• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Kesejahteraan Masyarakat 1. Pertumbuhan PDRB

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN... I-1 (Halaman 28-34)

PEMERINTAHAN DAERAH

2.1. Gambaran Kondisi Umum Daerah 1. Aspek Geografi

2.1.3. Aspek Kesejahteraan Masyarakat 1. Pertumbuhan PDRB

Dalam rentang waktu selama tahun 2009 – 2013 nilai PDRB Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan secara positif. Tahun 2009 nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp.397,903 Trilyun meningkat menjadi Rp.623,749 Trilyun pada tahun 2013. Sedangkan tahun 2009 nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp.176,673 Trilyun, meningkat menjadi Rp. 223,099 Trilyun pada tahun 2013.

Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu tahun 2009 – 2013 bergerak secara positif, berturut-turut sejak tahun 2009 hingga 2013 sebesar 5,14%, 5,84%, 6,01%, 6,34%, dan 5,81%.

Pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,81% dibandingkan tahun 2012, dengan nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar 54.838,20 milyar rupiah, dan nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar 623.749,6 milyar rupiah. Selama tahun 2013, hampir seluruh sektor ekonomi pembentuk PDRB mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2012. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan mencapai 10,6%, dan yang terendah adalah sektor pertanian sebesar 2,2%.

Melihat distribusi dan peranan sektor ekonomi pada PDRB tahun 2013, maka diketahui tiga sektor utama di Jawa Tengah masih memberikan kontribusi yang cukup besar pada PDRB yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor pertanian, masing-masing memberikan peranan sebesar 32,6 persen, 20,7 persen, dan 18,3 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2012, beberapa sektor mengalami peningkatan peranan yaitu pertambangan dan penggalian, listrik, gas, dan air bersih, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, real estate dan jasa perusahaan. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan peranan yaitu sektor pertanian dan industri pengolahan.

Nilai dan perkembangan pertumbuhan PDRB Jawa Tengah selama 5 (lima) tahun dapat dilihat pada Tabel 2.3, Tabel 2.4 dan Gambar 2.1.

II - 9

Tabel 2.3.

Nilai dan Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku

di Jawa Tengah Tahun 2009 - 2013 (Trilyun Rupiah)

No Sektor 2009 2010 2011r) 2012*) 2013**)

(Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) %

1 Pertanian 79,342 8,89 86,667 9,23 95,078 9,71 104,311 9,71 114,142 9,42 2 Pertambangan & Galian 3,852 9,63 4,302 11,67 4,726 9,85 5,243 10,94 5,980 14,06

3 Industri Pengolahan 130,352 4,28 146,155 12,11 165,850 13,49 182,715 10,17 203,104 11,16

4 Listrik, Gas & Air Bersih 4,114 9,74 4,645 12,91 5,110 10,00 5,648 10,54 6,599 16,84 5 Bangunan 24,448 15,34 27,124 10,94 29,851 10,05 33,352 11,73 37,196 11,52

6 Perdagangan, Hotel &

Restoran 78,262 9,28 86,998 11,16 98,462 13,18 112,908 14,67 129,303 14,52 7 Pengangkutan & Komunikasi 23,836 13,02 26,298 10,33 29,172 10,93 32,951 12,95 37,611 14,14

8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 14,447 14,51 15,899 10,05 17,684 11,22 19,993 13,06 23,280 16,44 9 Jasa-jasa 39,246 10,61 46,599 18,74 52,828 13,37 59,359 12,36 66,530 12,08 PRDB Total 397,903 8,38 444,692 11,75 498,763 12,17 556,479 11,57 623,749 12,09

Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka 2011 dan 2012, BRS 2014, BPS Provinsi Jawa Tengah Keterangan : r) Angka Revisi

*) Angka Sementara

**) Angka Sangat Sementara

Tabel 2.4.

Nilai dan Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan

di Jawa Tengah Tahun 2009-2013 (Trilyun Rupiah)

No Sektor 2009 2010 2011r) 2012*) 2013**)

(Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) %

1 Pertanian 34,101 3,71 34,956 2,51 35,399 1,27 36,712 3,71 37,513 2,18 2 Pertambangan & Galian 1,952 5,49 2,091 7,09 2,193 4,91 2,355 7,38 2,504 6,33 3 Industri Pengolahan 57,444 3,79 61,387 6,86 65,439 6,60 69,012 5,46 73,092 5,91 4 Listrik, Gas & Air Bersih 1,489 5,74 1,614 8,41 1,711 5,97 1,820 6,38 1,973 8,39 5 Bangunan 10,300 6,77 11,014 6,93 11,753 6,71 12,573 6,98 13,449 6,96 6 Perdagangan, Hotel &

Restoran 37,766 7,21 40,056 6,06 43,159 7,75 46,719 8,25 50,209 7,47 7 Pengangkutan & Komunikasi 9,192 7,12 9,805 6,66 10,645 8,56 11,486 7,90 12,238 6,55

8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 6,701 7,78 7,038 5,02 7,503 6,62 8,206 9,36 9,073 10,56 9 Jasa-jasa 17,724 5,05 19,029 7,37 20,464 7,54 21,961 7,32 23,044 4,93 PRDB Total 176,673 5,14 186,995 5,84 198,270 6,01 210,848 6,34 223,099 5,81

Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka 2011 dan 2012, BRS 2014, BPS Provinsi Jawa Tengah Keterangan : r) Angka Revisi

*) Angka Sementara

II - 10

Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka 2011 dan 2012, BRS 2014, BPS Provinsi Jawa Tengah Gambar 2.1

Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2013 (%)

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Tahun 2013 apabila dibandingkan dengan Provinsi lain di wilayah Jawa – Bali berada pada posisi ke 5 (lima) setelah Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Bali dan Banten. Namun masih lebih baik dari angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,78%. Pertumbuhan ekonomi Nasional dan Provinsi lain di wilayah Jawa – Bali dapat dilihat pada Tabel 2.5.

Tabel 2.5.

Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Provinsi se Jawa – Bali Tahun 2012 - 2013 (%) No Provinsi/Nasional 2012 2013 1 Jawa Timur 7,27 6,55 2 Jawa Barat 6,21 6,06 3 Bali 6,65 6,05 4 Banten 5,87 5,84 5 Jawa Tengah 6,34 5,81 6 DKI Jakarta 6,5 5,63 7 D.I. Yogyakarta 5,32 5,40 Nasional 6,23 5,78

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2013 dan 2014

Selama kurun waktu Tahun 2009 – 2013, struktur pembentuk PDRB Provinsi Jawa Tengah masih didominasi oleh 3 (tiga) sektor yang memberikan kontribusi cukup besar yaitu industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, serta pertanian. Pada Tahun 2013 kontribusi tiga sektor utama pada PDRB yaitu industri pengolahan yang memiliki kontribusi sebesar 32,56%, perdagangan, hotel dan restoran yang memiliki kontribusi sebesar 20,73%, serta pertanian yang memiliki kontribusi sebesar 18,30%. Perkembangan kontribusi sektor dalam PDRB (ADHB dan ADHK) selama tahun 2009 – 2013 dapat dilihat pada Tabel 2.6.

II - 11

Tabel 2.6.

Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan Harga Konstan (Hk)

di Jawa Tengah Tahun 2009 - 2013 (%)

No Sektor

2009 2010 2011r) 2012*) 2013**)

(Hb) (Hk) (Hb) (Hk) (Hb) (Hk) (Hb) (Hk) (Hb) (Hk)

% % % % % % % % % %

1. Pertanian 19.94 19,31 19.49 18,69 19,06 17,85 18,74 17,41 18,30 16,81

2. Pertambangan dan Galian 0.97 1,11 0.97 1,12 0,95 1,11 0,94 1,12 0,96 1,12

3. Industri Pengolahan 32.76 32,51 32.87 32,83 33,25 33,01 32,83 32,73 32,56 32,76

4. Listrik, Gas dan Air Minum 1.03 0,84 1.04 0,86 1,02 0,86 1,02 0,86 1,06 0,88

5. Bangunan 6.14 5,83 6.10 5,89 5,99 5,93 5,99 5,96 5,96 6,03

6.

Perdagangan, Hotel dan

Restoran 19.67 21,38 19.56 21,42 19,74 21,77 20,29 22,16 20,73 22,51

7. Pengangkutan & Komunikasi 5.99 5,20 5.91 5,24 5,85 5,37 5,92 5,45 6,03 5,49 8. Keuangan, Persewaan &

Jasa Perush

3.63 3,79 3.58 3,76 3,55 3,78 3,59 3,89 3,73 4,07

9. Jasa-jasa 9.86 10,03 10.48 10,18 10,59 10,32 10,67 10,42 10,67 10,33

PRDB Total 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka 2011 dan 2012, BRS 2013, BPS Provinsi Jawa Tengah Keterangan : r) Angka Revisi

*) Angka Sementara

**) Angka Sangat Sementara

Selanjutnya jika dilihat dari pola distribusi berdasarkan jenis penggunaan maka PDRB ADHB Tahun 2013 menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih merupakan penyumbang terbesar yaitu sebesar 63,94%, yang disusul oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 20%. Perkembangan kontribusi jenis penggunaan terhadap PDRB ADHB selama tahun 2009 – 2013 dapat dilihat pada Tabel 2.7.

Tabel 2.7.

Kontribusi Jenis Penggunaan Terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2013 (%)

No Jenis Penggunaan PDRB Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku

2009 2010 2011 2012*) 2013**)

1 Konsumsi Rumah Tangga 64,44 64,21 64,24 63,95 63,94

2 Konsumsi Lembaga Swasta 1,52 1,43 1,39 1,43 1,47

3 Konsumsi Pemerintah 12,11 11,35 11,25 11,06 11,17

4 PMTB 19,45 19,19 18,47 19,63 20,00

II - 12

No Jenis Penggunaan PDRB Penggunaan Atas Dasar Harga Berlaku

2009 2010 2011 2012*) 2013**)

6 Ekspor 44,66 45,15 44,69 46,79 47,67

7 Impor 42,21 40,83 43,06 44,08 45,61

PDRB Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : PDRB Jateng 2010, 2011, 2012, BRS Jawa Tengah, 2014, BPS Provinsi Jawa Tengah Keterangan : *) Angka Sementara

**) Angka Sangat Sementara 2. Inflasi

Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mulai dari Tahun 2009 – 2013 perkembangan inflasi Jawa Tengah sangat fluktuatif, tetapi cenderung meningkat. Laju inflasi tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 (year on year) sebesar 7,99 %, lebih tinggi dibandingkan tahun 2012 sebesar 4,24%. Inflasi terjadi disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; bahan makanan; kesehatan dan pendidikan, rekreasi dan olahraga; sandang, dan transport, komunikasi dan jasa keuangan. Perkembangan inflasi di Jawa Tengah selama tahun 2009-2013 dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka 2011 dan 2012, BRS 2014, BPS Provinsi Jawa Tengah Gambar 2.2

Perkembangan Inflasi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2013 (%)

Apabila dibandingkan dengan Provinsi se Jawa – Bali, inflasi Jawa Tengah Tahun 2013 berada pada urutan ke 4 (empat) setelah Provinsi DI. Yogyakarta, Bali, dan Jawa Timur tetapi masih lebih baik dibanding angka Nasional sebesar 8,38%. Perbandingan inflasi Jawa Tengah dengan provinsi lain se Jawa – Bali dan nasional dapat dilihat pada Tabel 2.8.

II - 13

Tabel 2.8.

Inflasi Nasional dan Provinsi se Jawa – Bali Tahun 2012-2013 (%) No Provinsi/Nasional 2012 2013 1 Banten 4,37 9,65 2 Jawa Barat 3,86 9,15 3 DKI Jakarta 4,52 8,00 4 Jawa Tengah 4,24 7,99 5 Jawa Timur 4,50 7,59 6 Bali 4,71 7,35 7 D.I. Yogyakarta 4,31 7,32 Nasional 4,34 8,38

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2013 dan 2014 3. PDRB Per Kapita

PDRB per kapita merupakan PDRB dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Pada tahun 2013 angka PDRB per kapita Atas Dasar Harga Berlaku diperkirakan mencapai Rp 18,7 juta dibandingkan dengan PDRB per kapita tahun 2012 sebesar Rp 16,8 juta. Sedangkan PDRB perkapita Atas Dasar Harga Konstan pada tahun 2013 sebesar Rp 6,7 juta lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar Rp 6,4 juta. Perkembangan PDRB per kapita Jawa Tengah dapat dilihat pada Tabel 2.9.

Tabel 2.9.

PDRB Per Kapita Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2013 (Rupiah)

Tahun ADHB ADHK Tahun 2000

2009 12.322.889 5.471.490

2010 13.730.016 5.773.809

2011r) 15.240.878 6.058.600

2012*) 16.863.808 6.389.598

2013**) 18.751.323 6.706.882

Sumber : BPS Jawa Tengah, 2013, dan 2014 Keterangan : r) Angka Revisi

*) Angka Sementara

**) Angka Sangat Sementara 4. Indeks Gini

Perkembangan Indeks Gini di Jawa Tengah selama tahun 2009-2012 menunjukkan angka yang semakin meningkat. Hal ini menggambarkan kondisi ketimpangan pendapatan antar masyarakat di Jawa Tengah semakin senjang. Indeks Gini pada Tahun 2009 sebesar 0,283 meningkat menjadi 0,355 pada Tahun 2012. Selengkapnya perkembangan Indeks Gini di Jawa Tengah selama tahun 2009 – 2012 dapat dilihat pada Gambar 2.3.

II - 14

Sumber : Pemerataan Pendapatan dan Pola Konsumsi Penduduk Jawa Tengah Tahun 2012, BPS Provinsi Jawa Tengah

Gambar 2.3

Indeks Gini Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN... I-1 (Halaman 28-34)