• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asas Asas ( Prinsip Prinsip Dasar) Perlindungan Hak Ke kayaan I ntelektual

Dalam dokumen POLITIK HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL I (Halaman 34-36)

POLI TI K HUKUM, TEORI HUKUM PEMBANGUNAN DAN TEORI HARMONI SASI HUKUM

A. Teori Hak Kekayaan I ntelektual

3. Asas Asas ( Prinsip Prinsip Dasar) Perlindungan Hak Ke kayaan I ntelektual

Suatu aturan hukum selalu berisi kaidah hukum dan asas-asas hukum. Kaidah hukum merupakan pedoman perilaku dan asas-asas hukum adalah ukuran penilaian yang bersifat fundamental (prinsip- prinsip yang mendasari) dalam suatu aturan hukum. Menurut Paul

90. I rving M. Zetlin, Memahami Kembali Sosiologi-Kritik Terhadap Teori Sosiologi Kontemporer (diterjemahkan oleh Anshori dan Juhanda), UGM Pers, 1998, hal-3-4. Teori ini dapat juga dibaca dalam George Ritzer, A Multiple Paradigm Sociology (disadur oleh Alimandan), Rajawali Pers, 1992, hlm. 25-29.

91. I bid, hlm. 4

Scholten, asas-asas hukum berperan sebagai pikiran-pikiran dasar yang terdapat di dalam suatu peraturan perundang-undangan (hukum positif) dan putusan hakim.92Asas-asas hukum dapat dikatakan sebagai meta- kaidah yang berisi ukuran atau kriteria nilai (waardemaatstaven) yang memiliki fungsi untuk merealisasikan nilai-nilai tersebut sebanyak mungkin dalam hukum positif dan dalam penerapannya.93 Walaupun proses mewujudkannya tidak mudah, tetapi harus menjadi jiwa dari suatu hukum positif. Asas-asas hukum dapat pula disebut dengan istilah prinsip-prinsip dasar hukum.

Pengaturan terhadap HKI berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar atau asas-asas yang menjiwai suatu sistem hukum yang ingin dibentuk dan diterapkan. Asas-asas tersebut berisi nilai-nilai fundamental yang masuk ke dalam pasal-pasal dalam undang-undang HKI dan dalam mengarahkan tujuan yang hendak dicapai oleh undang-undang tersebut. Menurut Wu. H, prinsip-prinsip hukum universal dari perlindungan HKI dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: (1) prinsip-prinsip dasar yang diterapkan pada apa, mengapa dan bagaimana suatu sistem hukum HKI akan dibangun. Termasuk dalam kelompok ini adalah prinsip kedaulatan, prinsip kesetaraan dan saling mengunt ungkan, prinsip pengembangan bersama, prinsip kerjasama internasional, prinsip kejujuran dan prinsip keadilan. (2) prinsip-prinsip t erkait eksistensi sistem hukum dan kemampuan penegakannya. Termasuk dalam kelompok ini, antara lain prinsip perlakuan nasional, prinsip standar minimum, prinsip kebebasan (hak kekayaan industri), prinsip perlindungan independen (hak cipta), prinsip wajib melaksanakan paten (untuk paten kanan) dan doktrin prioritas (hak kekayaan industri).94 Michael Blakeney

dengan mengacu pada ketentuan TRI Ps Agreement berpendapat prinsip-prinsip dasar perlindungan HKI , terdiri dari: prinsip minimum standard (Article 1.1), nationals benefit from the agreement (Article 1.3), effect of existing I PR convention (Article 2), national treatment

92. J.J. Bruggink, Refleksi Tentang Hukum, Alih Bahasa oleh Arief Sidharta, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1999, hlm. 119.

93. I bid, hlm. 22.

94. Wu. H, Fundamental Principles of the I nternational Protection System of I ntellectual Property Rights and the Applications, Journal Frontiers of Law in China, VOL 1; Number 3, 2006, Higher Education Press, co-published with Springer-Verlag GmbH, hlm. 329-348, melalui < http://www. springerlink.com> , (16/ 03/ 2010)

(Article 3), most favoured-nation treatment (Article 4), exhaustion of I PR (Article 6), technology transfer (Article 7) dan public interest considerations (Article 8).95 Achmad Zen Umar Purba dengan mengacu

pada ketentuan TRI Ps Agreement menyatakan ada enam prinsip dasar, yaitu: prinsip standar minimum,national treatment, most favoured- nation treatment, teritorialitas, alih teknologi dan kesehatan masyarakat dan kepentingan publik lain.96

Berangkat dari pendapat -pendapat tersebut, beberapa prinsip universal perlindungan HKI dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Prinsip perlindungan hukum karya intelekt ual.

Hukum hanya memberi perlindungan kepada pencipta, pendesain atau invent or yang dengan daya intelekt ualnya menghasilkan suatu ciptaan, desain atau invensi orisinil (baru, karya asli bukan tiruan) yang sebelumnya belum ada. Orisinilitas menjadi persyaratan terpenting dari HKI . Hukum memberi perlindungan kepada pencipta atau inventor tidak dimaksud unt uk selama-lamanya, tetapi berlangsung dalam jangka waktu tertentu yang dianggap wajar. Jangka waktu perlindungan hukum dimaksudkan agar pencipta, pendesain atau inventor memperoleh kompensasi yang layak secara sosial ekonomi.

2. Prinsip keseimbangan hak dan kewajiban.

Hukum mengatur berbagai kepentingan yang berkait an dengan HKI secara adil dan proporsional, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan kepentingannya. Pihak yang berkepentingan dalam hal ini adalah pemerintah, pencipta, inventor atau pemegang atau penerima HKI , dan masyarakat. HKI yang berbasis pada individualisme harus diimbangi dengan keberpihakan pada kepentingan umum (komunalisme).

3. Prinsip keadilan. Pengaturan hukum HKI harus mampu melindungi kepentingan pencipta atau invent or. Di sisi lain jangan sampai kepentingan pencipta atau inventor mengakibatkan timbulnya kerugian bagi masyarakat luas. HKI juga tidak boleh digunakan untuk menekan suatu negara agar mengikuti keinginan negara

95. Michael Blakeney,op.,cit, hlm. 39 – 43. 96. Achmad Zen Umar Purba,op.,cit, hlm. 24 – 29.

lain, apalagi dimaksudkan unt uk membatasi terjadinya alih teknologi dari negara maju kepada negara berkembang.

4. Prinsip perlindungan ekonomi dan moral. Lahirnya karya intelektual membutuhkan waktu, kreativitas intelektual, fasilitas, biaya yang tidak sedikit dan dedikasi. Karya intelekt ual memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Oleh karena itu pencipta atau inventor harus dijamin oleh hukum unt uk memperoleh manfaat ekonomi dari karyanya. Selain itu, pencipta atau inventor juga dilindungi hak moralnya, yaitu berhak untuk diakui keberadaannya sebagai pencipta atau inventor dari suatu karya intelektual.

5. Prinsip teritorialitas.

Walaupun prinsip national treatment dan MFN merupakan dua prinsip pokok, perlindungan HKI diberikan oleh negara berdasarkan prinsip kedaulatan dan yurisdiksi masing-masing negara.97 Dise- pakatinya WTO/TRIPs Agreement dan keinginan untuk mewujudkan standarisasi pengaturan HKI secara internasional tidak memupus prinsip teritorialitas.

6. Prinsip kemanfaatan.

Karya intelektual yang dilindungi hukum adalah yang memiliki manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta dapat digunakan untuk kesejahteraan dan pengem- bangan kehidupan masyarakat. Karya intelektual yang tidak memiliki manfaat bagi manusia tidak layak diberi perlindungan hukum. 7. Prinsip moralitas.

Moralitas dalam perlindungan HKI meliputi kejujuran intelektual (tidak menutupi sumber awal dari lahirnya karya intelektual). Karya intelektual yang dihasilkan tidak boleh bertentangan dengan moralitas kemanusiaan. Undang-Undang HKI I ndonesia menegaskan bahwa ciptaan atau invensi yang dapat diberikan perlindungan hukum adalah yang tidak bertentangan dengan kesusilaan, moralitas dan agama.

8. Prinsip alih teknologi dan penyebaran teknologi.

Sesuai dengan ketentuan Article 7 TRI Ps Agreement, tujuan dari perlindungan dan penegakan hukum HKI adalah unt uk memacu invensi baru di bidang teknologi dan memperlancar alih teknologi

dan penyebarannya dengan tetap memperhatikan kepentingan produsen dan penggunanya. Teknologi pada prinsipnya tidak boleh dikuasai dan digunakan hanya oleh sekelompok orang, perusahaan atau negara tertentu saja, melainkan harus dialihkan dan disebarkan kepada orang lain, perusahaan dan negara lain sehingga dapat meningkat kan kesejahteraan bagi manusia.

B. Pengaturan Hak Kekayaan I ntelektual Dari Perspektif

Dalam dokumen POLITIK HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL I (Halaman 34-36)

Garis besar

Dokumen terkait