LANDASAN TEORI
2.5 Visi dan Misi
2.6.4 Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Menurut Shinta (2011:76), bauran pemasaran merupakan perangkat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan dan dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran. Bauran pemasaran bertujuan mempengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa berdasarkan semua faktor yang dilakukan oleh seseorang manajer pemasaran. Menurut Putri (2017:72), elemen-elemen dari bauran pemasaran harus dikoordinasikan dan dikombinasikan agar perusahaan dapat melakukan pemasaran seefektif mungkin. Elemen-elemen bauran pemasaran, antara lain produk, harga, tempat atau saluran distribusi, promosi, tenaga kerja, lingkungan fisik, dan proses.
1. Produk (Product)
Produk adalah sesuatu yang ditawarkan kepada pasar, baik barang maupun jasa, yang bertujuan memuaskan keinginan dan kebutuhan pasar (Shinta, 2011:76). Ada beberapa macam perlakuan terhadap produk agar permintaan terhadap produk meningkat, antara lain packaging, branding, labelling, garansi, dan service (Shinta, 2011:77-80).
a. Packaging
Packaging yaitu pengemasan atau pembungkusan barang yang bertujuan untuk melindungi barang tidak rusak dan tetap utuh. Tujuan lain dari packaging yaitu agar kemasan terlihat menarik, dan agar konsumen berminat untuk membeli.
32 b. Branding
Branding merupakan nama atau simbol yang digunakan pada suatu produk agar produk dapat dikenal dan dapat dijadikan pembeda dengan produk lain. Branding berfungsi untuk melakukan promosi, memberikan perlindungan terhadap produk, melindungi perusahaan dari pemalsuan ciri-ciri produk, memperbesar kebebasan dalam penentuan harga promosi, dan melakukan kontak berkelanjutan dengan pasar sehingga dapat mengontrol pasar.
c. Labelling
Label adalah bagian dari sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk atau tentang penjual. Informasi tersebut berupa kualitas produk, deskripsi produk (kegunaan, karakter, indikasi, dan lain-lain), serta informasi produk (berat, ukuran, campuran bahan, dan lain-lain).
Pemberian label dapat berfungsi untuk mengidentifikasi produk atau merek, menggolongkan produk, menjelaskan beberapa hal mengenai produk, dan dapat digunakan sebagai alat untuk promosi.
d. Garansi
Garansi merupakan suatu jaminan dari produsen apabila barang yang terbeli tidak sesuai dengan pesanan. Dengan adanya garansi, dapat memberikan suatu kepastian yang lebih menyakinkan konsumen. Terdapat syarat pengembalian barang, antara lain produsen biasanya memberikan tenggang waktu yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan produk, produk yang dikembalikan rusak karena kesalahan teknis dari produsen,
33 dan produk yang rusak hanya bersifat pelayanan tanpa menambah bahan-bahan lain.
e. Service
Service atau pelayanan merupakan suatu aktivitas yang ditawarkan pada orang lain atau konsumen dan pelayanan tersebut tidak menghasilkan suatu kepemilikan.
2. Harga (Price)
Harga adalah suatu nilai tukar yang dinyatakan dalam bentuk rupiah untuk mendapatkan barang dan jasa, yang dilakukan dengan bertransaksi sejumlah uang oleh konsumen kepada penjual (Shinta, 2011:102). Harga memiliki peranan yang sangat penting dalam hal pertukaran pemasaran (marketing exchange). Pemasar mengeluarkan biaya-biaya bisnis, seperti biaya produksi, promosi, distribusi, dan riset pemasaran. Pemasar menghitung keuntungan yang dapat diperoleh berdasarkan biaya-biaya bisnis yang harus dikorbankan tersebut. Harga yang akan dibayar oleh konsumen harus sesuai dengan harapan akan manfaat atau kepuasan yang diperoleh agar terjadi pertukaran (marketing exchange) (Putri, 2017:103).
3. Tempat atau Saluran Distribusi (Place)
Pendistribusian diartikan sebagai suatu kegiatan pemasaran yang dapat memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen (Putri, 2017:111). Saluran distribusi merupakan suatu gabungan antara kegiatan penjualan dan pembelian yang bekerjasama memproses atau menggerakkan suatu produk dan jasa dari produsen ke
34 konsumen (Shinta, 2011:90). Saluran distribusi berfungsi sebagai alat memperlancar keuangan perusahaan, sebagai alat komunikasi, dan sebagai alat bantu penjualan atau promosi (Shinta, 2011:90). Pendistribusian memungkinkan untuk menciptakan nilai tambah melalui fungsi-fungsi pemasaran yang dapat merealisasikan kegunaan atau utilitas bentuk, tempat, waktu, dan kepemilikan, serta memungkinkan untuk memperlancar arus saluran pemasaran (marketing channel flow) secara fisik dan non fisik (Putri, 2017:111).
4. Promosi (Promotion)
Promosi merupakan suatu wujud komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi pasar sasaran agar pelanggan bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan (Shinta, 2011:120). Kegiatan promosi mempunyai bentuk yang sama secara umum, namun setiap bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan spesifikasi tugasnya. Bentuk-bentuk promosi tersebut, antara lain sebagai berikut menurut Shinta (2011:122).
a. Personal selling
Personal selling merupakan komunikasi langsung antara penjual dan calon pelanggan. Personal selling bertujuan untuk memperkenalkan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk, dengan harapan bahwa pelanggan akan mencoba dan membeli produk yang ditawarkan.
b. Periklanan
35 Periklanan meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penyajian pesan yang tidak tertuju pada seseorang tertentu, dilakukan secara visual atau oral (disuarakan), serta dibiayai secara terbuka untuk suatu produk, jasa, atau ide. Pesan yang disampaikan tersebut disebut sebagai iklan yang dapat disiarkan melalui satu atau lebih media dan dibiayai oleh sponsor yang diketahui umum.
c. Publisitas
Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung di dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.
Publisitas dapat memberikan informasi yang lebih terperinci daripada iklan, dan khalayak tidak memandangnya sebagai komunikasi promosi.
Alat-alat yang digunakan dalam melakukan publisitas dapat berupa hubungan pers, publisitas produk, komunikasi perusahaan, lobbying, dan bimbingan.
d. Promosi penjualan
Promosi penjualan dirancang untuk menghasilkan tindakan yang segera dan spesifik. Promosi penjualan bersifat komunikasi, insentif, dan undangan. Promosi penjualan bertujuan untuk menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggan untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan untuk membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan pembelian tanpa rencana sebelumnya, atau mengupayakan kerjasama yang lebih erat dengan pengecer. Promosi
36 penjualan dapat berupa customer promotion, trade promotion, sales promotion, dan business promotion.
e. Direct marketing
Direct marketing merupakan sistem pemasaran yang bersifat interaktif.
Direct marketing memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan tanggapan atau respon terukur dan transaksi di sembarang lokasi. Komunikasi promosi dalam direct marketing secara langsung ditujukan kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi atau direspon oleh konsumen yang bersangkutan.
5. Tenaga Kerja (People)
Tenaga kerja merupakan orang-orang yang berhubungan langsung dengan bisnis. Tenaga kerja dalam perusahaan menjadi penting dalam kegiatan pemasaran. Perusahaan mempekerjakan dan melatih orang-orang yang tepat, untuk memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Keunggulan kompetitif internal yang dimiliki perusahaan dapat mempengaruhi posisi perusahaan di pasar, apabila sebuah perusahaan menemukan orang-orang yang percaya akan produk atau layanan yang diciptakan oleh perusahaan tersebut. Kemungkinan besar tenaga kerja tersebut akan melakukan yang terbaik dan akan lebih terbuka terhadap tanggapan yang jujur serta memasukan pemikiran mereka yang berpengaruh terhadap pengembangan bisnis (Musfar, 2020:20).
6. Lingkungan Fisik (Physical Evidence)
Lingkungan fisik perusahaan berkaitan dengan bagaimana perusahaan dan produk dirasakan oleh pasar. Perusahaan harus memanipulasi persepsi
37 konsumen mereka dengan baik sampai pada titik dimana merek mereka yang muncul terlebih dahulu, sehingga pasar dapat merasakan kehadiran perusahaan. (Musfar, 2020:22).
7. Proses (Process)
Proses dalam suatu organisasi dapat mempengaruhi pelayanan yang diberikan. Perusahaan harus memastikan bahwa perusahaan memiliki proses yang disesuaikan dengan baik. Keseluruhan proses penjualan, proses pembayaran, proses distribusi, serta prosedur dan langkah sistematis lainnya harus dipastikan agar perusahaan berjalan dengan efektif, meminimalkan biaya, dan memaksimalkan keuntungan (Musfar, 2020:21).