• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alur pendaftaran PBI Sosial Ketenagakerjaan

BAB V JANGKAUAN, ARAH DAN RUANG LINGKUP MATERI MUATAN RANCANGAN

A. Jangkauan dan Arah Pengaturan

6. Alur pendaftaran PBI Sosial Ketenagakerjaan

Proses pendaftaran PBI jaminan sosial ketenagakerjaan dibagi atas 3 (tiga) alur pendaftaran kepesertaan, sebagai berikut:

a. Alur pendaftaran prioritas 1 BPU Mandiri (Pekerja Miskin) untuk Program JKK dan JKM.

Gambar 1 alur pendaftaran prioritas 1 bpu mandiri (pekerja miskin) untuk program jkk dan jkm

Alur pendaftaran bantuan iuran program JKK dan JKM terbagi menjadi 2 proses utama yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan.

1) Alur proses pendataan pada Kementerian Sosial

a) Kementerian Sosial melakukan screening data peserta PBI Jaminan Kesehatan berdasarkan kriteria pekerja miskin yang diatur dalam PP Penerima Bantuan Iuran Jaminan Sosial, yaitu

• Terdaftar sebagai Peserta PBI JKN;

• Usia 18-65 Tahun;

• Belum terdaftar sebagai Peserta JKK dan JKM di BPJS Ketenagakerjaan b) Dalam melakukan proses screening data, Kementerian Sosial melakukan koordinasi

dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka melakukan integrasi data melalui Application Programming Interface (API) untuk mendapatkan informasi pekerja miskin yang belum terdaftar sebagai peserta JKK dan JKM sebagai persyaratan PBI.

c) Hasil screening data PBI jaminan kesehatan ditetapkan oleh Menteri Sosial sebagai data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan. Data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan disampaikan kepada Menteri Ketenagakerjaan.

2) Alur proses ppendataan dan pendaftaran pada Kementerian Ketenagakerjaan

a) Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan disampaikan oleh Menteri Sosial.

b) Kementerian Ketenagakerjaan melakukan proses scoring berdasarkan data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan dalam rangka proses pentahapan bila adanya keterbatasan kuota PBI program JKK dan JKM.

Penahapan penerima batuan iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat berdasarkan demografi pekerja yang terdiri dari variabel usia, jenis kelamin, status perkawinan, hubungan dengan kepala keluarga, jenis disabilitas dan jumlah tanggungan. Syarat pentahapan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan

c) Hasil scoring data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan ditetapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan sebagai peserta PBI program JKK dan JKM.

d) Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan dan mendaftarkan peserta PBI program JKK dan JKM kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan tembusan Menteri Keuangan untuk proses pembayaran iuran.

e) BPJS Ketenagakerjaan memberikan kepesertaan JKK dan JKM kepada PBI.

b. Alur pendaftaran prioritas 2a BPU Kemitraan (Pekerja Tidak Mampu) untuk Program JHT

Gambar 2 alur pendaftaran prioritas 2a bpu kemitraan (pekerja tidak mampu) untuk program jht

Alur pendaftaran bantuan iuran program JHT terbagi menjadi 2 proses utama yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan.

1) Alur proses pendataan pada Kementerian Sosial

a) Kementerian Sosial melakukan screening data peserta PBI jaminan kesehatan berdasarkan kriteria pekerja kurang mampu (BPU Kemitraan) yang diatur dalam PP PBI Jaminan Sosial, yaitu:

• Terdaftar sebagai Peserta PBI JKN;

• Usia 18-65 Tahun;

• Mempunyai surat keterangan sebagai mitra kerja; dan

• Telah terdaftar sebagai Peserta JKK dan JKM

b) Dalam melakukan proses screening data, Kementerian Sosial melakukan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka melakukan integrasi data melalui Application Programming Interface (API) untuk mendapatkan informasi pekerja kurang mampu (BPU Kemitraan) yang sudah terdaftar sebagai peserta JKK dan JKM, namun belum terdaftar sebagai peserta JHT sebagai persyaratan PBI.

c) Hasil screening data PBI jaminan kesehatan ditetapkan oleh Menteri Sosial sebagai data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan. Data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan disampaikan kepada Menteri Ketenagakerjaan.

2) Alur proses pendataan dan pendaftaran pada Kementerian Ketenagakerjaan

a) Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan disampaikan oleh Menteri Sosial.

b) Kementerian Ketenagakerjaan melakukan proses scoring berdasarkan data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan dalam rangka proses pentahapan bila adanya keterbatasan kuota PBI program JHT.

Penahapan penerima batuan iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat berdasarkan demografi pekerja yang terdiri dari variabel usia, jenis kelamin, status perkawinan, hubungan dengan kepala keluarga, jenis disabilitas dan jumlah tanggungan. Syarat pentahapan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

c) Hasil scoring data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan ditetapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan sebagai peserta PBI program JHT.

d) Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan dan mendaftarkan peserta PBI program JHT kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan tembusan Menteri Keuangan untuk proses pembayaran iuran.

e) BPJS Ketenagakerjaan memberikan kepesertaan JHT kepada PBI.

c. Alur pendaftaran prioritas 2b PPU Mikro (Pekerja Tidak Mampu) untuk Program JHT

Gambar 3 alur pendaftaran prioritas 2b ppumikro (pekerja tidak mampu) untuk program jht

Alur pendaftaran bantuan iuran program JHT terbagi menjadi 2 proses utama yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan.

1) Alur proses pendataan pada Kementerian Sosial

a) Kementerian Sosial melakukan screening data peserta PBI jaminan kesehatan berdasarkan kriteria pekerja tidak mampu (PPU Mikro) yang diatur dalam PP PBI Jaminan Sosial, yaitu:

• Terdaftar sebagai Peserta PBI JKN; dan

• Usia 18-65 Tahun.

• Telah terdaftar sebagai Peserta JKK dan JKM

b) Dalam melakukan proses screening data, Kementerian Sosial melakukan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka melakukan integrasi data melalui Application Programming Interface (API) untuk mendapatkan informasi pekerja kurang mampu (BPU Kemitraan) yang sudah terdaftar sebagai peserta JKK dan JKM, namun belum terdaftar sebagai peserta JHT sebagai persyaratan PBI.

c) Hasil screening data PBI jaminan kesehatan ditetapkan oleh Menteri Sosial sebagai data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan. Data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan disampaikan kepada Menteri Ketenagakerjaan.

2) Alur proses pendataan dan pendaftaran pada Kementerian Ketenagakerjaan

a) Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan disampaikan oleh Menteri Sosial.

b) Kementerian Ketenagakerjaan melakukan proses scoring berdasarkan data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan dalam rangka proses pentahapan bila adanya keterbatasan kuota PBI program JHT.

Penahapan penerima batuan iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat berdasarkan demografi pekerja yang terdiri dari variabel usia, jenis kelamin, status perkawinan, hubungan dengan kepala keluarga, jenis disabilitas dan jumlah tanggungan.

Syarat pentahapan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan c) Hasil scoring data calon PBI jaminan sosial ketenagakerjaan ditetapkan oleh

Menteri Ketenagakerjaan sebagai peserta PBI program JHT.

d) Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan dan mendaftarkan peserta PBI program JHT kepada BPJS Ketenagakerjaan dengan tembusan Menteri Keuangan untuk proses pembayaran iuran.

e) BPJS Ketenagakerjaan memberikan kepesertaan JHT kepada PBI.

Dokumen terkait