• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.4 Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan akan diambil berdasarkan hasil penelitian dan analisis.

Kesimpulan yang diambil harus sesuai dengan tujuan dari penelitian ini. Adapun kesimpulan penelitian ini adalah penentuan jumlah trip, biaya yang dibutuhkan untuk biaya operasional pengangkutan sampah, dan strategi meningkatkan kinerja dan pelayanan pengangkutan persampahan.

(halaman ini sengaja dikosongkan)

4 BAB IV

GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

4.1 Administrasi dan Letak Geografis

Kecamatan Rappocini merupakan salah satu dari 14 Kecamatan di Kota Makassar yang berbatasan dengan :

- Utara :Kecamatan Panakkukang

- Timur :Kecaamatan Panakkukang Kabupaten Gowa - Selatan :Kecamatan Tamalanrea

- Barat :Kecamatan Mamajang dan Kecamatan Makassar.

Kecamatan Rappocini merupakan daerah bukan pantai. Menurut jaraknya, letak masing-masing kelurahan ke Kecamatan berkisar 5-10 km (Badan Pusat Statistik Kota Makassar).

Kecamatan Rappocini secara geografis terletak pada koordinat 5.16955°

Lintang Selatan 119.4622° Bujur Timur. terdiri dari 10 Kelurahan, 573 RT dan 107 RW dengan jumlah penduduk tahun 2014 adalah 158.325 jiwa dengan luas wilayah 9.23 km2. Dari luas wilayah tersebut pada Tabel 4.1

Gambar 3.1 Peta Kota Makassar Gambar 4.1 Peta Kota Makassar

Tabel 4.1 Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Kota Makassar

Sumber : BPS Kota Makassar,2011

Dari tabel 4.1 Kota Makassar memiliki 3 Kecamatan yang jumlah penduduknya padat, Kecamatan Tamalate, Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Rappocini. Dilihat dari segi kawasan strategis provinsi (KPS) yang ada di Kota Makassar, (Pusat Bisnis Terpadu Indonesia) ditetapkan di sebagian wilayah Kecamatan Rappocini dan sebagian wilayah Tamalate. hal tersebut dapat penyumbang timbulan sampah terbesar di Kota Makassar.

No Kecamatan Penduduk (Jiwa)

Luas Wilayah (km2)

Kepadatan Penduduk (jiwa/km²)

1 Mariso 55.875 1,82 30.701

2 Mamajang 58.998 2,25 26.221

3 Tamalate 170.878 20,21 8.455

4 Rappocini 151.091 9,23 16.370

5 Makassar 81.700 2,52 32.421

6 Ujung Pandang 26.904 2,63 10.230

7 Wajo 29.359 1,99 14.753

8 Bontoala 54.197 2,1 25.808

9 Ujung Tanah 46.688 5,94 7.860

10 Tallo 134.295 5,83 23.035

11 Panakkukang 141.382 17,05 8.292

12 Manggala 117.075 24,14 4.850

13 Biringkanaya 167.741 48,22 3.479

14 Tamalanrea 103.192 31,84 3.241

Jumlah 1.339.374 175,77 7.620

4.2 Penduduk Kecamatan Rappocini

Jumlah penduduk Kecamatan Rappocini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dilihat dari tabel 4.1 bahwa jumlah penduduk di Kecamatan Rappocini adalah terbesar ke tiga dari kecamatan Tamalate dan Kecamatan Biringkanaya. Laju pertumbuhah penduduk Kecamatan Rappocini tersebut terlihat pada Tabel 4.2

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Kecamatan Rappocini 2010-2014

No Kelurahan

Total Jumlah Penduduk (Jiwa/Tahun)

2010 2011 2012 2013 2014

1 Gunung Sari 37487 37835 38835 40032 40582

2 Karunrung 12339 12457 12657 13575 13761

3 Mappala 9518 9609 9109 9375 9504

4 Kassi-Kassi 16769 16929 16089 17758 18001

5 Bonto Makkio 5033 5081 5175 4956 5024

6 Tidung 14808 14949 14901 15176 15384

7 Banta-Bantaeng 20863 21062 21762 22241 22547

8 Buakana 13323 13450 13810 13724 13913

9 Rappocini 8906 8991 8061 9115 9240

10 Ballaparang 12054 12169 12109 12373 12543

Kecamatan 151.091 151100 152532 152508 158325 Sumber : BPS Kota Makassar

4.3 Gambaran Umum Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Rappocini Pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini saat ini dilakukan oleh DKP dan Kecamatan Rappocini.Kecamatan Rappocini memiliki 5 TPS yaitu TPS Kel. Tidung, Kel. Mappala, Kel.Banta-Bantaeng yang diangkut langsung menggunakan dump truck menuju TPA Tamangapa. Sedangkan dump truck manual sendiri mengangkut sampah yang berada disepanjang titik jalan utama dan jalan-jalan umum yang dilalui dump truck manual dan membuangnya ke TPA Tamangapa.jumlah sampah yang terangkut terlihat pada Tabel 4.3

Tabel 4.3 Kapasitas Dump Truck Pengangkut Sampah

No TPS Pengangkutan

(trip/hari)

Kapasitas Armada

(m3) Dump Truck

1 Kel. Banta-Bantaeng 1 8 1

2 Kel. Tidung 1 8 1

3 Kel. Mappala 1 8 1

Fasilitas-fasilitas pendukung yang berada di Keacamatan Rappocini dapat dilihat pada Tabel 4.4

Lokasi

Gambar 4.2 Lokasi TPS di Kecamatan Rappocin

Tabel 4.4 Fasilitas di Kecamatan Rappocini

Data sumber sampah dan komponen sampah di Kecamatan Rappocini dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan Tabel 4.6

4.3.1 Kendaraan Pengangkut Sampah Di Kecamatan Rappocini

Kecamatan Rappocini saat ini memiliki 8 unit dump truck. Terdiri dari 5 unit dump truck mengangkut sampah dari titik – titik lokasi pengangkutan ke TPS di Kecamatan Rappocini dan dibuang ke TPA Tamangapa Makassar dan 3 dump truck lainnya untung mengangkut di 3 Kelurahan yang tersebar di Kecamatan

No Fasilitas Jumlah

1 TK 29

2 SD 90

3 SMP 19

4 SMA 11

5 SMK 10

6 Rumah Sakit Umum 2

7 Puskesmas 4

8 Pustu 4

9 Rumah Sakit Bersalin 4

10 Posyandu 97

11 Mesjid 121

12 Gereja 10

13 Hotel 7

14 Pertokoan 986

15 SPBU 7

16 Pasar 3

17 Kantor 10

Rappocini. Dengan waktu pengambilan sore hari. Kondisi kendaraan pengangkut di Kecamatan Rappocini terlihat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.3 dan 4.4.

Tabel 4.5 Kendaraan Pengangkut Sampah

No Kendaraan Pengangkut Jumlah (unit) Keterangan

1 Dump Truck 7 Baik

2 Dump Truck 1 Kurang Baik

4.4 Struktur Organisasi Pengangkutan Sampah Kecamatan Rappocini Peningkatan pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini harus sejalan dengan struktur ruang Kota Makassar yang tercantum dalam Peraturan Daerah No 4 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Kota Makassar tahun 2015-2023.

Dalam rangka memperkukuh eksistensi dan pencapaian Makassar menuju Kota Dunia di tetapkan tujuan penentuan RTRW Kota Makassar 2034, yang merupakan penggambaran keinginan yang kuat mewujudkan ruang wilayah Kota Makassar sebagai Kota Tepi Air Kelas Dunia yang didasari atas keunggulan dan keunikan lokal menuju kemandirian lokal dalam rangka persaingan global demi ketahanan nasional dan wawasan nusantara yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.

Gambar 4.4 Dump Truck Manual Multi Lokasi

Gambar 4.3 Dump Truck Manual Untuk 1 Lokasi

Kecamatan Rappocini dikategorikan dalam perkotaan sedang yang mempunyai fungsi utama sebagai permukiman, perkantoran, mall, dan fasilitas skala lokal.

4.5 Kelembagaan Pengangkutan Sampah Dinas Kebersihan Dan Pertamanan

4.5.1 Struktur Organisasi Dan Personalia Dinas Kebersihan Dan Pertamanan

Seksi Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang melayani pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini memiliki, 8 orang supir dan 24 orang petugas pengangkut sampah.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar dipimpin oleh Kepala Dinas yang dibantu Kepala Bagian dan Kepala Seksi sampai saat staf. Struktur organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan dapat dilihat pada gambar 4.5

4.5.2 Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Pengangkutan Sampah

Seksi Angkutan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan mempunyai tugas :

1. Menyiapkan penyusunan program angkutan sampah

2. Menyiapkan bahan koordinasi dan pelaksanaan teknis angkutan sampah

3. Melaksanakan pembinaan personil angkutan sampah

4. Merencanakan dan melaksanakan pengangkutan sampah dari TPS, TPST ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

5. Merencanakan, investasi mengatur dan mengadakan pengawasan terhadap operasional kendaraan angkutan sampah.

6. Merawat semua saranan angkutan sampah

7. Memelihara ketertiban pembuangan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan bidang tugasnya

4.6 Pembiayaan Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Rappocini

Biaya pengangkutan sampah ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kota Makassar yang dialokasikan dalam daftar penggunaan Anggaran (DPA) Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar.

STUKTUR ORGANISASI DINAS PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN KOTA MAKASSAR

KEPALA DINAS

SEKERTARIS

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN PERLENGKAPAN

UPTD PEMAKAMAN UPTD TEMPAT

PEMBUANGAN AKHIR

Gambar 4.5 Struktur Organisasi Dinas Kebersihan dan Pertaman

5 BAB V

KONDISI EKSISTING DAN HASIL PEENGAMATAN

5.1 Aspek Teknis

Aspek teknis persampahan kondisi eksisiting dan hasil pengamatan di Kecamatan Rapoccini meliputi timbulan, pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir

5.1.1 Timbulan Dan Densitas Sampah a. Timbulan Sampah

Produksi sampah di Kecamatan Rappocini sebesar 441 m3/hari yang berasal dari 10 Kelurahan yang ada di Kecamatan Rappocini. Jika diasumsikan terdapat 365 hari dalam setahun maka jumlah timbulan sampah yang masuk adalah sebesar 161.100 m3/tahun.

Tabel 5.1 Kegiatan Pengangkutan Sampah Tahun 2014/2015

No Uraian Satuan Jumlah

1 Jumlah Penduduk Jiwa 160.499

2 Asumsi Sampah 1 Orang

Per Hari Liter 2,75

3 Jumlah Sampah per Hari m³/Hari 441

4

Mobil Pengangkut Sampah Kecamatan Rappocini :

- Dump Truck - Arm Roll

Buah Buah

8 0

b. Penentuan Densitas Sampah

Penentuan sampah yang diangkut ke TPA memerlukan nilai densitas sampah lepas dan densitas sampah di atas kendaraan pengangkut. Perbandingan

antara densitas sampah lepas dan densitas sampah di atas kendaraan pengangkut dikenal sebagai faktor kompaksi.

Penentuan densitas sampah lepas dilakukan dengan cara mengukur sampel sampah pada gerobak motor dan dump truck. pengukuran dilakukan selama 8 hari. Pengukuran dilakukan dengan cara, yaitu menuang sampah pada gerobak motor kedalam pelastik berukuran 40L kemudian di timbang. Nilai densitas sampah yang diperoleh merupakan nilai rata – rata densitas sampah hasil pengukuran. Tabel 5.2 menunjukan hasil pengukuran denistas sampah di atas gerobak

Dari sampel sampah yang digunakan dari sumber sampah selanjutnya dilakukan penimbangan secara manual, pengukuran dilakukan setelah gerobak motor mengambil sampah dari sumber. Penimbangan dilakukan pada tiga gerobak motor berbeda. Besar nilai timbulan sampah yang masuk ke TPS diperoleh dari rata-rata jumlah timbulan. Hasil pengukuran sampah digerobak dapat dilihat pada Tabel 5.2. Adapun hasil pengukuran sampah dump truck dapat dilihat pada Tabel.

Tabel 5.2 Hasil Perhitungans Sampah Gerobak Motor

Lokasi

TPS Ballaprang 196 1.8 1.26 0.52 1.18 166.1

TPS Buakana 188 1.8 1.26 0.52 1.18 159.32

TPS Karunrung 152 1.8 1.26 0.52 1.18 128.81

Rata-rata 179 151.41

Tabel 5.3 Hasil Perhitungan Sampah Metode Pengangkutan Manual Satu Lokasi.

Tabel 5.4 Hasil Perhitungan Sampah Metode Pengangkutan Sampah Multi Lokasi

Kendaraan

Sehingga dari Tabel 5.4 dapat diperoleh faktor kompaksi dengan membandingkan rata-rata densitas sampah dump truck dan rata-rata densitas sampah gerobak motor yaitu:

Rata-rata densitas sampah dump truck = , / + . /

= 200,85 kg/m3 Rata-rata densitas sampah gerobak motor = 151,41 kg/m3

Faktor kompaksi =

= . /

. / = 1.33 kg/m3

Setelah memperoleh nilai faktor kompaksi tersebut, maka dapat diperoleh jumlah sampah terangkut eksisting dapat dilihat pada Tabel 5.5.

Tabel 5.5 Jumlah Sampah Terangkut Eksisting

No Kelurahan

Kendaraan (unit)

Kapasitas Kendaraan

(m3/truk)

Volume Real Sampah Terangkut

(m3)

(1) (2) (3) = (1)x(2)x faktor kompaksi

1 Karunrung 1 8 10.64

2 Buakana 1 8 10.64

3 Ballaparang 1 8 10.64

4 Antang 1 14 18.62

5 Emmy Saelan 1 11 14.63

6 Faisal 1 11 14.63

7 Tidung 1 14 18.62

8 Rappocini 1 14 18.62

Total 117.04

Pelayanan pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini sebagian besar meliputi wilayah permukiman (domestic) dengan cakupan pelayanan pada tahun 2015/2016 mencapai 27%.

5.1.2 Proyeksi Timbulan Sampah Sampai Dengan Tahun 2020

Untuk proyeksi jumlah penduduk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020 dilakukan terlebih dahulu perhitungan koefisien korelasi dengan metode Aritmatik, Geometrik, dan least square untuk memperoleh metode yang tepat digunakan dalam proyeksi, secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 1A dengan penggunaan rumus sebagai berikut:

Tabel 5.6 Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Metode Aritmatik Tahun 2010 – 2014

No Tahun

Jumlah Penduduk

(jiwa)

X Y X.Y X2 Y2

1 2010 150871

2 2011 152370 1 1499 1499 1 2247001

3 2012 153886 2 1516 3032 4 2298256

4 2013 158586 3 4798 14394 9 23020804

5 2014 160820 4 2136 8544 16 4762496

Jumlah 10 9949 27469 30 32128557

= . ( ) − ( )( )

[ ( ) − ( ) ] , [( ) − ( ) ] , k = 0.68

Di mana :

X = Tahun ke- n = Jumlah data

Y = Pertambahan penduduk

Tabel 5.7 Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Metode Geometri Tahun 2010 – 2014

2 2011 152370 1499 1 7.321553498 7.3125 1 53.8979

3 2012 153886 1516 2 7.323830566 14.647 4 53.9043

4 2013 158586 4798 3 8.475954443 25.427 9 71.3671

5 2014 160820 2136 4 7.6666902 30.666 16 58.0488

Jumlah 10 30.77902871 78.05 30 237.73

= . ( ) − ( )( )

[ ( ) − ( ) ] , [( ) − ( ) ] , k = 0.75

Di mana :

X = Tahun

ke-p = Pertambahan ke-penduduk Y = ln p

n = Jumlah data

Tabel 5.8 Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Metode Least Square Tahun 2010 - 2014

1 2010 150871 1508711 150871 1 22762058641

2 2011 152370 2 152370 304740 4 23216616900

3 2012 153886 3 153886 461658 9 23680900996

4 2013 158586 4 158684 634736 16 25180611856

5 2014 160820 5 160820 804100 25 25863072400

Jumlah 15 776631 2354502 0 120703260793

= . ( ) − ( )( )

[ ( ) − ( ) ] , [( ) − ( ) ] , k = 0.97

Di mana :

X = Tahun

ke-Y = Jumlah penduduk tahun ke-n n = Jumlah data

Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi diatas dari masing-masing metode, nilai korelasi yang paling mendekati satu (semakin mendekati angka satu maka metode tersebut sangat baik digunakan untuk memproyeksikan jumlah penduduk karena memiliki hubungan variabel bebas dan terikat yang kuat) adalah metode Least Square dengan nilai 0.976 sehingga metoda ini yang digunakan untuk perhitungan proyeksi penduduk di Kecamatan Rappocini.

Rumus yang digunakan untuk proyeksi menggunakan metode Least Square, yaitu sebagai berikut:

Y = a + bx

Di mana:

Y = Jumlah penduduk hasil proyeksi a = Konstanta

b = Koefisien arah regresi linear x = Variabel waktu

Tabel 5.9 Perhitungan Nilai a dan b Metode Least Square Tahun 2010 - 2014

No Tahun Jumlah Penduduk (jiwa) t P P.t t2

1 2010 150871 -2 150871 -301742 4

2 2011 152370 -1 152370 -152370 1

3 2012 153886 0 153886 0 0

4 2013 158684 1 158684 158684 1

5 2014 160820 2 160820 321640 4

Jumlah 0 776631 24609 0

Untuk memperoleh nilai a dan b di atas menggunakan rumus sebagai

P = Jumlah penduduk

t = Variabel waktu (jumlah variabel waktu adalah nol) N = Jumlah data

Dari data Tabel 5.9 maka hasilnya diperoleh, a = 155326.2 dan b = 2460.9

Sehingga hasil proyeksi penduduk dan timbulan sampah Kecamatan Rappocini dan per kelurahan 2015 – 2020 dapat dilihat pada Tabel 5.10 dan Tabel 5.11.

Tabel 5.10 Hasil Proyeksi Jumlah Penduduk Kecamatan Rappocini sesuai dengan Proyeksi Least Square 2015-2020

No Tahun Konstanta

2 2016 4 165,881

3 2017 5 168,432

4 2018 6 171,053

5 2019 7 173,675

6 2020 8 176,296

Tabel 5.11 Hasil Proyeksi Jumlah penduduk per Kelurahan Proyeksi Least Square 2015-2020

No Kelurahan Total Jumlah Penduduk (Jiwa/Tahun)

2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Gunung Sari 41356 42196 43037 43877 44718 45558

2 Karunrung 14133 14529 14926 15322 15718 16114

3 Mappala 9778 9856 9934 10012 10091 10169

4 Kassi-Kassi 18302 18631 18960 19290 19619 19948

5 Bonto Makkio 5171 5213 5255 5296 5338 5380

6 Tidung 15500 15637 15775 15913 16051 16189

7 Banta-Bantaeng 22965 23419 23874 24329 24784 25238

8 Buakana 14037 14183 14328 14474 14619 14764

9 Rappocini 9306 9385 9464 9543 9623 9702

10 Ballaparang 12643 12761 12879 12997 13115 13234 Kecamatan 163190 165811 168432 171053 173675 176296

Berdasarkan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan per orang per hari sesuai dengan SNI 19-3964-1994 Kota Sedang yaitu 2.75 liter/orang. hari. Maka proyeksi timbulan sampah permukiman di Kecamatan Rappocini sampai dengan tahun 2020 dan per kelurahan adalah sebagai berikut :

Tabel 5.12 Hasil Proyeksi Timbulan Sampah Kecamatan Rappocini 2015-2020

No Tahun Jumlah

Penduduk (Jiwa)

Jumah timbulan sampah per org per

hari (m3/org.hari)

Jumlah Timbulan Sampah (m3/hari)

1 2015 163,190

2,75 x 10-3

448,77

2 2016 165,881 455,98

3 2017 168,432 463,19

4 2018 171,053 470,40

5 2019 173,675 477,61

Tabel 5.13 Hasil Proyeksi Timbulan Sampah per Kelurahan 2015-2020

No Kelurahan Jumlah Timbulan Sampah (m3/hari)

2015 2016 2017 2018 2019 2020

1 Gunung Sari 113,73 116,04 118,35 120,66 122,97 125,29

2 Karunrung 38,87 39,96 41,05 42,13 43,22 44,31

3 Mappala 26,89 27,10 27,32 27,53 27,75 27,96

4 Kassi-Kassi 50,33 51,24 52,14 53,05 53,95 54,86

5 Bonto Makkio 14,22 14,34 14,45 14,56 14,68 14,79

6 Tidung 42,62 43,00 43,38 43,76 44,14 44,52

7 Banta-Bantaeng 63,15 64,40 65,65 66,90 68,15 69,41

8 Buakana 38,60 39,00 39,40 39,80 40,20 40,60

9 Rappocini 25,59 25,81 26,03 26,24 26,46 26,68

10 Ballaparang 34,77 35,09 35,42 35,74 36,07 36,39

Kecamatan 448,77 455,98 463,19 470,40 477,61 484,81

5.1.3 Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

Kecamatan Rappocini saat ini tidak memiliki TPS dengan pasangan batu bata disetiap Kelurahannya. Jenis TPS yang digunakan di Kecamatan Rappocini berupa dump truck terbuka dengan rata-rata kapasitas 8 m³, dan dump truck tertutup dengan rata-rata kapasitas 11 m³ dan 14 m³, tong/drum sampah kapasitas 10-20L dan plastic. Berikut dapat dilihat Pada Gambar 5.1 dump truck.

Gambar 5.1 Dump Truck Yang Telah Terisi Penuh

Berdasarkan data jumlah penduduk Kecamatan Rappocini tahun 2014 (160,499 jiwa) dan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan per orang per hari sesuai dengan SNI 19-3964-1994 yaitu 2.75 liter/orang.hari untuk Kota Sedang, maka total jumlah sampah yang terangkut untuk Kecamatan Rappocini per hari, dapat dihitung sebagai berikut:

Timbulan = jumlah timbulan sampah yang dihasilkan per orang per hari x jumlah penduduk Kecamatan Rappocini

= 2.75 liter/orang.hari x 160,499 orang

= 441,372.25 liter/hari

= 441.37 m3/hari

5.1.4 Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

TPS merupakan tempat pembuangan sampah sementara yang berfungsi untuk menampung sampah dari sumber sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Kecamatan Rappocini memiliki 3 lokasi TPS yang tersebar di Kelurahan Karunrung, Buakana, dan Pelita, dan 5 jalur lokasi pengangkutan sampah yaitu :

1. TPS di Kelurahan Karunrung, dengan Rincian :

 TPS menggunakan dump truck

 Volume dump truck 8 m3

 Sampah dikumpulkan menggunakan

gerobak motor

 Metode pengangkutan manual untuk satu lokasi.

 Pengangkutan sampah secara manual

 Pembuangan sampah dengan sistem hidrolik

Gambar 5.2 TPS Kelurahan Karunrung

2. TPS di Kelurahan Buakanan dengan Rincian :

 TPS menggunakan dump truck

 Volume dump truck 8 m3

 Sampah dikumpulkan menggunakan

gerobak motor

 Metode

pengangkutan manual untuk satu lokasi Pengangkutan sampah secara manual

 Pembuangan sampah dengan sistem hidrolik

3. TPS di Kelurahan Pelita dengan Rincian :

 TPS menggunakan dump truck

 Volume dump truck 8 m3

 Sampah dikumpulkant menggunakan gerobak motor

 Metode pengangkutan manual untuk satu lokasi

 Pengangkutan sampah secara manual

 Pembuangan sampah dengan sistem hidrolik.

Gambar 5.3 TPS Kelurahan Buakana

Gambar 5.4 TPS Kelurahan Pelita

4. Pengangkutan jalan Talasalapang dengan rincian :

 Pengangkutan sampah di sepanjang titik jalan pengangkutan

 Volume dump truck 14 m3

 Metode pengangkutan manual multi lokasi

 Pengangkutan sampah secara manual

 Pembuangan sampah secara manual

5. Pengangkutan jalan Emmy Seilan dengan rincian :

 Pengangkutan sampah di sepanjang titik pengangkutan

 Volume dump truck 11 m3

 Metode pengangkutan manual multi lokasi

 Pengangkutan sampah secara manual

 Pembuangan sampah secara manual.

Gambar 5.5 Lokasi Jl. Talasalapang

Gambar 5.6 Lokasi Jl. Emmy Seilan

6. Pengangkutan Perum. Faisal dengan rincian :

 Pengangkutan sampah di sepanjang titik pengangkutan

 Volume dump truck 11 m3

 Metode pengangkutan manual multi lokasi

 Pengangkutan sampah secara manual

 Pembuangan sampah secara manual

7. Pengangkutan Jalan Tidung Mariolo dengan rincian :

 Pengangkutan sampah di sepanjang titik pengangkutan

 Volume dump truck 14 m3

 Metode pengangkutan manual multi lokasi

 Pengangkutan sampah secara manual

 Pembuangan sampah secara manual

Gambar 5.7 Lokasi Perum Faisal

Gambar 5.8 Lokasi Jl. Tidung Mariolo

8. Pengangkutan Jalan Rappocini dengan rincian:

 pengangkutan sampah di sepanjang titik pengangkutan

 Volume dump truck 14 m3

 Metode pengangkutan manual multi lokasi

 Sampah diangkut secara manual

 Pembuangan sampah secara manual

5.1.5 Sistem Pengelolaan Sampah

Untuk sistem pengelolaan sampah yang ada di Kecamatan Rappocini secara umum tidak mengalami pemilahan dari sumber dan tidak adanya lokasi TPS. Sehingga sampah yang masuk ke Kontainer adalah sampah campuran dan sampah warga masih ada yang belum terangkut sepenuhnya..Skema sistem pengelolaan sampah yang ada di Kecamatan Rappocini dapat dilihat pada Gambar 5.10

Rumah Warga (sumber)

Mobil Dump Truck

Lokasi TPA

Pengumpu l

Gambar 5.9 Lokasi Jl. Rappocini

Gambar 5.10 Sistem Pengelolaan Kecamatan Rappocini

5.1.6 Skema Pengangkutan Sampah

Untuk pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini dari TPS ke tempat pembuangan akhir sampah TPA menggunakan dua jenis kendaraan pengangkutan yaitu : menggunakan kendaraan pengangkutan dump truck.

Jumlah kendaraan yang digunakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar untuk wilayah Rappocini sebanyak 8 kendaraan yang terbagi menjadi 3 unit dump truck metode pengangkutan manual 1 lokasi dan 5 unit dump truck metode pengangkutan manual multi lokasi. Rincian kendaraan pengangkutan sampah dapat dilihat pada Gambar 5.11 dan 5.12.

Jenis dump truck menggunakan metode pengangkutan manual multi lokasi. Kendaraan pengangkut dari pool membawa dump truck kosong menuju lokasi titik pengangkutan pertama, mengisi dan terus berjalan disepanjang titik pengangkutan yang telah ditentukan. Setelah dump truck terisi penuh maka truck akan menuju TPA. Dari TPA dump truck yang sudah kosong kembali menuju pool. Pengangkutan sampah hanya1 trip per hari.

Sedangkan jenis dump truck menggunakan sistem kontainer tetap.

Kendaraan dari pool membawa kontainer kosong menuju lokasi TPS. Pengisian dilakukan dari gerobak motor hingga terisi penuh, setelah dump truck terisi penuh maka dump truck akan menuju TPA. Dari TPA kendaraan dengan kontainer yang sudah kosong menuju pool. Pengangkutan sampah hanya1 trip per hari.

Pool

Gambar 5.11 Pola pengangkutan pada kendaraan Dump Truck metodepengangkutan manual multi lokasi.

Rincian umur kendaraan pengangkutan sampah pada Kecamatan Rappocini pada jenis dump truck dapat dilihat pada Tabel 5.14 dan 5.15.

Tabel 5.14 Kendaraan pengangkutan sampah jenis dump truck metode manual 1 lokasi Dinas Kebersihan Kota Makassar.

No Jenis Kendaraan Nomor Polisi Tahun Pembuatan

3 Dump Truck DD 9001 AA 2003 13 8 Kurang

Baik Sumber : Dinas Kebersihan Kota Makassar

Tabel 5.15 Kendaraan pengangkut sampah jenis dump truck metode manual multi lokasi Dinas Kebersihan Kota Makassar.

No Jenis Kendaraan Nomor Polisi Tahun Pembuatan

Sumber : Dinas Kebersihan Kota Makassar

5.1.7 Pengamatan Waktu Pengukuran Pengangkutan Sampah

Pengamatan waktu pengangkutan sampah untuk setiap kendaraan Pool

Kendaraan

TPS TPA Pool

Kendaraan n

Gambar 5.12 Pola Pengangkutan Pada Kendaraan Dump Truck metode pengangkutan manual untuk satu lokasi.

truck adalah 7 jam per hari, yaitu mulai jam 16.00 sampai jam 23.00. Selanjutnya data pengamatan yang dilakukan tersebut digabung dan diambil rata- rata untuk dijadikan dasar analisis lebih lanjut. Rincian data pengamatan waktu dan jarak pengangkutan sampah eksisting perhari dari masing-masing kendaraan dapat dilihat pada Lampiran 1.A.

Dari delapan dump truck, tiga dump truck metode manual 1 lokasi yang beroperasi masing-masing hanya melayani sebuah TPS. Sedangkan lima dump truck metode manual multi lokasi mengangkut sampah yang diletakkan ditepi jalan yang telah dirutekan. Data rute operasional dump truck dapat dilihat pada Tabel 5.16.

Tabel 5.16 Hasil Analisis Rute Eksisting Kendaraan Dump Truck Metode Manual 1 Lokasi

I Dump Truck Metode Manual Satu Lokasi

1 DD 9005 AB TPS kel

Buakana 1

Jl. Antang, Jl. Borong Raya, Jl.

Toddupuli, Jl. Pengayoman, Jl. Buakana.

Jl. Buakana, Jl. Pettarani, Jl.

Boulevard, Jl. Pengayoman, Jl.

Toddopuli, Jl. Borong Raya, Jl. Antang Raya, TPA Tamangapa.

Gambar 5.13

2 DD 9313 AB TPS kel.

Balaparang 1

Jl. Tamangapa III, Tamangapa Raya, Jl. Borong Raya, Jl. Toddupuli Timur, Jl. Boulevard, Jl. Pettarani Raya,

Jl. Pelita Raya.

Jl. Pelita Raya, Jl. Pettarani Raya, Jl. Bolevard, Jl. Toddopuli Timur,

Jl. Borong Raya, Jl Antang Raya, TPA Tamangapa.

Gambar 5.14

3 DD 9001 AA TPS Kel.

Karunrung 1

Jl. Borong Raya Baru 2, Jl.

Toddopuli Raya, Jl. Tamalate Raya, Skarda, Jl. Poros Talasalapang, TPS

Jipang.

TPS Jipang, Jl. Syeck Yusuf, Jl.

Muthalib, Jl. Daeng Sirua, Jl. Mustafa, Jl.

Antang Raya, TPA Tamangapa.

Gambar 5.15

Tabel 5.17 Hasil Analisis Rute Eksisting Kendaraan Dump Truck Metode Manual Multi Lokasi

I Dump Truck Metode Manual Multi Lokasi

1 DD 8268 A Minasaupa, Kantor Lurah Karunrung, Minasaupa Blok,K,L,M,N, Aeropala I,

Jl. Abdullah, Aeropala.

Jl. Emmy selan III, Jl.

Monument Emmy selan, Jl. Sultan Alauddin, Jl. Teduh Bersinar, Pom

Bensin.

Perum Faisal, Faisal raya, Jl.

Parande, Jl. Banta-Bantaeng, Jl.

Landak.

Jl. Tidung Mariolo, Jl.

Hertasning, Jl. Mapala, Jl. Emmy Seilan.

Gambar 5.19 5 DD 8369 A Rute Jalan

kel. rappocini 1 Jl. Rappocini Raya. Gambar 5.20

5.1.8 Analisa Pengangkutan Sampah Dengan Dump Truck Metode Manual Satu Lokasi

Kendaraan pengangkut sampah yang berupa dump truck menggunakan metode manual satu lokasi dengan cara, yaitu keendaraan berangkat dari pool lalu menuju lokasi pengangkutan, lalu dump truck menunggu pengisian sampah hingga dump truck terisi penuh, setelah penuh dump truck membawa ke TPA dan kemudia kembali ke pool. Seluruh dump truck yang digunakan memiliki kapaitas 8m³. jam kerja operasional pengangkutan rata-rata dimulai pukul 16.00 – 23.00 WITA. Kendaraan dump truck yang melayani di Kecamatan Rappocini sebanyak 3 unit. Dump truck melayani 3 Kelurahan di Kecamatan Rappocini yaitu Kelurahan Karunrung, Buakanam dan Kelurahan Pelita.

Hasil Perhitungan Jarak Dan Waktu Pengamatan 5.1.8.1

Jarak tempuh pengangkutan sampah serta kecepatan rata-rata untuk menempuh jarak TPS - TPA ditunjukkan pada pada Tabel 5.18.

Tabel 5.18 Data Jarak dan Waktu Tempuh Dump Truck

No Kendaraan Trip

Berdasarkan data pada Tabel 5.18 dapat diketahui bahwa waktu tempuh kendaraan dump truck metode manual satu lokasi sangat rendah. Hal ini disebabkan karena jalan dan waktu yang dilewati adalah pada waktu jam sibuk.

Dalam hal ini dump truck tidak menurunkan kontainer sehingga = 0.

Selain itu juga tidak ada lokasi TPS berikutnya sehingga (dbc) = 0. Dikarenakan dump truck hanya beroprasi 1 trip per hari (Nd) = 1. Perhitungan waktu pengisian sampah ke dump truck dan waktu buang di TPA dapat dilihat pda Tabel 5.19 dan Tabel 5.20.

Tabel 5.19 Hasil Perhitungan Waktu Mengisi Sampah ke Dump Truck

No Kendaraan Trip (Rit/Hari)

Waktu Mengisi Sampah ke Dump Truk (jam/trip) Hari ke

Tabel 5.20 Hasil Perhitungan Waktu Buang di TPA (s) Dump Truck

No Kendaraan Trip (Rit/Hari)

Waktu di TPA (s) (jam/trip) Hari ke

Waktu di TPA akan dijumlahkan dengan pick up time (THCS) sehingga didapatkan waktu total pengangkutan sampah per rit dengan menggunakan dump

Waktu di TPA akan dijumlahkan dengan pick up time (THCS) sehingga didapatkan waktu total pengangkutan sampah per rit dengan menggunakan dump