BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI
5.1 Aspek Teknis
5.1.10 Alternatif Pengangkutan Sampah Dan Solusi
bahwa untuk metode manual 1 lokasi Hauling Time (H) yang sangat tinggi dikarenakan waktu tempuh dari TPS ke TPA pada waktu jam sibuk sehingga (H) membutuhkan banyak waktu untuk membawa sampah ke TPA, disamping itu juga Pick Up Time (PHCS) yang sangat tinggi di karenakan menunggu mengisi kontainer dilakukan secara manual, sehingga waktu yang dibutuhkan cukup banyak. Maka strategi yang dilakukan untuk sistem pengangkutan 1 lokasi adalah merubah jam kerja pengangkutan menjadi pagi hari dan dilakukan dengan penambahan lokasi TPS/kontainer di Kelurahan menggunakan sistem HCS dengan pengangkutan menggunakan Arm Roll Truck.
Dari hasil pengamatan dan identifikasi lapangan, diketahui bahwa untuk metode manual muti lokasi maka strategi yang dilakukan adalah, tetap menggunakan dump truck multi lokasi namun dilakukan penambahan dump truck manual 1 lokasi. Hal ini dikarenakan dump truck multi lokasi menggunakan sistem pengangkutan dan pembuangan secara manual. Maka memakan banyak waktu untuk melakukan Pick Up (Pc) dan In Site Time (S) di lokasi. Sehingga untuk menunjang pelayanan pengangkutan dilakukan penambahan dari peralihan dump truck 1 lokasi ke multi lokasi, agar pelayana pengangkutan dapat lebih efisien.
Penggantian Pengangkutan Dump Truck Metode Manual 1 Lokasi 5.1.10.1
Menjadi Arm Roll Dan Penambahan Kontainer
Dari hasil pengamatan eksisting maka dapat diketahui jumlah trip per hari dump truck masih sebesar 1 trip per hari. Maka untuk meningkatkan jumlah trip per hari di Kecamatan Rappocini maka dilakukan penggantian dump truck
menjadi Arm Roll truck dan perubahan jam kerja menjadi pagi hari. Sehingga dapat dilihat pada Tabel 5.38, Tabel 5.39 dan Tabel 5.40.
Tabel 5.38 Hasil Perhitungan Waktu Pengangkutan (Phcs) Arm roll Truck
Keterangan : *Asumsi Menurut Damanhuri dan Padmi, 2016
Tabel 5.39 Hasil Perhitungan Pengangkutan Per Trip (Thcs) Arm Roll Truck
1 Arm Roll 1 TPS Buakana 0,70 0,41 0,05 1,16
2 Arm Roll 2 TPS Balaparang 0,70 0,44 0,05 1,19
3 Arm Roll 3 TPS karunrung 0,70 0,37 0,05 1,12
Keterangan :* standar dari dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya
No Kendaraan Pc* Uc* dbc
(jam)
TPS Buakana 0,50 0,20 0 0,70
2 Arm Roll 2
TPS Ballaparang 0,50 0,20 0 0,70
3 Arm Roll 3
TPS Karunrung 0,50 0,20 0 0,70
Tabel 5.40 Jumlah Trip Per Hari (Nd) Arm Roll
Tabel 5.40 menjelasakan bahwa jumlah trip per hari (Nd) kendaraan Arm Roll Truck dapat melakukan sebanyak 4.37 - 4,48 trip per hari berkisar 4 trip per hari. hal ini dikarenakan waktu pengangkutan dan penurunan sudah menggunkan kontainer dan rute perjalanan mengalami pengalihan rute dan waktu menjadi pagi hari. sehingga tidak melewati waktu padat pada jam kerja, sehingga waktu pengumpulan sampah per trip (THCS) menjadi rata-rata 1.15 jam per trip. Maka hasil evaluasi pada dump truck manual untuk 1 lokasi menunjukkan perlunya penggantian dump truck menjadi arm roll dan penambahan wadah kontainer sesuai dengan jumlah dan kepadatan penduduk di Kelurahan yang dilayani.
Peralihan Dump Truck Metode 1 Lokasi Menjadi Dump Truck 5.1.10.2
Untuk Pelayanan Pengangkutan SCS Multi Lokasi
Dari hasil perhitungan data sebelumnya terlihat bahwa kendaraan dump truck (tipe SCS) pada waktu pengamatan hanya mampu melayani 1 trip per hari.
Dikarenakan waktu pengumpulan sampah di titik-titik lokasi dan pembuangan di TPA (s) yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan cukup banyak waktu. Sehingga waktu kerja 7 jam hanya mampu melakukan pengangkutan sabesar 1 trip per hari.
Dibutuhkan 13 trip untuk proses pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini. Sehingga dilakukan pengalihan fungsi dari dump truck (metode
No Kendaraan W
TPS Buakana 0,15 0,71 0,14 1,16 7 4,40 4
2 Arm Roll 2
TPS Balaparang 0,15 0,66 0,09 1,19 7 4,37 4
3 Arm Roll 3
TPS karunrung 0,15 0,65 0,28 1,12 7 4,48 4
manual satu lokasi) untuk pelayanan SCS untuk membantu proses pengangkutan.
Dari 3 dump truck yang ada, 1 buah sudah berumur 13 tahun. Dengan demikian pada tahun 2017 hanya ada 2 buah truck dump truck (metode manual untuk 1 lokasi) yang dialih fungsikan menjadi dump truck SCS.
Tabel 5.41 Total Mengosongkan TPS (Uc)
No Kendaraan truck sistem manual (Nd = 1 trip per hari) dan 2 buah dump truck (Nd = 3-4 trip per hari) untuk pelayanan 13 trip per hari untuk mempercepat peroses pengangkut sampah di Kecamatan Rappocini. Dapat dilihat perhitungan total mengosongkan TPS (Uc) Tabel 5.41 dan waktu membuang di TPA (s) Tabel 5.42.
Tabel 5.42 Waktu Membuang Sampah di TPA
Tabel 5.42 menunjukan bahwa, waktu membuang sampah di TPA untuk dump truck multi lokasi masih tetap sama di karenakan dilakukan denganmetode manual, namun dari hasil kebutuhan 13 trip/hari maka di lakukan penambahan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan. Dump truck manual 1 lokasi dilakukan pengalihan fungsinya pada metode multi lokasi, maka waktu membuang di lokasi TPA dapat sedikit lebih cepat, dikarenakan sistem dump truck hidrolik.
No Kendaraan s (jam)
Rata-rata
1 Kel. Gunung sari (DD 8268 A)
2,06 2 Kel. Gunung sari
(DD 8030 AB)
1,72 3 Kel banta-bantaeng
(DD 8059 A)
0,41 4 Kel. Bonto makio
(DD 8257 A)
2,10 5 Kel. Rappocini
(DD 8369 A)
2,14
6 DD 9005 AB 0,20
7 DD 9313 AB 0,20
8 DD 9001 AA 0,20
Tabel 5.43Perhitungan Waktu Pengangkutan (Pscs) No Kendaraan Ct.Uc (Jam/Rit) (np-1) dbc
(Jam/rit) Pscs (Jam/Rit) 1 Kel. Gunung sari
(DD 8268 A)
2,25 0,12 2.34
2 Kel. Gunung sari (DD 8030 AB)
4 Kel. Bonto makio (DD 8257 A)
Dengan hasil perhitungan waktu pengangkutan di dapatkan pengurangan waktu untuk melakukan pengangkutan sampah di setiap lokasinya, hal ini di karenakan waktu pengangkutan telah dirubah pada waktu tidak sibuk, dengan kecepatan rata-rata pada setiap dump truck adalah 25 km/jam. Sehingga di dapatkan perhitungan waktu/ trip pada Tabel 5.44
Tabel 5.44 Perhitungan Waktu Pengangkutan Per Trip (Tscs)
No Kendaraan Pick Up
Time (Pscs)
1 Kel. Gunung sari (DD 8268 A)
2,34 0,49 2,06 4,89
2 Kel. Gunung sari (DD 8030 AB)
2,31 0,46 1,72 4,67
3 Kel. Banta-banteng (DD 8059 A)
3,16 0,52 0,41 4,09
4 Kel. Bonto makio (DD 8257 A)
1,86 0,43 2,10 4,39
5 Kel. Rappocini (DD 8369 A)
1,00 0,42 2,14 3,56
6 DD 9005 AB 1,86 0,46 0,20 2,52
7 DD 9313 AB 1,65 0,46 0,20 2,31
8 DD 9001 AA 1,90 0,48 0,20 2,58
Tabel 5.45Perhitungan Jumlah Trip Per Hari (Nd) 1 Kel. Gunung sari
(DD 8268 A)
0,15 0,16 0,20 4,89 7
1,14 1
2 Kel. Gunung sari (DD 8030 AB)
4 Kel. Bonto makio (DD 8257 A) rata-rata dapat melakukan sebanyak 1-2 trip per hari, waktu pengangkutan hal ini dikarenakan waktu pengangkutan dan penurunan sampah di TPA sebagian sudah menggunakan Dump Truck,dan waktu pengangkutan di lakukan pada pagi hari, sehingga tidak melewati jam padat. Sehingga waktu pembuangan sampah di TPA menjadi lebih cepat dan penggunaan pengalihan dump truck hidrolik menjadikan In Site Time (s) menjadi 0.20 jam per trip.
Dari hasil perhitungan Tabel. 5.41 maka dibutuhkan 13 trip untuk proses pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini. Sehingga dilakukan pengalihan fungsi dari dump truck (metode manual satu lokasi) untuk pelayanan SCS. Dari 3 dump truck yang ada, 1 buah sudah berumur 13 tahun. Dengan demikian hanya 2 buah truck dump truck (metode manual untuk 1 lokasi) yang dialih fungsikan menjadi dump truck SCS. Sehingga jumlah total untuk pengangkutan SCS menjadi 5 buah dump truck sistem manual (Nd = 1 trip per hari) dan 2 buah dump truck (Nd = 2 trip per hari) untuk pelayanan 11 trip per hari. Dapat dilihat pada Tabel 5.46
Tabel 5.46 Kebutuhan Dump Truck Untuk Pelayanan Sistem SCS
No 2016 2017 2018 2019 2020
Jumlah Trip 5 12 12 12 11
1 Jumlah Truck Sistem Manual multi lokasi (Nd = 1 Trip/hari)
5 5 5 5 5
2 Jumlah Truck Sistem manual 1 lokasi (Nd = 2 Trip/hari)
- 2 2 2 2
Analisis Kebutuhan Kontainer Dan Arm Roll Di Kecamatan 5.1.10.3
Rappocini
Analisis kebutuhan kontainer di Kecamatan Rappocini mengacu pada SNI 3242 – 2008 yang mengklasifikasikan kapasitas pelayanan kontainer kedalam 2 type sebagai berikut:
o Kontainer berkapasitas 8 m3dapat melayani 3.200 jiwa o Kontainer 10 m3dapat melayani 5.330 jiwa
Kebutuhan kontainer dapat dilihat dengan cara sebagai berikut:
Jumlah kontainer =
=
Contoh perhitungan kebutuhan kontainer Kelurahan Gunung Sari :
= 42.544 2,75 / 8
= 117,00 8
= 14 1,3 Jumlah kontainer= 10
Berdasarkan hasil analisis penggantian dump truck manual metode 1 lokasi menjadi sistem HCS bahwa 3 kendaraan arm roll truk jumlah ritasinya dapat ditingkatkan atau mengalami penambahan trip. Untuk mencapai tingkat
trip, tetapi dengan penambahan armada arm roll baru dan penambahan kontainer disetiap lokasi yang belum meliki kontainer maupun TPS. Dengan demikian untuk mencapai tingkat pelayanan 46% maka dibutuhkan sebanyak 3 arm roll dan 12 kontainer untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di tahun 2017. Adapun rincian kebutuhan kontainer dan arm roll tahun 2017 sampai tahun 2020 selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5.47.
Tabel 5.47Kebutuhan Kontainer dan Truck Arm Roll per Kelurahan di Kecamatan Rappocini 2015-2020
Keterangan: *) dihitung dari jumlah yang dilayani dibagi dengan jumlah trip per hari
Tabel 5.47 menunjukkan bahwa Kecamatan Rappocini yang memiliki 10 Kelurahan pada tahun 2016 masih belum memiliki kontainer di lokasi pengangkutan. Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan kontainer di Kecamatan Rappocini hingga tahun 2020 maka dubutuhkan sebanyak 38 kontainer dengan kapasitas 8m³ dan Arm Roll truck sebanyak 10 unit, yang direncanakan masing-masing melayani 2 – 4 trip pengangkutan sampah tiap harinya.
Analisis Sistem Pengelolaan Sampah 5.1.10.4
Untuk Kecamatan Rappocini di rencanakan sistem pengelolaan dengan pengumpulan sampah dari sumber sampah (rumah tangga) secara terpisah lalu membawanya ke tempat penampungan sementara (TPS). Skema pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini terlihat pada Gambar
No Kelurahan Tahun Pencapaian
2016 2017 2018 2019 2020
Persentase 27% 46% 65% 84% 100%
1 Gunung Sari - 2 5 8 10
Total Kontainer - 12 24 34 38
Total Truck Arm Roll* - 3 6 9 10
Jumlah yang harus dibeli
Kontainer - 12 12 10 4
Truck Arm Roll - 3 3 3 1
Maka jumlah timbulan sampah yang terangkut/masuk ke TPA akan berbeda jika dibandingkan dengan tanpa adanya sistem penanganan sampah di sumber. Dimana dengan tanpa penanganan di sumber sampah, laju timbulan sampah terangkut/masuk akan terus mengalami kenaikan pertahunnya. Demikian juga dapat dilihat pada jumlah kualitatif sampah yang terangkut/masuk ke TPA menjadi berbeda yakni 61,47 ton/hari m3. Secara kualitatif adanya upaya reduksi sampah yang dilakukan di sumber sampah disamping dapat menurunkan biaya operasional pengangkutan sampah.
Analisis Kebutuhan TPS Di Kecamatan Rappocini 5.1.10.5
TPS merupakan suatu bangunan atau tempat yang digunakan untuk memindahkan sampah dari gerobak atau alat pengumpul lainnya ke landasan, ke wadah kontainer, atau langsung ke truk sampah. Analisis kebutuhan TPS di Kecamatan Rappocini menagacu pada SNI 3242-2008 yang mengklasifikasi kapasitas pelayanan TPS kedalam 3 tipe sebagai berikut :
Timbulan Sampah Yang Terangkut 66,83 ton/hari.(100%)
Gambar 5.13 Skema Sistem Pengelolaan Sampah Kecamatan Rappocini
Dimanfaatkan Plastic 0,5ton/hari(1.2%)
Kertas 1ton/hari(1.5%) Logam 0,16ton/hari (0.22%)
Residu
39,37 ton/hari (58,9%)
Residu
22,1 ton/hari (32.5%)
1. TPS tipe I dapat melayanai sebanyak 2.500 jiwa 2. TPS tipe II dapat melayani sebanyak 30.000 jiwa 3. TPS tipe III dapat melayani sebanyak 120.000 jiwa
Kebutuhan TPS dapat dilihat dengan cara sebagai berikut:
Jumlah TPS =
=
Kebutuhan TPS Tiap KelurahanContoh perhitungan kebutuhan TPS di Kelurahan Gunung Sari :
= 42.196 30.000
Jumlah TPS = 1 TPS type II
Dari persamaan tersebut maka dapat diketahu jumlah kebutuhan TPS pada Kelurahan Gunung Sari adalah sebanyak 12 TPS. Penambahan tersebut dilakukan secara bertahap dengan persentase pencapain 100% hingga tahun 2020.
Untuk mengefisiensikan anggaran kebutuhan pengelolaan sampah, maka akan difokuskan pembangunan TPS untuk Kelurahan yang padat penduduk terlebih dahulu, sehingga timbulan sampah pada Kelurahan yang padat dapat terlayani lebih maksimal di pencapaian target tahun pertama.
Dengan kebutuhan TPS dapat dilihat dengan cara membandingkan kesesuaian jumlah penduduk dengan kapasitas pelayanan TPS atau kontainer.
Hasil perhitungan kebutuhan TPS atau kontainer dapat dilihat pada Tabel 5.48.
Tabel 5.48Kebutuhan TPS atau Kontainer Dengan Membandingkan Jumlah Penduduk di Setiap Kelurahan di Kecamatan Rappocini
No Kelurahan Jumlah Penduduk
Kebutuhan 2016 2017 2018 2019 2020 TPS
Persentase 27% 46% 65% 84% 100%
1 Gunung Sari 42.196 43.037 43.887 44.718 45.558 TPS Type 1 9 Unit Type II- 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 2 5 8 10
2 Karunrung 14.529 14.926 15.322 15.718 16.114
TPS Type 1 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 2 3 3
3 Mappala 9.856 9.9934 10.012 10.091 10.169
TPS Type I 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 2 2 2
4 Kassi-Kassi 18.631 18.960 19.290 19.619 19.948
TPS Type I 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 2 3 4
5 Bonto Makio 5.213 5.255 5.296 5.338 5.380
TPS Type I 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 1 1 1
6 Tidung 15.637 15.775 15.913 16.051 16.189
TPS Type I 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 2 3 4
7 Banta-Bantaeng 23.419 23.874 24.329 24.784 25.238
TPS Type I 2 Unit
Kebutuhan Kontainer 2 4 6 6
8 Buakana 14.183 14.328 14.474 14.619 14.764
TPS Type I 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 2 3 3
9 Rappocini 9.385 9.464 9.543 9.623 9.702
TPS Type II 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 2 2 2
10 Ballaparang 12.761 12.879 12.997 13.115 13.235
TPS Type I 1 Unit
Kebutuhan Kontainer 1 2 3 3
Total Kebutuhan TPS 12
Penambahan TPS baru untuk kebutuhan pelayana pengangkutan sampah dengan cakupan pelayanan 100% pada tahun 2020 bisa dilakukan secara bertahap.Untuk penyesuaian kemampuan anggaran Kecamatan maka akan dilakukan skala prioritas untuk sarana prasarana pengelolaan sampah di tiap
Tahunnya . Penambahan TPS pada Kelurahan yang belum terlayani dimulai pada Tahun anggaran 2017.