BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil penelitian
4.1.2 Antonimi
4.1.2.4 Antonim mutlak pada kelas kata adjektiva
Relasi makna antonim mutlak dengan kelas kata adjektiva bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi terdapat 22 data yang merepresentasikan data keseluruhan hasil temuan peneliti di lapangan. Pada bab terdahulu sudah dijelaskan bahwa Antonimi mutlak yaitu antonimi yang makna katanya memiliki pertentangan yang mutlak. Berikut penjabaran lebih rinci mengenai data relasi makna antonim mutlak yang tergabung pada kelas kata adjektiva. Data sinonim yang maknanya sama pada kelas kata adjektiva dapat dilihat pada Lampiran Tabel 16.
1. Bohong dan Jujur
96
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata bohong yaitu “ceddek” dan kata jujur yaitu “jujeor” Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT
Kamu harus jujur saat berbicara mpaon harus jujeor kalu parageo Kamu tidak boleh bohong saat berbicara mpaon dak buleh ceddek kalu parageo Dari kata bohong dan jujur atau dalam DTT ceddek dan jujeor dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika seseorang jujur maka dia tidak berbohong ataupun setengah bohong. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang berbohong maka dia sedang tidak jujur ataupun setengah jujur.
2. Basah dan Kering
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata basah yaitu “baseah” dan kata kering yaitu “khaeng”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Tolong ambil jemuran yang sudah
kering!
tulaong ambaek nyuk kaen yang lah khaeng!
Tolong ambil jemuran yang sudah basah!
tulaong ambaek nyuk kaen yang lah baseah!
Dari kata basah dan kering atau dalam DTT khaeng dan baseah dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika ada baju yang sedang basah maka baju tersebut sedang tidak kering atau setengah kering. Begitu pula sebaliknya, jika baju sudah kering maka baju tersebut tidak basah ataupun setengah basah.
3. Kotor dan Bersih
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata kotor yaitu “kuhaeng” dan kata bersih yaitu “berseh”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT
Dimana kamu menaruh baju kotornya manao mpaon ngetak baju kuhaeng dih Dimana kamu menaruh baju bersihnya manao mpaon ngetak baju berseh dih Dari kata kotor dan bersih atau dalam DTT kuhaeng dan berseh dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika ada barang yang jotor maka barang tersebut tidak bersih ataupun setengah bersih. Begitu pula sebaliknya, jika ada barang yang bersih maka barang tersebut tidak kotor ataupun setengah kotor.
4. Panas dan Dingin
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata panas yaitu “angat” dan kata dingin yaitu “dinguin”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Hari ini sangat panas sahai nih angat nyan Hari ini sangat dingin sahai nih dinguin nyan
Dari kata panas dan dingin atau dalam DTT angat dan dinguin dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika suhu yang sedang dingin maka suhu tersebut tidak panas ataupun setengah panas. Begitu pula sebaliknya, jika suhu sedang panas maka suhu tersebut tidak dingin ataupun setengah dingin.
5. Rapat dan Longgar
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata rapat yaitu “katap” dan kata longgar yaitu “lungga” Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
98
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT
Tolong tutup pintu dengan rapat tulaong tutaut nyuk pintau ngan katap.
Tolong tutup pintu dengan longgar. tulaong tutaut nyuk pintau ngan lungga.
Dari kata rapat dan longgar atau dalam DTT katap dan lungga dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika pintu ditutup rapat maka pintu tersebut tidak longgar ataupun setengah longgar. Begitu pula sebaliknya, jika pintu ditutup dengan longgar maka pintu tersebut tidak rapat ataupun setengah rapat..
6. Miring dan Lurus
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata miring yaitu “tatilaeng” dan kata lurus yaitu “luhaih”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT
Kayu itu miring kayau tuh tatilaeng
Kayu itu lurus kayau tuh luhaih
Dari kata lurus dan miring atau dalam DTT luhaih dan tatilaeng dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika sebuah batang berdiri lurus maka batang tersebut tidak miring atau setengah miring. Begitu pula sebaliknya jika batang berdirinya miring maka batang tersebut tidak lurus. Dengan demikian terlihat bahwa adanya pertentangan yang mutlak antara dua kata tersebut.
7. Sepi dan Berisik
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata sepi yaitu “lengang” dan kata berisik yaitu “iyaoh”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Disini berisik bangat. Siko iyaoh nian.
Disini sepi bangat ya. Siko lengang nian.
Dari kata sepi dan berisik atau dalam DTT lengang dan iyaoh dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika suasana di sebuah ruangan sepi maka di ruangan tersebut tidak ada suara atau berisik, begitu pula sebaliknya jika di sebuah ruangan itu berisik maka di dalam ruangan tersebut tentunya tidak sepi.
8. Berani dan Takut
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata berani yaitu “tengan” dan kata takut yaitu “takun”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Saya takut menyebrang akau takun nyebreang Saya berani menyebrang akau tengan nyebreang
Dari kata berani dan takut atau dalam DTT tengan dan takun dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas. Jika seseorang berani melakukan sesuatu maka ia tidak akan takut atau setengah takut melakukannya, namun jika ia takut melakukan sesuatu maka ia tidak berani melakukan apa yang ia takuti.
9. Tua dan Muda
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata tua yaitu “tuwao” dan kata muda yaitu “mudeo”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
100
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Kakek itu sangat tua nanggut tuh tuao nyan Kakek itu sangat muda nanggut tuh mudeo nyan
Dari kata tua dan muda atau dalam DTT tuao dan mudeo dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika seseorang sudah tuda tentunya ia tidak berumur muda lagi, begitu pula jika seseorang yang muda tentunya ia tidak memiliki angka usia yang tua.
10. Untung dan Rugi
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata untung yaitu “balabeo” dan kata rugi yaitu “rugui”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Jualan hari ini saya untung raging akau sahai nih balabeo Jualan hari ini saya rugi raging akau sahai nih rugui
Dari kata untung dan rugi atau dalam DTT balabeo dan rugui dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika seseorang dikatakan beruntung maka ia tidak mengalami kerugian, begitu pula sebaliknya jika seseorang itu rugi maka ia tidak mendapatkan keuntungan.
11. Maju dan Mundur
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata maju yaitu “kukeo” dan kata mundur yaitu “kalakangh”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT
Ayo maju! mai kukeo
Ayo mundur! mai kalakangh
Dari kata maju dan mundur atau dalam DTT kukeo dan kalakangh dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika seseorang sedang melangkah maju maka seseorang tersebut tidak sedang mundur, dan begitu pula sebaliknya, jika seseorang sedang mundur maka ia tidak sedang maju. Karena hal ini tidak bisa dilakukan secara bersamaan dan harus dilakukan secara bergantian.
10. Tebal dan Tipis
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata tebal yaitu “tebean” dan kata tipis yaitu “mipaih”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Bahan bajunya sangat tebal bahan baju nyuh tebean nyan Bahan bajunya sangat tipis bahan baju nyuh mipaih nyan
Dari kata tebal dan tipis atau dalam DTT tebean dan mipaih dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika sesuatu yang tebal maka ia pastinya tidak tipis, begitu pula sebaliknya, jika sesuatu itu tipis tentunya ia tidak tabal.
11. Baik dan Jahat
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata baik yaitu “abek” dan kata jahat yaitu “jaheat”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
102
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Perilakunya sangat baik parangi nyuh abek nyan Perilakunya sangat jahat parangi nyuh jaheat nyan
Dari kata baik dan jahat atau dalam DTT abek dan jaheat dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika seseorang sedang melakukan kejahatan tentu ia tidak baik dan seseorang yang baik tentunya ia tidak melakukan kejahatan.
12. Suka dan Benci
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata suka yaitu “ketan” dan kata benci yaitu “gelin”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Aku sangat suka kepadanya akau ketan nyan nyuk nyao Aku sangat benci kepadanya akau gelin nyan nyuk nyao
Dari kata suka dan benci atau dalam DTT ketan dan gelin dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika seseorang menyukai sesuatu maka ia tentunya tidak membenci sesuatu tersebut begitu pula sebaliknya jika seseorang menyukai sesuatu tentunya ia tidak sedang membenci sesuatu tersebut..
13. Keras dan Lembut
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata keras yaitu “kehaeh” dan kata lembut yaitu “luyaek”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Kue ini sangat keras kue nih kehaeh nyan Kue ini sangat lembut kue nih luyaek nyan
Dari kata keras dan lembut atau dalam DTT kehaeh dan luyaek dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika sesuatu yang keras tentunya sesuatu tersebut tidak lembut begitu pula sebaliknya, jika sesuatu yang lembut tentunya tidak keras.
14. Gemuk dan Kurus
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata gemuk yaitu “gemeok” dan kata kurus yaitu “mengkehik”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT
Kamu sangat gemuk mpaon gemeok nyan
Kamu sangat kurus mpaon mengkehik nian
Dari kata gemuk dan kurus atau dalam DTT gemeok dan mengkehik dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika sesuatu yang gemuk tentunya ia tidak kurus dan begitu pula sebaliknya jika seseorang yang kurus tentunya ia tidak gemuk.
15. Kosong dan Penuh
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata kosong yaitu “kusaong” dan kata penuh yaitu “penaoh”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Karungnya sudah penuh karung nyuh lah penaoh Karungnya masih kosong karung nyuh agi kusaong
Dari kata kosong dan penuh atau dalam DTT kusaong dan penaoh dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika jika sesuatu yang penuh
104
tentunya tidak kosong begitu pula sebaliknya jika sesuatu yang kosong tentunya tidak penuh.
16. Lari dan Jalan
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata lari yaitu “lahui” dan kata jalan yaitu “jalean”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Ani sedang berlari ani agi lahui
Ani sedang berjalan ani agi jalean
Dari kata lari dan jalan atau dalam DTT lahui dan jalean dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika jika seseorang sedang berlari tentunya ia tidak sedang berjalan begitu pula sebaliknya jika seseorang tersebut sedang berjalan tentunya ia tidak sedang berlari.
17. Luar dan Dalam
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata luar yaitu “luwoa” dan kata dalam yaitu “alimh”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Risa di dalam kelas risa alimh lokal
Risa di luar kelas risa luwoa lokal
Dari kata luar dan dalam atau dalam DTT alimh dan luwoa dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika seseorang sedang berada di dalam ruangan tentunya ia tidak sedang berada di luar ruangan dan begitu pula sebaliknya jika seseorang sedang berada di luar ruangan tentunya ia tidak sedang berada di dalam ruangan.
18. Sakit dan Sehat
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata sakit yaitu “sakait” dan kata sehat yaitu “sihat”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi DTT Tante sangat sehat natung sihat nyan
Tante sedang sakit natung agi sakait
Dari kata sakit dan sehat atau dalam DTT sakait dan sihat dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika jika seseorang sedang sakit tentunya ia tidak sedang sehat, begitu pula sebaliknya jika seseorang sedang sehat tentu ia tidak merasa sakit.
19. Gelap dan Terang
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata gelap yaitu “kelam” dan kata terang yaitu “tehang”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi TT Kelasnya sangat gelap lokal nyuh kelam nyam Kelasnya sangat terang lokal nyuh tehang nyan
Dari kata gelap dan terang atau dalam DTT kelam dan tehang dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika sebuah ruangan sedang gelap tentunya ruangan tersebut tidak sedang terang, begitu pula sebaliknya jika ruangan sedang terang maka ruangan tersebut tidak sedang gelap.
20. Baru dan Lama
Dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi kata baru yaitu “bahiu” dan kata lama yaitu “lamao”. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
106
Contoh konstruksi BI : Contoh konstruksi TT Dia baru saja datang nyao bahu be tideo Dia sudah lama di sini nyao lah lamao siko
Dari kata baru dan lama atau dalam DTT bahiu dan lamao dapat dilihat bahwa benar-benar memiliki batas yang mutlak. Jika sesuatu yang lama tentunya ia tidak baru dan begitu pula sebaliknya jika sesuatu yang lama maka ia tidak baru.