BAB II KAJIAN PUSTAKA
METODOLOGI PENELITIAN
C. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Pengumpulan Data
13. Aktifitas Pelaksanaan Program a. Pra Kegiatan
Pada tahap pra kegiatan, pelaksanaan program secara bertahap terdiri dari seleksi peserta, penetapan peserta visiting teacher dan penetapan wilayah sasaran. Pada tahap seleksi peserta, kuota peserta yang menjadi bakal calon visitor dibatasi sebanyak 30 (tiga puluh) orang dengan skema berikut:
Jenjang Pendidikan Kuota Peserta
Guru PAI PAUD/TK 2 Orang
Tabel 4.14 Kuota Peserta Program Visiting Teacher PAI
Proses rekrutmen peserta dilaksanakan sesuai dengan kriteria peserta yang dibutuhkan. Pelaksanaan rekrutmen peserta berdasarkan kriteria peserta terbaik dalam diklat program PKB bagi guru PAI dan diklat PKP bagi pengawas PAI yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk keberlangsungan tujuan program visiting teacher PAI di daerah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI melalui program PKB. Berdasarkan kebijakan tersebut, terdapat 28 orang peserta yang di terima menjadi calon visitor sedangkan dua kuota khusus guru PAI pada PAUD/TK ditiadakan. Selanjutnya di tetapkan 28 visitor sesuai dengan SK nomor 6635 tentang Penetapan Peserta Program Visiting Teacher PAI ke Wilayah Perbatasan.
Proses penetapan wilayah sasaran program visiting teacher PAI dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam melalui koordinasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi terkait kebutuhan guru di daerah. Berdasarkan jumlah peserta sebanyak 28 orang maka ditetapkan 14 Kabupaten/Kota sebagai daerah sasaran program. Adapun penugasan peserta ke masing-masing kabupaten sasaran dijabarkan dalam Surat Tugas nomor 2188/Dt.I.III/KP.02.1/11/2019 dengan rincian sebagai berikut:
No Nama Lengkap Tempat Tugas
Penempatan Lokasi Visiting
Kab./Kota Provinsi 1 Abdul Mufid, MA Pengawas Kemenag
Kab. Bogor Kota 4 Aisyah, S.Pd.I. M.Pd Pengawas Kemenag
Kota Cirebon
5 A Rojadudin, S.Ag SDN 024 Balikpapan
9 Nur Halim Sumirat SDN Sedayu Bantul
Kota Kupang
Nusa Tenggara Timur 10 Miseransyah, S.Pd.I SDN 1 Mahang
Sungai Hanyar Kab.
Hulu Sungai Tengah 11 Sri Herawati, S.Pd.I SDN 29 Pontianak
Kabupaten
Pinang Ende Tenggara Timur 28 Ahmad Arifuddin,
M.Pd
SMKN Ponjong, Gunung Kidul
Tabel 4.15 Penetapan Peserta dan Lokasi Tugas Program Visiting Teacher PAI Secara umum, pelaksanaan pra kegiatan sesuai dengan perencanaan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara. Mulai dari seleksi peserta hingga penetapan peserta dan lokasi sasaran. Selain itu, pemetaan anggaran kegiatan juga di alokasikan sesuai dengan kebutuhan program dan jangkauan sasaran kegiatan sehingga proses pelaksanaannya dapat berjalan maksimal.
b. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan program visiting teacher PAI terbagi dalam dua aspek yaitu pelaksanaan bimbingan teknis dan pelaksanaan visiting teacher di daerah sasaran.
Adapun rinciannya peneliti deskripsikan sebagai berikut:
1) Bimbingan Teknis
Setelah ditetapkan visitor dan lokasi sasaran, kemudian dilanjutkan pada pelaksanaan kegiatan visiting teacher PAI. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari dua tahapan yaitu pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) dan pelaksanaan visiting teacher PAI di daerah sasaran. Pelaksanaan bimtek dilaksanakan di Days Hotel
& Suites Jakarta Airport pada tanggal 28-29 November 2019 dengan tujuan untuk persiapan visitor terkait visi misi program sebelum keberangkatan ke daerah sasaran, sebagaimana yang disampaikan bapak Nasri (2020):
“Sebelum memberangkatkan peserta kita undang peserta di satu tempat dengan harapan mereka bisa kita persiapkan supaya visi misi mereka kesana itu sama sesuai dengan harapan dari program itu. Dan mereka semua wajib mengikuti itu dengan jadwal dan aturan yang dibuat oleh panitia.”
Pembekalan bimtek yang dilaksanakan selama dua hari dengan jaminan seluruh biaya akomodasi, konsumsi dan transportasi ditanggung oleh panitia penyelenggara melalui DIPA Ditjen Pendidikan Islam. Visitor yang mengikuti bimtek diwajibkan untuk melaporkan diri kepada panitia, mengisi dan menyerahkan biodata beserta bukti perjalanan dari rumah ke lokasi pelaksanaan bimtek, menyerahkan surat tugas dan izin dari kepala sekolah. Selain itu, peserta diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif dan menyusun rencana program sesuai dengan daerah sasaran.
Pada aspek penyampaian materi, secara keseluruhan narasumber pada pelaksanaan bimtek secara mayoritas berasal dari pejabat internal Direktorat PAI.
Perlu menjadi pertimbangan terkait penguatan konten teknis pembelajaran bagi guru baik tentang RPP, metode pembelajaran ataupun media ICT untuk menguatkan kembali bekal bagi visitor. Hal ini juga disampaikan oleh salah satu visitor yang menjadi harapannya selama pelaksanaan bimtek: “Kalau materinya semua tentang PKP itu dikasih, cuman kita tidak mendapatkan seperti bimtek,
jadi ada jam penyerapan di RPP, mungkin karena yang ikut program visiting itu sudah punya bekal, materi sudah dikuasai gitu.” Berdasarkan hal tersebut, perlu melibatkan praktisi pendidikan untuk dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman teknis dalam pembinaan guru pada aspek metode dan konten pembelajaran.
Implementasi bimtek program visiting teacher dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, namun masih terdapat kendala teknis dalam optimalisasi waktu yang tersedia. Kendala tersebut berkaitan dengan jadwal penerbangan visitor ke daerah sasaran yang beragam. Terdapat beberapa visitor yang terlebih dahulu berangkat sebelum kegiatan selesai dikarenakan penerbangan ke wilayah zona timur hanya tersedia sebelum subuh sehingga terpaksa berangkat pada tanggal 29 November 2019 dini hari sebelum penutupan.
Hal tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam optimalisasi waktu pelaksanaan bimbingan teknis sehingga penyampaian arahan dan program kerja terlaksana secara maksimal.
2) Pelaksanaan Visiting Teacher PAI di daerah sasaran
Pelaksanaan visiting teacher PAI dilaksanakan dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi guru PAI di daerah sasaran. Pelatihan peningkatan kompetensi guru menggunakan pola pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terdiri dari: pemetaan kebutuhan, pengembangan diri dan publikasi Ilmiah.
b. Pemetaan Kebutuhan
Pra pelaksanaan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi guru, visitor melakukan pemetaan kebutuhan sesuai dengan prosedur keorganisasian. Pemetaan kebutuhan guru di daerah sasaran dilaksanakan melalui tahapan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi dan atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota serta kemudian melakukan pemetaan kebutuhan guru melalui perwakilan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI. Koordinasi atau pertemuan bersama organisasi profesi guru PAI dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi dan waktu di daerah. Mengingat bahwa tidak semua kabupaten sasaran berada dekat dengan ibu kota provinsi sehingga membutuhkan waktu perjalanan yang cukup lama untuk tiba di lokasi sasaran.
Pemetaan kebutuhan dilaksanakan dengan model diskusi interaktif berdasarkan permasalahan dan kondisi guru PAI di daerah saat ini sehingga visitor dapat menyusun konsep pelatihan guru yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Di beberapa Kabupaten/Kota, pelaksanaan pemetaan kebutuhan didampingi oleh pejabat pada Kantor Kementerian Agama Provinsi/Kabupaten/Kota sehingga permasalahan dapat terangkum secara komprehensif. Pasca pemetaan kebutuhan di daerah sasaran, visitor melaksanakan penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan yang kemudian dikoordinasikan dengan ketua organisasi profesi guru (KKG, MGMP, Pokjawas) yang mengikuti pelatihan. Lebih lanjut, tim visitor melakukan
persiapan pelatihan mulai dari penyediaan alat pelatihan, materi, dan metode apa yang akan digunakan selama program visiting teacher berlangsung.
c. Pengembangan Diri
Pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi guru menggunakan pola pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi guru PAI sebagaimana yang dijelaskan dalam Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009 dan PMA Nomor 38 Tahun 2018 bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Penggunaan PKB dalam program visiting teacher dinilai memiliki kesamaan tujuan dalam peningkatan kompetensi guru. Hal ini yang kemudian dilakukannya pemetaan kebutuhan guru di daerah sasaran agar nantinya proses pelaksanaan pelatihan dapat berjalan dengan optimal dan mampu menyediakan guru yang profesional.
Pengembangan diri pada program PKB bagi guru PAI meliputi beberapa materi peningkatan kompetensi guru yang terbagi atas tiga materi pokok yaitu: pedagogik 1, pedagogik 2 dan pedagogik 3. Materi pedagogik 1 meliputi: karakteristik peserta didik; analisis SKL, KI, KD dan kegiatan pembelajaran; analisis minggu efektif pembelajaran; program tahunan;
program semester; silabus satuan pendidikan; kriteria ketuntasan minimal;
pengembangan IPK; dan penyusunan RPP. Kemudian pedagogik 2 meliputi:
konsep model pembelajaran; analisis SKL, KI, KD dan model pembelajaran, sintaks pembelajaran, pembelajaran abad 21, penyusunan LK pembelajaran;
dan praktik model pembelajaran. Materi pada pedagogik 3 meliputi: konsep penilaian pembelajaran; analisis SKL, KI, KD dan penilaian pembelajaran;
pengembangan penilaian sikap; pengembangan penilaian pengetahuan;
pengembangan penilaian keterampilan; pengembangan IPK HOTS;
penyusunan soal HOTS; analisis butir soal; pengolahan, pelaporan dan pemanfaatan penilaian; dan analisis hasil penilaian dan tindak lanjut.
Pelbagai materi tersebut dilaksanakan berdasarkan kebutuhan guru PAI di daerah sasaran. Tidak semua materi disampaikan secara menyeluruh, terdapat beberapa materi yang disampaikan hanya sebagai penguatan.
Beberapa materi lainnya yang menjadi kebutuhan utama dijabarkan secara utuh dari aspek teoritis kemudian dilanjutkan dengan praktik atau demonstrasi. Mayoritas pelaksanaan peningkatan kompetensi guru mengacu pada analisis SKL, KI, KD, pengembangan IPK dan tujuan pembelajaran, pengembangan model dan metode pembelajaran, penyusunan RPP, dan penilaianan. Keterkaitan antara pengembangan keprofesian guru dengan tujuan pelaksanaan visiting teacher PAI memiliki senergi yang sama dalam pengembangan kompetensi guru PAI di wilayah perbatasan.
d. Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah merupakan bagian dari materi pengembangan keprofesian berkelanjutan. Materi ini tidak secara menyeluruh diterapkan di
daerah sasaran, sebagaimana pelaksanaan di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Kupang yang tidak menyampaikan materi publikasi ilmiah karena beberapa alasan tertentu. Sedangkan di Kota Tarakan, materi publikasi ilmiah disampaikan terkait penelitian tindakan kelas yang mana secara praktik, guru dapat melakukannya selama pembelajaran. Adapun kategori publikasi ilmiah mencakup 3 (tiga) aspek, yaitu:
Presentasi pada forum ilmiah. Dalam hal ini guru bertindak sebagai pemasaran dan/atau narasumber pada seminar, lokakarya, koloqium, dan/atau diskusi ilmiah, baik yang diselenggarakan pada tingkat sekolah, KKG/MGMP/MGBK, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional.
Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian atau gagasan ilmu bidang pendidikan formal. Publikasi dapat berupa karya tulis hasil penelitian, makalah tinjuan ilmiah di bidang pendidikan formal dan pembelajaran, tulisan ilmiah populer, dan artikel ilmiah dalam bidang pendidikan.
Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan/ atau pedoman guru.
Kategori publikasi ilmiah pada program visiting teacheri mengacu pada penyusunan penelitian tindakan kelas agar guru PAI dapat mengembangkan konten pendidikan agam Islam serta dapat meningkatkan profesi keguruannya melalui penilaian angka kredit.
Pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru di Kota Tarakan dipusatkan pada pengembangan keprofesian berkelanjutan. Secara umum, pengembangan kompetensi tesebut dalam implementasi kurikulum 2013, metode pembelajaran dan penelitian tindakan kelas. Model pelatihan peningkatan kompetensi guru dilakukan dengan pendekatan training, peer teaching dan real teaching dimana guru diberikan pelatihan oleh visitor terkait materi peningkatan kompetensi dan kemudian guru juga melakukan aktifitas mengajar langsung di beberapa sekolah sasaran yang di supervisi langsung oleh tim visitor dan dihadiri guru lainnya. Pasca real teaching, visitor menyampaikan masukan sebagai bahan refleksi atas pelaksanaan mengajar yang telah dilaksanakan.
Pelatihan kompetensi guru juga diarahkan pada penulisan karya ilmiah.
Hal ini penting sebagai kebutuhan peningkatan jenjang karir guru dalam memenuhi kriteria penilaian angka kredit bagi guru. Selain itu, pelatihan juga diarahkan sesuai dengan tujuan program yaitu penguasaan model dan metode pembelajaran. Model dan metode pembelajaran yang dimaksud adalah dengan menerapkan pola pembelajaran yang mengarah pada student centered dan pendekatan saintifik sesuai dengan implementasi kurikulum 2013.
Dari hasil pelaksanaan program visiting teacher PAI di kota Tarakan ditemukan beberapa temuan dilapangan diantaranya:
1) Pelaksanaan program visiting teacher PAI nyaris berbarengan dengan pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS)
2) Pelaksanaan kegiatan visiting untuk akomodasi dan konsumsi peserta (guru PAI sasaran) di daerah tidak didukung anggaran pemerintah 3) Guru PAI mendapat informaasi format dan konsep RPP yang berbeda 4) Dalam kenyataannya, guru PAI masih kesulitan dalam mengaplikasikan
sistem penilaian Kurikulum 2013. Banyaknya instrumen yang ada, teruatama dalam instrumen sikap membuat guru PAI merasa keberatan dan sangat sulit untuk direalisasikan.
5) Implementasi Kurikulum 2013 kurang didukung dengan penggunaan metode dan media pembelajaran yang sesuai ekspektasi anak/peserta didik
6) Guru PAI sangat membutuhkan adanya pendampingan dari “guru senior” (yang menguasai Kurikulum 2013) dalam implementasinya pada pembelajaran di kelas. Kegiatan lesson study yang dilakukan Tim dirasa masih ‘asing’, tapi sangat dirasakan manfaatnya
7) Guru PAI masih jarang melakukan tindakan reflektif terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukannya.
Berdasarkan instrument observasi administrasi pembelajaran, penilaian dan prosesnya yang dilakukan oleh visitor di Kota Tarakan didapati hasil sampel sebagai berikut:
1) Program penilaian, KKM, dan agenda harian masih kurang 2) Pembuatan kartu soal dan analisis butir soal masih kurang
3) Adapun pelaksanaan pembelajaran dapat digambarkan sesuai hasil observasi kelas dalam 2 (dua) kategori:
a) Jenjang SMP secara umum cukup baik dengan nilai 73. Hal yang tidak dilakukan adalah:
Penyampaian tujuan pembelajaran
Tahap pertama kegiatan saintifik, yaitu pengamatan
Pemberian waktu untuk siswa bertanya
Mengomunikasikan, dan
penilaian
b) Jenjang SD Secara umum masih kurang dengan nilai 65. Banyak hal yang perlu dilakukan dan ditingkatkan, seperti:
setting tempat duduk siswa masih satu arah
penyampaian tujuan pembelajaran
kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran
kegiatan yang mencerminkan 4 C
pemanfaatan sumber belajar
penggunaan metode pembelajaran
penilaian
Kegiatan visiting teacher PAI Tahun 2019 di Kota Tarakan berjalan sesuai dengan jadwal yang disepakati antara tim visitor, Ketua KKG PAI, Ketua MGMP PAI SMP dan SMA/K, serta Pengawas PAI Kota Tarakan. Kegiatan
dimulai dari sejak kedatangan tim di kantor Kemenag Kota Tarakan pada hari Jumat, 29 November hingga Rabu, 5 Desember 2019. Kedatangan tim langsung mendapat sambutan yang sangat baik dari pengurus KKG PAI SD, pengurus MGMP PAI SMP, SMA, dan SMK. Mereka sangat antusias dan penuh harapan agar kegiatan visiting tidak berhenti di tengah jalan, melainkan berjalan secara berkesinambungan. Tidak lupa mereka juga menaruh harapan besar agar semua temuan dari tim visitor untuk bisa ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.
Adapun pelaksanaan kegiatan visiting teacher PAI di Kabupaten Pesisir Selatan memiliki pola berbeda dengan penerapan pada Kota Tarakan. Visitor dikirim ke lokasi sasaran yang benar-benar memiliki kategori tertinggal dan keterbatasan akses. Visitor ditempatkan pada dua kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Lunang dan Kecamatan Bayang Utara. Dua kecamatan tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda. Kecamatan Lunang dapat menerima model pembelajaran berbasis ICT dikarenakan lokasi tersebut sudah dapat mengakses internet dan listrik, sedangkan pada Kecamatan Bayang ditemukan kendala berikut:
Kecamatan Bayang Utara merupakan daerah yang sulit dijangkau, karena daerah perbukitan yang terjal, sehingga infrastruktur jalan sulit dibangun.
Kecamatan Bayang Utara masih belum terkoneksi internet. Sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi Guru PAI untuk mengakses informasi.
Aliran listrik di kecamatan bayang Utara masih sering terputus berhari- hari. Sehingga kegiatan belajar mengajar menggunakan media infocus, dan media pembelajaran elektronik lainnya tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Berdasarkan kendala tersebut, proses penerapan model pembelajaran dan materi ajar dilakukan dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan pemetaan dan kebutuhan daerah. Namun secara umum, pelaksanaan kegiatan visiting teacher PAI di Kabupaten Pesisir Selatan meliputi:
1) Penguatan Kapasitas Guru PAI
Peserta kegiatan menerima materi terkait dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas guru. Beberapa poin yang dapat disampaikan sebagai hasil dari kegiatan ini adalah:
Seluruh peserta mendapat pencerahan, pengetahuan dan pemahaman menyeluruh terkait dengan penguatan kapasitas guru PAI
Kompetensi yang dibangun di antara guru PAI diharapkan dapat meningkat. Observasi awal selama kegiatan, kedisiplinan peserta dalam kegiatan terus meningkat mulai hari pertama kegiatan hingga hari terakhir.
Antusiasme perserta selama kegiatan juga terlihat baik dan meningkat.
Ini menjadi bukti bahwa guru PAI di daerah 3T sangat membutuhkan kegiatan sejenis guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki
2) Implementasi Kurikulum PAI 2013
Materi umum yang disampaikan pada poin ini antara lain: Penguatan Pendidikan Karakter, Literasi, sekolah ramah anak, kebijakan kurikulum PAI 2013 serta materi Islam rahmatan lil ‘alamin. Secara rinci hasil dari kegiatan pada poin ini adalah:
Antusiasme peserta kegiatan juga meningkat. Semangat yang ditunjukkan peserta kegiatan terlihat dari kedisiplinan selama kegiatan berlangsung
Materi inti dalam implementasi kurikulum PAI 2013, seperti model pembelajaran, 4C, HOTS, Literasi dan PPK, penilaian dan materi ISRA, sebagian besar telah dikuasai oleh peserta kegiatan
3) Pembinaan MGMP PAI SMP Kabupaten Pesisir Selatan
Secara umum, hasil pembinaan yang kami lakukan kepada pengurus MGMP PAI SMP Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebagai berikut:
Optimalisasi MGMP PAI SMP Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai wadah bagi Guru PAI untuk meningkatkan komptensi dan kemampuan yang dimiliki
Menjadikan MGMP sebagai wadah penyebaran informasi penting yang harus diterima oleh Guru PAI.
Kegiatan visiting teacher PAI Tahun 2019 di Kabupaten Pesisir Selatan berjalan sesuai dengan harapan daerah sasaran untuk melibatkan tim visitor dengan guru-guru PAI di daerah terpencil Provinsi Sumatera Barat. Jadwal pelaksanaan kegiatan sesuai dengan susunan yang telah ditetapkan. Tujuan pelaksanaan program visiting teacher dalam upaya peningkatan kompetensi guru di wilayah 3T dapat terlaksana dalam bidang implementasi kurikulum 2013, pengembangan model pembelajaran dan penilaian.
Sedangkan pelaksanaan visiting teacher PAI di Kota Kupang terkendala pada koordinasi antara Kementerian Agama pusat dan Kementerian Agama Provinsi terkait lokasi sasaran pelaksanaan visiting teacher sehingga berdampak pada optimalisasi waktu pelaksanaan pelatihan kompetensi guru di daerah.
Secara umum pelaksanaan program visiting di Kota Kupang kurang maksimal baik dalam penyampaian materi program dan efisiensi waktu. Penyampaian materi program di Kota Kupang difokuskan pada pengembangan model pembelajaran dan sebagian terkait implementasi kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara bapak Nurhalim (2020) disampaikan bahwa penyampaian materi difokuskan pada pengembangan model pembelajaran dan pengenalan program PKB. “Termasuk itu juga kami berikan pak, pedagogik dua. Tapi itu belum keseluruhan ya. Karena keterbatasan waktu, jadi kita berikan juga meskipun sebagian. Pedagogik dua kita berikan karenakan saya dapat, waktu itukan pedagogik dua, jadi punya pengalaman itu, maka itu kita sampaikan.
Kemudian kita sampaikan juga yang terkait penilaian. Kemudian sama juga PKB, secara konsepnya program PKB itu sendiri, dan tentang wawasan tentang PKB”.
Selain itu, penyampaian materi terkait perencanaan pembelajaran atau RPP belum sepenuhnya maksimal. Pelaksanaan kegiatan sepenuhnya dilaksanakan pada praktek micro teaching. “RPP hanya sedikit. Karena kemarin lebih ke praktek micro teaching, ada micro teaching juga, bagaimana cara mempraktekkan model pembelajaran” (Nurhalim, 2020). Pada aspek penulisan karya tulis ilmiah juga tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu.
“PTK, kemarin tidak cukup waktu, jadi kita share materi, materi ke teman–teman tapi tidak bisa secara maksimal apalagi sampai praktek itu kita belum, tidak cukup waktu sehingga kami hanya sebatas memberikan share materi” (Nurhalim, 2020).
Kegiatan visiting teacher PAI Tahun 2019 di Kota Kupang terdapat kendala koordinasi antara penyelenggara program dan lokasi sasaran. Hal tersebut juga menjadi masukan dari visitor untuk pelaksanaan program berikutnya.
“Pengalaman dari kami, mungkin kurang koordinasi dengan yang mau ketemu itu bisa lebih awal. Mungkin kami kasusnya karena perwakilan dari NTT tidak hadir juga (bimtek), jadi salah satu kendala juga. Mungkin perlu dipastikan, kalaupun tidak hadir mungkin bisa komunikasinya bisa lebih inten. Dalam artian, sehingga sampai sana itu kita bisa lebih lancar kegiatan disana” (Nurhalim, 2020). Disisi lain, pada aspek pelaksanaan pelatihan guru di kota Kupang telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan utama program visiting teacher PAI yaitu peningkatan kompetensi guru di daerah sasaran meliputi implementasi kurikulum 2013 dan pengembangan model pembelajaran.
c. Pasca Kegiatan
Pada tahap akhir program, dilaksanakan kegiaran evaluasi penyelenggaraan visiting teacher PAI. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 5-6 Desember 2019 di Days Hotel & Suites Jakarta Airport. Pelaksanaan evaluasi program dimaksudkan untuk melaporkan hasil pelaksanaan dan temuan lapangan pada program visiting teacher PAI di daerah sasaran. Presentasi yang ditampilkan berupa power point berisi dokumentasi tentang kondisi lingkungan masyarakat dan keadaan guru PAI di daerah serta implementasi program yang dilaksanakan.
Pelaksanaan evaluasi dilakukan dalam dua kategori yaitu evaluasi saat program berlangsung dan evaluasi pasca program, sebagaimana yang diuraikan bapak Nasri (2020) “Evaluasi biasanya dilaksanakan diakhir untuk mengukur keberhasilan program.
Jadi sebenarnya evaluasi itu ada dilaksanakan saat program sedang berlangsung yaitu dengan monitoring dan evaluasi saat kegiatan atau setelah program dilaksanakan.
Biasanya kalau ada alokasi anggaran untuk kunjungan atau untuk monev kesana saat ada kegiatan, itu dilakukaan saat program berlangsung, tapi jika tidak ada ya kita lakukan evaluasi dalam bentuk evaluasi di tempat ketika mereka sudah selesai melaksanakan program.”
Pelaksanaan kegiatan evaluasi dilakukan dengan penyampaian hasil pelaksanaan program kepada panitia penyelenggara. Seluruh peserta dijadwalkan sesuai dengan kesiapan materi hasil pelaksanaan. Pada awal sesi evaluasi dihadiri oleh Direktur Pendidikan Agama Islam, Rohmat Mulyana, untuk menyimak dan memberikan
tanggapan pelaksanaan program. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu
tanggapan pelaksanaan program. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu