Introduksi Perjanjian Baru.pdf

128 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

I

LATAR BELAKANG POLITIK, SOSIAL

DAN EKONOMI DUNIA PB

1. Latar Belakang Politik

a. Masa Peralihan: Masa Sesudah PL dan Sebelum PB

Masa-masa sesudah PL dan sebelum PB sering dikatakan sebagai masa-masa gelap karena Allah tidak mengirim nabi-nabi-Nya untuk berbicara kepada umat Israel. Namun demikian masa ini justru menjadi masa yang sangat penting karena sekalipun kelihatan-nya diam Allah bekerja dibalik sejarah umat manusia untuk mempersiapkan mereka menerima pelaksanaan rencana Agung-Nya.

Masa "sesudah PL dan sebelum PB" ini disebut sebagai Masa Peralihan atau Jaman Intertestamental yang berlangsung kurang lebih 400 tahun. Dalam masa ini Allah memakai 3 bangsa yang mengambil peranan utama dalam mempersiapkan masa Perjanjian Baru. Dari catatan kitab-kitab Makabe dan tulisan-tulisan Yosefus, kita mengetahui fakta-fakta berikut ini:

Bangsa Yahudi/Ibrani :

Bangsa pilihan Allah ini tidak selalu berhasil dalam mentaati dan mengemban tugasnya sebagai umat pilihan Allah, sehingga Allah sering harus menghukum mereka dengan membuang mereka menjadi tawanan bangsa-bangsa lain. Namun justru dengan cara itu Allah menggunakannya untuk maksud baik-Nya. Pada waktu bangsa Israel dibuang ke tanah Babilonia, mereka tercerai berai ke seluruh dunia. Ketika bangsa ini hidup di tengah-tengah bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, bangsa Israel disadarkan akan pentingnya mempertahankan iman, menyembah Allah yang monotheisme dan mentaati Hukum Taurat. Melalui bangsa inilah Allah menyediakan jalan yang sangat baik untuk melihara kelangsungan sejarah keselamatan yang dijanjikan-Nya bagi umat manusia.

Bangsa Yunani :

Bangsa Yunani melalui Aleksander memberikan sumbangan yang besar dalam mempersatukan seluruh dunia dalam satu bahasa, yaitu bahasa Yunani. Hal ini memberikan pengaruh yang besar, karena bahasa Yunani akhirnya dipakai menjadi bahasa internasional pada masa itu. Ini memberikan keuntungan yang sangat besar karena bahasa Yunani adalah bahasa berpikir, bahasa yang sangat dibutuhkan oleh penulis-penulis kitab-kitab PB dalam mengungkapkan istilah-istilah teologia dengan benar dan akurat.

Bangsa Romawi :

Penguasa Romawi yang menduduki tanah Israel (Palestina) menciptakan suasana yang relatif damai sehingga pembangunan jalan-jalan dan keamanan menjadi prioritas negara. Keadaan ini sangat diperlukan dalam mempersiapkan kedatangan Kristus dan juga ketika Injil disebarkan. Selain itu ada banyak kontribusi yang diberikan oleh orang-orang Romawi, baik dalam bidang hukum maupun filsafat yang sangat berguna bagi persiapan penulisan kitab-kitab PB.

(2)

b. Masa Pemerintahan Romawi

Latar belakang politik dalam dunia Perjanjian Baru adalah kekaisaran Romawi. Merrill C. Tenney dalam bukunya Survei Perjanjian Baru telah memberikan uraian terperinci tentang hal ini. Negara Romawi berdiri tahun 753 SM, yang sebelumnya hanya terdiri dari beberapa kelompok masyarakat di beberapa desa yang akhirnya merebut banyak kota dan menjadi kerajaan yang besar tahun 265 SM.

Berikut ini adalah kaisar-kaisar Romawi yang memerintah pada masa Perjanjian Baru:

1. Agustus (27 sM - 14 M). Ketika Tuhan Yesus lahir, pemerintahan sedang dipegang oleh Kaisar Agustus. Dialah yang memerintahkan sensus penduduk di Palestina.

2. Tiberius (14-37 M). Ia memerintah semasa Tuhan Yesus dewasa - mati. 3. Caligula (37-41 M). Kaisar yang menganggap dirinya dewa untuk disembah.

Banyak orang Kristen mula-mula yang mati karena melawan perintah untuk menyembah kepada kaisar.

4. Nero (54-68 M). Kaisar yang kejam dan semena-mena menganiaya orang Kristen. Paulus dan Petrus mati syahid pada masa pemerintahannya.

5. Vespasian (69-79 M). Pada masa pemerintahannya kota Yerusalem dihancurkan, termasuk bangunan Bait Allah.

6. Domitianus (81-96 M). Melakukan penindasan yang sangat kejam terhadap orang-orang Kristen. Memerintah pada masa tua Rasul Yohanes.

Palestina menjadi salah satu negara jajahan Kerajaan Romawi diperkirakan sejak tahun 63 sM. Kisah dalam PB diawali dari masa pemerintahan Herodes (37sM - 4M) yang ditunjuk oleh pemerintah Romawi sebagai raja Yahudi. Sebutan provinsi diberikan kepada daerah-daerah baru yang ditaklukkan Romawi. Untuk provinsi yang relatif damai dan setia pada Roma, pemerintahan dipimpin oleh seorang gubernur. Sedangkan wilayah yang rawan dipimpin oleh seorang wali negeri. [Lihat: Kis. 13:7; 18:12; Mat. 27:11]

Daerah-daerah jajahan (provinsi) ini biasanya mendapat kebebasan (otonomi) untuk berdiri sendiri. Kebebasan agama pun juga diberikan kepada mereka (religio licita). Penarikan pajak juga diserahkan kepada pemerintahan setempat, tetapi di bawah pengawasan Roma.

2. Latar Belakang Sosial

Di kalangan masyarakat Yahudi, para alim ulama adalah kelompok ningrat yang kaya karena merekalah yang menguasai perdagangan dan pajak di bait suci. Sedangkan kelompok mayoritas penduduk biasanya miskin. Mata pencaharian mereka antara lain, petani, peternak, nelayan dan wiraswastawan kecil lainnya.

Dalam masyarakat non-Yahudi, ada pembagian kelas masyarakat sbb.: kaum ningrat, kelas menengah, rakyat jelata, kaum budak dan penjahat.

(3)

3. Latar Belakang Ekonomi

Keadaan tanah daerah sekitar Laut Tengah masa itu cukup subur sehingga hasil pertanian menjadi sumber hasil utama. Industri belum berkembang, hanya untuk menghasilkan kebutuhan sehari-hari, misalnya bejana, kain linen, hasil keramik barang rumah tangga. Barang-barang mahal adalah hasil import negara lain.

a. Mata uang

Mata uang logam yang berlaku saat itu adalah denarius (dinar), dan uang emas aureus (pound). Satu dinar adalah upah pekerja untuk satu hari kerja (Mat. 20:2). Tetapi karena pemerintahan provinsi diijinkan mencetak uang sendiri, maka tidak heran kalau banyak beredar mata-mata uang yang berbeda (Mat. 21:12). Usaha pinjam meminjam uang juga sangat populer saat itu.

b. Arus perjalanan

Arus perjalanan sangat lancar jaman itu, karena adanya sistem jalan raya yang sangat baik. Sistem jalan raya ini menghubungkan kota Roma dengan daerah-daerah jajahan yang terbentang luas.

c. Arus perdagangan

Arus perdagangan dari dan ke luar negeri dilakukan lewat laut. Pelabuhan Aleksandria adalah salah satu pelabuhan terpenting. Banyak kapal-kapal besar berlayar dari sini. Hasil perdagangan yang banyak didatangkan adalah biji-bijian.

II

LATAR BELAKANG AGAMA DUNIA PB

1. Latar Belakang Dunia PB

Di bawah pemerintahan kaisar Augustus, kesusasteraan Romawi dibangkitkan lagi. Tulisan-tulisan mereka berupa drama-drama dan cerita-cerita mitos Yunani.

a. Ilmu Pengetahuan

Dalam hal ilmu pengetahuan sudah dikenal ilmu alam sederhana, ilmu pengobatan umum, ilmu bahasa dan pidato. Seni dan ilmu arsitektur adalah yang paling maju pesat. Banyak dibangun jembatan, saluran air, gedung-gedung kesenian dan patung-patung. Ilmu perbintangan banyak dinikmati masyarakat.

b. Hiburan

Untuk hiburan banyak dipertunjukkan pertunjukkan-pertunjukkan musik untuk menghibur kaum jelata. (tambur, kecapi, seruling dan harpa). Sedangkan hiburan untuk kaum ningrat (kaya) adalah pertarungan berdarah antara manusia dan hewan (gladiator) di arena-arena pertunjukkan.

c. Bahasa

Bahasa yang dipakai bermacam-macam: Latin, Yunani, Aramaik dan Yahudi (Ibrani), masing-masing bahasa mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan untuk tujuan yang berbeda.

(4)

e. Sistem Pendidikan

Sistem Pendidikan sudah lama dikenal, baik dikalangan masyarakat Yahudi ataupun non-Yahudi. Masyarakat Yahudi, terutama keluarga memberikan perhatian yang sangat besar dalam pendidikan terhadap generasi penerusnya. Tujuan utama adalah agar mereka memelihara budaya dan agama nenek moyang. Ketika ada di tanah Pembuangan pendidikan dilaksanakan di tempat ibadah Sinagoge.

2. Latar Belakang Agama Dunia PB a. Agama Primitif

Agama primitif orang Romawi adalah pemujaan terhadap dewa-dewi Yunani, walaupun tidak berlangsung lama, (hanya sampai abad pertama) karena rakyat tidak lagi melihat manfaatnya. Bahkan justru sebaliknya, cerita dewa-dewi itu merusak moral dan kehidupan kaum muda.

Pemujaan kepada kaisar sangat menguntungkan negara karena mendatangkan kesatuan. Tetapi di lain pihak mendatangkan penganiayaan bagi orang Kristen. Selain pemujaan-pemujaan itu ada juga pemujaan kepada agama-agama rahasia dan

alam gaib. Namun ini pun kurang memuaskan kehidupan rohani mereka.

Untuk mengatasi itu lahirlah banyak filsafat-filsafat pemikiran yang sistematis yang lebih disukai karena sanggup memuaskan intelektual yang mereka puja. Contoh aliran-aliran filsafat yang ada pada saat itu: Platonisme, Gnostisisme, Neo-platonisme, Epikurianisme, Stoicisme, Skeptisisme dll.

b. Yudaisme

Bangsa Yahudi dan agama Yudaisme adalah dua sisi mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk dunia Perjanjian Baru, karena dari sanalah kekristenan lahir. Hampir semua penulis-penulis PB adalah orang-orang Yahudi yang mempunyai latar belakang agama Yudaisme. Oleh karena itu untuk memahami tulisan-tulisan PB dengan baik akan ditentukan dari seberapa jauh kita mengerti tentang bangsa Yahudi dan agama Yahudi.

1. Latar Belakang

Untuk memahami sejarah bangsa Yahudi, kita harus kembali melihat jauh ke belakang kepada panggilan Allah terhadap Abraham. karena dari Abrahamlah bangsa "pilihan" ini berasal.

Namun demikian, agama Yudaisme sebenarnya baru dimulai pada masa "penyebaran" (diaspora) yang terjadi sejak tahun 734 SM, ketika puluhan ribu orang Yahudi dibuang keluar dari tanah kelahiran mereka. Di tanah pembuangan itulah orang-orang Yahudi yang setia kepada Taurat mulai merasakan kesulitan besar untuk tetap beribadah dan mentaati Hukum dan Taurat mereka.

Sebagian dari mereka yang dibuang ini mulai tergoda untuk mengadopsi cara-cara hidup kafir, bahkan juga agama kafir. Melihat tantangan yang besar ini mulailah orang-orang Yahudi sadar betapa berharganya kepercayaan yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Oleh karena itu mereka mulai

(5)

memikirkan tentang bagaimana mempelajari agama nenek moyang mereka yang berisi hukum Taurat itu dengan sungguh-sungguh supaya mereka tidak dicemari dengan budaya dan dunia kafir. Dari sinilah Yudaisme secara resmi lahir. Salah seorang pelopor utama gerakan ini adalah Ezra, ia mengetuai badan yang disebut sinagoge agung. Badan yang terdiri dari 120 orang ini bertugas untuk menghidupkan, memulihkan dan menggolong-golongkan kitab-kitab PL. Tapi akhirnya badan ini diganti dengan dewan sanhedrin. [Lihat: Dan. 1:5-8; 3:4-7: Ezr. 7:1-6]

2. Pusat Ibadah Yahudi di Yerusalem

Sebelum masa penyebaran/pembuangan, Bait Suci di Yerusalem (yang dibangun oleh Raja Salomon) adalah satu-satunya pusat ibadah bagi orang Yahudi. Isi ibadah mereka adalah melakukan perjalanan ke Yerusalem secara teratur dan mengadakan upacara korban sembelihan di sana. Setelah mereka dibuang ke tanah asing, mereka tidak mungkin lagi ke Bait Suci untuk beribadah, apalagi setelah Yerusalem dihancurkan (586 SM). Upaya yang mereka lakukan untuk menggantikan ibadah adalah dengan menggiatkan kembali pengajaran tentang Hukum dan Taurat sebagai pusat ibadah mereka yang baru.

Walaupun Bait Suci kemudian dibangun kembali, ada banyak orang Yahudi yang masih tinggal di tanah asing dan tidak kembali ke Palestina, bahkan ternyata lebih banyak orang Yahudi yang tinggal di luar negara mereka. Untuk memenuhi kebutuhan rohani dan ibadah mereka maka dibangunlah sinagoge-sinagoge di kota-kota di mana orang Yahudi tinggal. Sinagoge (artinya rumah ibadat orang Yahudi) tidak bisa dikatakan sebagai tiruan Bait Suci Yerusalem, karena selain ukuran yang jauh lebih kecil, juga tidak disediakan tempat untuk membakar korban. Sebagai gantinya dilakukan doa, membaca Taurat, memelihara hari Sabat, sunat dan memelihara hukum-hukum PL yang mengatur soal makanan. Inilah yang akhirnya menjadi pusat ibadah Yudaisme. [Lihat: Maz. 137: 1-5]

3. Tempat Ibadah Yahudi - Sinagoge

Sejak jaman penyebaran/pembuangan peranan sinagoge dalam melestarikan agama dan budaya Yahudi sangat besar. Di sinilah Yudaisme bertumbuh dan mengalami kedewasaan. Di setiap kota besar dimana ada kelompok orang Yahudi tinggal didirikanlah sinagoge. Akhirnya sinagoge juga menjadi balai sosial di mana penduduk Yahudi di kota itu berkumpul setiap hari minggu untuk belajar tentang tradisi dan agama Yudaisme. Kesuksesan pemakaian rumah ibadat orang Yahudi ini sangat mengesankan, sehingga pada waktu orang-orang Yahudi perantauan pulang ke tanah airnya, sistem ibadah di sinagoge ini dibawa dan tetap dipraktekkan sampai jaman Yesus dan para Rasul.

Pemimpin sinagoge disebut "kepala rumah ibadat", yang diangkat dari antara penatua berdasarkan hasil pemungutan suara. Tugasnya adalah memimpin kebaktian, menjadi penengah dalam suatu perkara dan memperkenalkan pengunjung pada jemaat. Penjaga sinagoge disebut hazzan. Tugasnya menjaga dan memelihara bangunan dan juga harta benda yang ada di sinagoge.

(6)

Dalam sinagoge ada lemari untuk menyimpan gulungan kitab Taurat, sebuah podium dengan sebuah meja untuk meletakkan Kitab Suci yang sedang dibaca, dan juga lampu dan bangku serta kursi duduk jemaat. [Lihat: Mar. 5:22; Luk. 13:14; Kis. 13:5; 14:1; 15:43, dst.]

4. Bentuk ibadah

Dalam sinagoge kebaktian dilakukan sbb.:

a). Pembacaan pengakuan iman Yahudi yang disebut shema - (Ul. 6:4,5). Diikuti dengan puji-pujian kepada Allah yang disebut berakot ("Diberkatilah....").

b). Pembacaan doa, dan juga pembacaan doa pribadi oleh jemaat (dalam hati). c). Selanjutnya adalah pembacaan Kitab Suci (kitab Taurat dan Pentateukh,

juga kitab Nabi-nabi).

d). Kemudian diikuti dengan Kotbah untuk menjelaskan bagian yang baru saja dibacakan.

e). Kebaktian diakhiri dengan berkat, yang dilakukan oleh imam. Bentuk/tata cara ibadah sinagoge ini juga diikuti oleh gereja abad pertama.

5. Aliran-aliran keagamaan dalam Yudaisme.

Walaupun semua orang Yahudi memegang hukum agama yang sama (Yudaisme) tapi dalam penafsiran dan tujuannya ada bermacam-macam aliran: a). Kaum Parisi

Berasal dari kata parash, artinya "memisahkan". Aliran yang paling berpengaruh dan banyak pengikutnya dalam masyarakat. Mereka adalah para ahli tafsir PL, yang menjunjung tinggi hukum lisan atau adat istiadat nenek moyang yang mereka taati sampai pada hal yang sekecil-kecilnya. Karena keahliannya inilah mereka disebut sebagai ahli Taurat. Kelompok inilah yang paling banyak dijumpai berselisih paham dengan Yesus. Namun demikian tidak semua orang Parisi munafik ada juga yang sungguh-sungguh. [Lihat: Mat. 23:13-15]

b). Kaum Saduki

Nama Saduki berasal dari bani Zadok (Imam Besar). Mereka berjumlah kecil tetapi sangat berpengaruh dalam pemerintahan, karena anggota mereka adalah para imam di Bait Allah di Yerusalem.

Pengajaran PL yang mereka terima hanyalah 5 kitab Pentateukh, tidak percaya pada kebangkitan dan hal-hal supranatural atau kehidupan sesudah kematian, tetapi mereka berpegang ketat hanya pada tafsiran-tafsiran harafiah Taurat. [Lihat: 2Sam. 15:24-29; Kis. 23:8]

c). Kaum Zelot

Mereka adalah kaum nasionalis fanatik yang ingin melepaskan diri dari penjajahan Romawi. Mereka percaya bahwa Allah adalah satu-satunya pemimpin mereka. Oleh karena itu mereka sering mengadakan pembrontakkan melawan pemerintah Romawi. [Lihat: Kis. 5:37; Mar. 12:14]

d). Kaum Eseni

Eseni artinya "saleh" atau "suci". Mereka ini tidak secara resmi disebut dalam kitab-kitab PB, tetapi keberadaan mereka diakui oleh tradisi sebagai

(7)

biarawan-biarawan Yahudi yang hidup membujang. Mereka juga menjalankan hidup sederhana dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama. Kelompok ini sering dihubungkan dengan penemuan-penemuan naskah Qumran, walaupun tidak ada bukti kuat.

e). Kaum Helenis

Kelompok ini disebut kaum Helenis karena mereka adalah orang-orang keturunan Yahudi tetapi telah mengadopsi kebudayaan dan bahasa Yunani dan tidak lagi mengikuti tradisi dan adat istiadat Yahudi, kecuali dalam hal iman agama mereka.

6. Hari-hari Raya Yahudi

Orang-orang Yahudi banyak merayakan hari-hari penting yang pada umumnya dihubungkan dengan perayaan keagamaan yang memiliki latar belakang erat dengan sejarah kehidupan bangsa Israel. Hari-hari Raya tsb. antara lain: Perayaan Paskah, Hari Raya Roti Tidak Beragi, Hari Raya Pentakosta, Hari Raya Tahun Baru, Hari Perdamaian, Hari Raya Pondok Daun. Lima hari raya ini diadakan berdasarkan aturan dalam Hukum Muda. Sesudah masa pembuangan mereka menambah perayaan Hari Raya Meniup Serunai, Hari Raya Purin.

III

KANON DAN KITAB-KITAB PB

1. Kanon PB

Pengumpulan naskah-naskah PB terjadi sebagai proses pimpinan Roh Kudus dalam memelihara hasil inspirasi yang dituliskan oleh para penulis Alkitab. Pengumpulan naskah-naskah PB yang akhirnya diterima sebagai kitab-kitab PB dalam Alkitab disebut sebagai Kanonisasi. Melalui beberapa peristiwa, penyeleksian penyusunan daftar kitab (kanon) itu akhirnya diterima gereja.

a. Pengertian Kanon

Kata kanon berasal dari kata Yunani kanon, artinya buluh. Karena pemakaian "buluh" dalam kehidupan sehari-hari jaman itu adalah untuk mengukur, maka kanon juga berarti sebatang tongkat/kayu pengukur atau penggaris.

Namun pada abad ke 4 Athanasius memberikan arti teologis bahwa kanon dipakai untuk menunjuk kepada Alkitab. Sehingga artinya adalah: Daftar naskah kitab-kitab dalam Alkitab-kitab yang berjumlah 66 kitab-kitab, yang telah memenuhi standard peraturan-peraturan tertentu yang diterima oleh Gereja Tuhan sebagai kitab-kitab Kanonik yang diakui diinspirasikan oleh Allah dan memiliki otoritas penuh dan mutlak terhadap iman Kristen dan perbuatannya.

b. Sejarah Kanon PB

Setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga, pengajaran Injil diteruskan oleh para Rasul Tuhan dengan otoritas penuh karena merekalah saksi-saksi mata tentang keselamatan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Tulisan-tulisan tentang pengajaran iman Kristen oleh para Rasul sangat dibutuhkan mengingat bahwa merekalah para saksi mata yang dapat memberitakan pengajaran Injil Yesus Kristus dengan jelas

(8)

dan menafsirkannya dengan tepat, sesuai dengan pimpinan Roh Kudus kepada mereka. Selama thn. 100 - 200 M, tulisan-tulisan para Rasul itu dipakai dan dikumpulkan oleh sidang-sidang jemaat dan kemudian di teruskan oleh gereja-gereja generasi berikutnya.

c. Daftar Kanon PB

Beberapa Daftar Kanon PB yang pernah berlaku dalam sejarah gereja: 1. Daftar Marcion

Daftar buku PB yang tertua disusun di Roma pada tahun 140 M oleh seorang bidat yang bernama Marcion. Menurut Marcion kitab PL harus ditolak dan juga kitab-kitab PB yang dipengaruhi oleh Yudaisme, karena menurutnya Allah PL mempunyai status yang lebih rendah dari Allah yang dinyatakan dalam diri Kristus. Itu sebabnya kanon Marcion hanya terdiri dari 2 bagian:

 Kitab Injil Lukas (Injil yang tidak dipengaruhi oleh Yudaisme)

 8 Surat Paulus (3 Surat Penggembalaan tidak dimasukkan), yaitu: 1 & 2 Korintus, Efesus (Laodikia), Filipi, Kolose, 1 & 2 Tesalonika, Filemon. 2. Daftar Muratori

Daftar lain yang lebih muda dikenal dengan sebutan "Fragmen Muratori", berasal dari Roma pada akhir abad dua. Pada daftar kanonnya dimasukkan:  Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul.

 9 Surat Paulus kepada Jemaat dan 4 kepada perorangan.

 2 Surat Yohanes, Wahyu Yohanes dan Wahyu Petrus (kitab dari apokrifa). 3. Konsili Hippo (393M) dan Konsili Kartago (397M)

Konsili gereja di Afrika Utara ini menerima daftar 27 kitab-kitab PB yang kita pakai sekarang. Penerimaan mereka didasarkan pada kesadaran akan nilai kitab-kitab itu sebagai yang diinspirasikan oleh Allah. Ditambah lagi dengan fakta bahwa kita-kitab tsb. telah umum digunakan oleh gereja-gereja saat itu.

d. Kanon Injil dan Kisah Para Rasul

Pada mulanya kitab-kitab Injil itu merupakan satu kumpulan kitab dalam bentuk tunggal, tetapi dilaporkan sebagai "Menurut Matius", "Menurut Markus" dsb. Tapi pada tahun 115 M, Ignatius mengenal lebih dari satu Injil, jadi mungkin yang dimaksud adalah kumpulan Injil-injil.

Sekitar tahun 170 M, seorang bernama Tatianus membuat Injil rangkap empat menjadi satu cerita yang bersambung, atau disebut "Harmoni Injil-injil" (Diatessaron), salah satu bentuk yang disukai banyak orang.

Walaupun ada lebih dari 4 Injil yang dikenal jaman itu (mis. Injil Barnabas dll.), tapi Ireneus berkata bahwa tidak ada Injil lain selain 4 Injil yang sudah dikenal (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Ia berkata, seperti halnya 4 arah mata angin, maka gereja juga mempunyai 4 Injil sebagai tiang penyangga gereja.

Kitab Kisah Para Rasul mendapatkan pengakuan kanonik karena penulisnya sama dengan Injil ketiga (Lukas). Kedudukan kitab ini penting dalam kanon PB karena merupakan kitab yang sentral, menjadi penghubung antara kitab-kitab Injil dan Surat-surat Kiriman.

(9)

2. Kitab-Kitab Perjanjian Baru a. Nama

Nama Perjanjian Baru berasal dari bahasa Latin Novum Testamentum. Istilah Testament atau covenant (bhs. Inggris) ini, artinya persetujuan antar dua pihak yang mengikat, lebih kuat dari hanya sekedar janji.

Bahasa Yunani dari Perjanjian Baru adalah He Kaine Diatheke, artinya pesan atau wasiat terakhir, yang melibatkan dua belah pihak dan sifatnya mengikat dan tidak dapat diubah. Oleh karena itu makna kata "Perjanjian Baru" disimpulkan sebagai perjanjian tertulis yang merupakan wujud persetujuan/kesepakatan yang baru antara Allah dan manusia melalui Kristus.

b. Isi

Isi dari Perjanjian Baru adalah penyataan rahasia janji Allah yang baru yang diwujudkan dalam catatan tentang kata-kata/pengajaran Yesus dan pada pengikut-Nya. Catatan ini terdiri dari 27 buku, yang ditulis dalam kurun waktu 45-50 tahun, ditulis oleh 8-9 orang penulis (berbangsa Yahudi kecuali Lukas). Pengelompokan isi Perjanjian Baru dapat dibagi sbb.:

1. Buku-buku yang berisi sejarah:

Kitab Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul; menceritakan tentang kehidupan dan kematian Yesus dan riwayat para pengikut-Nya setelah Yesus diangkat ke surga.

2. Buku-buku yang berisi pengajaran doktrin:

Semua surat-surat kiriman Rasul Paulus dan Rasul-rasul lain; surat-surat itu khususnya ditujukan kepada jemaat untuk mengajarkan tentang pokok-pokok iman Kristen serta pelaksanaan hidup Kristen.

3. Buku yang berisi nubuat:

Kitab Wahyu; mengungkapkan nubuatan masa kini dan masa yang akan datang melalui penglihatan dan pengalaman supranatural.

c. Susunan Kitab-kitab PB

27 Kitab yang ada dalam Alkitab PB disusun tidak berdasarkan urutan tahun ditulis, melainkan berdasarkan kronologis sejarah kisahnya dan sebagian karena sifat-sifat sastranya. Susunan tsb. adalah sbb.:

Dua puluh tuju kitab dalam Perjanjian Baru diklasifikasikan menjadi lima kelompok, yakni 5 Kitab Sejarah, 9 Surat kiriman kepada Jemaat Kristen, disusul 4 Surat Penggembalaan serta diakhiri dengan 9 Surat kiriman kepada orang-orang Kristen Ibrani. Ada pula yang mengklasifikasikannya menjadi lima, yakni dengan menempatkankan kitab Wahyu sebagai klasifikasi tersendiri.

1. Kitab Sejarah [5]

Lima kitab pertama dalam PB adalah Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, yang seluruhnya bersifat historis dan merupakan landasan bagi segenap kitab-kitab berikutnya.

(10)

2. Surat-surat Kiriman kepada Jemaat Kristen [9]

Di mana kesembilannya ditulis oleh rasul Paulus, yang ditujukan kepada “Sidang Jemaat Kristen” atau Gereja Kristen”, yaitu Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika.

3. Surat-surat Penggembalaan [4]

Kalau 9 surat di atas ditujukan kepada Jemaat Kristen, empat surat penggembalaan yang ditulis oleh rasul Paulus ini dikirimkan kepada perseorangan. Dua surat pertama ditulis kepada Timotius, salah seorang anak rohani Paulus. Surat yang ketiga dikirim kepada Titus. Sedang yang keempat ditujukan kepada Filemon, seorang pemimpin Kristen di Kolose, juga memimpin suatu Sidang Jemaat yang berhimpun di “rumahnya sendiri”. 4. Surat-surat kiriman kepada Orang-orang Kristen Ibrani [9]

Ke-9 surat itu ialah Ibrani, Yakobus, 1 dan 2 Petrus, 1,2 dan 3 Yohanes, Yudas dan Wahyu. Kitab yang disebut terakhir digolongkan sebagai “Surat”, karena sesungguhnya itu adalah surat Tuhan Yesus (walau dinyatakan dengan perantaraan Yohanes).

Kitab Ibrani ditujukan kepada orang-orang Ibrani. Begitupun dengan Kitab Yakobus “Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan” (Yak. 1:1). Sedangkan Surat Petrus, dialamatkan kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia” (1 Pet. 1:1), di mana ini dimaksudkan orang-orang Ibrani dalam perserakan.

Sementara Surat Yohanes yang pertama, tidak mengetengahkan kata-kata pengantar. Tetapi dua surat berikutnya, yang pendek itu dialamatkan kepada perorangan Yahudi. Hal ini nampak dalam 3 Yohanes 7: “Sebab karena namaNya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah.” Ucapan seperti ini hanya bisa dapat diucapkan antara esame Yahudi.

5. Kitab Nubuat

Sedang Kitab Wahyu, merupakan wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikatNya Ia telah menyatakannya kepada hambaNya Yohanes. (1:1-2)

d. Keserasian Kitab-kitab PB

Hubungan antara kitab yang satu dengan yang lainnya menunjukkan saling melengkapi dan adanya keserasian.

Mengenai urutan letak 27 kitab dalam Perjanjian Baru, T.D. Bernard menegaskan bahwa “urutan tersebut dengan sesungguhnya memperlihatkan suatu perkembangan buah pikiran dan doktrin-doktrin yang tahap demi tahap kian diperkembangkan, maka masing-masing kitab ini adalah yang ditempatkan pada tempatnya yang sewajarnya, berdasarkan jenis hubungan yang tertinggi yang bisa terdapat antara kitab-kitab itu satu sama lain.”

Urutan itu mempunyai keserasian yang hakiki, dan jelas dikehendaki oleh suatu kuasa yang lebih tinggi daripada kuasa akali manusia. Matius ditempatkan pada urutan pertama, selanjutnya disusul dengan tiga Injil berikutnya yaitu Markus,

(11)

Lukas dan Yohanes. Ketiga Injil pertama memperkenalkan kepada segi-segi lahiriah dari manifestasi ilahi serta mendidik kita untuk menerima mahkota penyataannya dalam Yohanes, yang mengungkap rahasia dan kemuliaan yang batiniah.

Matius ditempatkan pertama sekali, yaitu pada permulaan PB, karena Matius menghubungkan kedua Perjanjian (PL dan PB), dan menunjukkan penggenapan dari nubuatan-nubuatan PL, dan persiapan bagi kedatangan Kristus, seperti yang berulang kali didengungkan Matius “Supaya genaplah yang difirmankan Tuhan.” Matius menjalin pemberitaannya dalam keseluruhan sejarah bangsa Yahudi, karena secara jasmani Yesus adalah keturunan bangsa tersebut.

Injil Markus bergerak meninggalkan penyesuaian Injil kepada alam keyahudian seperti yang dilakukan Matius. Injilnya pertama ditujukan kepada orang Roma bukan Ibrani. Injilnya diserasikan dengan orang-orang Roma yang telah bertobat. Markus tidak menyebut silsilah Tuhan Yesus selaku keturunan Raja Daud dan Abraham. Hanya 2 kali terdapat ucapan “supaya genaplah yang difirmankan”, sementara Matius menyebutnya 11 kali. Tuhan Yesus dilihat bukan terutama untuk menggenapi apa yang lalu, melainkan untuk berkuasa atas yang sekarang. Tuhan Yesus adalah Pembuat mujizat yang berkuasa terhadap alam yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Markus adalah Injil Perbuatan.

Tidak seperti dua Injil pertama, Injil Lukas memulai dengan mukadimah dan mengalamatkannya kepada seorang bukan Yahudi yang telah bertobat. Dalam Injil ketiga inilah Yesus diperkenalkan sebagai Anak Manusia, di mana eksistensinya sebagai Juruselamat yang diperuntukkan bagi suluruh bangsa.

Keselarasan-keselarasan lainya begitu nampak jelas dalam hal berikut.

 Perkembangan lahirian dari Matius, melalui Markus sampai kepada Lukas berbarengan dengan perbedaan rasial dari ketiganya. Matius, disebut juga “Lewi, anak Alpius”, adalah seorang Yahudi, dan keluarga dekat Tuhan Yesus. Markus, disebut juga Yohanes (Kis. 12:2), adalah peranakan campuran (Yahudi + non-Yahudi), mungkin karena itulah nama Ibraninya Yohanes dan Markus (Yunani). Lukas adalah orang bukan Yahudi.

 “Perkembangan” lahiriah daripada Injil ini, dari Matius (orang Yahudi), melalui Markus (peranakan Yahudi + Non) sampai kepada Lukas (orang non-Yahudi), selaras dengan perluasan Injil diberitakan sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul (1:8).

Keterkaitan bukan saja terbatas pada ketiga injil pertama, tetapi juga berlanjut pada Injil keempat, yakni Yohanes. Kalau Kristus yang historis itu diberitakan dalam 3 tahap perkembangan, yaitu dari pangkal permulaannya yang bersifat keyahudian sampai kepada penyesuaiannya bagi orang-orang bukan Yahudi, maka puncak penyempurnaan penyuguhan ketiga Injil sinoptis itu ialah Injil Yohanes. Kebenaran yang tadinya disimpulkan dari Injil sinoptis itu sekarang secara langsung diproklamirkan dalam Injil Yohanes: Yesus yang historis itu adalah anak Allah yang kekal, Juruselamat dunia; Dia bukan saja mengajarkan kebenaran, tetapi Ia sendirilah kebenaran itu. Ia bukan saja yang menunjukkan jalan kepada kehidupan, tetapi dia sendirilah jalan kehidupan itu.

(12)

Kisah Para Rasul ditempatkan menyusul setelah Injil, sebab kita perlu melihat fakta-fakta lahiriah yang sekarang telah lengkap dari kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus dalam artinya yang pertama bagi orang-orang Yahudi. Begitupun Kisah Para Rasul harus mendahului Surat-surat kepada Jemaat Kristen, karena dengan demikian kita dipersiapkan untuk melihat fakta-fakta Kristus dalam artinya yang penuh bagi Gereja.

Penempatan urutan seperti yang kita lihat sekarang sungguh menampakkan suatu keserasian yang luar biasa. Hal ini bukan saja nampak pada keempat Injil tersebut di atas. Tetapi keserasian mana juga nampak begitu indahnya dalam kitab-kitab yang ditempatkan berikutnya, yakni Surat-surat Kiriman. Coba kita perhatikan keserasian itu dalam hal berikut:

1. Ada tiga perkataan dalam mana arti kehidupan Kristen, setidaknya ditinjau dari segi kemanusiaannya, yaitu: iman, pengharapn dan kasih, seperti yang tertulis dalam 1 Kor. 13:13. Ketiga penulis surat kiriman PB ialah Paulus, Petrus dan Yohanes; dan ketiganya berbicara tentang iman, pengharapan dan kasih, namun masing-masing mereka mempunyai penekanan tersendiri. Pertama-tama datang Paulus, yang secara kentara merupakan rasul iman. Kemudian datang Petrus, rasul pengharapan, dan akhirnya Yohanes, rasul kasih.

2. Bila kita simak dengan seksama dalam ke-9 surat kiriman kepada Jemaat Kristen, menunjukkan suatu urutan perkembangan rohani yang serasi; yaitu: 4 surat pertama (Rom, 1 dan 2 Kor., Gal.) menitikberatkan Salib; 3 surat berikutnya (Ef., Fil.dan Kol.) menitikberatkan Jemaat; dan 2 surat terakhir (1 dan 2 Tes.) menitikberatkan Kedatangan Kristus yang kedua kali.

3. Selannjutnya kalau kita perhatikan lihat ke-9 surat berikutnya, yang dikirimkan kepada orang-orang Kristen Ibrani, kita menyaksikan betapa keseimbangan rohani itu terpelihara pada setiap perkembangannya. Dua surat pertama (Ibr., Yak.) meletakkan penekanan pada iman dan perbuatan; 2 surat berikutnya (1 dan 2 Pet.) meletakkan tekanan pada pengharapan dan pertumbuhan; 4 surat berikutnya (1, 2 dan 3 Yoh, Yudas) menekankan pada kasih dan pergumulan; dan yang terakhir (Why) pada kemenangan dn warisan.

4. Keserasian hubungan itu pula terlihat jelas diantara surat-surat kiriman itu sendiri, yakni antara ke-9 surat kiriman kepada Jemaat Kristen (Rom., Kor., Gal., Ef., Fil., Tes. dan Kol.)*; ke-4 surat Penggembalaan (Tim., Tit. dan Filemon) dan ke-9 surat yang dikirmkan kepada orang-orang Kristen Ibrani (Ibr., Yak.., Pet., ketiga Yoh.dan Why.)$, sebagai berikut:

a. Sama-sama dimulai dengan uraian mengenai “doktrin-doktrin”

 Dalam surat pertama dari 9 surat kiriman*, yakni Roma: kepada

orang-orang Roma menyatakan kepada kita bahwa penyelamatan oleh Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan.

 Dalam surat pertama dari 9 surat kiriman$

, yakni Ibrani: kepada

orang-orang Ibrani menyatakan kepada kita bahw penyelamatan oleh Tuiha Yesus adalah jalan yang terbaik.

 Ada Juruselamat yang “terlebih baik” yaitu Yesus dan persembahan korban yang lebih baik, yaitu Golgota, dan suatu azas yang “terlebih baik” yaitu iman.

(13)

b. Sama-sama diakhiri dengan menyingkapkan tentang “Kedatangan Kristus Kedua Kali (KKKK) dan nubuatan yang pasti akan digenapi”, yaitu dalam (*: Tesalonika) dan dala ($: Wahyu).

c. Pada akhir kelompok yang satu dalam 1 dan 2 Tesalonika diberitakan tentang KKKK, istimewa dalam hubugannya dengan Gereja. Pada akhir kelompok yang lain dalam Wahyu diberitakan tentang KKKK dalam hubungannya dengan Israel dan bangsa-bangsa di dunia.

e. Periode PB

Penempatan susunan kitab-kitab dalam Alkitab tidaklah sesuai dengan urutan usia penulisannya, tetapi kronologi peristiwanya. Untuk memudahkan penyelidikan, masa dalam PB dapat dibagi menjadi 3 periode waktu:

1. Periode Kelahiran (5 sM - 30 M)

Masa kehidupan Yesus diuraikan dalam kitab-kitab Injil. 2. Periode Perkembangan (30 M - 60 M)

Masa perkembangan karya kerasulan, khususnya pelayanan Rasul Paulus kepada jemaat non-Yahudi.

3. Periode Pemantapan (60 M - 100)

Masa ini (60-100M) tidak banyak diketahui, tapi yang jelas banyak tulisan-tulisan para Rasul dan juga kitab Injil yang baru beredar pada tahun-tahun ini.

(14)

MATIUS

Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

1. Penulis

Meskipun tidak dijelaskan secara langsung siapa penulisnya, namun tidak ada sesuatu yang meragukan bahwa penulisnya adalah Matius (nama Yunaninya), yang kadang-kadang disebut Lewi (nama Ibraninya), anak Alpius, pemungut cukai, salah satu dari keduabelas murid Yesus (Mat. 9:9).

Beperapa tokoh sejarah gereja berikut ini mengakui pula bahwa penulis Injil Matius adalah Matius sendiri. Papias, uskup Hierapolis, menulis pada tahun 130 bahwa “Matius telah mencatat pengajaran-pengajaran Yesus”. Hal serupa disinggung pula oleh seorang ahli sejarah pada abad ke-3-4, yakni Eusebius. Menurut Ireneus (+ 185 T.M.) menyatakan bahwa “pengajaran-pengajaran” itu adalah Injil Matius.

2. Waktu

Banyak ahli teologia berpendapat bahwa Injil Matius ditulis antara tahun 60-65. sedangkan dari mana Injil itu ditulis juga tidak dapat dipastikan. Kita ini banyak dipakai oleh jemat di Siria, di mana kebanyakan anggotanya aalah orang Yahudi. Jemaat paling tua dan yang paling mempunyai pengaruh terhadap yang lain di daerah itu adalah jemaat di Antiokia. Karena itulah banyak yang berpendapat bahwa Injil Matius ditulis di Antiokia.

3. Penerima

Dalam Injil Matius sering mengutip dan menyinggung Perjanjian Lama tanpa penjelasan apapun. Ini hanya mungkin untuk orang-orang Yahudi yang sudah mengenal PL. (Bdg. Mat. 4:12-16.).

4. Isi Kitab: Injil Matius terdiri dari 28 pasal. Menyatakan bahwa Yesus orang Nazaret sungguhlah Mesias (Juruselamat), Raja yang dijanjikan, sebagai penggenapan nubuatan para nabi dalam Kitab Perjanjian Lama. Kalimat pertama yang dikatakan oleh penulis: “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, Anak Abraham” (Mat. 1:1).

 Kelahirannya disambut oleh para raja (Orang majus) (Matius 2:1-12), selanjutnya mereka mempersembahkan kepadaNya. How are you ?. Herodes (raja) pun sirik padaNya (Mat. 2:1-18).

 Injil ini dimulai dengan silsilah (layaknya keturunan raja), dan diakhiri dengan pernyataan layaknya seorang raja: “kepadaKu telah diberikan segala kuasa...”(Mat. 1:1; 28:18).

 Tidak kurang dari tiga puluh kali disebut “kerajaan surga” dalam Injil Matius. Lima kali Yesus berbicara mengenai “Kerajaan Allah” (6:33; 12:28; 19:24; 21:31, 43). Tuhan Yesus menegaskan bahwa kerajaan-Nya akan memiliki wujud lahirian pada akhir zaman (8:11; 13:40-43). Ia juga menandaskan bahwa secara rohani kerajaan-Nya sudah ada sejak sekarang (4:17; 12:28).

Yesus berbicara mengenai suatu kerajaan.

 Dia menjelaskan apa sebenarnya Kerajaan Allah itu: bukan suatu tempat, tetapi Allah secara aktif memerintah dunia ini. Mat 9:35

(15)

 Dia memberitahukan persyaratan revolusioner untuk dapat masuk ke dalamnya. Mat 5:3,10,20; 7:21; 19:14,23,24

 Kerajaan-Nya sudah hadir saat ini. Mat 12:28

 Kerajaan-Nya yang sempurna masih akan datang. Mat 16:28

 Pertumbuhan Kerajaan-Nya itu pasti, walaupun tersembunyi. Mat 3:1-23  Kerajaan Allah layak mendapat prioritas utama manusia. Mat 6:33; 13:44-46 5. Isi Global

a. Pasal 1-4 (Mat 1:1-4:1).

Raja (Juruselamat) yang dinantikan sudah datang. Bagian ini memaparkan keturunan Yesus, dari Abraham, Ishak dan Yakub, dengan maksud untuk menunjukkan, bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat (Raja) yang diutus Allah sebagai penggenap nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama.

b. Pasal 4-25 (Mat 4:12-25:46 ).

Raja (Juruselamat) itu memberikan ajaran ajaran. Bagian ini berisikan ajaran-ajaran dasar yang menjadi ciri hidup kerajaan-Nya. Dan juga Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas alam semesta, atas penyakit-penyakit melalui mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya.

 Pasal 5:1-12, siapa yang berbahagia ?

 Pasal 6 dan 7 terkait dengan hal praktis baik terhadap diri sendiri dan orang lain.

 Raja itu melakukan 20 mujizat (lihat pasal 8, 9, 12, 14, 15, 17, 20, 21).

 Pasal 11:25-30

√ Pendalaman

o Buka dan bacalah Mat 11:25-30. Apakah yang akan saudara dapati, kalau mau datang pada Yesus Sang Raja ?

o Buka dan bacalah Mat 16:24. Apakah yang menjadi syarat bagi pengikut Yesus ?

o Buka dan bacalah Mat 24:24-25. Tuhan Yesus menyatakan, bahwa setelah Ia kembali ke sorga, akan datang Juruselamat yang palsu, karena hanya Yesuslah Juruselamat yang asli. Saudara mau yang mana, yang asli atau yang palsu ?

c. Pasal 26-27 (Mat 26:1-27:66).

Raja (Juruselamat) mengorbankan dirinya untuk keselamatan umat-Nya

√ Pemahaman

o Buka dan bacalah Mat 26:26-28. Bagian ini menjelaskan, sebelum Raja itu mengorbankan diri-Nya, Ia terlebih dahulu mengajak murid-murid-Nya untuk mengadakan perjamuan suci. Hal ini merupakan lambang daripada pengorbanan-Nya di kayu salib. Dan Ia mengamanatkan agar perjamuan yang serupa dilakukan oleh murid-murid-Nya, setelah kenaikan-Nya kesorga. Perjamuan ini disebut Perjamuan Kudus. Ini berarti setiap orang yang percaya pada Yesus, harus mengikuti upacara Perjamuan Kudus tersebut. Apakah arti Perjamuan Kudus ?

o Buka dan bacalah Mat 27:54. Apakah pengakuan dari komandan prajurit Roma tentang Yesus ? Bagaimanakah pendapat saudara, siapakah Yesus ?

(16)

d. Pasal 28 (Mat 28:1-20).

Raja (Juruselamat) itu memperlihatkan kemenangannya atas segala kuasa di dunia dan di sorga. Bagian ini menjelaskan, bagaimana Raja yang mengorbankan diri-Nya itu berkuasa atas segala kuasa kematian karena Dialah yang mempunyai segala kuasa baik di sorga maupun di dunia.

6. Garis Besar

[1] Kedatangan Mesias Mat 1:1-4:25

Mat 1:1-17 Silsilah keluarga Yesus Mat 1:18-25 Kelahiran Yesus

Mat 2:1-23 Kunjungan orang Majus Mat 3:1-17 Pelayanan Yohanes Pembaptis Mat 4:1-11 Pencobaan terhadap Yesus Mat 4:12-25 Yesus mulai berkhotbah [2] Khotbah Di Bukit Mat 5:1-7:29

Mat 5:1-12 Ucapan bahagia Mat 5:13-16 Garam dan terang

Mat 5:17-48 Sikap Yesus terhadap hukum Taurat

Mat 6:1-7:29 Yesus mendorong kehidupan agama yang benar [3] Khotbah Tentang Kerajaan Surga Mat 8:1-9:38

Mat 8:1-17 Yesus berkhotbah melalui penyembuhan Mat 8:18-22 Yesus berbicara tentang kemuridan Mat 8:23-9:8 Yesus memperlihatkan kuasa-Nya Mat 9:9-13 Yesus memanggil Matius

Mat 9:14-17 Yesus berbicara tentang puasa Mat 9:18-38 Yesus menyembuhkan lagi [4] Misi Dari Dua Belas Rasul Mat 10:1-42

Mat 10:1-15 Tugas mereka Mat 10:16-42 Masa depan mereka [5] Tanggapan Orang Banyak Mat 11:1-12:50

Mat 11:1-19 Pertanyaan-pertanyaan Yohanes Mat 11:20-30 Ketidakacuhan orang banyak Mat 12:1-50 Pertentangan dari orang Farisi

[6] Perumpamaan-Perumpamaan Tentang Kerajaan Surga Mat 13:1-58 [7] Penyataan Tuhan Yesus Mat 14:1-17:27

Mat 14:1-12 Kematian Yohanes Pembaptis Mat 14:13-36 Tuhan atas semesta alam Mat 15:1-20 Sikap Yesus terhadap tradisi Mat 15:21-16:4 Mukjizat dibuat dan dijelaskan

Mat 16:5-12 Peringatan terhadap para pemimpin agama Mat 16:13-28 Pengakuan Petrus

Mat 17:1-13 Yesus dimuliakan

Mat 17:14-27 Kembali ke dunia yang berdosa [8] Gaya Hidup Gereja Mat 18:1-35

[9] Jalan Menuju Salib Mat 19:1-20:34

Mat 19:1-12 Ajaran yang Yesus berikan Mat 19:13-30 Orang yang Yesus temui

(17)

Mat 20:17-28 Penderitaan yang Yesus nubuatkan Mat 20:29-34 Penyembuhan yang Yesus lakukan [10] Saat Di Yerusalem Mat 21:1-23:39

Mat 21:1-11 Masuk kota dengan penuh kemenangan Mat 21:12-27 Di Bait Allah

Mat 21:28-22:46 Perumpamaan dan pertanyaan Mat 23:1-39 Kecaman Yesus

[11] Keadaan Masa Depan Mat 24:1-25:46 [12] Puncak Misi Kristus Mat 26:1-28:20

Mat 26:1-35 Peristiwa-peristiwa sebelum Getsemani Mat 26:36-27:31 Penangkapan dan penghakiman atas Kristus Mat 27:32-66 Penyaliban

Mat 28:1-20 Kebangkitan dan sesudah itu 7. Ayat Mas: Matius 28:18-20.

8. Tugas: daftarkan semua mujizat dalam kitab ini dan tulislah dalam satu kalimat tentang apa yang dinyatakan mengenai Yesus dalam tiap-tiap mujizat.

9. More Info: Terdapat hal yang menarik perlu kita perhatikan pula bahwasannya dalam pelayanan Tuhan di Galelia (4:12-18:3), yakni “3 sepuluh”:

a. Amanat yang Sepuluh Berganda (5-8) 1) “Ucapan Bahagia” (5:3-16)

Siapa yang akan menjadi warga Kerajaan Sorga. 2) Pola-pola Kesulilaan (5:17-48)

Atau, Kristus lawan “Kamu telah mendengar…” 3) Motif-motif Agama (6:1-18)

Sedekah (ay 1), doa (ay 5), puasa (16) 4) Mementingkan Materi (6:19-24) Atau, keduniawian lawan ibadat 5) Kuatirkan Nyawa (6:25-34)

Atau, kecemasan lawan ketawakalan kepada Tuhan 6) Kaidah Sosial (7:1-6)

Tuduhan (ay 1) dan supaya berhati-hati (ay 6) 7) Penghiburan (7:7-11)

Doa dapat mendatangkan banyak berkat 8) Ayat Ringkasan (7:12)

Hidup yang menggenapi perintah Alkitab

9) Pemilihan Antara Dua Macam Kehidupan (7:13-14) Dua jalan: lebar dan sempit

(18)

b. Sepuluh Macam Mujizat (8-10)

1) Pentahiran seorang penderita kusta (8:1-10)

2) Penyembuhan budak kepala pasukan dari sakit lumpuh (8:5-13) 3) Penyembuhan mertua Petrus dari sakit demam (8:14-15) 4) Meneduhkan angina rebut (8:23-27)

5) Penyembuhan dua orang Gadara yang kerasukan setan (8:28-34) 6) Penyembuhan seorang lumpuh (9:1-8)

7) Penyembuhan seorang perempuan sakit pendaraan (9:18-22) 8) Menghidupkan putrid kepala rumah ibadat (9:23-26)

9) Penyembuhan dua orang buta (9:27-31)

10) Penyembuhan orang kelu yang dirasuk setan (9:32-34) c. Sepuluh Macam Reaksi (11-18)

PIHAK REAKSINYA

1) Yohanes Pembaptis belum yakin (11:3) 2) “Angkatan ini” tidak menerima (11:17) 3) Kota-kota Galilea tidak bertobat (11:20)

4) Farisi tidak mau mengerti (12:10, 14, 24) 5) Orang banyak tidak melihat ((13:13-15)

6) Orang-orang Nasaret tidak percaya (13:58) 7) Raja Herodes tidak cerdas (14:2)

8) Ahli Taurat dari Yerusalem tidak suka berdamai (15:2,12)

9) Farisi dan Saduki tak merasa kasihan, suka cari kesalahan (16:6) 10)Murid-murid mengakui dengan sukacita (16:6)

(19)

MARKUS

Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1. Penulis

Nama penulis tidak disebut dalam Injilnya, baik langsung maupun tidak langsung. Tetapi tradisi gereja mula-mula menegaskan dengan suara bulat bahwa penulis Injil Markus adalah Markus yang disebut dalam Kis. 12:12. Dia adalah murid Petrus (1 Pet. 5:13). Dalam ayat ini disebut bahwa Markus adalah “anak Petrus”. Ada kemungkinan bahwa artinya ia bertobat oleh pelayanan Petrus (1 Tim. 1:1-2). Sementara dalam Kol. 4:10 dicatat bahwa Markus adalah kemenakan Barnabas. Hal itu merupakan salah satu sebab mengapa Markus diikutsertakan dalam perjalanan missi pertama bersama-sama Paulus dan Barnabas (Kis. 13:5). Rupanya Markus dibesarkan dalam keluarga Kristen yang cukup rohani. Dikatakan dalam Kis. 12:12 bahwa banyak orang berkumpul di rumahnya dan berdoa.

Kesaksian yang paling jelas dari para tokoh gereja mula-mula terdapat dalam tulisan Papias sebagai berikut:

“Markus – jurubahasa Petrus – mencatat dengan teliti, walaupun dia tidak memperhatikan urutan peristiwa-peristiwa itu. Dia menulis sesuai dengan ingatannya karena dia tidak pernah mendengar Yesus atau bertemu dengan dia. Tetapi ia dididik dibawah pimpinan Petrus. Oleh karena itu benar semua yang ditulis oleh Markus. Segala sesuatu ditulis dengan teliti, dan dia berusaha untuk tidak melupakan sedikitpun dari apa yang didengarnya.”

Klemen dari Aleksandria (mati tahun 220) mengatakan bahwa Injil Markus ditulis oleh Markus atas dorongan dan keinginan para pendengar Petrus di kota Roma.

2. Siapakah Yohanes Markus?

a. Dia adalah kemenakan Barnabas (Kol 4:10).

b. Dia tinggal di Yerusalem bersama ibunya, Maria (Kis 12:12). Jemaat berkumpul di rumahnya.

c. Dia pergi bersama Paulus dan kemenakannya pada perjalanan misi yang pertama (Kis 13:5).

d. Markus meninggalkan teman-temannya setelah beberapa waktu berada di Siprus (tanah kelahiran Barnabas, Kis 4:36), mungkin karena ia tidak setuju atas tindakan Paulus yang mengambil alih pimpinan.

e. Dia kembali ke Yerusalem (Kis 13:13).

f. Di Yerusalem ia memperoleh banyak kesempatan untuk berbicara dengan Petrus. g. Kemungkinan besar Petruslah yang membuat Markus percaya kepada Yesus;

Petrus menyebutnya 'Markus anakku', dalam 1Petrus 5:13.

h. Secara umum diakui bahwa Markus menulis kabar baik tentang Yesus sesuai dengan apa yang didengarnya dari Petrus.

i. Ada yang berpendapat bahwa Markus adalah anak muda yang disebut-sebut dalam Markus 14:51, 52, tetapi hal ini tidak dapat dibuktikan.

3. Waktu Penulisan.

Injil Markus mungkin merupakan Injil yang paling awal ditulis, yaitu antara tahun 65 dan 70 M, sebelum Bait Allah di Yerusalem dihancurkan. Sekitar tahun 50 Masehi. Tampaknya baik Matius maupun Lukas telah memakai Injil Markus untuk penulisan Injil mereka.

(20)

4. Alamat

Markus mengalamatkan Injilnya kepada orang bukan Yahudi yang berbahasa Latin. Ada beberapa sebab:

a. Adat-istiadat Yahudi dan pemakaiannya dijelaskan (Mrk. 7:2 dan seterusnya, 14:12) sebabnya adalah para pembaca tidak tahu tentang adap istiadat orang Yahudi.

b. Kata-kata Ibtani/Arami selalu diterjemahkan (7:34).

c. Dia sering memakai istilah-istikah Latin, atau menterjemahkan istilah Yunani ke dalam bahasa Latin. Ia memakai istilah Latin untuk menjelaskan tentang tempat kemana Tuhan Yesus dibawa setelah Dia ditangkap, yaitu istilah “istana” (15:16). d. Satu-satunya kitab Injil yang menyebut Rufus dan Aleksander, anak-anak Simon,

orang Kirene, adalah Injil Markus. Ini berarti bahwa baik Markus sendiri maupun para pembaca sudah mengenal kedua orang ini. Rufus ini juga disebut dalam Roma 16:13 sebagai orang Roma.

5. Isi Kitab: Injil Markus terdiri dari 16 pasal. Injil Markus menunjukkan bagaimana Yesus Kristus, sebagai hamba yang setia, sibuk dengan pelayanan-Nya. Dalam Injil ini Tuhan Yesus dilukiskan sebagai hamba yang setia.

6. Ciri-ciri berikut yang kita jumpai dalam Injil Markus

Kelahiran Yesus tidak deceritakan

Tidak seperti dalam kitab Injil lainnya, Markus tidak menceritakan tentang kelahiran Tuhan Yesus, tetapi langsung menceritakan pelayananNya di Galilea. Sebabnya ialah karena ia menekankan ke-Hamba-an Tuhan Yesus. Pernahkah orang menceritakan silsilah seorang hamba? Sesungguhnya hal seperti ini tidak pernah dilakukan oleh bangsa Yahudi terhadap seorang hamba.

Khotbah dipersingkat

Bila dibandingkan dari segi pasal-pasalnya antara Injil Matius dan Injil Markus maka perbandingannya adalah 28:16. tetapi bila diperhatikan dari segi perbuatan Yesus dalam Injil Markus nyata jauh lebih panjang disbanding Injil Matius. Apakah hal ini bukan suatu kebetulan saja? Ataukah memang disengaja sebagai bukti bahwa seorang hamba harus lebih banyak bekerja daripada berbicara?

Teguran-teguran tidak diceritakan

Kalau kita simak dalam Injil Matius dan Lukas tercatat adanya teguran-teguran dari Tuhan Yesus. Sebagai berikut:

a. Teguran terhadap kota-kota Galiela yang tidak mau bertobat (Mat. 11) b. Kecaman terhadap ahli Taurat dan orang Farisi (Mat. 23; L:uk. 11)

c. Penyerahan Yerusalem kepada hukuman karena menolak Kristus (Mat. 23; Luk. 13). Tetapi tidak dalam Injil Markus. Mengapa demikian? Bukankah hal itu ingin menyesuaikan cerita itu dengan ke-hamba-an Tuhan Yeus? Bukankah teguran-teguran itu lebih sesuai diberikan oleh seorang yang besar kuasanya seperti raja, daripada seorang hamba?

Pengurangan-pengurangan yang kecil

Dalam hal ini mari kita perbandingkan dengan kedua Injil sinoptis lainnya, yakni khususnya adanya pengurangan oleh Markus. Misalnya sebagai berikut:

o Lukas 21:15 bandingkan dangan Mark. 13:11

(21)

o Mengapa? Jelas Markus melukiskan Yesus sebagai hamba, jadi sebagai seorang hamba maka kuasa Yesus tidak ia tonjolkan.

Penambahan-penambahan tertentu

o Dalam Mat. 18:5 tertulis: “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia ia menyambut Aku.” Dalam Markus perkataan Yesus itu ada lanjutannya: “Barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku” (9:37). Mengapa demikian? Karena yang berkata demikian adalah hamba yakni “utusan”.

o Demikian juga halnya dengan nubuatan Zaitun: “Tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikai-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja” (Mark. 13:32). Perkataan Tuhan Yesus yang berbunyi: “Anak pun tidak”, hanya Marakus yang menceritakan. Mengapa demikian? Karena Markus melukiskan kata-kata itu diucapkan oleh seorang Hamba. Bahkan Ia sendiri pernah berkata” Hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya” (Yoh. 15:15).

o Hanya Markus yang menaruh perhatian kepada tangan Tuhan Yesus. Perhatikan dalam ayat-ayat sebagai berikut:

 1:31 Tuhan Yesus memegang…

 8:23 Tuhan Yesus memegang… lalu Ia meletakkan tanganNya…  9:27 Tuhan Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkan…  7:33 Ketika menyembuhkan orang tuli yang gagap Tuhan Yesus

memasukkan jariNya ke telinga…

Bahwasannya tangan Tuhan Yesus itu berulang-ulang disebut oleh Markus tidak dapat dianggap kebetulan saja. Itulah yang paling tepat menitikberatkan pelukisan Tuhan Yesus sebagai hamba; merupakan pengabdian seorang hamba.

Ciri khas lainnya

Betapa Tuhan Yesus tidak mau menonjolkan diriNya. Perhatikan ayat-ayat berikut: 7:24, 33; 8:23; juga 1:35; 6:31,32.

Markus lebih banyak menceritakan mengenai pandangan dan perasaanNya. 3:5; 5:32; 6:6a; 7:34; 8: 12, 33; 10:14.

Kata yang khas dalam Injil Markus

Kata yang merupakan ciri khas Injil Markus adalah eutheos yang diterjemahkan dengan segera atau segera sesudah dan sebagainya. Kata itu menandai berulang kali perbuatan-perbuatanNya. Sekaligus melukiskan kesibukan dan kegiatan bekerja dari Tuhan Yesus. Mari kita simak ayat ayat: 1:21; 28.

Kata eutheos terdapat 8 kali dala pasal 1 dan 32 kali dalam seluruh Kitab Markus, sementara dalam Injil Matius hanya tuju kali. Kata itu tepat dikenakan kepada seorang hamba, yakni giat, cepat, tidak mengenal lelah dan senantiasa bersedia menolong orang lain. (1:12,18,20,21,30,43; 2:8,12; 3:6; 4:5,16,17,29; 6:27,45,50,54; 7:25; 8:10; 9:20,24; 10:50; 11:2,3; 14:45)

Bukan hanya diawali, tetapi Markus pun mengakhiri pernyataannya bahwa Hamba Allah itu tetap bekerja: “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian... dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” (16:19-20).

(22)

7. Isi Global

a. Pasal 1-10 (Mr 1:1-10:52).. Hamba yang setia ini melaksanakan tugas pelayanannya.

 Pendalaman

o Bacalah Mr 1:35. Nats ini menceritakan bagaimana Hamba itu memulai pelayanan/tugas-Nya dengan berdoa. Hal ini juga mengajarkan agar setiap orang percaya selalu memulaitugas dan pekerjaannya dengan memohon pimpinan Tuhan atau berdoa. Apakah saudara sering berdoa/sudahkah anda berdoa ?

o Bacalah Mr 10:45. Nats ini menyatakan bahwa Hamba itu datang bukanlah untuk dilayani, tetapi untuk melayani dengan menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan dosa manusia. Hal ini mengajarkan kepada setiap orang Kristen untuk memberikan pelayanan kepada Allah, yaitu dengan memberitakan Injil dan melayani di dalam gereja.

b. Pasal 11-15 (Mr 11:1-15:47). Hamba yang setia memberikan dirinya mengalami penderitaan dan kematian dalam melaksanakan tugasnya. Nats ini menjelaskan bagaimana Hamba itu melayani dengan penuh kesetiaan, walaupun harus mengalami penderitaan bahkan sampai kematian.

√ Pendalaman

o Bacalah Mr 14:32-41. (Khususnya ayat 36). Ayat ini menceritakan bagaimana Hamba yang setia itu berdoa dan memohonkan keinginan-Nya, tetapi akhirnya Ia mengatakan agar kehendak yang mengutus-Nya saja yang jadi. Ini mengajarkan kepada setiap orang yang percaya, agar dalam doanya selalu meminta kehendak Allah saja yang jadi.

Bagaimanakah doa saudara kepada Allah ?

o Tuhan Yesus setia melayani kehendak Bapa, bahkan sampai mati di kayu salib dan bangkit dari kematian. Teladan apakah yang harus ada pada kita sebagai murid-murid-Nya ?

c. Pasal 16 (Mr 16:1-20). Hamba yang setia dipermuliakan. Nats ini menceritakan tentang Hamba yang setia itu memperoleh kemuliaan melalui kebangkitan-Nya dari kematian.

√ Pendalaman

o Bacalah Mr 16:1-19. Nats ini menjelaskan tentang Hamba yang setia itu membuktikan kebangkitan-Nya. Ini mengajarkan kepada orang percaya bahwa Yesus Kristus benar-benar bangkit dari kematian-Nya. Kepada siapakah Tuhan Yesus menampakkan diri setelah kebangkitanNya ?

d. Kesimpulan

Melalui Injil Markus dibuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Hamba Allah yang memberikan diri-Nya sebagai korban atas dosa-dosa manusia.

(23)

8. Garis Besar

[1] Pendahuluan Mar 1:1-13

Mar 1:1-11 Yohanes dan Sungai Yordan; Yesus dan Roh Kudus Mar 1:12-13 Pencobaan selama empat puluh hari

[2] Pulang Dan Pergi Ke Galilea Mar 1:14-7:23

Mar 1:14-20 Pengikut-pengikut Yesus yang pertama Mar 1:21-45 Mukjizat-mukjizat kesembuhan

Mar 2:1-3:6 Lima peristiwa pertentangan Mar 3:7-35 Guru dan murid-murid-Nya Mar 4:1-34 Selalu dengan perumpamaan Mar 4:35-41 Siapa gerangan orang ini?

Mar 5:1-43 Roh-roh jahat, penyakit dan kematian Mar 6:1-6 Akibat ketidakpercayaan

Mar 6:7-13 Kuasa yang menyertai ketaatan

Mar 6:14-29 Herodes membunuh Yohanes Pembaptis Mar 6:30-44 Lima roti, dua ikan, lima ribu orang

Mar 6:45-56 Berjalan di atas air: mukjizat yg mendahului banyak mukjizat lain Mar 7:1-23 Yang di luar dan yang di dalam

[3] Yesus Di Daerah Utara Mar 7:24-9:50 Mar 7:24-30 Ke pantai: Tirus dan Sidon Mar 7:31-37 Kesepuluh Kota

Mar 8:1-13 Tujuh roti, beberapa ikan dan empat ribu orang Mar 8:14-21 Murid-murid yang bebal

Mar 8:22-26 Di Betsaida lagi

Mar 8:27-9:1 Lebih ke utara: Kaisarea Filipi

Mar 9:2-13 "Kami melihat kemuliaan-Nya": pemuliaan Mar 9:14-29 Tanpa doa berarti tanpa kuasa

Mar 9:30-50 Yang besar dan yang kecil [4] Perjalanan Ke Selatan Mar 10:1-13:37

Mar 10:1-16 Pernikahan, perceraian, anak-anak Mar 10:17-31 Bahaya kemakmuran

Mar 10:32-45 Apa artinya menjadi seperti Yesus Mar 10:46-52 Bartimeus Buta di Yerikho

Mar 11:1-19 Yesus di Yerusalem: Bait Allah dipersiapkan untuk upacara kurban Mar 11:20-26 Kutuk terhadap pohon yang tidak berbuah

Mar 11:27-12:44 Permusuhan: Imam2 kepala, Ahli Taurat, Tua2, Farisi, Herodian, orang Saduki

Mar 13:1-37 Nubuat: sekilas tentang tujuan akhir [5] Pusat Sejarah Mar 14:1-16:8

Mar 14:1-11 Di Betania: Domba kurban diurapi Mar 14:12-25 Perjamuan Tuhan

Mar 14:26-42 Taman Getsemani: sekilas tentang penderitaan Mar 14:43-15:15 Ditangkap dan diadili

Mar 15:16-47 'Disalibkan, mati dan dikuburkan' Mar 16:1-8 'Bangkit kembali dari antara orang mati' [6] Penutup 16:9-20

(24)

10. Ayat Mas: Markus 10:45 11. Tugas:

a) Jelaskan dengan bukti-bukti tentang “Ke-hambaan” Yesus dalam Injil Markus b) Pelajaran rohani apa yang Saudara terima dari mempelajari Injil Markus?

(25)

LUKAS

Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1. Siapa Penulis Injil Lukas?

Injil ini ditulis oleh seorang dokter yang bernama Lukas, seorang teman dan rekan sekerja rasul Paulus (Kol 4:14; File 24 dan 2Tim 4:11). Lukas sendiri bukanlah seorang saksi mata dari kehidupan Yesus (Luk 1:1-4). Tradisi mengatakan bahwa ia seorang bukan Yahudi, berstatus bujangan dan hidup sampai usia delapan puluh empat tahun. 2. Mengapa Injil Ini Ditulis?

Lukas mempunyai beberapa tujuan:

a. Ia ingin menulis kisah kehidupan Yesus secara teratur yang berdasarkan bukti dari saksi mata yang benar (Luk 1:1-4).

b. Ia ingin mencatat permulaan dan perkembangan Kekristenan, yang dikerjakannya dalam dua bagian. Kisah para Rasul merupakan buku kedua. Lukas menunjukkan bagaimana Allah bekerja di sepanjang sejarah dan khususnya mengenai cara bagaimana para pengikut Yesus dengan cepat tersebar dari Galilea ke Roma.

c. Ia ingin menyatakan bahwa Yesus adalah Juruselamat bagi semua golongan manusia dan bukan hanya bagi sekelompok orang.

d. Ia ingin menunjukkan kepada para penguasa Romawi bahwa Kekristenan bukanlah ancaman bagi tatanan politik yang baik.

3. Siapa Saja Pembaca Injil Lukas?

a. Lukas menujukan Injilnya kepada Teofilus (Luk 1:3), yang boleh jadi adalah seorang bukan Yahudi dari golongan menengah atas yang sudah bertobat dan menjadi Kristen. Namanya berarti 'dikasihi Allah', tetapi selain itu tidak ada lagi yang kita ketahui tentang dia.

b. Disamping itu Lukas berharap mendapatkan sidang pembaca yang lebih luas, yang mencakup orang-orang bukan Yahudi lainnya dan mungkin khususnya para aparat pemerintahan Romawi.

4. Isi Kitab: Injil Lukas terdiri atas 24 pasal. Isi Injil ini menjelaskan kasih karunia Allah bagi segala bangsa. Orang-orang yang dipandang rendah oleh dunia, tidak dipandang rendah oleh Allah, seperti kaum wanita dan juga orang-orang miskin. Di dalam Injil ini juga nampak kesucian, kesederhanaan, dan keluhuran budi Tuhan Yesus sebagai manusia sejati. Bagi orang Kristen Tuhan Yesus adalah satu-satunya teladan sempurna. Karena itu, orang Kristen dipanggil untuk hidup seperti Yesus hidup.

5. Tujuan: Supaya dengan mengenal isi Injil Lukas, orang-orang Kristen mengerti sejarah kehidupan Tuhan Yesus sebagai manusia, mulai dari silsilah kelahiran-Nya sampai kepada kematian-Nya. Dan mengenal akan kehidupan Tuhan Yesus sebagai manusia yang sejati dan suci, penuh kesederhanaan dan ketulusan hati, sebagai teladan mereka dalam hidup kekristenan.

6. Tahun Penulisan: Penulisnya adalah Lukas. Di mana tahun penulisannya sekitar tahun 62 SM. Yang ditujukan kepada Theofilus (artinya sahabat Allah) Dan juga kepada orang-orang yang percaya pada Yesus.

(26)

7. Kunci utama dalam Injil Lukas adalah menekankan kemanusiaan Yesus. Perhatikan gejala-gejala atau sifat-sifat yang ditekankan kepada kemanusiaan Tuhan Yesus,baik sebelum dan sesudah kelatiranNya, dalam ayat-ayat berikut:

a. 1:42 “diberkatilah buah rahimmu”; 2:12,16 “seorang bayi”; 2:21 “Ia harus disunat”; 2:42 “Ia berumur 12 tahun”; 2:40 “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat…”; 2:52 “Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya”; 3:23 “Ia berumur kira-kira 30 tahun”; 4:16 “Nazaret tempat Ia dibesarkan; 4:18-19 menekankan kemanusiaanNya yang diurapi dengan Roh Tuhan; Terdapat cerita Tuhan Yesus menangisi Yerusalem (13:34; 19:41); Ia bertelut dan berdoa (21:41); hatinya dikuatkan oleh malaikat (22:43); Ia sangat ketakutan…(22:44); Ia menyerahkan nyawaNya di kayu salib (23:46).

b. Tapi Lukas juga tidak menyembunyikan keilahian Yesus. Misalnya dalam 1:32; 34-35

8. Sepanjang Injil Lukas, penekanan kemanusiaan itu dilakukan dengan tiga jalan: Pertama, sifat-sifat kemanusiaan Yesus yang tertentu ditonjolkan dalam diriNya. Kedua, sifat-sifat yang tertentu itu dijalin dengan pengajaranNya. Dan ketiga, sifat-sifatNya yang tertentu itu pula dinyatakan dalam penyajian cerita-cerita dalam Injil Lukas. Untuk lebih jelasnya baiklah kita perhatikan bukti-bukti sebagai berikut.

a. Manusia bersandar kepada Allah dalam doa

o Lukas berulang kali menulis bahwa Tuhan Yesus terus menerus berdoa (3:21,22); 5:16; 6:12; 9:18; 28-29; 11:1; 22:32; 44; 24:45-46).

o Penekanan doa dalam pengajaran Tuhan Yesus (11:5-10; 18:1-8; 9-14; 21:36; 22:46).

o Penekanan doa dalam penyajian ceritanya (1:10; 13; 2:37; 5:33; 11:1; 18:1; 22:32).

o Kapan Ia Berdoa ? [more info]

 Ia berdoa di saat pembaptisan (Luk 3:21 (TB)).

 Ia berdoa sesudah mujizat-mujizat dilaksanakan (Luk 5:15-16 (TB)).  Ia berdoa sebelum memilih murid-murid-Nya (Luk 6:12 (TB)).

 Ia berdoa sebelum memberikan nubuat pertama tentang penderitaan-Nya (Luk 9:18-22 (TB)).

 Ia berdoa pada saat permuliaan-Nya di bukit (Luk 9:29 (TB)).  Ia berdoa di saat ketujuh puluh murid-Nya kembali

 (Luk 10:17-21 (TB)).

 Ia berdoa sebelum mengajar murid-murid-Nya tentang cara berdoa (Luk 11:1 (TB)).

 Ia berdoa di Taman Getsemani menjelang penderitaan-Nya (Luk 22:39-46 (TB)).

 Ia berdoa di atas salib (Luk 23:34,46 (TB)). b. Manusia perlu Roh Kudus

o Simak bagaimana Roh Kudus eksis baik awal dikandungnya Yesus, saat Ia dibaptis maupun pada saat Ia dibawa ke padang gurun (Luk. 1:35; 4:1; 14; juna 10:21).

(27)

o Lukas juga menekankan Roh Kudus terkait dengan pengajaranNya (4:18; 11:13 (bdg. Mat 7:11); 11:20; 24:49).

o Penekanan Roh Kudus dalam penyejian ceritanya (1:15; 35; 1:41; 2:25-27; 24:49).

c. Kemiskinan manusia

o Kemiskinan itu nampak dalam kelahiranNya “dibaringkan dalam

palungan”…(2:7); Yusuf dan Maria hanya mempersembahkan sepasang

burung dalam cerita menyerahkan Yesus ke Bait Allah (2:24).

o Kemiskinan itu pula dalam dalam pelayananNya. Luk. 4:18 “…menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin”; “Berbahagialah, hai kamu yang miskin” (6:20-21);

Selanjutnya, di dalam 14:13, 21, Tuhan Yesus berkata: “Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.

Dalam pasal 16:19-31 diungkap juga tentang seorang pengemis (Lazarus). Dicatat pula tentang keputusan Zakhius yang telah terima Yesus itu mengembalikan miliknya kepada orang miskin (19:8).

o Perhatikan pula cara penuturan amanat kemiskinan dalam penyajian cerita Injil Lukas. Ketika Maria memuji Nama Tuhan, ia katakana: “Ia memperhatikan kerendahan…dan meninggikan orang-orang yang rendah…melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar” (1:48, 52-53). Diceritakan pula bahwa selama Tuhan Yesus berjalan mengelilingi negri, karena Ia miskin, makan minumNya ditanggung mereka yang merasa berhutang budi padaNya (8:1-3). Juga, Ia berulangkali makan di rumah orang (5:29; 7:36; 10:38-42; 11:37; 14:1; 19:5). “Sebagai orang miskin namun memperkaya banyak orang” (2 Kor. 6:10).

d. Kasih terhadap sesama

Lukas juga memperlihatkan belas kasihan Tuhan Yesus kepada segenap umat manusia.

o Pertama, terhadap golongan wanita.

 Hal mana nampak dalam pengajaranNya: hanya Injil Lukas yang menceritakan tentang Yesus mengampuni seorang perempuan berdosa (7:37-50). Ia pun menentramkan hati seorang perempuan (10:41). Ia menyembuhkan perempuan yang sudah 18 tahun sakit (13:10-17). Perempuan …mempunyai sepuluh dirham (15:8). Tuhan Yesus berpaling di tengah-tengah jalan Dolorosa sambil berkata: “Hai putrid-putri…(23:28).  Kasih terhadap wanita dalam penyajian cerita Injil Lukas. (ps 1-2; 8:3;

10:39-40; 11:27; 23:27. Berikutnya, kasih orang tua kepada anak-anak (8:42; 9:38; 7:12).

9. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Injil Lukas adalah sebagai berikut:

a. Bagian Pertama: Pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai anak manusia, yang dibuktikan dengan perasaan dan sikap yang diperlihatkannya terhadap orang-orang yang dianggap rendah oleh masyarakat.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :