BAB 6. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS
6.1. Analisis Lingkungan Internal
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 65
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 66 6.1.1.3. Likwiditas
Likwiditas yang diukur dengan menggunakan Rasio Kas (Cash Ratio) merupakan perbandingan antara kas dengan hutang lancar. Selama tahun 2011 – 2013 Rasio Kas dalam kondisi sangat baik bila dibandingkan dengan kriteria acuan di mana kriteria acuan terbaik adalah sama dengan atau lebih dari 100 sedangkan Rasio Kas Perusahaan dapat mencapai rata-rata 172. Hal ini merupakan hasil dari upaya pengendalian yang dilakukan oleh Perusahaan sehingga kewajiban-kewajiban jangka pendek dapat diselesaikan dengant tepat waktu. Rasio Kas yang baik juga karena Perusahaan memperhatikan sumber dana dan penggunaan secara ketat dan juga pengaturan waktu pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan-pekerjaan yang sumber dananya berasal dari luar usaha perusahaan dipastikan terlebih dahulu kepastian dan waktu pencairannya sehingga tidak mengganggu program-program yang dibiayai dari dana internal. Perbandingan Rasio Kas bisa dilihat pada Bab III.
6.1.1.4. Kolektibilitas Piutang
Kolektibilitas yang diukur dengan menggunakan Tingkat Efektivitas Penagihan merupakan perbandingan antara jumlah piutang yang harus ditagih dengan jumlah piutang yang tertagih (diterima). Selama tahun 2011 – 2013 berdasarkan acuan terbaik masih dalam kondisi sangat baik di mana acuan terbaik adalah sebesar 90%. Secara umum Tingkat Efektivitas Penagihan rekening rutin rata-rata mencapai 93% sedangkan sampai dua bulan berikutnya rekening tersebut dapat tertagih mencapai 99,96%. Hal ini disebabkan Perusahaan menetapkan ketentuan, sistem dan pelaksanaan yang ketat terhadap penutupan sambungan sehingga pelanggan tertib dalam melakukan pembayaran. Selain itu Perusahaan juga menyediakan berbagai alternatif media pembayaran yang mudah dijangkau oleh pelanggan seperti Payment Point On-line Bank (PPOB), ATM dan e-banking. Gambaran Tingkat Efektivitas Penagihan dapat dilihat pada Bab III.
6.1.1.5. Solvabilitas
Solvabilitas yang diukur dengan menggunakan Rasio Aktiva Terhadap Hutang merupakan perbandingan antara total nilai aktiva dengan total hutang. Selama tahun 2011 – 2013 berdasarkan acuan terbaik menunjukkan solvabilitas dalam kondisi sangat baik di mana nilai acuan terbaik adalah sama atau lebih dari 200 sedangkan Perusahaan dapat mencapai rata-rata sebesar 706. Hal ini disebabkan Perusahaan melakukan pengendalian hutang perusahaan melalui pengendalian penggunaan anggaran. Selain itu Perusahaan juga sangat
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 67 ketat dalam melakukan realisasi pinjaman (khususnya pinjaman jangka panjang) meskipun tersedia plafon pinjaman yang bisa dimanfaatkan.
6.1.2. Aspek Pelanggan 6.1.2.1. Cakupan Pelayanan
Cakupan pelayanan yang diukur dengan Penduduk Terlayani merupakan perbandingan antara jumlah jiwa yang terlayani dengan jumlah jiwa penduduk di Kota Malang. Jumlah jiwa terlayani dihitung dengan mengalikan 5 dengan jumlah sambungan. Asumsi lima didasarkan pada rata-rata jumlah jiwa dalam setiap rumah. Berdasarkan acuan terbaik maka kondisi cakupan pelayanan Perusahaan sudah mendekati acuan terbaik dimana cakupan terealisasi sebesar 72% pada tahun 2013 sedangkan acuan terbaik sebesar sama dengan atau lebih dari 80%. Dengan cakupan yang tinggi maka Perusahaan memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar dan semakin banyak masyarakat yang merasakan pelayanan Perusahaan sehingga menjadi pendorong untuk lebih mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Cakupan yang tinggi adalah hasil dari upaya Perusahaan untuk memberikan pelayanan pasang baru dengan harga lebih terjangkau melalui program pelayanan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sehingga dua tahun terakhir dapat mencapai tambahan pelanggan lebih dari 9.000 sambungan per tahun. Kondisi ini juga tidak terlepas dari peran Pemerintah baik pusat maupun daerah yang berkomitmen dengan memberikan penyertaan modal kepada PDAM Malang untuk pengembangan pelayanan.
6.1.2.2. Pengaduan
Pengaduan yang ditunjukkan dengan Pengaduan Masuk merupakan prosentase perbandingan jumlah pengaduan dengan jumlah pelanggan. Selama tahun 2011 – 2013 menunjukkan bahwa Tingkat Pengaduan rata-rata setiap bulan sebesar 1,36%. Tidak ada acuan terbaik yang digunakan secara umum dari Tingkat Pengaduan tersebut. Namun Perusahaan menganggap bahwa Tingkat Pengaduan melebihi 1% masih relatif tinggi.
6.1.2.3. Respon Pengaduan
Respon pengaduan yang ditunjukkan dengan Penyelesaian Aduan merupakan perbandingan antara jumlah pengaduan yang diselesaikan dengan jumlah pengaduan yang masuk. Selama tahun 2011 – 2013 menunjukkan bahwa Tingkat Penyelesaian Aduan melebihi tingkat acuan terbaik di mana Tingkat Penyelesaian Aduan Perusahaan mencapai
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 68 rata-rata 92% sedangkan tingkat acuan terbaik adalah sebesar sama dengan atau lebih dari 80%. Kondisi yang baik ini disebabkan Perusahaan melakukan penyelesaian pengaduan secara serius bukan hanya dari sisi jumlah tetapi dari waktu penyelesaian di mana Perusahaan menetapkan penyelesaian pengaduan tidak boleh lebih dari 5 hari kerja. Bahkan untuk beberapa jenis pengaduan harus dapat diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari dua hari. Batasan waktu tersebut menjadi ukuran kinerja dari bagian yang menyelesaikan pengaduan.
6.1.2.4. Akurasi Meter
Akurasi meter yang ditunjukkan dengan Tingkat Penggantian Meter merupakan prosentase perbandingan antara banyaknya meter yang diganti setiap tahun dengan jumlah pelanggan keseluruhan. Selama tahun 2011 – 2013 menunjukkan bahwa prosentase penggantian meter masih kurang dimana Tingkat Penggantian Meter Perusahaan mencapai rata-rata 12%
sedangkan acuan terbaik adalah sama dengan atau lebih dari 20%. Kondisi yang kurang baik ini disebabkan oleh ketidakmampuan Perusahaan untuk menyediakan dana yang cukup untuk melakukan penggantian. Perusahaan menyadari bahwa penggantian ini harus dilakukan secara konsisten karena penggantian yang terlambat akan semakin membebani keuangan Perusahaan di kemudian hari.
6.1.3. Aspek Operasional 6.1.3.1. Kuantitas
Kuantitas air yang ditunjukkan dengan Ketersediaan Air merupakan perbandingan antara volume yang diproduksi dengan jumlah pelanggan. Volume yang disediakan untuk pelanggan sudah memperhatikan tingkat kehilangan air. Selama tahun 2011 – 2013 Tingkat Ketersediaan Air adalah sebanyak 29 m3/plg/bln. Tidak ada acuan terbaik namun Perusahaan menyediakan air lebih dari kebutuhan rata-rata pelanggan per bulan di mana rata-pemakaian air pelanggan per bulan adalah sebesar 17 m3. Rata-rata air tersedia mengalami penurunan karena Perusahaan dapat mengurangi tingkat kehilangan air sehingga tidak diperlukan penambahan volume produksi air secara signifikan. Tingkat Ketersediaan Air selama tiga tahun dapat dilihat pada tabel 6-2 berikut :
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 69 Tabel 6-2 Ketersediaan Air
6.1.3.2. Kualitas
Kualitas air yang ditunjukkan dengan Sampel Yang Memenuhi Syarat merupakan perbandingan antara jumlah hasil pemeriksaan sampel yang memenuhi syarat dengan jumlah sampel keseluruhan. Selama tahun 2011 – 2013 rata-rata Prosentase Sampel Yang Memenuhi Syarat adalah sebesar 96%. Acuan terbaik dari ukuran kinerja tersebut adalah sama dengan atau lebih dari 80%.
6.1.3.3. Kontinuitas
Kontinuitas yang ditunjukkan dengan Jam Operasi Pelayanan merupakan perbandingan antara jam operasi pelayanan dengan jumlah jam dalam setahun. Pelayanan diperinci menjadi masing-masing DMA. Operasi pelayanan dianggap terhenti bila tekanan di suatu DMA berada di bawah 0,1 bar. Saat ini Perusahaan sedang melakukan pembenahan DMA sehingga belum bisa melayani selama 24 jam untuk seluruh pelanggan.
6.1.3.4. Efektivitas Distribusi
Efektivitas Distribusi yang ditunjukkan dengan Tingkat Kehilangan Air merupakan perbandingan antara volume air yang tidak dapat direkeningkan dengan volume produksi.
Perhitungan dilakukan berdasarkan analisa naraca air yang menunjukkan besarnya volume air yang masuk dalam sistem produksi dan distribusi serta penggunaannya secara rinci sesuai dengan kelompok output sistem meliputi penggunaan oleh konsumen, kehilangan untuk operasional, kehilangan fisik akibat kerusakan pipa maupun kehilangan karena aktivitas komersial (commersial losses). Selama tahun 2011 – 2013 rata-rata Tingkat Kehilangan Air masih mencapai 33%. Tingkat kehilangan air ini kurang baik bila dibandingkan dengan acuan terbaik yakni sama dengan atau kurang dari 25%.
6.1.3.5. Tekanan
Tekanan air yang ditunjukkan dengan DMA Bertekanan Cukup merupakan perbandingan antara jumlah DMA yang tekanan airnya minimal 0,5 bar dibandingkan dengan jumlah
No. Uraian 2011 2012 2013
1. Produksi (m3) 39.368.596 40.402.171 40.866.835
2. Jumlah Pelanggan (SR) 106.044 116.184 125.614 3. Rata-rata Air Tersedia (m3/Plg/Bln) 31 29 27
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 70 DMA keseluruhan. Selama tahun 2011 – 2013 menunjukkan bahwa zona yang memiliki pelayanan dengan tekanan minimal 0,5 bar adalah sebanyak 95%. Pada jam puncak pada beberapa daerah masih belum dapat melayani dengan tekanan 0,5 bar sehingga menjadi sumber keluhan pelanggan. Acuan terbaik untuk indikator ini adalah sama dengan atau lebih dari 80% namun dengan standar 0,7 bar sedangkan Perusahaan menggunakan acuan 0,5 bar.
6.1.4. Aspek SDM 6.1.4.1. Produktivitas
Produktivitas pegawai yang ditunjukkan dengan Jumlah Pegawai Per Seribu Pelanggan merupakan perbandingan antara jumlah pegawai dengan jumlah pelanggan per seribu.
Selama tahun 2011 – 2013 perbandingan tersebut menunjukkan penurunan dari 4,04 pada tahun 2011 menjadi 3,52 pada tahun 2013. Hal ini disebabkan perusahaan melakukan banyak kerja sama dengan pihak lain untuk melaksanakan pekerjaan.
6.1.4.2. Kompetensi
Kompetensi pegawai yang ditunjukkan dengan Keikutsertaan Pelatihan merupakan perbandingan antara jumlah pegawai yang ikut pelatihan dengan jumlah seluruh pegawai.
Selama tahun 2011 – 2013 Tingkat Keikutsertaan Pelatihan menunjukkan bahwa Perusahaan masih kurang dalam melakukan pelatihan dengan Tingkat Keikutsertaan Pelatihan rata-rata sebesar 21% sedangkan acuan terbaik adalah sama dengan atau lebih dari 80%.
6.1.4.3. Kepuasan Pegawai
Kepuasan Pegawai yang ditunjukkan dengan Pegawai Yang Puas merupakan perbandingan antara jumlah pegawai yang puas dengan jumlah pegawai yang disurvey. Melalui Survey Kepuasan Pegawai pada tahun 2014 menunjukkan bahwa pegawai yang puas pada survey mencapai 93%. Acuan terbaik tidak ada sehingga Perusahaan menggunakan indek historis sebagai acuan dan diharapkan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
6.1.4.4. Pengembangan Pegawai
Pengembangan pegawai yang ditunjukkan dengan Biaya Diklat Terhadap Biaya Pegawai merupakan perbandingan antara Biaya Diklat dengan Biaya Pegawai. Selama tahun 2011 – 2013 Biaya Diklat Terhadap Biaya Pegawai menunjukkan bahwa Perusahaan masih kurang dalam mengalokasikan biaya untuk kebutuhan diklat pegawai di mana Tingkat Biaya Diklat
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 71 sebesar 0,79% sedangkan acuan terbaik adalah sebesar sama dengan atau lebih dari 20%.
Perusahaan lebih menitikberatkan pada jumlah peserta pelatihan dan berusaha untuk bisa melakukan efisiensi dalam kegiatan pelatihan namun tetap efektif meningkatkan kompetensi pegawai. Pengembangan pegawai yang lebih intens membutuhkan alokasi anggaran pelatihan yang lebih tinggi.
6.1.4.5. Perilaku Kerja
Perilaku pegawai yang ditunjukkan dengan Pegawai Berperilaku Baik merupakan perbandingan antara jumlah pegawai yang memiliki perilaku dengan nilai lebih dari 80 dengan jumlah pegawai secara keseluruhan. Perilaku ini penting mengingat kinerja pegawai yang ditunjukkan dengan KPI masing-masing sangat dipengaruhi oleh perilaku pegawai.
Perilaku pegawai dinilai secara rutin setiap bulan mulai tahun 2014 sehingga yang dipergunakan sebagai acuan adalah nilai historis tahun 2014. Belum ada acuan terbaik untuk penilaian perilaku ini.
Berdasarkan analisa terhadap faktor internal maka dapat disimpulkan bahwa yang menjadi kekuatan Perusahaan adalah :
1. Likwiditas (Rasio Kas) relatif baik
2. Kolektibilitas piutang (Tingkat Efektivitas Penagihan) relatif tinggi 3. Solvabilitas (Rasio Aktiva terhadap Hutang) relatif tinggi
4. Cakupan pelayanan (Penduduk terlayani) relatif tinggi 5. Respon pengaduan (Penyelesaian Aduan) relatif tinggi 6. Pengaduan (Pengaduan Masuk) relatif rendah
7. Kuantitas air (Ketersediaan Air) mencukupi
8. Kualitas air (Prosentase Sampel yang Memenuhi Syarat) relatif tinggi
9. Kontinuitas (Jam Operasi Pelayanan) 24 jam sehari untuk hampir seluruh pelanggan 10. Produktivitas pegawai (Jumlah Pegawai per 1000 Pelanggan) relatif tinggi
11. Kepuasan pegawai (Pegawai Yang Puas) relatif cukup
12. Perilaku kerja pegawai (Pegawai Berperilaku Baik) relatif baik
Sedangkan yang masih merupakan kelemahan Perusahaan adalah : 1. Profitabilitas (ROE) menurun
2. Efisiensi (Rasio Operasi ) relatif rendah
3. Akurasi Meter (Penggantian Meter) relatif rendah 4. Efektivitas distribusi (Kehilangan Air) relatif tinggi
Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang BAB 6 - 72 5. Tekanan air (DMA Bertekanan Cukup) masih menggunakan standar 0,5 bar
6. Kompetensi pegawai (Keikutsertaan Pelatihan) relatif rendah
7. Pengembangan pegawai (Biaya Diklat Terhadap Biaya Pegawai) relatif kurang