• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN A. Profil Mumtaza Islamic School

B. Peran Guru Pendidikan dalam Mengimplementasikan Nilai-nilai Ajaran Tarekat pada Proses Pembelajaran

2. Aspek Guru sebagai Pemberi Pengalaman

Guru dalam mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan tidak hanya berdasarkan buku dan internet, tetapi juga dari pengalaman yang dialami oleh dirinya sendiri. Hal ini berarti pengalaman guru merupakan sumber belajar bagi murid. Selain itu, guru harus memperhatikan pengalaman muridnya, darimana latar belakangnya dan lingkungan yang membentuk murid-muridnya.

Seorang guru perlu mempertimbangkan pengalaman muridnya dalam beberapa aspek pembelajaran, seperti dalam penyusunan RPP, karena akan mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Ada beberapa hal yang perlu dilihat dari pengalaman siswa diantaranya tingkat kesulitan, latar belakang, dan lainnya yang akhirnya dapat memberikan RPP yang tepat.12 Sehingga untuk menyusun

11 Hasil observasi daring dengan Mr. Azhar, dilaksanakan pada 03 November 2020 pukul : 9.25 WIB

12 Hasil wawancara langsung dengan Mr. Ali Mudatsir, dilaksanakan pada 22 September 2020 pukul : 15.40 bertempat di kediaman guru.

perencanaan saja perlu mempertimbangkan beberapa hal terkait dengan pengalaman siswa agar penyusunan perencanaan pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimal.

Guru harus memberikan i’tibar dan hikmah dari pengalaman yang dia miliki, bukan bermaksud riya atau sombong tetapi memberikan motivasi untuk siswanya, baik dalam segi belajar, taat dan hormat pada orang tua, akhlak dan lain sebagainya. Guru bisa memperhatikan dan memberikan pengalaman, bisa secara verbal melalui kisah-kisah yang dapat diambil hikmahnya.

Guru membagikan pengalaman yang dimilikinya dengan cara bercerita dan mengambil hikmah atas permasalahan yang sesuai dengan kondisi murid, guru akan memberikan pemahaman dan pengertian bahwa guru pernah merasakan masalah serupa dari pengalaman guru dan murid akan lebih mudah untuk memahami dan mengambil hikmahnya.13 Apalagi saat masa pandemi covid-19, masa yang dikenal dengan LDL, Long Distance Learning guru dituntut harus lebih inspiratif dan fleksibel dalam mengamati dan memperhatikan kondisi sekaligus pengalaman siswanya. Pendekatan yang dapat dibangun untuk memberikan pengalaman guru kepada muridnya bisa dengan pendekatan personal atau kelompok, karena prinsipnya sekecil apapun pengalaman pasti akan ada hikmah yang dapat diambil oleh muridnya.

Seorang guru sudah seharusnya dalam membagikan pengalaman kepada muridnya mampu menjawab persoalan dan permasalahan yang dialami oleh murid.

Termasuk juga dalam aspek pembelajaran ketika murid mengalami masalah dan kesulitan, maka guru harus mampu memberikan solusi dan menjawab semua permasalahan tersebut. Guru dapat menjawab permasalahan murid bisa dengan memberi penjelasan sederhana dan disertai dengan contoh yang sederhana juga.14

Seringkali dalam pembelajaran, murid bertanya terkait hal-hal yang sangat luas, ini tidak perlu dibatasi oleh guru, tetapi seorang guru yang bertarekat harus mampu mengamati dan menjawab pertanyaan pada waktunya. Karena seringkali murid bertanya hanya untuk memancing perhatian dan mengalihkan penjelasan

13 Wawancara Online dengan Ms. Kuni Afifah, dilaksanakan tangal 29 September 2020, pukul 17.44 WIB

14 Hasil wawancara online dengan Mr. Azhar, dilaksanakan pada 19 Oktober 2020 pukul : 16.57 WIB.

guru.15 Secara umum menjadi seorang guru adalah tugas yang berat, selain kewajiban mengajar yang terpenting disini adalah memahami kondisi siswanya, dari latar belakang hingga pengalamannya. Tetapi berbeda halnya dengan guru yang bertarekat, hal ini sama sekali bukan beban, tetapi semua anak-anak muridnya adalah anugrah dari Allah SWT dan semuanya sama mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Untuk itu guru harus bisa menjawab permasalahan murid dan memberikan rasa cinta dan kasih sayang yang sama kepada setiap muridnya.16

Guru dengan segala pengalaman yang disampaikan dapat menjadi referensi belajar murid untuk dapat mengambil hikmah. Oleh karena itu guru harus membagikan pengalaman dalam hidupnya sebagai pembelajaran untuk muridnya.

Seorang guru harus bijak dalam mengamati dan memperhatikan kondisi murid-muridnya, apalagi momentum pandemi covid yang saat ini dirasa cukup berat untuk bertransformasi dalam segi pendidikan. Maka guru harus lebih ekstra dalam membagikan pengalaman dan memperhatikan pengalaman muridnya. Karena guru yang bertarekat mempunyai prinsip semua anak muridnya adalah anugrah dan harus mendapatkan cinta kasih sayang yang sama.

Hal ini menunjukan bahwa, guru yang bertarekat membuktikan telah memberikan pengalaman keilmuannya sebagai sumber belajar bagi siswanya, apapun pengalaman yang dialami oleh guru akan ada hikmahnya apabila disampaikan kepada muridnya. Jadi aspek guru sebagai pemberi pengalaman mampu diberikan oleh guru yang bertarekat, karena pada prinsipnya guru bukan hanya transfer ilmu pengetahuan dari buku, tetapi mengolah data, fakta dan ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang relevan untuk disampaikan kepada murid.

3. Aspek Ikatan Guru dan Murid

Sudah diketahui bersama untuk mencapai keberhasilan dalam belajar maka dibutuhkan hubungan yang erat antara guru dan murid. Hubungan erat yang dimaksud disini adalah konsep ikatan mursyid dengan muridnya. Dalam hal ini kondisi guru sangat mempengaruhi suasana dan keberhasilan dalam pembelajaran.

15 Hasil Observasi daring melalui zoom meeting dengan Mr. Ali Mudasir, dilaksanakan pada 10 November pukul 08.46 WIB.

16 Wawancara Online dengan Ms. Kuni Afifah, dilaksanakan tangal 29 September 2020, pukul 17.44 WIB

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru dan murid untuk menumbuhkan ikatan cinta antara keduanya.

Guru harus berhati-hati dalam bertutur kata dan jangan sampai mengeluh, walaupun itu sifat manusiawi, tetapi sebisa mungkin kita hilangkan untuk mengeluh, karena guru yang bertarekat akan memahami bahwa murid adalah titipan Allah dan harus dituntun mencari ilmu dan mendapatkan ridho dari guru tersebut, makanya sangat penting bagi guru untuk berhati-hati dalam mendidik supaya murid mampu memahami dengan baik dan tidak menimbulkan masalah bagi guru tersebut.17 Murid akan memperhatikan secara tidak langsung ketulusan guru dalam mengajar dan mendidiknya, maka dari itu sebagai guru harus berhati-hati dalam bertutur kata dan jangan sampai terlihat mengeluh.

Untuk menutupi rasa lelah dan menghindari mengeluh maka seorang guru harus menghadapinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Untuk menjadi sabar ada lima kategori konsep sabar yang harus dimiliki oleh seorang guru, antara lain18 :

a.

Pengendalian diri: menahan emosi dan keinginan, berpikir panjang, memaafkan kesalahan, toleransi terhadap penundaan.

b.

Ketabahan, bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.

c.

Kegigihan: ulet, bekerja keras untuk mencapai tujuan dan mencari pemecahan masalah.

d.

Menerima kenyataan pahit dengan ihlas dan bersyukur.

e.

Sikap tenang, tidak terburu-buru.

Prinsip sabar dan ikhlas harus tertanam dalam diri guru, agar bisa memaksimalkan pembelajaran dan mencapai keberhasilan menuntun anak muridnya dalam mencari ilmu pengetahuan dan membentuk akhlak. Untuk terus merasa ikhlas dalam mendidik murid dengan diniatkan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT kemudian mempunyai pemahaman bahwa murid seakan-akan anak kandung guru itu sendiri.19 Selain itu guru harus sadar bahwa cara untuk tetap ikhlas dalam mendidik, guru harus berpemahaman bahwa ilmu ini datangnya dari

17 Ibid., Wawancara Online dengan Ms. Kuni Afifah.

18 Subandi, Sabar: Sebuah Konsep Psikologi, Jurnal Psikologi, Vol.38 No.2, 2011 h. 225

19 Hasil wawancara online dengan Mr. Azhar, dilaksanakan pada 19 Oktober 2020 pukul : 16.57 WIB.

Allah, dititipkan kepada manusia, dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikannya. Jadi semuanya bersumber dari Allah sehingga kita akan terus menerus seperti itu, karena ilmu adalah amanah yang harus disampaikan.20

Selain sabar dan ikhlas, untuk membentuk ikatan antara guru dan murid diperlukan usaha batin, yakni saling mendoakan. Guru mendoakan muridnya dan murid mendoakan gurunya, hal ini dapat dilihat dari pembiasaan berdoa sebelum belajar di sekolah, bahwa doa itu penting dan merupakan aspek yang tidak dapat dilupakan dalam pembelajaran.

Dengan demikian, manusia sebagai makhluk yang memiliki kelemahan dan kekurangan, tidak dapat menyelesaikan semua persoalan tanpa bantuan yang lain.

Sebagai makhluk yang memiliki keyakinan bahwa ada yang lebih ampuh untuk dapat memberikan bantuan, itulah Tuhan, tentunya dia harus senantiasa membuka jalan untuk berkomunikasi yang intim dan intensif dengan Sang Maha Pencipta dalam bentuk permohonan (do’a), sekalipun hal itu tidak segera tercapai, tetapi komunikasi dengan do’a itu tetap memberikan nuansa yang optimis.21

Selain dengan usaha lahir yaitu mendidik, membimbing dan menuntun murid dengan sepenuh hati, sudah jelas bahwa guru harus usaha batin juga dengan berdoa, agar tumbuh ikatan antara guru dan murid dan lebih jauhnya agar murid dimudahkan dalam menerima ilmu pengetahuan saat pelajaran.

Antara murid dan guru harus saling mendoakan, saat di sekolah ada pengajian rutin yang didalamnya pasti include saling mendoakan antara guru dan muridnya, bahkan setiap akhir tahun akan ada doa bersama sebelum ujian untuk saling mendoakan, itu secara formal di mumtaza sudah ada aspek saling mendoakan antara guru dengan muridnya. Kalau secara individu itu kembali kepada guru masing-masing karena tidak semua guru mempunyai pemahaman ilmu keagamaan yang luas sama rata, kalau seharusnya memang guru mendoakan baik saat pembelajaran atau diluar pembelajaran, minimal saat sebelum pelajaran dimulai.22

Seorang guru yang bertarekat mendoakan muridnya tidak hanya saat pembelajaran saja, bahkan setelah habis sholat dan mungkin ada usaha batin khusus

20 Hasil wawancara langsung dengan Mr. Ali Mudatsir, dilaksanakan pada 22 September 2020 pukul : 15.40 bertempat di kediaman guru.

21 Musalim, Doa dalam Perspektif Al-Qur’an, Jurnal Al-Ulum, Vol.1 No.1, 2011, h. 67

22 Wawancara Online dengan Ms. Kuni Afifah, dilaksanakan tangal 29 September 2020, pukul 17.44 WIB

untuk murid khusus, yang bandel, susah paham dan murid-murid yang memerlukan perhatian khusus, doa bisa menjadi sarana untuk membantu membuka kesulitan tersebut.

Guru mendoakan siswanya, saat dalam pembelajaran dengan tasmi’ di kelas, dzikir setelah sholat, doa setelah adzan bersama dan lain sebagainya. Selain itu setelah sholat guru harusnya bermunajat, berdoa secara khusus untuk murid-muridnya, terutama untuk nama-nama siswa yang membutuhkan perhatian khusus, kepedulian ini harus dimiliki oleh seorang guru.23 Konsep saling doa mendoakan ini perlu dilakukan karena memang inilah yang diajarkan oleh salafus sholih, dan pendidikan adalah sebuah rasa cinta yang terimplementasi dalam bentuk doa.

Dengan doa dan mendoakan inilah akan terbentuk ikatan antara guru dengan murid, sehingga hal ini akan berdampak dalam proses pembelajaran.

Sambung ruhani yang terimplementasi dalam doa sangat penting. Guru membutuhkan doa murid dan murid membutuhkan doa guru. Bagi guru yang bertarekat doa adalah bagian dari kunci dan ikhtiar keberhasilan dalam pembelajaran. Doa adalah sumber ikatan batin antara guru murid terhadap Allah.

Dengan demikian guru yang bertarekat mampu membentuk ikatan antara guru dan murid dengan cinta dan doa, sehingga akan lebih maksimal dalam proses pembelajaran khususnya dan umumnya akan membentuk karakter dan akhlak siswa dengan baik.