• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN A. Profil Mumtaza Islamic School

B. Peran Guru Pendidikan dalam Mengimplementasikan Nilai-nilai Ajaran Tarekat pada Proses Pembelajaran

6. Aspek Guru merupakan Sumber dari Sarana Keilmuan dan Bersanad bagi Murid

41 Op.Cit., Wawancara Online dengan Ms. Kuni Afifah.

42 Hasil wawancara langsung dengan Mr. Ali Mudatsir, dilaksanakan pada 22 September 2020 pukul : 15.40 bertempat di kediaman guru

Sebagai seorang pendidik, guru juga merupakan sumber keilmuan yang mempunyai sanad keguruan atas ilmu-ilmu yang diajarkannya. Seorang guru yang baik tidak hanya mengambil sumber dari buku pelajaran saja, tetapi akan menggabungkan pengetahuan yang dimilki guru untuk digabungkan sebagai sumber belajar bagi muridnya.

Guru harus memberikan ilmu yang valid degan pengalamannya dalam pembelajaran. Cara memberikan ilmu yang valid adalah dengan sumber yang relevan seperti Al-Qur’an, Hadits, ‘Ijma Ulama dengan mengkaji literatur kitab-kitab klasik. Cara guru memberikan ilmu dan pengalamannya kepada siswa dengan cara menjelaskan secara sederhana sehingga dapat dipahami dengan baik oleh murid.43 Sudah dapat dipastikan sebelum mengajarkan ilmu pengetahuan kepada muridnya, guru tersebut harus mempunyai guru lagi sebagai sumber validitas keilmuannya, dan juga sumber belajar yang digunakan guru harus jelas dan tidak sembarangan.

Guru harus memberikan ilmu yang valid dari sumber belajar dan pengalaman gurunya, artinya validitas guru harus benar-benar dipastikan oleh gurunya, sehingga sudah dipastikan ilmu yang di dapatkan oleh murid bersifat valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Sumber belajar yang digunakan oleh guru adalah buku yang sudah diuji oleh koordinator guru dan dilakukan kajian terhadap materi yang disampaikan, sehingga materi tersebut bisa dipertanggung jawabkan dan teruji validitasnya.44 Jadi sebelum memberikan ilmu pengetahuan saat pembelajaran guru harus mengkaji terlebih dahulu dan memastikan sumber yang akan digunakan bersifat valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

Guru harus memberikan ilmu yang valid dan dengan sumber yang jelas, contoh sekarang banyak yang mencari sumber belajar rukun islam dan rukun iman dari lagu misalkan, tetapi urutannya berbeda, bahkan hal ini akan membingungkan murid, maka perlunya sumber yang valid yang mengacu pada sumber yang relevan harus diperhatikan dengan seksama oleh guru, hal ini sangat penting dilakukan oleh

43 Hasil wawancara online dengan Mr. Azhar, dilaksanakan pada 19 Oktober 2020 pukul : 16.57 WIB.

44 Wawancara Online dengan Ms. Kuni Afifah, dilaksanakan tangal 29 September 2020, pukul 17.44 WIB

guru.45 Begitulah pentingnya sumber belajar yang digunakan siswa. Memang era modern ini sedikit sulit untuk mengajak anak tidak belajar dari internet, hal yang paling mungkin untuk dilakukan adalah mengecek dan mengarahkan agar apa yang menjadi sumber belajarnya bersifat valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam hal sumber belajar ini, guru tidak membatasi siswa harus belajar dari satu atau dua buku yang ditunjuk oleh guru. Siswa boleh saja menggunakan sumber belajar yang lain, yang kreatif dan sesuai dengan zamannya, tetapi harus dipantau dan dilaporkan pada guru supaya sumber belajar yang dipakai siswa tersebut bisa dicek, dipelajari oleh guru apakah valid dan relevan atau tidak. Guru bisa memberikan buku-buku sumber belajar yang valid, modul-modul yang dipilih oleh guru, adapun youtube harus di validasi oleh guru, ketika belajar hadist atau kisah-kisah islami juga harus divalidasi oleh guru, agar siswa tidak mendapat hoax dan belajar dari sumber yang salah. Guru dapat mengetahui sumber belajar yang dipakai oleh siswa valid dengan cara gurunya harus tahu dulu, mana sumber yang valid, sumber yang relevan dan sesuai baru ketika itu bisa memvalidasi sumber belajar tersebut.

Dalam hal ini guru membolehkan muridnya belajar dengan sumber lain yang relevan karena untuk saat ini memang era digital jadi dapat memanfaatkan internet untuk mempermudah pencaririan dan belajar tetapi tetap dengan pengawasan guru atau dengan situs yang direkomendasikan guru. Cara mengetahui sumber lain yang dipakai oleh murid itu valid adalah dengan cara mengkontrol dan mengawasi sumber belajar siswanya dengan sumber aslinya. Hal tersebut perlu dilakukan karena untuk mencegah terjadinya kesalahan murid.46Jadi bukan melarang sama sekali bagi murid untuk belajar dengan internet atau sumber lain, tetapi karena sekarang era teknologi dan digital guru juga harus mampu mengimbangi menunjukkan konten-konten di internet yang direkomendasikan guru sehingga dapat diukur kevalidan ilmu tersebut sesuai dengan tolak ukur dan sumber yang valid.

45 Hasil wawancara langsung dengan Mr. Ali Mudatsir, dilaksanakan pada 22 September 2020 pukul : 15.40 bertempat di kediaman guru.

46 Hasil wawancara online dengan Mr. Azhar, dilaksanakan pada 19 Oktober 2020 pukul : 16.57 WIB.

Sumber belajar yang digunakan murid tidak dibatasi, tetapi murid akan melaporkan sumber belajar yang digunakan sehingga ketika ada hal yang berbeda atas apa yang dipelajari dari buku utama, maka akan bisa di luruskan dan di pertanggung jawabkan oleh guru.47 Jadi memastikan sumber belajar agar valid dan dapat dipertanggung jawabkan bukan berarti membatasi siswa belajar, hanya saja ini dilakukan dengan bahasa yang santun dan disampaikan dengan baik untuk terus melaporkan apa yang sudah dipelajari diluar sekolah, tujuannya agar tidak menerima hal-hal yang hoax dan tidak relevan.

Selain guru harus menggunakan sumber belajar yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan, seorang guru yang bertarekat sangat mengutamakan sanad keilmuan. Artinya seorang guru dapat mengajarkan ilmu pengetahuan dimana ilmu itu akan sampai sanad keilmuannya pada Rasulullah SAW. Karena sanad keilmuan ini erat kaitannya dengan kevalidan ilmu yang disampaikan oleh guru kepada muridnya. Dengan sanad akan dapat dibuktikan keotentikan ilmu, karena dengan sanad guru yang jelas sudah dapat dipastikan bahwa ilmu yang dipelajari dan diamalkan oleh guru tersebut mempunyai guru lagi, dari gurunya dan gurunya lagi sampai kepada mushonif kitab dan bahkan sampai ke Rasulullah SAW.

Seorang guru yang bertarekat, dalam pembelajaran sangat berhati-hati dalam memberikan sumber, dan selalu mengawasi sumber belajar yang digunakan murid serta seorang guru yang bertarekat pasti mempunyai sanad keguruan yang jelas, sehingga ilmu yang disampaikan mempunyai sumber yang jelas dan otentik.

Hal ini dilakukan untuk menghindari ilmu yang belum jelas sumbernya dan diragukan validitasnya. Sehingga dapat dibuktikan bahwa dalam aspek ini guru merupakan sumber keilmuan yang bersanad bagi murid

47 Wawancara Online dengan Ms. Kuni Afifah, dilaksanakan tangal 29 September 2020, pukul 17.44 WIB

71

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Ajaran Tarekat pada Proses Pembelajaran di sekolah Mumtaza Islamic School terjadi dari mulai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi memiliki peran lain di antaranya:

1. Guru sebagai pembimbing, guru yang bertarekat berperan membimbing siswanya dengan meluruskan ketika ada kesalahan dan memberikan nasihat-nasihat dengan sikap ridha kepada muridnya.

2. Guru sebagai pemberi pengalaman, seorang guru yang bertarekat mengimplementasikan nilai-nilai ajaran tarekat ini dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai sabar dan ikhlas.

3. Ikatan Guru dan Murid, guru yang bertarekat mempunyai ikatan yang kuat dengan saling mendoakan dan memperhatikan antar keduanya.

4. Mengawasi Murid, guru yang bertarekat berperan menjadi pengawas baik dalam pembelajaran maupun diluar pembelajaran.

5. Pembicaraan guru dan murid dilakukan dengan kasih sayang, guru bertarekat mengimplemntasikan nilai-nilai mahabbah dan interaktif juga lemah lembut 6. Guru merupakan sumber dari sarana keilmuan dan bersanad bagi murid, guru

mengimplementasikan nilai kehati-hatian dan saling menjaga akan validitas keilmuan.

Para guru Pendidikan Agama Islam yang mengikuti ajaran tarekat menerapkan semua aspek tersebut dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan, baik di kelas maupun di luar sekolah. Hal ini merupakan salah satu upaya yang mereka lakukan untuk membentuk akhlak yang terpuji khususnya terhadap diri mereka sendiri umumnya kepada para muridnya dan warga sekolah.

B. Saran

Adapun saran dari penulis dari hasil penelitian ini untuk kehidupan kedepannya khususnya dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, diantaranya :

1. Hendaknya para guru yang belum bertarekat bisa mengambil nilai-nilai ajaran tarekat untuk diterapkan dalam pembelajara, jadi seorang guru tidak hanya mengajar, mendidik, tetapi mencakup beberapa aspek di atas, agar pembelajaran mencapai tujuan.

2. Para siswa harus diupayakan untuk menjaga adab dan ikatan dengan gurunya, agar hubungan antara guru dengan murid menjadi lebih dekat dan bisa memenuhi aspek dalam nilai-nilai tarekat, sehingga pendidikan akan tercapai dengan maksimal.

3. Pemerintah baik Kementrian Agama ataupun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan agar bisa merekomendaiskan nilai-nilai khusus dan pedoman bagi seorang guru untuk mencapai tujuan yang maksimal dengan mengambil nilai-nilai dari ajaran tarekat ini.

4. Para pembaca dan peneliti selanjutnya agar bisa meneliti lebih lanjut tentang topik penelitian ini.

73