BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil penelitian
4.1.1 Sinonim
4.1.1.3 Sinonim yang sama maknanya pada kelas kata adjektiva
48
tersebut dapat dipertukarkan pada semua konteks serta memiliki nilai rasa yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
2. Khawatir
Kata “khawatir” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Lahaut, cmaeh”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Akau lahaut miki nyao bundea gin kek jambui suhang lah Akau cmaeh miki nyao bundea gin kek jambui suhang lah
Pada dua kalimat diatas Jika dilihat dari konteksnya kata “Lahaut dan cmaeh” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama. Adapun arti dari kalimat tersebut yaitu “aku khawatir memikirkan dia ke jambi pakai motor sendirian.” Maka dari itu, kata “Lahaut dan cmaeh”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
3. Basah
Kata “basah” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Baseah, leppae”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Muak main ayaek baseah klak bajiu Muak main ayaek leppae klak bajiu
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “jangan main air nanti baju basah” dapat disimpulkan bahwa kata “Baseah dan leppae” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya
50
karena kata konteksnya tersebut dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama.
Dari enam kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “makanya jangan main tanah lihat tu muka kamu kotor” dari kata “Kumaoh, kutaor, lekaoh, kuhaeng, karameak dan jalakeah” bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.. Maka dari itu kata tersebut merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
4. Manja
Kata “manja” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Manjao, jajin”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Manjao nyan nai, awak lah tuwao Jajin nyan nai, awak lah tuwao
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “kamu sudah tua, jangan manja.” Jadi, dapat disimpulkan bahwa kata “Manjao, jajin”
termasuk pada bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata di atas dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
5. Bodoh
Kata “bodoh” dalam BI terdapat 5 kata dalam DTT yaitu “Budeoh, pandae, pandin, guleap, bengeak” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Nyao tuh budeoh nyan Nyao tuh Bengeak nyan Nyao tuh pandae nyan Nyao tuh Pandin nyan Nyao tuh Guleap nyan
Dari lima kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “dia sangat bodoh.”
Maka dari itu, kata “Budeoh, pandae, pandin, guleap dan bengeak”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya kata tersebut dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
6. Pelit
Kata “pelit” dalam BI terdapat 4 kata dalam DTT yaitu “Pelait, umait, kikait, cariwait” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Muak lah mintuak karayiu kek nyao, nyao tuh pelait Muak lah mintuak karayiu kek nyao, nyao tuh kikait Muak lah mintuak karayiu kek nyao, nyao tuh umait Muak lah mintuak karayiu kek nyao, nyao tuh cariwait
52
Dari empat kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “jangan mintak sayur sama dia, dia itu pelit.” Jadi, dapat ambil kesimpulan bahwa kata “Pelait, umait, kikait dan cariwait” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. Maka dari ittu kata tersebut merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
7. Capek
Kata “capek” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Mpaok, litak, ltaeh” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Mpaok nyan akau bagawe nulung nia sahai nih Litak nyan akau bagawe nulung nia sahai nih Ltaeh nyan akau bagawe nulung nia sahai nih
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “rasanya sangat capek menolong nia hari ini” Maka dari itu, kata “Mpaok, litak dan ltaeh”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata “Mpaok, litak dan ltaeh” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya..
8. Banyak
Kata “banyak” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Banyeak, amaut, karihin” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Banyeak nyan uwuah diyean umuah zetty Karihin nyan uwuah diyean umuah zetty Amaut nyan uwuah diyean umuah zetty
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “dirumah zetty sangat banyak buah durian” jika dilihat secara konteks katanya, kata “Banyeak, amaut, karihin” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama. Sehingga kata tersebut termasuk pada bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
9. Pintar
Kata “pintar” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Ceddeh, padek”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Umuah sakula syifa ceddeh nyan Umuah sakula syifa padek nyan
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “di sekolah syifa sangat pintar” dapat di ambil kesimpulan bahwa, kata “Ceddeh dan padek”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata “Ceddeh dan padek” juga dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya..
54
10. Pincang
Kata “pincang” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Tiyaut, ingkaek” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Nyao jateoh dahi unda tuh koh kaki nyuh tiyaut tuh Nyao jateoh dahi unda tuh koh kaki nyuh ingkaek tuh
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “kakinya pincang karena jatuh dari motor” Maka dari itu, kata “Tiyaut, ingkaek” merupakan kata yang dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. Dengan demikian, kata tersebut menjadi bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
11. Berisik
Kata “berisik” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Iyaoh, ibiut, balingea” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Gui lah usaek ikao nih, iyaoh beh udeok umeah Gui lah usaek ikao nih, Ibiut beh udeok umeah Gui lah usaek ikao nih, balingea beh udeok umeah
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “sana pergi main, kalian dirumah berisik” Maka dari itu, kata “Iyaoh, ibiut dan balingea”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama
maknanya karena kata “Iyaoh, ibiu dan balingea” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama.
12. Sombong
Kata “sombong” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Sakunjuoak dan kalagoak” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Nyao tuh sakunjuak, dak ndeak uhan kuzi mpak nyao dok Nyao tuh kalagoak, dak ndeak uhan kuzi mpak nyao dok
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “dia sangat sombong, orang-orang tidak mau berteman dengannya” kata “Sakunjuoak dan kalagoak” merupakan kata yang dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. Dengan demikian, kata kata “Sakunjuoak dan kalagoak”
termasuk bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
13. Aktif
Kata “aktif” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Iduit, nyala” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Mimi lah idiut HP mpaon Mimi lah nyala HP mpaon
Dari dua kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “mimi HP kamu sudah aktif” maka dari itu dapat di ambil kesimpulan, kata “Iduit, nyala”
56
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata “Iduit, nyala” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
14. Pusing
Kata “pusing” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “Kuyon, pnaeng”
kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Lah kuyon akau main uweai kek pasar malam Lah pnaeng akau main uweai kek pasar malam
Arti dari dua kalimat di atas yaitu, “main ayunan di pasar malam membuatku pusing” dengan demikian, kata “Kuyon, pnaeng” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya sebab kata tersebut dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya..
15. Kurus
Kata “kurus” dalam BI terdapat 4 kata dalam DTT yaitu “Kuraih, malanje, jaheo, mengkehik” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva.
Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Adeo mpaon makan nain? tilaek badean kuraih be mpanh Adeo mpaon makan nain? tilaek badean malanje be mpanh Adeo mpaon makan nain? tilaek badean jaheo be mpanh Adeo mpaon makan nain? tilaek badean mengkehik be mpanh
Empat kalimat di atas memiliki arti yang sama yaitu “apakah kamu sudah makan nain?lihat badanmu sangat kurus” Maka dari itu, kata “Kuraih, malanje, jaheo dan mengkehik” merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata tersebut dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
16. Dingin
Kata “dingin” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Dinguin, ngarigiut dan ngarikaih” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva.
Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Udeok kek kincai kalu pagui dinguin nyan Udeok kek kincai kalu pagui ngarigiut nyan Udeok kek kincai kalu pagui ngarikaih nyan
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “kalau duduk di Kerinci paginya sangat dingin” Maka dari itu, kata “Dinguin, ngarigiut, ngarikaih”
merupakan bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata tersebut dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya..
17. Berantakan
Kata “berantakan” dalam BI terdapat 4 kata dalam DTT yaitu “Basalihoak, basalipin, tatibea dan bakaceu” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
58
Ngungeai makan tan, nasai basalihoak be nih Ngungeai makan tan, nasai basalipin be nih Ngungeai makan tan, nasai tatibea be nih Ngungeai makan tan, nasai bakaceu be nih
Arti dari empat kata diatas memiliki kesamaan yaitu “pelan-pelan makannya tan, lihat tuh nasi berantakan” dengan demikian dapat dikatakan bahwa kata
“Basalihoak, basalipin, tatibea dan bakaceu” dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. Sehingga kata tersebut termasuk pada bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya.
18. Centil
Kata “centil” dalam BI terdapat 3 kata dalam DTT yaitu “Kanjai, cancaoh, takahaek”kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Nyao tuh kanjai nyan Nyao tuh cancaoh nyan Nyao tuh takahaek nyan
Dari tiga kalimat diatas memiliki arti yang sama yaitu “dia itu sangat centil”
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kata “Kanjai, cancaoh, takahaek”
dapat bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya. Sehingga kata tersebut menjadi bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya
19. Jelek
kata “jelek” dalam BI terdapat 4 kata dalam DTT yaitu “Incaut, buheok, dak iluk, kamah” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Nyao incaut nyan mpan Nyao dak iluk nyan mpan Nyao kamah nyan mpan Nyao buheok nyan mpan
Dari empat kalimat diatas memiliki arti kata yang sama yaitu “dia terlihat sangat jelek” Maka dari itu, disimpulkan bahwa kata “Incaut, buheok, dak iluk dan kamah” termasuk bagian dari relasi makna sinonim dengan jenis kata yang sama maknanya karena kata tersebut bisa bertukar dalam semua konteks dan memiliki makna emotif yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.
20. Panas
kata “panas” dalam BI terdapat 2 kata dalam DTT yaitu “panaeh dan angat” kata tersebut termasuk kedalam kelas kata adjektiva. Berikut contoh konstruksi kalimatnya.
Angat nyan umeah nih Panaeh nyan umeah nih
Dari dua kata di atas memiliki arti yang sama yakni ”panas sekali diruma ini”
dengan demikian dapat di ambil kesimpulan bahwa kata “panaeh dan angat”
merupakan bagian dari sinonim yang hampir sama maknanya karena dapat
60
dipertukarkan dalam semua konteks selain itu memiliki nilai rasa yang sama serta persamaan berdasarkan kelaziman pemakaiannya.