BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI
5.2 Aspek Pembiayaan
5.3.3 Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengangkutan
sumber daya manusia yang memadai. Pada tingkat sumber daya secara individual seorang harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan kompetensi. Artinya seorang pekerja wajib mengetahui apa yang dikerjakannya, terampil dalam bekerja dan mempunyai tingkat pendidikan sehingga dapat bekerja dengan professional.
Personil pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini berjumlah 8 supir ditambah 16 orang petugas pengangkut. Menurut Kepala Penanggung jawab Kebersihan di Kecamatan Rappocini, jumlah ini masih akan bertambah. Berikut Tabel 5.52 hasil data wawancara pada personil pengangkut sampah.
Tabel 5.56Hasil Data Wawancara Pada Personil Pengangkut Sampah
No Pertanyaan Wawancara Pilihan Jawaban Jawaban
Responden (%)
1 Jam Kerja per hari a. Cukup
b. Tidak cukup
40 60
2 Pendidikan Terakhir a. SMP
b. SMA
3. Upah karyawan a. Cukup
b. Tidak cukup
68 32
4 Penambahan ABK a. Butuh
b. Sudah cukup
50 50 5 Prasarana pengangkutan a. Baik
b. Cukup c. kurang
30 20 50 5.3.4 Penentuan Prioritas Penanganan Permasalahan Dengan Analisis
SWOT
Dalam menyusun Rencana Strategi ini menggunakan analisis SWOT yang merupakan pendekatan manajerial dalam menentukan variable-variabel yang menentukan dan berpengaruh terhadap kinerja kelembagaan baik positif maupun negative.
Penilaian rating untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi analisis SWOT dilakukan setelah mengadakan pengamatan di lapangan dan wawancara pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar dalam hal ini di Kecamatan Rappocini. Analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi pemerintah dalam pengelolaan daerahnya. Analisis ini dapat didasarkan pada logika yang dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman (Rangkuti, 2001). Analisis dilakukan dengan cara melakukan pembobotan terhadap masing-masing aspek, bobot pada masing-masing komponen S, W, O dan T akan menentukan posisi kuadran dalam pemilihan strategi yang tepat.
Strategi Pengembangan Pengangkutan Sampah Dengan Analisis 5.3.4.1
SWOT
Penggunaan analisis SWOT dengan memaksimalkan kakuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) (Rangkuti, 2006). Analisis SWOT ini dapat digunakan untuk menganalisis aspek kelembagaan terutama untuk mengevaluasi kinerja dari lembaga yang mengelola persampahan indikator-indikator dari hasil pengamatan dilapangan dan data yang ada.
Wawancara untuk penelitian di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar dengan narasumber sebagai berikut :
a. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar b. Sekertaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar c. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah
d. Kepala Kecamatan Rappocini
e. Kepala Seksi Pengangkutan Sampah Kecamatan Rappocini f. Staf Kebersihan Kecamatan Rappocini
I. Faktor Internal
Analisis faktor internal merupakan analisis yang menilai kinerja atau presentasi yang menjadi faktor kekuatan dan kelemahan yang ada dalam mencapai tujuan organisasi. Faktor strategi adalah faktor yang dominan dan kekuatan, kelemahan dan peluang serta ancaman yang akan memberikan pengaruh terhadap kondisi dan situasi yang dapat memberikan bila dilakukan tindakan yang positif.
a. Kekuatan (Strength)
1. Telah ada peraturan yang terkait dengan peraturan sampah yaitu: Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
3/PRT/M/2013 Tahun 2013 tentang Penyelenggaran Prasarana
& Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sejenis Sampah Rumah Tangga
2. Telah ada ketentuan tentang struktur organisasi yang terkait
Peraturan Daerah Pemerintah Kota Makassar No. 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar. Ketentuan struktur organisasi telah dilengkapi dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas.
3. Telah ada alokasi dana yang disediakan untuk biaya operasional pengangkutan sampah setiap tahunnya untuk pengumpulan dan pengangkutan sampah.
4. Telah tersedia prasarana dan sarana pengangkutan sampah berupa kendaraan 8 dump truk dan 3 buah TPS.
5. Adanya bantuan dari Pemerintah Daerah untuk pelatihan bidang persampahan.
b. Kelemahan (Weakness)
1. Jumlah alokasi anggaran setiap tahunnya tidak mencukupi untuk pengangkutan sampah.
2. Kegiatan pengangkutan sampah masih belum efisien, hanya sebanyak 1 trip per hari untuk satu kendaraan, karena mqsih menggunakan metode manual.
3. Masih ada 7 Kelurahan yang belum difasilitasi dengan TPS, sehingga sampah masih ditempatkan di pinggir jalan.
4. Tidak ada petugas pengawas dalam kegiatan pengangkutan sampah.
II. Faktor Eksternal
Analisis faktor eksternal merupakan kondisi yang ada dan cenderung muncul dari luar organisasi, namun dapat memberikan pengaruh positif terhadap kinerja Dinas Kebersihan Kota Makassar Kecamatan Rappocini sehingga dapat menentukan keberhasilan dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.
a. Peluang (Opportunity)
1. Adanya kepedulian masyarakat dalam upaya pengangkutan sampah mandiri dari perumahan ke TPS terdekat.
2. Adanya program lomba kebersihan tingkat nasional Adipura.
3. Adanya kemauan dan kesadaran masyarakat untuk membayar retribusi pengangkutan sampah sesuai ketentuan.
b. Ancaman (Treat)
1. Kenaikan harga BBM serta harga suku cadang kendaraan dapat mempengaruhi biaya operasional pengangkutan sampah
2. Meningkatnya timbulan sampah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk setiap tahunnya.
Matriks SWOT 5.3.4.2
Matriks ini menggambarkan secara jelas bagaimana ketertarikan komponen kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dapat saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan hasil analisis, kuadran berada pada strategi SO dengan Strategi yang dianggap tepat untuk penanganan pengangkutan sampah Kota Makassar Kecamatan Rappocini.
1. Strategi SO
Strategi ini dibuat atas dasar memanfaatkan seluruh kekuatan dimiliki pengelolaan persampahan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya
2. Strategi ST
Strategi dengan dasar menggunakan kekuatan yang dimiliki pengelolaan persampahan untuk mengatasi ancaman
3. Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada pada sistem pengelolaan persampahan
4. Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha
Tabel 5.57Matriks SWOT Intenal dan Eksternal
Berdasarkan analisis SWOT, maka strategi yang menjadi prioritas utama yaitu :
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Telah ada peraturan yang terkait dengan peraturan sampah yaitu: Perda No.4/2011, dan PerMen PU No.
3/PRT/M/2013.
2. Telah ada ketentuan tentang struktur organisasi yang terkait dengan kegiatan pengangkutan sampah yaitu: Perda Kota Makassar No.3/2009.
3. Memiliki alokasi dana untuk biaya operasional pengangkutan sampah.
4. Telah tersedia 8 dump truck dan 3 TPS.
5. Adanya bantuan Pemda untuk pelatihan bidang persampahan
1. Jumlah alokasi anggaran setiap tahunnya tidak mencukupi untuk pengangkutan sampah.
2. Kegiatan pengangkutan sampah masih belum efisien, karena masih menggunakan metode manual.
3. Masih ada 7 Kelurahan yang belum difasilitasi dengan TPS, sehingga sampah masih ditempatkan di pinggir jalan.
4. Tidak ada petugas pengawas dalam kegiatan pengangkutan sampah.
Peluang (O) Strategi SO Strategi WO
1. Adanya program Adipura.
1. Mengadakan lomba antar Kelurahan dalam rangka program Adipura 2. Melakukan sosialisasi kepada
masyarakat dan aparat secara berkala tentang pengelolaan, termasuk reduksi sampah
3. Meningkatkan pendapatan retribusi dengan memperbaiki sistem pembayarannya
1. Menambah fasiltas pengangkutan dan TPS memanfaatkan komitmen sektor kebersihan dalam pencapaian program
2. Meningkatkan kualitas SDM termasuk penambahan tenaga ahli dalam pengelolaan sampah melalui pelatihan maupun pendidikan formal 3. Mengembangkan lokasi –lokasi
pengangkutan sampah pada pelayanan multi lokasi di setiap Kelurahan menjadi TPS
Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT
1. Kenaikan harga BBM
1. Melakukan perawatan kendaraan untuk mendukung kegiata pengangkutan secara rutin dan tetap
2. Melakukan sosialisasi kepada
masyarakat mengenai pentingnya reduksi sampah
3. Mengoptimalkan pengelolaan sampah sesuai dengan perda pengelolaan sampah
1. Mengoptimalkan efisiensi pengangkutan sampah dengan memperhatikan kapasitas dan metoda pengangkutan.
2. Memperbaiki struktur organisasi pengelolaan sampah dengan memperhatikan kebutuhan tenaga pengawas.
1. Membuat rencana kerja meningkatkan dukungan pengangkutan sampah dan memanfaatkan komitemen dalam pencapaian program.
2. Mendayagunakan kekuatan berupa kewenangan dalam otonomi daerah serta kelembagaan yang sudah cukup efektif dan efisien untuk melakukan kerjasama lintas sektor dan swasta.
3. Meningkatkan kebersihan kota dalam rangka program adipura 4. Meningkatkan kinerja lembaga dalam pengelolaan sampah kota 5.3.5 Rekomendasi
Berdasarkan hasil evaluasi baik aspek teknis, finansial dan kelembagaan maka dapat diketahui permasalahan rendahnya tingkat pelayanan. Permasalahan yang ada dapat diatasi dengan melakukan efisiensi sesuai dengan hasil evaluasi.
Rekomendasi sebagai masukan bagi pemerintah dalam penyelesaian masalah dalam upaya peningkatan tinjauan dari aspek teknis, finansial, dan kelembagaan.
Aspek Teknis 5.3.5.1
1. Membuat TPS di Kelurahan Antang, Emmy Saelan, Faisal, Kassi-kassi, dan Rappocini.
2. Menempatkan kontainer disetiap titik pengangkutan sampah.
3. Menambah kendaraan pengangkut sampah jenis arm roll sampai dengan tingkat target pelayanan.
4. Meningkatkan jumlah pengangkutan sampah menjadi 2 atau 3 trip per hari.
5. Menambah jumlah personil tenaga pengangkut sampah sehubungan dengan penambahan kendaraan pengangkut jenis arm roll
6. Membuat jalur alternatif pengangkutan untuk TPS yang belum mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah
7. Mengubah jam pengangkutan menjadi pagi hari 05.00 atau pada waktu dimana tidak terjadi kemacetan.
Aspek Finansial 5.3.5.2
Memperbaiki biaya total operasional pengangkutan sampah dengan memperbaiki sistem dengan lebih mengefisiensikan pelayanan pengangkutan dan melakukan penetapan tarif pelayanan persampahan untuk menutupi/mengganti biaya penyelenggaraan pelayanan pengangkutan sampah.
Aspek Kelembagaan 5.3.5.3
1. Menambah fasilitas pengangkut dan TPS dengan memanfaatkan komitmen sector kebersihan dalam pencapaian program.
2. Meningkatkan pendapatan retribusi dengan memperbaiki sistem pembayaran
3. Mengembangkan lokasi-lokasi pengangkutan sampah pada pelayanan SCS disetiap Kelurahan menjadi TPS
4. Mengoptimalkan efisiensi pengangkutan sampah dengan memperhatikan kapasitas dan metoda pengangkutan
5. Memperbaiki struktur organisasi pengelolaan sampah dengan memperhatikan kebutuhan tenaga pengawas.
(halaman ini sengaja dikosongkan)
6 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan pada sistem pengangkutan sampah di Kecamatan Rappocini, dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu : 1. Jumlah Ritasi kendaraan dump truck metode 1 lokasi dan dump truck
metode multi lokasi hanya 1 rit per hari. Disebabkan pemindahan sampah (Pc) membutuhkan waktu pengangkutan 2 jam lebih lama karena tidak adanya kontainer di lokasi sehingga pemindahan sampah dilakukan secara manual dan pengangkutan sampah dilakukan pada waktu jam sibuk.
Mengakibatkan waktu pengangkutan (h) membutuhkan waktu lebih banyak. Sehingga dilakuka pergantian sistem dari SCS menjadi HCS dengan penambahan kontainer sebanyak 12 buah pada tahun 2017 dengan cakupan target pelayanan 46%. Penambahan untuk cakupan pelayanan dilakukan bertahap dengan penambahan setiap tahunnya di setiap Kelurahan yang belum terlayani. Hingga tahun 2020 dibutuhkan sebanyak 38 buah kontainer 10 dan arm roll truck. Efisiensi pengangkutan dapat ditingkatkan menjadi 2 sampai 4 trip per harinya dengan percepatan waktu mengangkut sampah di TPS dan menuju TPA dengan menggunakan rute alternatif dan waktu pengangkutan dilakukan pada pagi hari.
2. Peningkatan jumlah kendaraan dan trip pengangkutan menjadikan biaya operasional mengalami kenaikan dari Rp. 1.530.952.000,-. Menjadi Rp 2.362.645.750,- pertahunnya.
3. Hasil analisis faktor internal dan eksternal maka strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pengangkutan sampah yaitu:
1. Menambah fasilitas pengangkut dan TPS dengan melihat komitmen sector kebersihan dalam pencapaian program.
2. Meningkatkan pendapatan retribusi
3. Menambahkan kontainer di lokasi-lokasi pengangkutan pada pelayanan SCS disetiap Kelurahan menjadi HCS.
4. Memperbaiki struktur organisasi pengelolaan sampah dengan menambah kebutuhan tenaga pengawas.
6.2 Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut dari penelitian ini, maka dilakukan penelitian lebih lanjut untu :
1. Penanganan sampah pada sumber untuk mendapatkan alternative reduksi sampah dengan potensi daur ulang dan composting.
2. Mengembangkan TPS3R untuk menunjang TPS yang sudah di rencanakan.
3. Mengembangkan pola kemitraan dalam pengelolaan sampah.
DAFTAR PUSTAKA
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2013), Penanganan Sampah di Kota Makassar, Makassar.
Badan Pusat Statistik (2013), Makassar dalam angka, Makassar.
Badan Pusat Statistik (2013), Kecamatan Rappocini dalam angka, Makassar.
Direktorat Pembangunan Penyehatan Lingkungan Permukiman, (2013), Mekanisme Pengelolaan, Jakarta
Damanhuri, E., dan Tri Padmi. (2010), Pengelolaan Sampah, Diktat Kuliah TL-3104. Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung.
Ismail, H.A., Usman, V.Y., Chairani, L., (2012), Metropolitan Cities’s Wasre Transportation Model, Procedia-Social and Beahavioral Sciences, Vol. 65, Hal. 1046-1053.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (2008). Undang-undang RI No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta Kodri, (2015), Tesis Evaluasi Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Waru
Kabupaten Sidoarjo,Sidoarjo.
Koentjaraningrat. (2006), Metode-metode Penelitian Masyarakat, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Keputusan Mentri Kimpraswil Nomor 534/KPTS/M/2001. Undang-undang RI No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
Jakarta.
Maryono, Jurnal Kajian Pengangkutan Persampahan di Kota Semarang Berdasarkan Grafik pengendalian Kecepatan,Semarang.
Peraturan Mentri Pekerjaan Umum Nomor 21 PRT/M/2006. (2006), Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah (KSNP-SPP), Mentri Pekerjaan Umum, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Nomor 81/2012. (2012), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, Jakarta.
Rangkuti, F. (2004), Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, PT.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
SNI 19-2454-2002, (2002), Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan, Standar Nasional Indonesia, Jakarta
SNI 3242-2008, (2008), Tata Cara Pengelolaan Sampah Permukiman, Standar Nasional Indonesia, Badan Standaridsasi Nasional, Jakarta.
Ti Huang, Y., Pan, C. T., Kao, J.J. (2011), Performance assessment for municipal solid waste collection in Taiwan. Journal of Enviroment Management, Vol 92, No. 4, Hal. 1277-1283.
Tchobanoglous, G., Theisen, H., Vigil, S., (1993), Integrated Solid Waste Management, Mc.Graw Hill Inc, Internasional Editions, New York.
Zsigraiova, Z., Travers, G., Semiao, V.dan Carvalho, M., (2009), Integrated Waste-to-energy conversion and waste transportation with in island communities. InstitutoSuperior Te’cnico, Av. RoviscoPais, 1046-001 Lisbon, Portugasl. Vol. 34, Hal. 623-643.
7 BIODATA PENULIS
Memiliki nama lengkap MARDIA PUTRI PRASETYA, penulis dilahirkan di Jayapura,Papua, 21 July 1992. Penulis adalah putri dari pasangan Eko Budhi Ariyanto, dan Marwah Yusuf Late (Alm).
Penulis merupakan anak pertama dari 4 (empat) bersaudara. Penulis telah menempuh pendidikan formal yaitu di TK Pertiwi, Fak-fak, SD Al-Ikhsan Yapis Jayapura, SMPN 5 Jayapura, dan SMAN 1 Jayapura. Setelah lulus dari SMAN 1 Jayapura pada Tahun 2009, penulis melanjutkan studi pada Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin pada Tahun 2009. Penulis pernah aktif dalam Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) pada Tahun 2009-2013. Penulis melaksanakan Kerja Praktik di perusahaan Kertas Indah Kiat Pulp and Paper, Tangerang. Pada pertengahan Tahun 2013, penulis menyelesaikan skripsi dengan judul “Studi Pengelolaan Sampah Perkantoran dan Prospek Pengembangannya di Kota Makassar”. Pada Tahun 2014, penulis melanjutkan kuliah Pascasarjana (S2) di Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Bagi pembaca yang memiliki saran dan kritik dapat menghubungi penulis via [email protected]