• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Seminar:

Dalam dokumen bahan natal e binaanak (Halaman 39-42)

Materi yang disampaikan dalam Seminar tsb. cukup banyak. Mulai dari lagu Natal, cerita Natal, ayat hafalan Natal, ide hadiah Natal, cerita boneka Natal, dan juga drama Natal. Selain isi materi, hal yang bagus yang didapat pada malam itu adalah kreativitas metode pengajaran yang dibawakan. Hal ini pasti menolong banyak guru untuk

mengembangkannya di tempat mereka mengajar. Berikut ini adalah beberapa penjelasan singkat tentang materi yang dibahas;

LAGU NATAL

Ibu Tanti mengajak kira-kira 100 guru Sekolah Minggu yang hadir pada acara itu untuk bersama-sama memperagakan berbagai lagu-lagu Natal yang telah biasa dikenal oleh anak-anak, misalnya "Selamat Hari Natal", "S'lamat-s'lamat Datang", dan pujian-pujian

40

lain diajarkan dengan menggunakan alat peraga lagu yang menarik yang berisi teks lagu dan gambar-gambar yang dapat digerak-gerakkan, sehingga menolong anak-anak memberi perhatian penuh kepada pemimpin pujian.

CERITA NATAL

Dalam seminar ini juga ditunjukkan cara menyampaikan cerita Natal agar anak-anak memberikan perhatian penuh dan tidak bosan. Selain menggunakan alat peraga yang kreatif, diperagakan juga bagaimana dapat bercerita dengan baik dan menarik dengan menggunakan berbagai macam suara sesuai dengan karakter yang ada dalam cerita. Ada tiga cerita yang dibawakan, satu cerita Alkitab mengenai kelahiran Yesus, dan dua cerita bebas yang menceritakan tentang Simon si Narapidana, dan cerita mengenai hadiah Natal Kartini dan Kartina.

AYAT HAFALAN NATAL

Cara menghafal ayat pun ditunjukkan dengan menggunakan alat peraga. Selama ini kebanyakan SM menghafalkan ayat hanya dengan membuka Alkitab dan membacanya. Dengan menggunakan alat peraga yang menarik guru dapat membuat anak cepat menghafal dan tidak mudah melupakannya. Dalam presentasi ini juga diajarkan tentang bagaimana menjadikan acara menghafal ayat sebagai acara yang menyenangkan dan mengesankan bagi anak-anak Sekolah Minggu. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan alat peraga dimana ayat hafalan dituliskan di karton besar, diberi gambar, warna dan bentuk yang sesuai dengan ayat hapalan tersebut.

IDE HADIAH NATAL

Para peserta juga diberi ide-ide tentang hadiah Natal untuk ASM. Yayasan Domba Kecil membawa banyak pernak-pernik produk dari Domba Kecil yang dapat dijadikan

alternatif, seperti kalender yang unik juga menarik (dikemas dalam Kotak CD dengan gambar foto ASM dan pelayanan Domba Kecil), memo, gantungan pintu, tas, kaos, alat tulis, pembatas Alkitab, alas lilin, permainan rohani, dll.

CERITA BONEKA NATAL

Bila ada SM yang ingin menampilkan Panggung Boneka, dalam seminar ini diberi pula beberapa tips dalam memainkan boneka. Beberapa peserta diberi kesempatan untuk mencoba memperagakan boneka dan menampilkan sebuah cerita. Satu tips yang diberikan Ibu Tanti adalah tidak tampil secara "life" tetapi terlebih dahulu merekam cerita boneka itu dalam kaset. Selain itu para peserta juga diberi tips tentang bagaimana cara meperagakan sebuah boneka. Beberapa guru Sekolah Minggu mendapat kesempatan memainkan boneka tersebut, namun karena sebagian besar belum berpengalaman, maka penampilan mereka di panggung boneka memancing tertawa banyak peserta. Namun hal itu justru membuat suasana menjadi akrab dengan gelak tawa.

DRAMA NATAL

Musikal drama pun bisa menjadi alternatif pementasan Natal. Peserta diberi contoh tentang sebuah musikal drama yang telah direkam dalam kaset VCD. Seluruh peserta dapat menyaksikannya dan mendapat ide-ide baru untuk dikembangkan.

41

Sangat banyak berkat yang didapatkan dalam mengikuti acara seminar Paket Natal 2001 ini. Guru Sekolah Minggu mendapat banyak masukan dan ide bagaimana merayakan Natal dan membuat perayaan Natal menjadi berkesan bagi ASM. Namun ada satu pesan penting yang disampaikan oleh Ibu Tanti, yaitu bagaimanapun

menariknya aktivitas dan cerita yang disampaikan, guru Sekolah Minggu tidak boleh sekedar menjadi "tukang dongeng" atau "tukang cerita", tapi harus menjadi "Penginjil". Inti Natal adalah Berita Injil, dan itulah yang harus disampaikan oleh setiap guru

Sekolah Minggu.

Demikianlah liputan kami, kiranya menjadi berkat. Oleh: Staf Redaksi e-BinaAnak -- Evie dan Natalia

42

e-BinaAnak 055/Desember/2001: Natal

"Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: ... "" (Lukas 2:10) < http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Luk/T_Luk2.htm 2:10 >

Artikel: Tradisi Perayaan Natal Di Berbagai Negara

Keluarga Kristen di berbagai belahan bumi secara serentak merayakan Natal di bulan Desember ini, namun masing-masing memiliki cara dan tradisi yang unik sesuai dengan budaya dimana mereka tinggal. Redaksi berhasil menghimpun tradisi-tradisi keluarga Kristen dalam merayakan Natal dari berbagai negara, yang diperoleh dari berbagai sumber. Nah... marilah kita berkeliling dunia untuk mengenal tradisi Natal mereka...

Natal di Spanyol

Di Spanyol, saat merayakan Natal, biasanya Nacimiento (kata "palungan" dalam bahasa Spanyol) diletakkan di tengah ruangan. Selanjutnya pada hari Natal seluruh anggota keluarga berlutut mengelilingi palungan tersebut sambil berdoa dan

menyanyikan lagu-lagu Natal. Kebiasaan yang dilakukan anak-anak adalah meletakkan sepatu-sepatu mereka di jendela yang diisi dengan berbagai permen dan mainan.

Natal di Meksiko

Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari. Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Yusuf yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang sedang melangsungkan pusada (baca: pesta) dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara itu beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka yang terbuat dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah) sehingga seluruh peserta akan dihujani dengan berbagai permen dan hadiah dari dalam boneka buatan tersebut.

Dalam dokumen bahan natal e binaanak (Halaman 39-42)