• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kebutuhan Pengembangan Persampahan

Fasilitasi pengembangan PS air

B. Ruang Lingkup Pengelolaan Persampahan

8.4.2.3. Analisis Kebutuhan Pengembangan Persampahan

Jumlah timbulan sampah total (domestik + non domestik) per orang/hari diasumsikan sebesar 1,5 liter (Sumber Acuan : Standar Spesifikasi Timbulan Sampah di Indonesia, Dept. PU, LPMB, Bandung, 1993). Selanjutnya untuk mengetahui jumlah timbulan sampah perharinya, maka dari jumlah timbulan sampah per liter/orang/hari dikalikan dengan jumlah penduduk. Untuk mengetahui berat timbulan sampah maka volume sampah (m3/hari) dikalikan dengan nilai densitas sampah (kg/m3). Untuk mengetahui lebih lanjut jumlah timbulan sampah per hari yang dihasilkan oleh penduduk di Kabupaten Madiun dapat dilihat pada Tabel 8.16

Berdasarkan prediksi jumlah timbulan sampah Kabupaten Madiun, maka dapat ditentukan jumlah kebutuhan peralatan persampahan yang harus dimiliki oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Madiun khususnya untuk pelayanan Kabupaten Madiun tahun 2014 – 2024 sebagimana terlihat pada tabel 8.17 – 8.19

Berdasarkan data eksisting, TPA Kaliabu seluas 6 ha diperkirakan masih mampu menampung kebutuhan sampah Kabupaten Madiun sampai Tahun 2023, sebagaimana perhitungan pada Tabel 8.20

Tabel 8.16

Prediksi Jumlah Timbulan Sampah Di Kabupaten Madiun Tahun 2014-2029

Keterangan :

* Asumsi prosentase pelayanan sampah hanya di Ibukota Kecamatan sebesar 30% dari total penduduk * Jumlah timbulan sampah total (domestik + non domestik) per orang/hari diasumsikan sebesar 1,5 liter

Tabel 8.17

Kebutuhan Peralatan Sampah Kabupaten Madiun Tahun 2019

Keterangan

* Kapasitas Bin Sampah = 60 lt

* Gerobak kapasitas = 2 m3 (rate 3 kali sehari)

* Transfer depo = kap. 8 m3 dikosongkan 2 kali sehari * Container kapasitas = 6 m3 (rit 2 kali sehari)

* Dump Truck kapasitas : 6 m3 (rit 3 kali sehari) * Arm Roll Truk = 8 m3 (rit 6 kali sehari)

Tabel 8.18

Kebutuhan Peralatan Sampah Kabupaten Madiun Tahun 2024

Keterangan

* Kapasitas Bin Sampah = 60 lt

* Gerobak kapasitas = 2 m3 (rate 3 kali sehari)

* Transfer depo = kap. 8 m3 dikosongkan 2 kali sehari * Container kapasitas = 6 m3 (rit 2 kali sehari)

* Dump Truck kapasitas : 6 m3 (rit 3 kali sehari) * Arm Roll Truk = 8 m3 (rit 6 kali sehari)

Tabel 8.19

Berdasarkan hasil prediksi dan permasalahan yang ada, maka arahan pengembangan prasarana persampahan meliputi :

1. Umur TPA Kaliabu diperkirakan sampai Tahun 2023. Perlu adanya alternatif lokasi TPA baru, mengingat lokai TPA Kaliabu berdekatan dengan penetapan Kawasan Perkotaan Mejayan yang dipersiapkan menjadi Ibukota Kabupaten Madiun. Selain itu perlu juga alternatif lokasi TPA baru untuk wilayah Kabupaten Madiun bagian selatan. Ada beberapa alternatif lokasi pengembangan TPA baru namun perlu dilakukan studi lebih lanjut. Alternatif lokasi TPA sebagai berikut : 1) Lokasi TPA di Sareng dan Bader sebagaimana diungkapkan dalam RPJM Kawasan Agropolitan Kabupaten Madiun, 2) Banjarsari Wetan yang merupakan aset pemerintah Kabupaten Madiun

2. Pemilihan lokasi baru untuk tempat pembuangan akhir harus sesuai dengan persyaratan teknis dan daya dukung lingkungan.

3. Pengurangan masukan sampah ke TPA dengan konsep reduce-reuse-recycle di sekitar wilayah sumber sampah.

4. Pengolahan dilaksanakan dengan teknologi ramah lingkungan sesuai dengan kaidah teknis. 5. Rehabilitasi dan pengadaan sarana dan prasarana persampahan, bergerak dan tidak bergerak. 6. Mengembangkan kemitraan dengan swasta dan kerjasama dengan kabupaten sekitarnya yang

berkaitan untuk pengelolaan sampah dan penyediaan TPA.

Sistem pengelolaan persampahan di wilayah perencanan sebagai berikut a. Pengangkutan Sampah

Arahan pola pelayanan pengelolaan sampah yang akan dikembangkan di Kabupaten Madiun adalah:

 Upaya reduksi dan pengolahan sampah dilaksanakan secara terpadu sejak di TPS - TPA sampah.

 Sampah rumah tangga dan hasil penyapuan jalan akan diolah di TPA yang ada, dengan target tingkat pelayanan dan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Madiun.

b. Pewadahan dan Pengelolaan di Sumber Timbulan Sampah

Pewadahan timbulan sampah bertujuan untuk memudahkan pengumpulan sampah, dengan batasan-batasan sebagai berikut :

 Volume wadah individual 60 liter dimana dapat menampung sampah rumah tangga selama 2 (dua) hari dengan asumsi satu KK rata-rata terdiri atas 5 orang.

 Untuk domestik, wadah dapat berupa tong sampah yang terbuat dari bahan yang tidak korosif, konstruksi murah, mudah dirawat dan wadah tertutup. Wadah diletakkan di depan rumah untuk memudahkan pengumpulan sampah.

 Wadah untuk kawasan komersial dan fasilitas umum menggunakan bin container.

 Wadah komunal ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau namun tidak terlalu dekat dengan rumah

c. Pengumpulan Sampah

Pengelolaan diserahkan kepada RT setempat yang bertanggungjawab terhadap pengumpulan sampah dari sumber ke depo/TPS. Kecuali sumber yang menghasilkan sampah 2,5 m3 atau lebih per hari diwajibkan untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah sendiri langsung ke lokasi pembuangan akhir (TPA).

d. Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah.

TPS yang direncanakan berupa landasan container dan Transfer Depo. Landasan kontainer digunakan untuk lokasi-lokasi dengan akumulasi timbulan sampah yang besar namun memungkinkan dibangunnya transfer depo. Transfer depo ini diletakkan di perkantoran, pertokoan, permukiman tidak teratur dan sebagainya. Pada landasan ini diletakkan hauled containt untuk menampung timbulan sampah kemudian langsung diangkut dengan arm roll truck.

e. Pengangkutan Sampah

 Pengelolaan kegiatan pengangkutan sampah adalah merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Madiun yang bertugas mengelola sistem pengangkutan dari Depo/TPS sampai TPA.

 Pengangkutan dengan arm roll truck untuk mengangkut hauled container .

 Sampah harus tertutup selama pengangkutan sehingga tidak tercecer di jalan.

 Pengangkutan sebaiknya dilakukan pagi hari atau malam hari disaat aktivitas perkantoran, pendidikan dll tidak dilakukan.

f. Tempat Pembuangan Akhir

TPA yang dioperasikan adalah TPA Kaliabu memiliki kapasitas seluas 6 ha yang terletak di desa Kaliabu kecamatan Mejayan.

Jalan Permukima n Kantor Industri Pasar Pengumpulan TPS/ Depo Pengangkutan Pengumpulan TPA Pengangkutan TPS/ Depo Dibakar g. Kegiatan Pengomposan

Adapun tujuan dari kegiatan komposting tersebut adalah :

 Mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.

 Mendesiminasikan pengolahan kompos dan pemanfaatannya sebegai bentuk pemberdayaan komunitas dan pendidikan.

Kegiatan Pengomposan dilaksanakan di areal Komposting dalam kompleks TPA. Tahapan yang bisa dilalui dalam Proses pengolahan sampah organik menjadi kompos dapat dilihat pada bagan dibawah. Arahan kegiatan ini juga dapat dilakukan oleh masyarakat di sekitar lingkungan perumahan, sehingga dapat mereduksi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat pengumpulan akhir (TPA) melalui berbagai kegiatan pemanfaatan dan pengolahan sampah dengan melaksanakan komposting tersebut.

Selain sistem pengelolaan seperti disebutkan di atas, yang perlu dilakukan adalah peningkatan peran serta masyarakat dan peran swasta untuk bekerjasama mensukseskan sistem pengelolaan persampahan yang akan diterapkan dengan melakukansosialisasi.

8.4.2.4. Program dan Kriteria Kesiapan Pengembangan Sistem Persampahan