• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analsis Jaringan Sosial Kelompok Moses Paimaham

Dalam dokumen TESIS OLEH FERIEL AMELIA SEMBIRING (Halaman 123-132)

BAB VI ANALISIS JARINGAN SOSIAL EGO CENTRIC KERAMBA

6.1 Analisis Jaringan Sosial Ego Dalam Setiap Kelompok

6.1.3 Analsis Jaringan Sosial Kelompok Moses Paimaham

Jaringan sosial dalam suatu kelompok dapat dipetakan, sehingga dengan mudah menganalisa hubungan-hubungan yang terjadi diantara aktor-aktor yang saling terkait. Dapat melihat aktor siapa dengan aktor siapa yang terhubung dan yang tidak terhubung.

Kelompok Paimaham adalah kelompok yang dikelola oleh seorang pria yang paruh baya bernama Bapak Sopan Haloho (59th). Beliau dikenal dengan sebutan Pak Bombom. Bombom adalah anak beliau yang juga membantu menjalankan, memantau dan ikut bertanggung jawab juga atas semua pekerjaan keramba. Beliau adalah salah petani keramba yang mempertahankan usahanya yang hampir saja beliau tutup karena virus yang terjadi tahun 2004.

Banyak teman-teman seperjuangannya sewaktu itu tidak melanjutkan lagi usaha keramba-keramba ikan karena tidak mampu memodali kembali usaha mereka yang merugi karena virus Koi. Namun Pak Bombom masih terus melanjutkan usaha kerambanya tersebut dengan modal yang dipinjam dari bank dengan jumlah yang besar. Hingga sampai saat ini keramba-keramba beliau semakin bertambah banyak dan tetap banyak walaupun telah terjadi pembersihan keramba-keramba pada masa itu.

Dalam usaha kerambanya, Pak Bombom berintegrasi dengan beberapa rekan-rekan sesama petani baik yang dimodalinya maupun tidak, petani dalam kelompoknya dan diluar kelompoknya. Petani-petani tersebut membentuk jaringan sosial dengan Pak Bombom. Jaringan sosial diantara aktor-aktor tersebut dapat dipetakan dalam diagram jaringan. Adapun aktor alter yang terhubung padanya dapat dilihat pada diagram jaringan berikut ini:

Gambar 6.3.

Pemetaan Jaringan Sosial Kelompok Bombom Haloho (Paimaham)

Sumber : Hasil olah data wawancara pada Oktober 2017, data diolah dengan menggunakan program Ucinet.

Keterangan gambar :

Simbol Keterangan

Petani dalam kelompok

Pengusaha/pedagang pengumpul Petani diluar kelompok

Menjalin hubungan/ ikatan/ link

Dari hasil pemetaan sosiogram diatas dapat diketahui banyaknya jumlah ikatan (link) yang terbentuk antara aktor ego dengan aktor alter dan aktor alter dengan aktor alter sebanyak 57 ikatan/link. Ada 46 ikatan yang terbentuk antara aktor ego dengan aktor alter. Dan ada 11 ikatan/link yang terbentuk antara aktor alter dengan aktor alter (petani sesama petani).

Aktor ego, Bombom Haloho, menjalin jaringan sosial dengan ke semua aktor alter yakni Sumardin Sihotang, Saling Sinaga, Elwin Sialagan, Sardinus Sinaga, Rikky Purba, Rommy Sinaga, Desman Saragih, Bresman Purba, John Saragih, J.Purba, Tommy Sinaga, Manihuruk, Warisman Saragih, Hendinsen Sinaga, Petrus Purba, Oldes Sinaga, Uba Purba, Ery Sinaga, Arya Munthe, Beli Sinaga, Panser Saragih, Uttok, Hendrik Simarmata, Rudy Purba, Nora Saragih, Jonra Purba, Roben Saragih, Jarisman Purba, Sokay, Jan Purba, Pak Juntak, Sariambah Saragih, Junar Sijabat, Polman Simarmata, Roy Sitio, Topher Sinaga, Rikson Purba, Anto Silalahi, Panda Purba, Julius Saragih, Jan Pakpak, Mardi Sinaga, Boy Sihaloho, Arman Damanik, Jepri Simarmata, Parman Purba.

Petani yang menjalin jaringan sosial dalam kelompok Bombom Haloho ada sebanyak 36 orang yakni Sumardin Sihotang, Saling Sinaga, Elwin Sialagan,

Sardinus Sinaga, Rikky Purba, Desman Saragih, Bresman Purba, John Saragih, Tommy Sinaga, Warisman Saragih, Hendinsen Sinaga, Petrus Purba, Oldes Sinaga, Uba Purba, Ery Sinaga, Arya Munthe, Panser Saragih, Uttok, Hendrik Simarmata, Rudy Purba, Jonra Purba, Jarisman Purba, Sokay, Jan Purba, Pak Juntak, Sariambah Saragih, Junar Sijabat, Polman Simarmata, Roy Sitio, Rikson Purba, Anto Silalahi, Panda Purba, Jan Pakpak, Boy Sihaloho, Arman Damanik, Jepri Simarmata.

Sementara petani yang menjalin jaringan diluar kelompoknya ada 10 petani yakni Rommy Sinaga, J. Purba, Manihuruk, Beli Sinaga, Nora Saragih, Roben Saragih, Topher Sinaga, Julius Saragih, Mardi Sinaga, Parman Purba. Ada beberapa petani dalam kelompok yang terhubung dengan petani luar kelompok dan ada petani dalam kelompok yang terhubung dengan petani dalam kelompok.

Jan Pakpak selain terhubung dengan Bombom Haloho, ia juga terhubung dengan Saling Sinaga, dan Arman Damanik. Kedua aktor yang terhubung dengan Jan Pakpak merupakan aktor dalam kelompok. Sementara Rikson Purba yang merupakan aktor dalam kelompok terhubung dengan Panda Purba, Anto Silalahi, Roy Sitio, Polman Simarmata, Sarambah Saragih. Aktor-aktor yang terhubung dengan Rikson Purba juga aktor-aktor dalam kelompok Bombom Sihaloho.

Jansman Purba terhubung dengan Jonra Purba.

Untuk aktor-aktor luar kelompok yang terhubung dengan aktor-aktor dalam kelompok ada Nora Saragih dengan Jonra Purba, Belli Sinaga dengan Hendsen Sinaga.

2. Ukuran, Kepadatan dan Diameter Yang Terjalin

Dalam jaringan sosial Bombom Haloho, ukuran jaringan ego-nya adalah 46. Hal ini dihitung aktor ego yang mengarah ke aktor alter, bukan antar aktor alter dengan alter. Dengan demikian seberapa banyak aktor alter yang terhubung dengan aktor ego maka akan sebanyak aktor alter yang terhubunglah jumlah ukuran jaringan yang terbentuk.

Adapun ukuran jaringan yang terbentuk dalam kelompok Bombom Sinaga adalah sebagai berikut: Sumardin Sihotang, Saling Sinaga, Elwin Sialagan, Sardinus Sinaga, Rikky Purba, Rommy Sinaga, Desman Saragih, Bresman Purba, John Saragih, J.Purba, Tommy Sinaga, Manihuruk, Warisman Saragih, Hendinsen Sinaga, Petrus Purba, Oldes Sinaga, Uba Purba, Ery Sinaga, Arya Munthe, Beli Sinaga, Panser Saragih, Uttok, Hendrik Simarmata, Rudy Purba, Nora Saragih, Jonra Purba, Roben Saragih, Jarisman Purba, Sokay, Jan Purba, Pak Juntak, Sariambah Saragih, Junar Sijabat, Polman Simarmata, Roy Sitio, Topher Sinaga, Rikson Purba, Anto Silalahi, Panda Purba, Julius Saragih, Jan Pakpak, Mardi Sinaga, Boy Sihaloho, Arman Damanik, Jepri Simarmata, Parman Purba.

Dalam jaringan Bombom Haloho yang dimana alter-nya ada sebanyak 46 yakni 36 petani dari kelompoknya dan 10 petani diluar kelompoknya. Tidak semua petani terhubung satu sama lain, ada beberapa petani yang terhubung baik petani dalam kelompok maupun diluar kelompok.

Petani yang terintegrasi dalam kelompok meliputi : Rikson Purba-Sariambah Saragih, Rikson Purba- Polman Simarmata, Rikson Purba- Roy Sitio, Rikson Purba- Anto Silalahi, Rikson Purba- Panda Purba, Jarisman Purba- Jonra Purba, Uttok- Beli Sinaga, Jan Pakpak- Saling Sinaga, Jan Pakpak- Arman

Damanik. Sementara itu, petani dalam kelompok dengan petani diluar kelompok meliputi : Beli Sinaga- Hendisen Simarmata dan Nora Saragih- Jonra Purba.

Ukuran, kepadatan, diameter, ikatan yang terbentuk diantara aktor ego dengan aktor alter maupun aktor alter dengan aktor alter dalam dilihat pada data output Ucinet berikut:

Tabel 6.5.

Ukuran, Kepadatan, Diameter, Ikatan Dalam Jaringan Bombom Haloho

Sumber: Data diperoleh dari Ucinet

Dari hasil pemetaan jaringan sosial kepadatan (density) sebesar 0,005 yang berarti kepadatan jaringan sosial kelompok Bombom Haloho tidak mencapai 1 yang berarti sangat menjauhi kepadatan jaringan. Kepadatan yang terbesar dalam kelompok Bombom Haloho ada pada Jarisman Purba, Panda Purba, Nora Saragih, Anto Silahahi, Roy Sitio, Sariambah Saragih, Saling Sinaga, Hendisen Simarmata, Polman Simarmata, Arman Damanik, Uttok yakni sebesar 0,05. Dan Beli Sinaga, Jonra Purba, Jan Pakpak yakni sebesar 0,003 dan aktor-aktor lainnya tidak terintegrasi dalam kepadatan.

Dalam hal diameter, jaringan sosial Bombom Haloho sama seperti jaringan Aseng Sinaga dan Irwan Rajagukguk dimana tidak seorang aktor pun yang saling menghubungi baik jarak terdekat maupun terjauh dalam mengontak ego. Setiap aktor alter langsung mengontak aktor ego, adapun alter yang terintegrasi dengan alter lain juga langsung mengontak ego dalam memasarkan hasil panen ikan tanpa perantara aktor alter lain. Kepadatan (density) pada kelompok Bombom Haloho yang dari aktor ego dan aktor alter dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6.6.

Hasil Density Pada Aktor Ego

Sumber: Data diperoleh dari Ucinet

3. Pola Jaringan Sosial Bombom Haloho

Jaringan sosial yang dibentuk oleh aktor-aktor yang saling terintegrasi dapat membentuk pola jaringan dalam kelompok tersebut. Menurut Roger and Kincaid ( Eriyanto, 2014:389) ada dua pola jaringan dalam kelompok jaringan egocentric yakni pola jaringan saling mengunci (interlock) atau yang disebut juga jaringan terbuka yakni jaringan yang terbuka dengan maksud ego dengan alter saling berinteraksi, sehingga setiap anggota jaringan saling melakukan kontak satu sama lain. Dan pola jaringan satunya lagi yakni jaringan tertutup, yang berarti

ketika interaksi hanya terjadi antara ego dan alter dan apabila terjadi interaksi antar alter maka kohevisitas relasi di antara alter sangatlah sedikit atau minimal.

Dari hasil pemetaan jaringan sosial dalam kelompok Bombom Sinaga, aktor ego terhubung keseluruh alter-alter dalam kelompok maupun diluar kelompok. Sementara interaksi yang terjadi antara alter dengan alter kohesivitasnya minimal. Bombom Haloho menjalin interaksi dengan semua alter yang berada dalam jaringan sosialnya yakni: Sumardin Sihotang, Saling Sinaga, Elwin Sialagan, Sardinus Sinaga, Rikky Purba, Rommy Sinaga, Desman Saragih, Bresman Purba, John Saragih, J.Purba, Tommy Sinaga, Manihuruk, Warisman Saragih, Hendinsen Sinaga, Petrus Purba, Oldes Sinaga, Uba Purba, Ery Sinaga, Arya Munthe, Beli Sinaga, Panser Saragih, Uttok, Hendrik Simarmata, Rudy Purba, Nora Saragih, Jonra Purba, Roben Saragih, Jarisman Purba, Sokay, Jan Purba, Pak Juntak, Sariambah Saragih, Junar Sijabat, Polman Simarmata, Roy Sitio, Topher Sinaga, Rikson Purba, Anto Silalahi, Panda Purba, Julius Saragih, Jan Pakpak, Mardi Sinaga, Boy Sihaloho, Arman Damanik, Jepri Simarmata, Parman Purba.

Dari hasil pemetaan jaringan tersebut maka pola jaringannya adalah pola jaringan tertutup. Hal ini dapat terlihat dari terjalinnya integrasi antar sesama alter dalam jaringan sosial Bombom Haloho. Alter yang saling terhubung dengan alter lainnya ada sebanyak 11 ikatan/link yakni Beli Sinaga- Hendinsen Sinaga, Uttok- Beli Sinaga, Nora Saragih- Jonra Purba, Jarisman Purba- Jonra Purba, Sariambah Saragih- Rikson Sinaga, Polman Simarmata- Rikson Sinaga, Roy Sitio- Rikson Sinaga, Anto Silalahi- Rikson Sinaga, Panda Purba- Rikson Sinaga, Jan Pakpak- Arman Damanik, Jan Pakpak- Saling Sinaga. Tingkat kohesivitas antar alter

dalam jaringan ini bisa dikategorikan sedang karena ada 11 ikatan yang terjadi antar alter. Banyaknya alter yang terhubung dapat membawa pengaruh baik terhadap kelompok ini yakni akan semakin meluasnya jaringan yang akan membawa keberuntungan. Menurut Coleman (1998) dalam Eriyanto (2012:215), semakin banyak jaringan dan semakin padat juga tertutupnya jaringan maka akan semakin baik dan membawa keuntungan dalam suatu struktur sosial. Namun alter yang saling terhubung dengan yang tidak saling terhubung masih lebih banyak yang tidak terhubung sehingga memiliki kohesivitasnya minim atau rendah.

Dalam dokumen TESIS OLEH FERIEL AMELIA SEMBIRING (Halaman 123-132)