• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Mengajar: Hadiah Natal Bagi Tuhan Yesus Berikut ini merupakan bahan mengajar yang dapat digunakan untuk mengisi acara

Dalam dokumen bahan natal e binaanak (Halaman 46-50)

Natal selama bulan Desember di Sekolah Minggu.

Persiapan

Sediakanlah sebuah pohon Natal dan berbagai bingkisan hadiah yang diletakkan di bawahnya. (Bila tidak tersedia pohon Natal, anda dapat membawa gambar pohon Natal dengan berbagai hadiah). Sediakan pula kartu Natal kosong beserta amplopnya,

sebanyak sejumlah anak yang akan hadir di kelas Sekolah Minggu anda.

Renungan

Selama ini kita selalu merayakan Natal dengan pesta yang meriah, dengan pohon Natal yang dihias indah dengan lampu warna-warni, dengan iringan musik yang menambah meriah suasana Natal, dan tidak lupa tersedia kue-kue yang enak dan hadiah-hadiah Natal. Para orangtua, sanak keluarga, Sekolah Minggu dan gereja biasanya selalu menyediakan hadiah Natal bagi anak-anak sehingga anak-anak seringkali menikmati suasana Natal karena ada banyak hadiah yang disediakan bagi mereka. Pernahkah anak-anak berpikir bahwa sebenarnya yang layak dan pantas mendapat hadiah Natal adalah Tuhan Yesus sendiri? Ya! Karena hari Natal adalah hari untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus ke dunia. Sudah selayaknya DIA yang menerima hadiah Natal dari kita semua.

Pada masa Kelahiran Tuhan Yesus dulu, orang Majus, dengan petunjuk bintang, mau melakukan perjalanan jauh agar dapat mempersembahkan hadiah kepada bayi Yesus yang berupa, emas, kemenyan, dan mur (lihat Matius 2:11). Maka pada kesempatan ini kita juga akan mengajarkan kepada anak-anak untuk mau memberikan "hadiah Natal" bagi Tuhan Yesus.

47

Hadiah Natal seperti apakah yang "tepat" bagi Tuhan Yesus. Tentu saja hadiah bagi Tuhan Yesus bukan mobil-mobilan, boneka, robot, sepatu baru, baju baru, atau jenis permainan lainnya. Hadiah Natal yang tepat bagi Tuhan Yesus, dapat kita lihat dari ayat berikut ini:

1. Roma 12:1 "... supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)

Dari ayat tersebut kita dapat melihat bahwa hadiah Natal yang tepat dan yang berkenan bagi Tuhan Yesus adalah diri kita seutuhnya, yang meliputi segenap hati, jiwa, roh dan akal budi kita, juga meliputi kasih, kesetian, waktu, perhatian dan tenaga kita untuk melayani Dia.

2. Matius 25:40 "... Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)

Pada ayat ini kita dapat melihat bahwa perhatian, perbuatan baik, dan kasih kita yang tulus kepada sesama merupakan salah satu bentuk dari perhatian dan kasih kita kepada Tuhan. Hadiah Natal yang tepat bagi Tuhan Yesus adalah memberikan diri kita seutuhnya untuk menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang membutuhkan.

Tuhan Yesus telah datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dan menebus dosa-dosa kita dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. Sehingga sudah sewajarnya apabila kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan, yaitu diri kita seutuhnya, agar bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain dan memberitakan kabar kesukaan kepada orang lain.

Aktivitas

Amplop dan kartu kosong yang telah dipersiapkan dibagikan kepada anak-anak yang hadir. Selanjutnya mintalah anak-anak untuk menuliskan hadiah Natal (yang bukan berupa benda) yang akan dipersembahkan kepada Tuhan Yesus, dan katakan seperti berikut ini:

"Pemberian itu bukan berupa benda. Pemberian itu ialah dirimusendiri. Masing-masing kalian telah menerima kartu kosong dan amplop. Nah, sekarang tuliskan sesuatu pada kartu itu yang bisa kalian lakukan untuk menyenangkan Kristus. Ingatlah, kita baru saja mengatakan bahwa kalau kita melakukan sesuatu buat orang lain, maka itu sama artinya dengan melakukannya buat Kristus. Mungkin kalian bisa mengingat seorang yang sakit dan kesepian, yang bisa kalian kunjungi. Mungkin kalian melihat tugas-tugas ringan di gereja yang bisa kalian lakukan. Mungkin kalian ingin memberikan sebagian hidupmu yang belum pernah kalian serahkan kepadanya. Mungkin kalian bisa memberikan waktumu untuk setia datang ke Sekolah Minggu. Mungkin kalian dapat menghilangkan perasaan bersungut-sungut dan menggantinya dengan perasaan yang penuh sukacita.

48

Mungkin kalian bisa mengunjungi teman-temanmu yang belum mengenal Kristus dan mengajaknya datang ke Sekolah Minggu serta menceritakan kepadanya tentang Tuhan Yesus, dan banyak hal lain yang bisa kalian lakukan bagi Tuhan Yesus.

"Saya tidak tahu apa yang ingin kalian berikan kepada Tuhan Yesus pada hari ini, tetapi saya tahu Dia akan menerima hadiah apapun jika itu diberikan dengan tulus hati.

Mungkin kalian belum pernah memberikan hatimu kepada-Nya. Tidak ada waktu yang lebih baik daripada sekarang ini untuk melakukan hal ini.

"Ambillah kartumu dan tuliskanlah pada kartu itu apa yang inginkalian berikan kepada Yesus. Bila sudah selesai masukkanlah ke dalam amplop. Tutuplah amplop itu dan taruhlah pemberianmu itu di bawah pohon Natal itu."

Sediakan waktu yang cukup bagi anak untuk merenungkan Firman Tuhan serta menuliskan janjinya pada Tuhan Yesus secara pribadi. Setelah mereka selesai, mintalah mereka untuk memasukkan kembali ke dalam amplop dan meletakkannya di bawah pohon Natal.

Penutup

49

e-BinaAnak 056/Desember/2001: Natal

"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus,

Tuhan,

di kota Daud." (Lukas 2:11)

< http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Luk/T_Luk2.htm 2:11 >

Artikel: Natal: Lagu Natal Dari Desa Di Gunung

(Sejarah Lagu MALAM KUDUS)

Kita tentu akan merasa ada sesuatu yang kurang kalau ada perayaan Natal tanpa menyanyikan "Malam Kudus", bukan?

Terjemahan-terjemahan lagu Natal kesayangan itu sedikit berbeda satu dari yang lainnya, namun semuanya hampir serupa. Hal itu berlaku juga dalam bahasa-bahasa asing. Lagu itu begitu sederhana, sehingga tidak perlu banyak selisih pendapat atau perbedaan kata dalam menterjemahkannya.

"Malam Kudus" sungguh merupakan lagu pilihan, karena dinyanyikan dan dikasihi di seluruh dunia. Bahkan para musikus ternama rela memasukkannya pada acara konser dan piringan hitam mereka.

Anehnya, nyanyian yang terkenal di seluruh dunia itu sesungguhnya berasal dari sebuah desa kecil di daerah pegunungan negeri Austria. Inilah ceritanya ...

Orgel Yang Rusak

Orgel di gereja desa Oberndorf sedang rusak. Tikus-tikus sudah mengunyah banyak bagian dalam dari orgel itu.

Seorang tukang orgel telah dipanggil dari tempat lain. Tetapi menjelang Hari Natal tahun 1818, orgel itu belum selesai diperbaiki. Sandiwara Natal terpaksa dipindahkan dari gedung gereja, karena bagian-bagian orgel yang sedang dibetulkan itu masih berserakan di lantai ruang kebaktian.

Tentu tidak seorangpun yang mau kehilangan kesempatan melihat sandiwara Natal. Pertunjukan itu akan dipentaskan oleh beberapa pemain kenamaan yang biasa

mengadakan tour keliling. Drama Natal sudah menjadi tradisi di desa itu, sama seperti di desa-desa lainnya di negeri Austria.

50

Untunglah, seorang pemilik kapal yang kaya raya mempunyai rumah besar di desa itu. Ia mengundang para anggota gereja untuk menyaksikan sandiwara Natal itu di

rumahnya.

Tentu saja Josef Mohr, pendeta pembantu dari gereja itu diundang pula. Pada malam tanggal 23 Desember, ia turut menyaksikan pertunjukan di rumah orang kaya itu. Sesudah drama Natal itu selesai, Pendeta Mohr tidak terus pulang. Ia mendaki sebuah bukit kecil yang berdekatan. Dari puncaknya ia memandang jauh ke bawah, dan melihat desa di lembah yang disinari cahaya bintang yang gemerlapan. Sungguh malam itu indah sekali ... malam yang kudus ... malam yang sunyi...

Dalam dokumen bahan natal e binaanak (Halaman 46-50)