rasul Yohanes. Tahun penulisan Kitab ini juga sama yaitu, sekitar tahun 90 Masehi dan ditulis dari Kota Efesus.

4. Isi Kitab: Kitab tiga Yohanes terdiri dari 1 pasal. Tujuan utama penulisan Kitab tiga

Yohanes ialah, Rasul Yohanes ingin memberi perintah kepada orang-orang Kristen, agar mau menerima dan memberi pertolongan kepada hamba-hamba Tuhan yang sedang dalam perjalanan. Dan juga Rasul Yohanes ingin memperkenalkan kepada Gayus seseorang yang bernama Demetrius.

5. Intisari Berita Tiga Yohanes

 Surat ini berkisar pada sikap orang-orang Kristen dalam hal menyambut dan membantu para hamba Tuhan dalam pelayanan. Kita didorong untuk mengikuti teladan Gayus dan bukan Diotrefes yang hanya mencari kepentingannya sendiri. Jadi tema surat ini adalah "Petunjuk Mengenai Melayani Para Hamba Tuhan."  Semua orang yang membuka pintu rumahnya untuk menyambut hamba-hamba

Tuhan, sebenarnya membuka pintu rumahnya untuk Tuhan sendiri. Orang-orang yang demikian itu adalah kawan-kawan sekerja "untuk kebenaran" (ay. 8).

 Lain perkara dengan Diotrefes (ayat 9). Dia ingin menjadi orang terkemuka. Dengan lain kata, dia mencari keuntungan diri sendiri. Dengan demikian jelas bahwa dia melawan kasih, karena kasih tidak mungkin mencari keuntungan sendiri. Doktrinnya bisa jadi benar, tetapi hatinya tidak beres. Ini berbicara soal mencari

kedudukan, ingin menjadi orang besar dan sebagainya. Firman Tuhan menentang sikap itu. Boleh dikatakan bahwa orang seperti itu hidup di luar kasih persaudaraan.

6. Ayat Mas: 3 Yohanes 1:4

7. Tugas: Dalam Kitab III Yohanes dapat dilihat tiga macam kepribadian:

Demetrius

Demetrius adalah seorang yang karena nama Tuhan Yesus, melayani berkeliling. Demetrius ini mempunyai kesaksian hidup yang baik, dan hidup dalam kebenaran. Pribadi yang pertama ini, mewakili setiap pelayan/hamba Tuhan yang berkeliling.

Gayus

Gayus adalah seorang anggota jemaat yang membuka pintu/rumahnya untuk memberi pertolongan kepada hamba-hamba Tuhan yang singgah di desanya.

Diotrefes

Diotrefes adalah seorang yang tidak mau menolong dan menerima hamba Tuhan, karena ia terlalu mementingkan diri sendiri, dan ia mau menjadi seorang yang terkemuka. Ia adalah seorang yang sombong. Ini menandakan keadaan hatinya yang tidak memiliki kasih.

 Pendalaman

o Sebagai anak-anak Allah, siapakah dari ketiga pribadi itu yang hendak saudara teladani ?

KITAB YUDAS

Dalam dokumen Introduksi Perjanjian Baru.pdf (Halaman 114-118)

Dokumen terkait