ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA PERTUNJUKAN SERTA TEKSTUAL KETOPRAK DOR PADA CERITA JOKO BODO
4.11 Analisis Struktur dan Makna Tekstual 1 Tata Bahasa
Penggunaan bahasa yang diucapkan oleh pemain Ketoprak Dorsangatlah khas. Percampuran bahasa sangat mendominasi dalam setiap dialog kadang- kadang para pemain menggunakan bahasa Jawa Ngoko, Jawa Kromo Inggil,
34
Menurut Ibu Kasni lagu Halo-Halo Bandung digunakan hanya untuk adegan perang disaat pertunjukan Ketoprak Dor pada acara 17 belasan Agustus saja
Jawa Madyo35, bahasa Tegal (ngapak), bahasa Indonesia, bahasa Melayu, bahasa Inggris, dan bahasa penduduk setempat.
Namun demikian Ketoprak Dor dalam pertunjukannya lebih banyak menggunakan bahasa Jawa kasar (ngoko), Jawa halus (kromo), bahasa Jawa campuran (Jawa Tengah, Jawa Timur) dan bahasa indonesia dalam berkomunikasi.Pemain juga sering menggunakan logat bahasa Melayu, sebagai contoh sering muncul kata atau ungkapan kalimat seperti “ala mak jang, iya pula” digunakan dalam berkomunikasi yang dilakukan oleh beberapa orang pemain dengan lawan bicaranya. Percampuran bahasa lain yang ditemui dalam dialog atau percakapan mereka di dalam beberapa pertunjukan adanya penyebutan kata “dimas” (memanggil adik) singkatan “kangmas” (memanggil abang), “Panjenengan” (kamu), mathuraken (ucapan permisi) dalam menyapa teman bicaranya. Kalimat diatas merupakan bahasa Jawa Halus (Kromo). Para pemain menyadari bahwa meskipun kesenian Ketoprak Dor Jawa Deli berkembang di tanah Sumatera, mereka tidak lupa dengan bahasa asli leluhur mereka.
Selama pertunjukan Ketoprak Dor berlangsung terdapat beberapa pengklasifikasian bahasa yang diucapkan oleh pemain. Klasifikasi tersebut berupa penggunaan bahasa Jawa Madyo untuk adegan di dalam kerajaan. Dialog antara patih ataupun pengawal terhadap raja sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut berupa ucapan yang disampaikan patih ataupun pengawal kerajaan haruslah
35
Ngoko (kasar) berbicara dengan rekan-rekan (gerakan) pada usia yang sama, yang tertua dari yang lebih muda, orang yang statusnya lebih tinggi untuk bawahannya. Madyo (menengah): transisi antara Ngoko dan Kromo. Kromo (halus): Digunakan untuk orang-orang yang lebih tua atau yang lebih dihormati. Varian unggul Kromo Inggil, Bagongan dan Kedaton Bahasa (Kraton).
menggunakan bahasaa Jawa Kromo Inggil yakni bahasa Jawa yang sopan. Hal ini merupakan ciri dari pertunjukanKetoprak yang ada di Jawa yang masih diadopsi oleh kelompokKetoprak Dor.
Sedangkan klasifikasi selanjutnya ialah penggunaan dialog bahasa yang terjadi diluar lingkungan kerajaan. Para pemain tidak lagi menggunakan bahawa Jawa Kromo Inggil maupun Madyo, tetapi para pemain bebas menggunakan bahasa Jawa yang dicampur dengan mahasa Melayu, Batak dan bahasa daerah setempat.
Menurut bapak Suriat dan bapak Jumadi, tentang keberadaan kesenian
Ketoprak Dor ini berdasarkan bahasa yang digunakan, perkembangan ruang dan waktu yang dilaluinya, bahwa:
Biyèné Ketoprak Dor punika pagelaran paling diminati lan di senengi dening masyarakat Jawa ing Sumatra Utara. Mengalahke pertunjukan Jawi lione kaya jaran kepang, Ludruk, wayang kulit lan reog Poronogo. Neng awal pertunjukanne Ketoprak Dor rampung, pemain nggunakake dialog kanthi nggunakake basa Jawa Kromo utawa Madyo. pirsawan sante gambar amarga Ketoprak Dor mangertos tegesipun maksud te. Nanging wektu liwat, luwih pirsawan ora ngerti makna saka basa Jawa Kromo utawa Madyo. Alesan utama basa sing akeh dipengaruhi dening basa lokal. Dadi pirsawan basa liyane kanggo komunikasi ing basa lokal. pirsawan saya Dor Ketoprak nuduhake akeh suda. Jadine punika pagelaran Ketoprak Dor bakal ngurangi. pimpinan Ketoprak Dor bebarengan karo inisiatif e poro pemain nggabungke basa sing padha nggunakake basa Jawa kanggo basa karo basa lokal. Tujuanne punika pamirso ngerti lan seneng pertunjukan Ketoprak Dor saka diwiwiti kanggo mungkasi nuduhake.
[Dahulu Ketoprak Dor merupakan pertunjukan paling dinanti dan difavoritkan oleh masyarakat Jawa di Sumatera Utara. Mengalahkan pertunjukan Jawa lainnya seperti Kuda Kepang, Ludruk, wayang kulit maupun Reog Poronogo. Pada awal
pertunjukan Ketoprak Dor dilakukan, para pemain menggunakan dialog dengan menggunakan bahasa Jawa Kromo ataupun Madyo. Penonton sangat menikmati pertunjukan Ketoprak Dor tersebut karena mengerti maksud dari pertunjukan tersebut. Tetapi, seiring berjalannya waktu, para penonton semakin banyak tidak memahami arti dari bahasa Jawa Kromo ataupun Madyo. Alasan utamanya ialah bahasa mereka banyak sekali dipengaruhi oleh bahasa daerah setempat. Sehingga bahasa para penonton lebih banyak berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah setempat. Semakin hari para penonton pertunjukan Ketoprak Dor
banyak berkurang. Dampaknya ialah pertunjukan Ketoprak Dor
pun menurun. Pemimpin Ketoprak Dor bersama dengan para pemain berinisiatif menggabungkan bahasa yang biasa mereka gunakan yakni bahasa Jawa dengan dicampur dengan bahasa daerah setempat. Tujuannya supaya para penonton mengerti dan menikmati pertunjuka Ketoprak Dor dari awal hingga akhir pertunjukan]
Tabel 4.4
Contoh Bahasa yang digunakan dalam pertunjukan Joko Bodo Pelakon Dialog dalam Bahasa (Jawa
atau lainnya)
Arti dalam Bahasa Indonesia Raja muda: Kerajaan pasir Putih, Indro
Joyo
Patih: Indro sertirai dalem pasar pasir putih
Kerajaan Indro Joyo di dalam jalanan Pasir Putih
Raja muda: dimas adipun kakang dimas Adik ku Patih: deng petimbalan kangmas Ya abangda Raja muda: kangmasmu pareng-pareng
sliramu dimas
Abangmu ini ingin berbicara sama kamu adikku
Patih: semonggo karo alon-alon kang mas
Iya abangda bicaralah dengan pelan-pelan abangda
Raja muda: dimas, runoke dimas Adikku, dengarkanlah Patih: tak runokke kangmas Aku dengarkan abangda Raja muda: dimas,,,,endrosakti Adikku,,,endrosakti Patih: kadaspundi kangmas Iya abangda
Raja muda: boro mature karsane kangsa dimas
Dengarkan cerita abangda mu ini
Patih: werengakke kangmas Dengarkan abangda Raja muda: singalon-alon dimas yo Yang pelan-pelan adik ya Patih: kangmas, namun sehap
raimatur kangmas
Abangda, Raja muda: iyo dimas, aturmu tak trimo
tangan loro dimas,,ayo
Iya adikku, permintaanmu aku terima dengan tangan dua, ayo
dimas,maju tak seontoro dimas adikku mari kita maju
Patih: sekonggo kangmas Mari abangda
Raja muda: ojo suwi-suwi dimas Jangan lama-lama adikku Patih: lo nggek penak kang mas yo Yang enak abangda ya Raja muda : capek, teko capek jobo, capek
njero
Letih nya dari luar dan dari dalam
Patih: yo salahe kangmas nggolek serep kang mas
Itu kesalahan abangda, makanya cari pengganti abangda
Raja muda jadi rojo meneh dimas Jadi bertambah sakit adikku Patih yo men dadi opo kangmas, sing
penting kangmas seneng
Akan jadi apapun,yang terpenting abangda senang Raja muda tekon nyanyi campur sari,
masang kelir
Disuruh menyanyi, masang layar
Patih ra mau ora diserepi masang kelir
Tadi tidak mau cari pengganti Raja muda sing teko mau bengi memang
kurang ajar dimas
Yang datang terlambat tadi memang kurang ajar Patih yo kan bapakkmu juga Itu kan bapakmu juga Raja muda dimas adipun kakang dimas Adikku
Patih sedoro pertimbangan kangmas Iya abangda Raja muda menurut dimas, kangmas
jagong kursi kanjeng rojo kencono sudah berapa tahun dimas
Menurut adinda, abangda kamu inisudah lama menjadi raja kencono sudah berapa tahun adikku
Patih kangmas, selama adikmu mengabdi dikerajaan sudah mencapai tiga setengah tahun kangmas
Raja muda hahahahahah,,,tiga tahun setengah kangmas duduki kursi rojo kencono dimas, opo ora eneng kekuranganku dimas
Hahahah..tiga tahun setengah kangmas menduduki kursi raja kencana adikku, apakah ada kekurangku
Patih kangmas, selama aku
ndampingi kangmas, tidak ada kekurangan satu apapun kangmas
Raja muda dimas sebagai wakili kangmas dimas, selama tiga tahun setengah jagong kursi kanjeng rojo kencono, nggak mungkin nggak ada kekurangan dimas
Adikku, sebagai wakil ku, selama tiga tahun setengah menduduki kursi raja rojo kencono, nggak mungkin nggak ada kekurangan adikku
Patih seingat adikmu selama aku mendampingi kangmas
memang tidak ada kekurangan satu apapun kangmas
Raja muda dimas, selama berpuluh tahun dimas, tiga tahun setengah kangmas jagong kursi rojo kencono dimas jablay dimas
Adikku, selama berpuluh-puluh tahun abangmu ini menduduki kuri sebagai raja tetapi masih jablay adikku
Patih oo itu kangmas,,adikmu sudah ingat kangmas...memang iya kangmas,, seorang raja tanpa permaisuri tidak ada artinya ya kangmas ya...
Raja muda seorang raja tanpa permaisuri hampa dimas
Patih Itu memang benar
kangmas..kangmas,tinggal bilang sama adikmu kangmas ,,gadis mana yang akan kangmas pilih kangmas...
Raja muda tanah seribu eneng?? di Tanah Seribu ada? Patih gak ada kangmas, payah kalau
jumpa kangmas Raja muda tapi kampungmu
Patih Kangmas... tinggal pilih gadis mana kangmas..tinggal kta bawa kekerajaan kangmas.. Raja muda hahaha...dimas sekarang begini
dimas.. kangmas kerungu tembang ratu dikerajaan pedang kemuliaan dimas
Hahahah...sekarang begini adikku..abangmu mendengar ada seorang ratu dikerajaan Pedang Kemuliaan
Patih pedang kemuliaan kangmas? Raja muda siapa-siapa yang bisa
mengalahke umbul-umbul kerajaan pedang kemuliaan arep dikawinke karo putrine pedang kemuliaan..
Siapa yang bisa mengalahkan prajurit pedang kemuliaan akan dikawinkan dengan putrinya raja pedang kemuliaan Patih nggak usah gae umbul-umbul
kangmas,,ngancurke kerajaan demi cita-cita kangmas,,bakal tak bela kangmas
Tidak usah menggunakan prajurit kerajaan demi cita-cita abangda,,aku selalu membela abangda
Raja muda aku gemeter iki dimas Aku menggigil ini adikku
Patih kenopo kangmas Kenapa abangda
Raja muda capek dimas, iki wis olahraga dimas
Lelah adikku,, ini aja sudah olahraga
Raja muda dimas sanggup? Patih sanggup kangmas
Raja muda mbelo patih Membela patih?
Patih ramo dadi pitu demi cita-citane kangmas tak mbelo kangmas
Badan ku siap dibagi menjadi tujuh demi membela cita-cita abangda
Raja muda ayo dimas,,,ojo suwe-suwe dimas,,sak iki kito obrak-abrik kerajaan pedang kemuliaan dimas
Mari adikku...jangan lama-lama adikku..mari sekarang kita obrak-abbrik kerajaan pedang kemuliaan adikku
Patih ayo kangmas,,,,arumsari tunggu kami arumsari...bakal tak rebut kowe arumsari..
Ayo abangda....arumsari tunggu kamu arumsari....pasti kami rebut kamu arumsari... Raja muda hahahahahah
Patih ayo kangmas...