BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Kebutuhan
Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti adalah menganalisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk dapat menentukan tujuan produk yang akan dikembangkan di dalam penelitian. Proses analisis kebutuhan ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang menjadi pokok kebutuhan yang perlu dipenuhi. Analisis kebutuhan ini membantu peneliti untuk melihat permasalahan yang nyata di lapangan dan sekaligus menawarkan alternatif pemecahan dari permasalahan tersebut.
Sesuai dengan langkah – langkah pengembangan buku suplemen yang telah dijelaskan di bab III, peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan cara wawancara. Wawancara dilakukan dengan guru kelas III SD Negeri Gelaran II, Gunungkidul yaitu Bapak Henricus Dwi Atmaja pada hari Sabtu tanggal 04 April 2015. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi adanya permasalahan berkaitan dengan keterampilan membaca dan menulis muatan pelajaran bahasa Indonesia khususnya untuk siswa kelas III sekolah dasar. Wawancara ini juga untuk
mengetahui ketersediaan buku penunjang pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam membaca dan menulis di SD tersebut.
4.1.1 Hasil Wawancara Survei Kebutuhan
Wawancara dilakukan oleh peneliti kepada guru kelas III SD Negeri Gelaran II, Gunungkidul pada tanggal 04 April 2015. Wawancara tersebut berpedoman pada tujuh butir pertanyaan untuk melakukan survei kebutuhan buku suplemen membaca dan menulis permulaan muatan pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa kelas III sekolah dasar. Berikut ini data hasil wawancara dengan guru SD Negeri Gelaran II, Gunungkidul akan dijelaskan setiap butir.
Butir pertanyaan pertama mengenai kesulitan yang dihadapi oleh anak dalam kegiatan membaca di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Guru memberikan jawaban bahwa kesulitan yang dihadapi berkaitan dengan kegiatan membaca siswa, ialah masih banyak siswa yang kurang lancar dalam membaca suatu bacaan, masih mengeja. Hal ini dikarenakan siswa tidak rutin melakukan latihan membaca. Beberapa siswa melakukan kegiatan membaca namun kurang mengerti arti atau makna bacaan yang mereka baca. Sehingga kosakata yang siswa miliki sangat minim atau kurang dan mengakibatkan kesulitan dalam proses kegiatan membaca sebuah bacaan.
Butir pertanyaan kedua yaitu berkaitan dengan kesulitan anak dalam kegiatan menulis di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Guru menjelaskan bahwa kesulitan yang dihadapi siswa ketika melakukan
kegiatan menulis adalah siswa lupa dengan huruf yang hendak dituliskan. Siswa mengalami kesulitan dengan menulis tegak bersambung karena kurangnya latihan menulis tegak bersambung. Selain itu, siswa terbiasa meniru tulisan sebuah bacaan daripada membuat ceritanya sendiri (memproduksi tulisan karangan sendiri). Hal ini yang mengakibatkan daya kreativitas anak dalam mengarang sebuah cerita menjadi rendah dan mengalami kesulitan dalam kegiatan menulis.
Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai kesulitan yang dihadapi guru ketika mengajarkan kegiatan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Guru memaparkan bahwa kesulitan yang dihadapi karena siswa masih mengeja dalam kegiatan membaca. Daya tarik anak dengan buku bacaan yang mereka baca pun juga rendah karena tidak bervariasi untuk siswa. Bila siswa sudah tidak tertarik maka akan sulit untuk mengajarkan kepada anak kegiatan membaca, sehingga pemahaman siswa akan sebuah bacaan menjadi rendah.
Butir pertanyaan keempat ialah berkaitan dengan kesulitan apa yang dihadapi guru ketika mengajarkan kegiatan menulis di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan penjelasan guru bahwa kesulitan yang dihadapi guru terkait dengan kegiatan menulis yaitu siswa masih kurang dalam menuliskan huruf di dalam tulisannya. Guru mengalami kesulitan ketika anak menulis menggunakan huruf tegak bersambung, beberapa siswa mencampur tulisan tegak bersambung dengan tulisan lepas. Daya kreativitas
siswa dalam kegiatan mengarang sebuah cerita juga kurang karena anak tebiasa meniru bacaan daripada membuat cerita karangannya sendiri.
Butir pertanyaan kelima berkaitan dengan bahan ajar yang digunakan sekarang ini dalam muatan pelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam kegitan membaca dan menulis permulaan perlu diperbaiki atau disempunakan. Guru memaparkan mengenai hal tesebut bahwa bahan ajar perlu diperbaiki lagi, perlu adanya kegiatan yang bervariasi yang mampu menarik minat siswa agar giat untuk membaca dan menulis. Kegiatan yang bervariasi seperti tidak hanya membaca, tetapi anak juga melakukan aktivitas mendengarkan, menyalin,dan sebagainya. Tampilan bahan ajar pun dibuat semenarik mungkin.
Butir pertanyaan keenam yaitu tentang perlu tidaknya buku suplemen kegiatan membaca dan menulis muatan pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan yang telah diuraikan oleh guru bahwa buku suplemen kegiatan membaca dan menulis sangat diperlukan, mengingat buku atau bahan ajar yang diberikan oleh pemerintah dirasa kurang untuk kegiatan membaca dan menulis. Buku yang ada di sekolah hanya memberikan latihan membaca dan menulis sedikit, sehingga siswa kurang terampil dan masih mengalami kesulitan dalam kegiatan membaca dan menulis. Buku suplemen diharapkan mampu membantu siswa untuk menguasai keterampilan membaca dan menulis dengan banyak latihan di dalamnya dan kegiatan yang bevariasi agar siswa tidak bosan.
Butir pertanyaan ketujuh yaitu bekaitan dengan saran yang dapat diberikan terkait dengan buku suplemen muatan membaca dan menulis muatan pelajaran bahasa Indonesia. Guru memberikan saran untuk buku suplemen dapat memberikan latihan yang bervariatif yang membantu siswa untuk menguasai keterampilan membaca dan menulis. Buku suplemen juga diharapkan memberikan contoh dahulu sebelum mengerjakan latihan kegiatan, sehingga siswa lebih mampu mempelajari dan memahami apa yang menjadi fokus belajar yang mereka kerjakan saat latihan.
4.1.2 Pembahasan Hasil Wawancara Survei Kebutuhan
Peneliti telah melakukan wawancara survei kebutuhan kepada guru kelas III. Hasil dari wawancara survei kebutuhan dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak kesulitan yang dihadapi baik oleh guru maupun siswa berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis permulaan. Berdasarkan hasil wawancara tersebut siswa membutuhkan kegiatan membaca dan menulis yang bervariasi, yang mengembangkan daya kreatif anak untuk menciptakan tulisannya sendiri (mengarang) dengan memperhatikan EYD, melatih anak menulis menggunakan huruf tegak bersambung, melatih anak membaca baik membaca secara nyaring memperhatikan lafal dan intonasi maupun membaca secara intensif, serta memiliki tampilan gambar – gambar dan warna yang menarik. Hasil wawancaa ini membantu peneliti dalam pembuatan buku suplemen membaca dan menulis permulaan untuk siswa kelas III semester 1 agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa yang perlu dipenuhi.
Berdasarkan wawancara survei kebutuhan menjelaskan bahwa guru SD Negeri Gelaran II akan terbantu jika diberikan sebuah buku yang memuat materi khusus tentang membaca dan menulis. Buku tersebut dibuat dengan berbagai variasi kegiatan belajar, dengan dilengkapi dengan contoh yang membantu siswa untuk memahami materi yang hendak dikuasai, serta gambar dan warna – warna yang mampu menarik perhatian siswa untuk belajar menggunakan buku tersebut. Buku juga sebaiknya mengembangkan daya kreativitas anak untuk menciptakan atau membuat tulisan ceritanya sendiri dengan memperhatikan kaidah EYD dan melatih siswa untuk semakin terampil menulis menggunakan huruf tegak bersambung. Buku akan lebih baik bila dilengkapi dengan sebuah CD yang berisikan suara rekaman bagaimana untuk melakukan kegiatan membaca yang baik dan benar.