HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Alternatif Strategi
Berdasarkan pemetaan posisi perusahaan pada matriks IE, dapat diketahui bahwa perusahaan berada pada sel V. Strategi pilihan yang tepat dan mungkin digunakan pada matriks SWOT yaitu strategi dijaga dan ditahan (hold and maintain) menggunakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.
Matriks SWOT digunakan untuk mendapatkan alternatif strategi berdasarkan faktor internal dan eksternal kunci yang dikembangkan dari posisi perusahaan. Alternatif-alternatif strategi tersebut berisi Alternatif-alternatif strategi S-O, W-O, S-T, dan W-T. Hasil dari alternatif strategi yang didapatkan dapat di lihat pada Tabel 17.
103 Tabel 17. Matriks SWOT
IFE
EFE
Strength (S)
1. Produk tidak menggunakan bahan pengawet, penguat rasa, dan pewarna buatan 2. Memiliki sertifikat halal
MUI dan izin PIRT sejak tahun 2012
3. Merek sudah terdaftar di Kemenkumham sejak tahun 2013
4. Lokasi outlet strategis, berada di Galeri UKM Parung Panjang
5. Memiliki 4 variasi rasa 6. Harga produk relatif lebih
murah dari pesaing
Weaknesess (W)
1. Anggaran biaya promosi
terbatas yaitu
transportasi khusus untuk pendistribusian produk 4. Promosi produk lebih
banyak dilakukan secara konvensional
5. Belum memiliki outlet di wilayah pemasaran Jabodetabek, hanya di Parung Panjang
6. Bahan Baku 100%
Bergantung dari Pasar Induk Kramat Jati, Pasar 2. Kebijakan sertifikasi
kehalalan produk dan keamanan produk makanan dan minuman
3. Adanya program
pengembangan UKM dari pemerintah
4. Perkembangan penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran produk
5. Pertumbuhan konsumsi cabai per kapita meningkat Banten meningkat pada tahun 2020
Strategi S-O
1. Membangun citra merek melalui personal selling, direct marketing, dan promosi online (S1, S2, S3, S4, S5, S6, O1, O2, O4, O5, O6, O7)
– (Penetrasi Pasar)
Strategi W-O
1. Memperluas jaringan pemasaran melalui kerjasama dengan kios-kios di wilayah Jabodetabek sebagai perantara pemasaran (W1, W2, W5, O1, O5, O6, O7) – (Penetrasi Pasar)
104
IFE
EFE
Strength (S)
1. Produk tidak menggunakan bahan pengawet, penguat rasa, dan pewarna buatan 2. Memiliki sertifikat halal
MUI dan izin PIRT sejak tahun 2012
3. Merek sudah terdaftar di Kemenkumham sejak tahun 2013
4. Lokasi outlet strategis, berada di Galeri UKM Parung Panjang
5. Memiliki 4 variasi rasa 6. Harga produk relatif lebih
murah dari pesaing
Weaknesess (W)
1. Anggaran biaya promosi
terbatas yaitu
transportasi khusus untuk pendistribusian produk 4. Promosi produk lebih
banyak dilakukan secara konvensional
5. Belum memiliki outlet di wilayah pemasaran Jabodetabek, hanya di Parung Panjang
6. Bahan Baku 100%
Bergantung dari Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Anyar Bogor dan Tangerang
Threats (T)
1. Perubahan cuaca mengakibatkan pasokan bahan baku cabai berkurang 2. Harga bahan baku cabai merah keriting dan cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Anyar Bogor dan Tangerang fluktuatif 3. Penerapan pajak
penghasilan sebesar 0,5%
bagi badan berbentuk perseroan terbatas dengan omzet kurang dari Rp.4,8M 4. Pembatasan sosial kegiatan masyarakat pada wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akibat pandemi covid-19
5. Adanya pesaing baik pesaing lama maupun pendatang baru dalam industri cabai olahan
Strategi S-T
1. Mengembangkan inovasi varian rasa produk Abon
1. Melakukan kegiatan promosi produk melalui media sosial dan marketplace (W1, W4, W5, T4, T5) – (Penetrasi Pasar)
Berdasarkan matriks SWOT, didapatkan empat jenis strategi. Strategi tersebut digunakan sebagai strategi pemasaran produk Abon Cabe Evia. Strategi tersebut antara lain strategi SO, strategi WO, strategi ST, dan strategi WT.
105 1. Strategi SO
Perumusan alternatif strategi SO dengan menggunakan kekuatan internal untuk mengambil keuntungan dari peluang eksternal. Alternatif strategi SO yang dirumuskan berdasarkan faktor kekuatan dan peluang pemasaran produk perusahaan, serta dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan, dan strategi bisnis perusahaan antara lain:
a. Membangun Citra Merek Melalui Personal Selling, Direct Marketing, dan Promosi Online – (Penetrasi Pasar)
Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan internal untuk mengambil keuntungan yang diturunkan dari strategi penetrasi pasar. Menurut David (2016:132), strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk saat ini dan dalam pasar saat ini. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan citra merek yang dimiliki melalui personal selling, direct marketing, dan promosi online. Menurut Shinta (2011:122), personal selling bertujuan untuk memperkenalkan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk dengan harapan bahwa pelanggan akan mencoba dan membeli produk yang ditawarkan, direct marketing merupakan sistem pemasaran yang bersifat interaktif yang ditujukan kepada konsumen individual agar pesan-pesan tersebut ditanggapi atau direspon oleh konsumen yang bersangkutan, dan promosi online (digital marketing) bertujuan untuk memperbarui informasi produk, menarik pelanggan baru, dan mempengaruhi pelanggan untuk membeli produk lebih banyak yang
106 dilakukan secara online. Dengan strategi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan brand awareness bagi konsumen.
2. Strategi WO
Perumusan alternatif strategi WO dengan mengatasi kelemahan internal untuk mengambil keuntungan dari peluang eksternal. Alternatif strategi WO yang dirumuskan berdasarkan faktor kelemahan dan peluang pemasaran produk perusahaan, serta dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan, dan strategi bisnis perusahaan antara lain:
a. Memperluas Jaringan Pemasaran Melalui Kerjasama Dengan Kios-Kios di Wilayah Jabodetabek Sebagai Perantara Pemasaran – (Penetrasi Pasar)
Strategi ini dilakukan untuk mengatasi kelemahan internal untuk memanfaatkan kesempatan eksternal yang diturunkan dari strategi penetrasi pasar.
Menurut David (2016:132), penetrasi pasar merupakan strategi pertumbuhan dimana perusahaan berfokus pada penjualan produk yang ada di pasar yang telah ada sebelumnya. Strategi ini dilakukan untuk memperluas outlet berdasarkan wilayah pemasaran perusahaan, yaitu di Jabodetabek. Selain itu, agar produk dapat dipasarkan melalui perantara dengan menjalin kerjasama dengan kios-kios, pedagang besar, maupun grosir yang berfungsi sebagai saluran distribusi.
Sebagaimana menurut Shinta (2011:90), saluran distribusi berfungsi sebagai alat memperlancar keuangan perusahaan, sebagai alat komunikasi, dan sebagai alat bantu penjualan atau promosi. Dengan demikian, strategi ini diharapkan agar dapat
107 mempermudah akses untuk memperoleh produk, terutama bagi konsumen yang berada di luar Parung Panjang.
3. Strategi ST
Perumusan alternatif strategi ST dengan menggunakan kekuatan internal untuk meminimalisir dampak dari ancaman eksternal. Alternatif strategi ST berdasarkan faktor kekuatan dan ancaman pemasaran produk perusahaan, serta dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan, dan strategi bisnis perusahaan antara lain:
a. Mengembangkan Inovasi Varian Rasa Produk Abon Cabe – (Pengembangan Produk)
Strategi ini dirumuskan dengan menggunakan kekuatan internal untuk meminimalisir ancaman eksternal yang diturunkan dari strategi pengembangan produk. Menurut David (2016:133), strategi pengembangan produk merupakan strategi yang mencari kenaikan penjualan dengan meningkatkan atau memodifikasi produk saat ini. Produk Abon Cabe Evia merupakan produk yang menyediakan 4 varian rasa. Adanya varian rasa ini dilakukan perusahaan karena kebutuhan konsumen. Varian rasa produk abon cabe yaitu rasa original, rasa ebi, rasa teri, dan rasa rawit goreng. Dengan adanya varian rasa, membuat konsumen dapat memilih sesuai selera masing-masing dan merupakan pembeda dengan pesaing lain. Oleh karena itu, dirumuskan strategi mengembangkan inovasi varian
108 rasa produk abon cabe yang bertujuan agar konsumen dapat memilih banyak varian sehingga dapat meningkatkan penjualan.
b. Memaksimalkan Persediaan Produk Setengah Jadi – (Penetrasi Pasar)
Strategi ini dirumuskan menggunakan kekuatan internal untuk meminimalisir ancaman eksternal yang diturunkan dari strategi penetrasi pasar. Dimana menurut David (2016:132), pada penetrasi pasar dilakukan kegiatan promosi yang lebih besar seperti meningkatnya beban iklan dan menawarkan promosi secara luas.
Oleh karena itu, dirumuskan strategi memaksimalkan persediaan produk setengah jadi. Produk setengah jadi berupa cabai yang sudah dikeringkan agar dapat lebih tahan lama. Strategi ini bertujuan untuk menghindari harga bahan baku cabai yang fluktuatif dan menghindari berkurangnya pasokan bahan baku.
4. Strategi WT
Perumusan alternatif strategi WT dengan mengurangi kelemahan internal dan menghindari dampak dari ancaman eksternal. Alternatif strategi WT berdasarkan faktor kelemahan dan ancaman pemasaran produk perusahaan, serta dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan, dan strategi bisnis perusahaan antara lain:
a. Melakukan Kegiatan Promosi Produk Melalui Media Sosial dan Marketplace – (Penetrasi Pasar)
Strategi ini dirumuskan dengan mengurangi kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal yang diturunkan dari strategi penetrasi pasar.
109 Dimana menurut David (2016:132), strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar yang lebih besar dengan produk yang ada dan dalam pasar yang ada. Strategi ini bertujuan untuk mempertahankan maupun meningkatkan pangsa pasar melalui usaha pemasaran yang lebih besar dengan meminimalisir kelemahan dan menghindari ancaman terkait pembatasan sosial dan pesaing. Strategi ini dilakukan agar pemasaran perusahaan dapat dilakukan secara online dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti pemasaran digital (digital marketing). Dengan melakukan pemasaran digital, diharapkan dapat menjangkau konsumen lebih banyak karena lebih memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat (Setiawan, 2017:1). Selain itu, penggunaan digital marketing dapat membantu pelaku usaha dalam menginformasikan dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen, memperluas pangsa pasar, meningkatkan kesadaran bagi konsumen, dan meningkatkan penjualan (Febriyantoro dan Arisandi, 2018:74).