Sasaran 11 : Meningkatnya Jangkauan Layanan Pendidikan Dasar Dan Menengah
3. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Usia 7-12 Tahun
Realisasi Tahun Sebelumnya (%) Ket BPS 88,98 68,86 77,39 56,20 Naik KEPENDUDUKAN 57,87 65,04 43,65 Naik
Sumber Data: Data Dapodikdasmen, BPS Dan Kependudukan Kab. Luwu Utara 2016
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa persentase pencapaian kinerja untuk indikator ini berdasarkan data BPS berada pada kategori CUKUP BAIK (77,39%), dan bila membandingkan antara realisasi indikator kinerja tahun ini dengan tahun lalu terlihat terjadi penurunan, yaitu dari 56,20% menjadi 68,86%. Peningkatan ini disebabkan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat yang menyekolahkan anaknya tepat pada usia yang ditetapkan oleh pemerintah. Selanjutnya jika menggunakan data Kependudukan maka persentase pencapaian kinerjanya hanya berada pada kategori CUKUP BAIK (65,04%), dan bila membandingkan antara realisasi indikator kinerja tahun ini dengan tahun lalu terlihat juga terjadi peningkatan yaitu dari 43,65% menjadi 57,87%. Selain itu jika kita membandingkan realisasi indikator kinerja berdasarkan data BPS dan Kependudukan maka dapat dilihat bahwa persentase pecapaian indikator kinerja berdasarkan data BPS lebih tinggi daripada yang berdasarkan data Kependudukan.
Kondisi diatas menunjukkan keadaan yang kurang baik jika berdasarkan data BPS karena masih terlalu jauh dari target yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, dan jika menggunakan data Kependudukan maka kondisinya jauh kurang baik karena masih berada terlalu jauh dari target yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2016.
3. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Usia 7-12 Tahun.
Angka Partisipasi Sekolah merupakan ukuran daya serap lembaga pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS merupakan indikator dasar yang digunakan untuk melihat akses penduduk pada fasilitas pendidikan khususnya bagi penduduk usia sekolah. Semakin tinggi Angka Partisipasi Sekolah semakin besar jumlah penduduk yang berkesempatan mengenyam pendidikan. Namun demikian meningkatnya APS tidak selalu dapat diartikan sebagai meningkatnya pemerataan kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Kenaikan tersebut dapat pula dipengaruhi oleh semakin besarnya jumlah penduduk usia sekolah yang tidak diimbangi dengan ditambahnya infrastruktur sekolah serta peningkatan akses masuk sekolah sehingga
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 62 partisipasi sekolah seharusnya tidak berubah atau malah semakin rendah. APS usia 7-12 tahun adalah jumlah penduduk usia 7-12 tahun yang masih bersekolah dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 7-12 tahun.
Pada tahun 2016 jumlah penduduk usia 7-12 tahun berdasarkan data BPS adalah sebanyak 39.398 orang dan penduduk yang berusia 7-12 tahun yang bersekolah berdasarkan data Dapodikdasmen adalah sebanyak 32.581 orang, sehingga nilai realisasi indikator kinerja adalah sebesar 82,70%. Sedangkan menurut data Kependudukan jumlah penduduk yang berusia 7-12 tahun adalah sebanyak 39.425 orang, sehingga realisasi indikator kinerjanya adalah sebesar 82,64%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar grafik 3.6 berikut ini:
Setelah mendapatkan nilai realisasi indikator kinerja maka selanjutnya diukur persentase pencapaian indikator kinerjanya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.9
Angka Partisipasi Sekolah Usia 7-12 Tahun
Sumber Data
Meningkatnya Pelayanan Pendidikan Dasar Target
(%) Realisasi (%) Pencapaian (%) Persentase
Realisasi Tahun Sebelumnya (%) Ket BPS 99,35 82,70 83,24 87,65 Turun KEPENDUDUKAN 82,64 83,18 79,98 Naik
Sumber Data: Aplikasi Dapodikdasmen, BPS Dan Kependudukan Kabupaten Luwu Utara Tahun 2016
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa persentase pencapaian kinerja untuk indikator ini berdasarkan data BPS berada pada kategori BAIK (83,24%), dan bila membandingkan antara realisasi indikator
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 63 kinerja tahun ini dengan tahun lalu terlihat terjadi penurunan, yaitu dari 87,65% menjadi 82,70%. Rendahnya realisasi indikator kinerja ini disebabkan karena adanya penduduk usia 7-12 tahun yang bersekolah di sekolah yang berada di bawah naungan departemen agama, dimana data tersebut tidak dapat di back-up oleh aplikasi pendataan Dapodikdasmen. Selanjutnya jika menggunakan data Kependudukan maka persentase pencapaian kinerjanya hanya berada pada kategori BAIK (83,18%), dan bila membandingkan antara realisasi indikator kinerja tahun ini dengan tahun lalu terlihat juga terjadi peningkatan yaitu dari 78,98% menjadi 82,64%. Selain itu jika kita membandingkan realisasi indikator kinerja berdasarkan data BPS dan Kependudukan maka dapat dilihat bahwa persentase pecapaian indikator kinerja berdasarkan data BPS lebih tinggi daripada yang berdasarkan data Kependudukan.
Kondisi diatas menunjukkan keadaan yang baik jika berdasarkan data BPS karena hampir mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, akan tetapi jika menggunakan data Kependudukan maka kondisinya kurang baik karena masih agak jauh dari target yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2016. 4. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Usia 13-15 Tahun.
Pada tahun 2016 jumlah penduduk usia 13-15 tahun berdasarkan data BPS adalah sebanyak 18.778 orang dan penduduk yang berusia 13-15 tahun yang bersekolah berdasarkan data DAPODIKDAS adalah sebanyak 15.839 orang, sehingga nilai realisasi indikator kinerja adalah sebesar 84,35%. Sedangkan menurut data Kependudukan jumlah penduduk yang berusia 13-15 tahun adalah sebanyak 22.343 orang, sehingga realisasi indikator kinerjanya adalah sebesar 70,89%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar grafik 3.7 berikut ini:
Setelah mendapatkan nilai realisasi indikator kinerja maka selanjutnya diukur persentase pencapaian indikator kinerjanya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 64 Tabel 3.10
Angka Partisipasi Sekolah Usia 13-15 Tahun
Sumber Data
Meningkatnya Pelayanan Pendidikan Dasar Target (%) Realisasi (%) Persentase Pencapaian (%) Realisasi Tahun Sebelumnya (%) Ket BPS 88,98 84,35 94,80 59,21 Naik KEPENDUDUKAN 70,89 88,98 45,99 Naik
Sumber Data: Aplikasi Dapodikdasmen, BPS Dan Kependudukan Kabupaten Luwu Utara Tahun 2016
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa persentase pencapaian kinerja untuk indikator ini berdasarkan data BPS berada pada kategori CUKUP BAIK (94,80%), dan bila membandingkan antara realisasi indikator kinerja tahun ini dengan tahun lalu terlihat terjadi peningkatan, yaitu dari 59,21% menjadi 84,35%. Selanjutnya jika menggunakan data Kependudukan maka persentase pencapaian kinerjanya hanya berada pada kategori BAIK (88,98%), dan bila membandingkan antara realisasi indikator kinerja tahun ini dengan tahun lalu terlihat juga terjadi peningkatan yaitu dari 45,99% menjadi 70,89%. Selain itu jika kita membandingkan realisasi indikator kinerja berdasarkan data BPS dan Kependudukan maka dapat dilihat bahwa persentase pecapaian indikator kinerja berdasarkan data BPS lebih tinggi daripada yang berdasarkan data Kependudukan.
Kondisi diatas menunjukkan keadaan yang cukup baik jika berdasarkan data BPS karena belum memenuhi target yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, akan tetapi jika menggunakan data Kependudukan maka kondisinya malah lebih kurang baik karena masih agak jauh dari target yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2016.
e. Analisis atas efisiensi penggunaan sumberdaya.
Anggaran yang direncanakan pada penetapan kinerja/ perjanjian kinerja tahun 2016 untuk pencapaian sasaran Meningkatnya Jangkauan Layanan Pendidikan Dasar Dan Menengah adalah sebesar Rp. 272.722.417.054 dari anggaran tersebut terealisasi sebesar Rp. 250.017.488.353 atau 91,67% dengan rata-rata capaian kinerja 87,43%, sehingga pada sasaran ini tidak terdapat efisiensi dalam penggunaan sumber daya sebesar 4,24%.
f. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Program/kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian sasaran Meningkatnya Jangkauan Layanan Pendidikan Dasar Dan Menengah adalah sebanyak 1 program dan 2 kegiatan.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 65 Sasaran 12 : Meningkatnya mutu pendidikan dasar dan menengah
Analisis pencapaian Sasaran 12 : Meningkatnya mutu pendidikan dasar dan menengah dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun ini.
Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%)
1. Angka Kelulusan SD Siswa 6.737 6.737 100
2. Angka Kelulusan SMP Siswa 6.247 6.247 100 3. Angka Kelulusan
SMA/SMK Siswa
4.306 4.306 100
Rata-Rata Capaian Kinerja 100
Dari 3 indikator kinerja yang mendukung sasaran strategis ini, secara keseluruhan dapat terealissi 100 persen dengan rata-rata capaian kinerja 100% capaian kinerja
b. Perbandingan antara capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.
Indikator Kinerja Capaian Kinerja
2014 2015 2016
1. Angka Kelulusan SD 5.266 6.836 6.737
2. Angka Kelulusan SMP 4.314 6.067 6.247
3. Angka Kelulusan SMA/SMK 3.862 3.830 4.306 Jika dilihat capaian kinerja tahun ini dengan beberapa tahun terakhir, maka secara umum rata-rata capaian kinerja pada Meningkatnya mutu pendidikan dasar dan menengah ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
c. Perbandingan kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi.
Indikator Kinerja Satuan
Kondisi kinerja target jangka menengah Rata-rata realisasi sampai dengan tahun ini Capaian (%)
1. Angka Kelulusan SD Persen 100 100 100
2. Angka Kelulusan SMP Persen 100 100 100
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015 I - 66 Jika melihat perbandingan rata-rata realisasi indikator kinerja sampai dengan tahun 2016 terhadap target kinerja jangka menengah yang terdapat dalam RPJMD Kabupaten Luwu Utara, maka secara keseluruhan dapat terealisasi 100 persen.
d. Analisis penyebab keberhasilan/ kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan.
Sasaran Meningkatnya mutu pendidikan dasar dan menengah terdiri atas 3 (tiga) Indikator kinerja Utama yang kesemuanya dapat terealisasi 100% analisis capaian dari indicator tersebut sebagai berikut.