• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Yang Diperlukan

Dalam dokumen bahan natal e binaanak (Halaman 139-146)

1. Kantong-kantong kertas untuk dijadikan boneka (paling sedikit tiga buah: Raja Herodes, satu orang majus dan Imam Besar). Krayon, kayu atau pensil untuk menegakkan

140

boneka-boneka. Surat kabar bekas untuk mengisi boneka-boneka. Pita berperekat untuk menempelkan boneka-boneka itu pada gagangnya.

atau ....

2. Gunakan hanya krayon dan kantong kertasnya saja -- gerakkan bonekanya dengan jari-jari tangan Anda, dan pakailah lipatan- lipatan pada kantong kertas itu sebagai mulut boneka.

Jelaskan kepada anak-anak bahwa mereka akan membuat boneka-boneka

berdasarkan bacaan Kitab Suci hari ini (Matius 2:1-12). Jika perlu, baca kembali ayat-ayatnya dan tolonglah anak-anak untuk memilih tokoh mana yang akan mereka buat bonekanya.

Pementasannya dapat dilakukan dengan salah satu dari dua cara:

1. Mintalah beberapa dari anak-anak untuk menulis naskah dan membacakannya sementara pembuat bonekanya menggerak-gerakkan boneka yang dibuatnya dengan gerakan yang sesuai.

Atau ....

2. Mintalah agar setiap orang berperan seperti tokoh boneka yang dibuatnya, biarlah mereka bercakap-cakap sesuai dengan jalan ceritanya itu.

Diskusikan perbedaan antara hati yang berpengharapan dan hati yang iri.

Bahan Mengajar 2: Aneka Puisi Natal

KASIH YANG TETAP HIDUP

Setiap anak di bumi itu kudus,

Setiap tempat tidur bayi adalah palungan sederhana, Setiap rumah adalah kandang ternak yang kusam, Setiap kata yang ramah menjadi suatu pujian, Setiap bintang adalah permata milik Allah, Dan setiap kota adalah Betlehem,

Karena Kristus lahir, dan lahir kembali,

Ketika kasih-Nya hidup dalam hati manusia. (W.D. Dorrity) MEMBUAT PALUNGAN KECIL

Tidak ada kamar di penginapan Bagi saya,

141

Relakah Anda menyediakan palungan kecil di dalam hati Anda?

Ke dalam tempat berlindung yang hangat dan terang itu Maukah Anda membawa masuk Seseorang yang kedinginan,

Sendirian, tanpa teman?

Supaya kasih kembali dilahirkan di bawah bintang! (Barbara Gooden) EVALUASI

Lahir di kandang ternak yang dipinjamkan, Dan dikuburkan di makam orang lain;

Tak ada harganya dibandingkan kepuasan diri kita sendiri Tidak ada tempat bagi orang seperti Dia

Tetapi istana sama miskinnya dengan kandang sampai Sang Pangeran lahir ke dalam dunia, Dan kubur merupakan ejekan untuk harapan

Sebelum Ia mengubah kematian menjadi kelahiran! (Elinor Lennen)

Mutiara Guru

Tuhan Yesus, kami berterima kasih kepada-Mu, karena Engkau menjadi Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa,

142

e-BinaAnak 260/Desember/2005: Para

Gembala

Lalu kata malaikat itu kepada mereka:

"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2:10-11) < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Lukas+2:10-11 >

Artikel: Natal: Gembala Di Padang

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. (Lukas 2:8)

Di daerah Israel Palestina, ke mana pun kita pergi akan selalu menjumpai gembala-gembala. Mereka biasanya mengenakan jubah kulit, sebuah tongkat selalu melekat ditangannya dan seringkali juga dijumpai mereka sedang memanggul anak domba yang terluka di pundaknya. Yesus seringkali digambarkan di lukisan ataupun kartu pos

sebagai seorang gembala dengan tongkat ditangan dan memanggul anak domba dipundaknya. Sepanjang Alkitab kata gembala hampir selalu ditemui, misalnya kisah Abraham dengan kawanan ternaknya, Daud dalam salah satu Mazmurnya yang terkenal juga mengatakan "Tuhan adalah gembalaku".

"Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia

menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." (Mazmur 23) Tetapi sesungguhnya, di dalam kehidupan sehari-hari, seorang gembala umumnya adalah seorang yang miskin. Masyarakat marjinal yang terbelakang, yang mengais hidupnya hari demi hari dan selalu siap sedia menghadapi bahaya baik itu serangan alam, binatang buas, atau pun manusia.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada

143

mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." (Baca: Lukas 2:2-11)

Inilah pemberitahuan pertama akan kelahiran Yesus, dan berita kesukaan besar ini disampaikan kepada gembala. Bukannya raja, bukan nabi, ataupun orang-orang besar lainnya. Tetapi justru kepada gembala, si orang kebanyakan, orang-orang miskin yang bekerja siang dan malam hanya untuk hasil yang bahkan belum tentu cukup untuk makan sehari itu saja. Dan diperlukan malaikat untuk memberi kabar kepada orang-orang seperti ini.

Tetapi, Yesus pun berulang kali mengumpamakan diri-Nya sebagai seorang gembala. "Akulah gembala yang baik" demikian katanya. Seorang gembala lebih banyak hidup di alam luas daripada di dalam rumah. Seorang gembala juga lebih banyak hidup bersama kawanan binatang daripada bersama manusia. Dan seorang gembala bersedia

mengorbankan dirinya demi kawanan ternaknya. Bilamana ada binatang buas yang mengancam, maka gembala akan mempertaruhkan nyawanya untuk mengusir binatang buas itu demi keselamatan dombanya. Gembala juga akan menuntun domba-dombanya ke arah rerumputan hijau segar dengan air tenang. Dari fakta ini, tentu merupakan hal yang pantas dan wajar bila gembala-gembala inilah yang menjadi orang-orang pertama yang mendapat kabar kesukaan.

Ada dua arti dalam pemilihan gembala-gembala ini. PERTAMA, kedatangan Yesus adalah untuk orang-orang yang berjuang demi kehidupan. Orang-orang marjinal yang memerlukan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. KEDUA, Juruselamat yang datang ini adalah gembala, bukannya panglima perang seperti yang selalu diharapkan orang-orang Israel pada waktu itu.

"Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." (Lukas 2:12)

Di daerah perbukitan Betlehem terdapat banyak gua. Di dalam gua-gua inilah biasanya para gembala bersama ternaknya berteduh. Di dalam gua kandang tempat ternak ini biasanya juga tersedia sebuah palungan, terbuat dari tanah liat atau barangkali terbuat dari sebuah batu yang utuh. Dan tentu saja dingin, sehingga biarpun Maria menutupi bayi Yesus dengan lampin tetap saja kedinginan itu terasa menusuk tulang.

Di dalam berbagai cerita tradisional digambarkan ada seekor sapi dan seekor keledai yang meniupkan napas hangat mereka untuk menghangatkan sang bayi. Ada banyak cerita seperti ini, betapa sang sapi dan sang keledai berbahagia sekali karena mereka mengenal pencipta mereka. Dalam berbagai lukisan yang menggambarkan suasana di kandang tempat kelahiran Yesus itu, seringkali tampak gambar sapi dan keledai yang melongokkan kepalanya ke dalam palungan untuk meniupkan napas hangat dan menghangatkan bayi Yesus.

144

Pada abad kedua St. Justin Martyr berhasil mengidentifikasi gua kandang tempat Yesus dilahirkan. Kaisar Constantine, Kaisar Romawi pertama yang beragama Kristen yang kemudian menjadikan Kristen sebagai agama negara, lalu membangun 'Church of The Nativity', Gereja Kelahiran Yesus Kristus, pada tahun 333 Masehi. Pada awal abad keenam gereja itu hancur, dan dibangun kembali dengan bentuk yang sekarang ini tahun 527-565 Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Justinian. Di dalam gereja tersebut ada sebuah palungan yang diyakini dulu digunakan untuk menempatkan bayi Yesus. Sedang tempat Yesus dilahirkan ditandai dengan gambar bintang pada sebuah batu marble.

Dan ketika para gembala melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Lukas 2:17-19)

Artikel 2: Natal: Menghargai Natal Di Dalam Hati Kita

Oleh: James Montgomery Boice

Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? (Renungkan Lukas 2:8-20). Jika Anda bukan orang Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi orang Kristen, yaitu dengan percaya kepada Tuhan Yesus, meminta Dia agar masuk ke dalam hati Anda dan mengambil keputusan untuk mau mengikut Dia sebagai murid-Nya.

Tetapi mungkin Anda sudah menjadi orang Kristen. Mungkin Anda sudah percaya

kepada Tuhan Yesus. Kalau demikian, bagaimana seharusnya Anda merayakan Natal? Kisah tentang Maria, para gembala, dan para malaikat akan memberikan beberapa petunjuk.

PERTAMA, para gembala "memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu" (Lukas 2:17). Ini berarti mereka menjadi saksi-saksi Tuhan Yesus. Bahwa Allah memakai mereka untuk menyebarluaskan berita surgawi ini, tentunya membuat mereka tercengang. Para gembala merupakan orang dari kalangan bawah yang dianggap rendah di struktur masyarakat Palestina pada awal abad pertama. Keadaan mereka menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti upacara-upacara, yang mempunyai arti yang sangat penting bagi orang- orang yang beragama. Para gembala juga dianggap tidak dapat dipercaya dan bahkan tidak diperkenankan memberi

kesaksian di depan pengadilan.

Tetapi para malaikat datang kepada para gembala membawa berita yang besar, yaitu bahwa Kristus Tuhan -- Juruselamat dunia -- telah lahir di kota Daud (ayat 11). Dan bertentangan dengan anggapan orang lain terhadap diri para gembala, para gembala itu dapat mengerti bahwa orang yang sesat itu perlu mendengar berita besar itu.

145

Keadaannya masih tetap sama sampai sekarang. Tuhan Yesus adalah Juruselamat dunia. Dan tanpa Tuhan Yesus manusia masih tetap dalam keadaan tersesat.

KEDUA, orang yang mendengar berita itu "heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka" (ayat 18). Orang pada zaman sekarang hampir tidak heran terhadap apapun juga, tetapi sulit sekali untuk melihat orang yang dapat memahami apa yang dimaksudkan dengan Natal tanpa ia menjadi heran dan kagum. Natal adalah kisah tentang Allah yang menjadi manusia, seperti kita, supaya dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Kebenaran ini sungguh sangat mengherankan, sehingga orang percaya, termasuk para gembala! Tetapi, apakah Anda juga merasa heran dan kagum apabila Anda memikirkan tentang apa yang telah dilakukan Allah untuk kita? Ya, masih ada banyak hal mengenai "Allah yang menjadi manusia" yang tidak dapat kita pahami, tetapi seandainya kita dapat memahami sedikit saja tentang hal ini, kita seharusnya masih merasa heran dan kagum.

KETIGA, "Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya" (ayat 19). Apa yang dilakukan Maria sudah lebih daripada sekedar heran, meskipun ia merasa kagum dan bertanya-tanya. Wanita yang luar biasa ini juga mencoba mengingat segala sesuatu yang terjadi pada dirinya pada hari-hari itu dan membayangkan apa artinya setiap peristiwa itu. Maksudnya Maria menyediakan waktu untuk memikirkan tentang hal-hal rohani, sebagaimana yang seharusnya kita lakukan. Natal adalah waktu yang sangat sibuk. Tetapi waktu kita akan terbuang sia-sia, apabila kita membiarkan diri terlibat dalam segala kesibukan Natal sehingga kita tidak dapat membaca cerita Natal berulang-ulang serta merenungkannya.

KEEMPAT, "Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat" (ayat 20). Ini berarti bahwa mereka tidak hanya berbicara kepada orang lain tentang kelahiran Tuhan Yesus. Mereka juga berbicara kepada Tuhan Allah dan memuji Dia untuk hal ini. Mereka

memandang kelahiran Tuhan Yesus sebagai sesuatu yang telah dilakukan Allah dan mereka hendak berterima kasih kepada-Nya.

Di sini ada satu saran. Seandainya Anda ingin mencoba merayakan Natal seperti Maria dan para gembala, janganlah mulai dengan ayat 17, yang mengatakan agar kita

menceritakan kepada orang lain tentang Tuhan Yesus. Mulailah dengan ayat 18-20, yang mengatakan agar kita merasa heran terhadap kelahiran Tuhan Yesus,

merenungkan apa artinya, dan memuji Allah untuk hal itu. Pujilah Tuhan, karena Ia mengutus Tuhan Yesus. Coba Anda pikirkan, mengapa Tuhan Yesus datang ke dunia pada malam yang dingin ribuan tahun yang lalu? Dan biarlah kita merasa heran dan kagum atas kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus sehingga Anda tidak perlu mengalami penghakiman Allah yang adil atas dosa-dosa Anda, sebaliknya Anda telah diselamatkan dari semua itu.

Apabila Anda sudah dengan sungguh-sungguh memikirkan hal ini dan berterima kasih kepada Allah atas itu semua, kembalilah kepada ayat 17 yang menyatakan agar Anda menceritakan kepada orang lain, sebagaimana yang dilakukan oleh para gembala itu.

146

Dan akhirnya, pikirkan tentang apa yang dapat Anda berikan kembali kepada Tuhan atas karunia-Nya yang sangat menakjubkan itu.

Pertanyaan Dan Renungan

1. Sebutkan beberapa hal yang membuat Anda paling merasa takjub mengenai cerita Natal?

2. Jika seseorang berkata kepada Anda, "Katakan, mengapa Allah mengutus Tuhan Yesus ke bumi ini?", apa yang akan Anda katakan?

3. Dapatkah Anda mengingat akan seseorang yang perlu Anda beritahu tentang cerita Natal yang menakjubkan itu? Bagaimana Anda akan melakukan hal ini selama masa Advent?

Bahan Mengajar: Kunjungan Para Gembala

Dalam dokumen bahan natal e binaanak (Halaman 139-146)