BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil penelitian
4.1.1 Sinonim
4.1.1.2 Sinonim yang sama maknanya pada kelas kata nomina
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “jalan dibawah rumah nenek kamu sangat menurun” Maka dari itu, kata “Manuhaun, kembuoak, kawoah” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
Karena , kata “Manuhaun, kembuoak, kawoah” dapat dipertukarkan dalam semua konteks dan memiliki nilai emotif yang sama.
20. Tertipu
Kata “tertipu” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu: “Tatipau, tadayeo, tananyao” Kata tersebut tergabung dalam kelas kata verba. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
akau tatipau nyan pas melli diyean mpak sila tadih akau tadayeo nyan pas melli diyean mpak sila tadih akau tananyao nian pas melli diyiean mpak sila tadih
Dari ketiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “tadi aku tertipu pada saat membeli durian bersama sila.” kata “Tatipau, tadayeo dan tananyao”terdapat kesamaan pada makna emotif, kelaziman pemakaiannya (kolokasinya) dan dapat bertukar dalam semua konteks. Maka dari itu, kata
“Tatipau, tadayeo dan tananyao” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
40
lapangan. Sinonim yang sama maknanya adalah sinonim sinonim yang dapat bertukar dalam semua konteks, memiliki makna emotif yang sama, dan kesamaan dalam kelaziman pemakaiannya (kolokasinya).. Hal ini telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Dalam sub bab ini fokus penjabaran lebih rinci mengenai data relasi makna sinonim yang sama maknanya yang tergabung pada kelas kata nomina. Data sinonim yang maknanya sama pada kelas kata nomina dapat dilihat pada Lampiran Tabel 2
1. Keliling
Kata “keliling” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Kalileng, bapuseng, baputea” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina.
Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Muak kalileng klak pnaeng Muak bapuseng klak pnaeng Muak baputea klak pnaeng
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “jangan berkeliling nanti kamu pusing” Maka dari itu, kata “Kalileng, bapuseng, baputea”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya. Karena kata yang bersinonim dalam data di atas dapat bertukar pada semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
2. Piring
Kata “piring” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Pireang, pinggan, mangkaok” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Ambaek piraeng, mai lah kitao makan Ambaek pinggan, mai lah kitao makan Ambaek mangkaok, mai lah kitao makan
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “ambilkan piring, ayo kita makan” Maka dari itu, kata “Pireang, pinggan, mangkaok” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya sertapersamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. karena kata tersebut dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama.
3. Bedak
Kata “bedak” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Beddeak, kasai”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Manao mpaon ngetak beddeak tadih?
Manao mpaon ngetak kasai tadih?
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “dimana kamu meletakkan bedak tadi?” Maka dari itu, dapat disimpulkan kata “Beddeak, kasai” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata tersebut dapat di pertukarkan dalam semua
42
konteks dan memiliki nilai rasa (emotif) yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
4. Dahi
Kata “dahi” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Jideat, Dahui, kennaeng” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Tilaek tuh, jideat mpaon kuhaeng Tilaek tuh, dahui mpaon kuhaeng Tilaek tuh, kennaeng mpaon kuhaeng
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “lihat tu, kening kamu kotor” sehingga kata “Jideat, Dahui, kennaeng” menjadi bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata “Jideat, Dahui, kennaeng” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
5. Milik
Kata “milik” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Tuanh, nahuh”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Mamuak, awak ngan nahuh garubeak nih?
Mamuak, awak ngan tuanh garubeak nih?
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “paman, kamu yang punya angkong ini? Oleh karena itu, kata “Tuanh, nahuh” menjadi kata yang dapat dipertukarkan pada semua kontek serta memiliki nilai rasa yang sama
serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. Sehingga kata
“Tuanh, nahuh” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
6. Pacar
Kata “pacar” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Sakire, ciwek, pamudon” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Sapo sakire mpaon minin?
Sapo ciwek mpaon minin?
Sapo pamudon mpaon minin?
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “pacar kamu sekarang siapa?” dapat disimpulkan, kata “Sakire, ciwek, pamudon” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. karena bisa dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama.
7. Periuk
Kata “periuk” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Piyaok, pananoak nasai” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Manao ngetak piyaok tadih natung?
Manao ngetak pananoak nasai tadih natung?
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “tante meletakkan periuk tadi dimana?” Maka dari itu, kata “Piyaok, pananoak nasai” bisa
44
dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. sehingga kata tersebut merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
8. Saudara
Kata “saudara” dalam BI terdapat 4 kata dalam DTT yaitu “Padin, saraho, saraheo, baradek” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Kamai padin ngan liza nyan Kamai Saraho ngan liza nyan Kamai saraheo ngan liza nyan Kamai baradek ngan liza nyan
Dari empat kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “kami dan liza beneran bersaudara” Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kata “Padin, saraho, saraheo, baradek” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya karena kata tersebut dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama.
9. Anak-anak
Kata “anak-anak” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Budeak, uduak naek” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Budeak dak uleh uhang usaek jeoh duak Uduak naek dak uleh uhang usaek jeoh duak
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “anak-anak tidak boleh bermain jauh” Maka dari itu, kata “Budeak, uduak naek” dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya sehingga kata tersebut bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
10. Gelas
Kata “gelas” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Cangkae, gleh”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Mai lah kitao minaun, manao cangkae dui?
Mai lah kitao minaun, manao Gleh dui?
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “dimana gelasnya?
Mari kita minum.” Dapat disimpulkan kata “Cangkae, gleh” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya karena karena kata tersebut dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama.
11. Gayung
Kata “gayung” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Gayeong, cibuk, cintaong“ kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
46
Sayeo ambaek nyuk cibuk uwuoa mi, mak ndok mandai Sayeo ambaek nyuk gayeong uwuoa mi, mak ndok mandai Sayeo ambaek nyuk cintaong uwuoa mi, mak ndok mandai
Dari tiga kalimat diatas merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya, kata “Gayeong, cibuk, cintaong“ dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. Dari tiga kalimat juga memiliki arti yang sama yaitu “tolong ambilkan gayung mi, mama mau mandi”
12. Tutup
Kata “tutup” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Tutaut, asap, anyap” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Tulaong tutaut nyuk pintau Tulaong asap nyuk pintau Tulaong anyap nyuk pintau
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “tolong tutup pintu”
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kata “Tutaut, asap, anyap”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
13. Istri
Kata “istri” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Bunui, batinu, uhang dumeah” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Piyao suhang lah usaek? Manao binui?
Piyao suhang lah usaek? Manao batinu?
Piyao suhang lah usaek? Manao uhang dumeah?
Dari tiga kalimat diatas kata “Bunui, batinu, uhang dumeah” dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama.
Kalimat tersebut juga memiliki arti yang sama yaitu “kenapa jalan-jalan sendirian? Istrimu mana?” Maka dari itu ketiga kata diatas merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
14. Nama
Kata “nama” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Namu. Geloa”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata nomina. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Adik mpaon sapo namu?
Adik mpaon sapo geloa?
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “adik kamu siapa namanya?” Maka dari itu, kata “Namu dan gelo” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata
48
tersebut dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.