(SPAM) KOTA BONTANG
DW 01 Bhayangkara dan DW 03 Lhoktuan
B.1. Aspek Non Teknis A.4.Kelembagaan
Berdasarkan Permendagri No.2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan daerah Air Minum, kelembagaa PDAM Tirta Taman Kota Bontang terdiri dari Walikota Bontang selaku Kepala Daerah sebagai pemilik Modal, Dewan Pengawas dan Direksi. Menggunaan dasar hukum tersebut dibentuk Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2009 guna menetapkan kepengurusan PDAM Tirta Taman Kota Bontang.
Dalam Operasionalnya, Direktur dibantu dengan 3 (tiga) orang Manajer yaitu Manajer Produksi, Manajer Pemasaran serta Manajer Administrasi Umum dan Keuangan. Selanjutnya masing-masing Manajer membawahi unit kerja yang disebutkan Bagian yang dipimpin oleh seorang Supervisor
Gambar 7.13
7-61 Tabel 7.22
Data Kepegawaian PDAM Kota Bontang Bulan April 2014
No Jabatan Tingkat Pendidikan Total
Pegawai S2 S1 D3 SLTA SLTP SD 1. Direksi 1 1 2. Manajer Produksi 1 1 2.1. Bagian Produksi 2 1 13 16 2.2. Bagian Perwatan 1 2 3 3. Manajer Pemasaran 1 1 3.1. Bagian Distribusi 1 1 4 6 3.2. Bagian Perencanaan 1 2 3 3.3. Bagian Hubungan Langganan 2 1 2 1 6
4. Manajer Umum dan Keuangan 1 1
4.1. Bagian Keuangan 1 1 6 8
4.2. Bagian Umum dan
Personalia 2 5 2 1 9
Jumlah 1 13 4 34 3 1 56
Sumber: PDAM Kota Bontang, 2014
A.5. Pengaturan
Pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bontang mendasarkan Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 6 tahun 2001 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bontang. Dengan adanya pembentukan Kota Bontang sebagai Daerah Otonom, maka Perusahaan daerah Air Minum Kabupaten Kutai Kartanegara Cabang Bontang berubah menjadi Perusahaan daerah Air Minum Kota Bontang. Dengan demikian segala hak dan kewajiban menjadi tanggung jawab Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bontang.
Berdasar Permendagri No.2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan daerah Air Minum, dibentuk Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Taman yang menjadi landasan baru dalam penataan kelembagaan PDAM. Di dalam perda tersebut diatur tentang kepengurusan perusahaan terdiri dari Walikota, Dewan Pengawas dan Direksi.
Dewan Pengawas dan Direktur ditetapkan dengan SK Walikota. Direktur dalam tugasnya dibantu 3 (tiga) orang manajer yaitu Manajer Produksi, Manajer Pemasaran dan Manajer Administrasi Umum dan Keuangan.
Sumber Pendapatan utama perusahaan berasal dari tariff yang dibebankan kepada pelanggan. Ketentuan tentang tari ini didasrkan kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tatacara Pengaturan Tarif Air PDAM. Pemberlakuan tariff PDAM Tirta Taman Kota Bontang untuk selanjutnya dilakukan dengan didasarkan kepada Keputusan Walikota Bontang.
7-62 A.6. Operasional Pelayanan
Pelayanan Pelanggan
Berdasarkan laporan pengaduan masyarakat ke PDAM Kota Bontang terhadap pelayanan air bersih yang diterima, keluhan yang dilaporkan oleh pelanggan antara lain:
1. Air tidak mengalir di pelanggan; 2. Kebocoran air di jaringan pipa;
3. Kesalahan pembacaan pemakaian air pada meter air pelanggan; 4. Kualitas air yang diterima pelanggan kurang bagus (keruh).
Terhadap keluhan pelanggan, PDAM Bontang telah menindaklanjuti sebagian besar keluhan pelanggan.
Tingkat Pelayanan
Jumlah sambungan rumah dan hidran umum yang ada mencerminkan minat masyarakat untuk menggunakan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari serta menunjukkan kemampuan PDAM dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
Tabel 7.23
Pelayanan PDAM Kota Bontang di Tiap Kecamatan 2012-2013
No Kecamatan 2012 2013
1. Bontang Selatan 3.636 4.408
2. Bontang Utara 9.096 9.896
3. Bontang Barat 2.358 2.751
Kota Bontang 15.090 17.055
Sumber : PDAM Kota Bontang, 2014
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman terus berupaya memperluas cakupan layanannya baik dengan program pemasangan sambungan rumah melalui program reguler maupun program hibah air minum dari Pemerintah Pusat serta lanjutan program penyertaan modal Pemerintah Kota Bontang untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Penyebab belum tercapainya cakupan pelayananan sesuai target nasioanl disebabkan beberapa kendala sebagai berikut:
a. Kurangnya sumber air baku yang hanya mengandalkan sumur dalam (deep well); b. Keterbatasan pasokan listrik untuk sumur;
c. IPA/ WTP yang sudah berumur lebih dari 10 tahun kapasitas produksinya mengalami penurunan;
d. Pembangunan WTP Bontang Selatan di Kelurahan Berbas Tengah yang ditargetkan dibangun tahun 2012 tapi tertunda karena permasalahan pembebasan tanah, baru dapat terlaksana pada tahun 2013 dan beroperasi mulai tahun 2014.
Wilayah Pelayanan
Ditinjau dari daerah pelayanan, saat ini dari 15 kelurahan yang ada di wilayah Kota Bontang seluruhnya telah terlayani air bersih perpipaan dari PDAM, melalui 4 unit yang ada.
7-63 Tabel 7.24
Wilayah Pelayanan Masing-Masing Unit WTP di PDAM Kota Bontang
No Unit Wilayah Pelayanan
Kelurahan Kecamatan
1. Bontang Kota
Tanjung Laut Indah Bontang Selatan
Tanjung Laut Bontang Selatan
Berbas Pantai Bontang Selatan
Berbas Tengah Bontang Selatan
Satimpo Bontang Selatan
Bontang Koala Bontang Utara
Bontang Baru Bontang Utara
Gunung Elai Bontang Utara
Api-api Bontang Utara
Gunung Telihan Bontang Barat
Belimbing Bontang Barat
Kanaan Bontang Barat
2. Lhoktuan Lhoktuan Bontang Utara
Belimbing Bontang Barat
3. Guntung Guntung Bontang Utara
4. Bontang Lestari Bontang Selatan Bontang Selatan
Sumber : PDAM Kota Bontang Konsumsi Air
Jumlah air yang dikonsumsi oleh masyarakat beragam, tergantung dari beberapa faktor antara lain pola hidup masyarakat, strata sosial masyarakat, dan ketersediaan air. Selain itu kemampuan finansial masyarakat serta, kemudahan mendapatkan air juga berpengaruh terhadap jumlah konsumsi air. Sejauh ini air yang diproduksi oleh PDAM dapat diakses beberpa jenis pelanggan.
Tabel 7.25
Banyaknya Pelanggan PDAM Menurut Jenis Konsumen di Kota Bontang No Jenis Konsumen 2010 2011 2012 2013 2014 1. Sosial Umum 33 32 28 29 17 Khusus 142 147 165 170 168 RTSS 121 114 121 94 85 2. Non Niaga
Rumah Tangga (A) 4.728 3.954 3.603 2.805 2.364
Rumah Tangga (B) 5.331 5.951 7.619 8.549 7.462
7-64 No Jenis Konsumen 2010 2011 2012 2013 2014 Instansi Pemerintah (C) 70 76 80 108 124 3. Niaga Kecil 1.221 1.923 2.634 304 379 Besar 64 326 436 774 1.130 Industri Kecil 2 4 6 141 160 Industri Besar - - 11 - - 4. Khusus Kesepakatan - - - - 992 Pelabuhan Laut, Sungai 2 2 1 757 -
Air Isi Ulang 72 93 101 141 147
Mobil Tanki - - - - -
Lainnya - - 285 - -
Jumlah 11.840 12.622 15.090 17.055 19.373
Sumber: Bontang Dalam Angka 2015 Daftar Tunggu PDAM
Di Kota Bontang, pelayanan air dari PDAM merupakan sumber utama untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Hal ini disebabkan sulitnya mendapatkan air bersih dari sumber lain. Tidak terdapat sumber air baku yang memadai di Kota Bontang oleh karena masyarakat sangat tergantung pada pelayanan air bersih dari PDAM. Banyaknya permohonan masyarakat untuk bisa dilayani PDAM menunjukkan minat masyarakat untuk mendapat pelayanan air dari PDAM. Data yang diperoleh dari PDAM Kota Bontang per Agustus 2014 mengenai surat permohonan dari mayarakat untuk menjadi pelanggan PDAM telah masuk permohonan sebanyak 2.154 buah. Jumlah ini merupakan jumlah pemohon yang secara resmi telah mengajukan surat ke PDAM, sementara itu peminat yang belum mengajukan surat permohonan lebih banyak lagi. Jumlah surat permohonan telah mencapai 2.154 buah.
Tabel 7.1
Jumlah Permohonan Menjadi Pelanggan PDAM
No Lokasi Jumlah Pemohon
1. Bontang Kota 1.023
2. Lok Tuan 472
3. Bontang Lestari 213
4. Guntung 446
Total 2.154
Sumber : PDAM Kota Bontang, 2014 Kehilangan Air
Kehilangan air adalah selisih antara banyaknya air yang disediakan (water supply) dengan air yang dikonsumsi (water consumption).
Penentuan tingkat (%) kehilangan air PDAM yang dilakukan saat ini adalah dengan perhitungan sebagai berikut :
7-65
Kehilangan air yang dihitung pada PDAM terdiri dari 2 jenis yaitu : Kehilangan air teknis
Adalah kehilangan air disebabkan oleh kebocoran jaringan pipa/sarana jaringan distribusi/transmisi.
Kehilangan secara administrasi
Kehilangan air secara administrasi ini biasanya disebabkan oleh kesalahan pembacaan meter air, pencurian air, sambungan ilegal, serta kesalahan pada proses administrasi.
Pemerintah melalui penelitian beberapa sistem penyediaan air bersih di wilayah Republik Indonesia, juga telah menetapkan besaran 20% sebagai angka kebocoran maksimal. Lebih jelasnya mengenai toleransi besaran untuk kebocoran dapat dilihat pada Tabel 6.66 berikut ini.
Tabel 7.27
Kehilangan Air yang Diperbolehkan
No Sumber Kehilangan Air Jumlah kehilangan air yang
diperbolehkan (%) 1 Kebocoran pada distribusi (sambungan, katup,sil
kopling,plukkran) 5
2 Keakuratan grit meter air 3 - 5
3 Kebocoran pipa konsumen 5
4 Pemakaian untuk operasi pemeliharaan, sosial dan
hidran kebakaran 3
5
Kehilangan air non fisik lainnya misalnya : kesalahan administrasi,
pembacaan meter, sambungan liar dan lain- lain
2
TOTAL 18 - 20
Sumber : Standar Kebijaksanaan Nasional (Ciptakarya Dep. PU)
Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa untuk melayani masyarakat saat ini Kota PDAM Bontang memiliki 4 unit instalasi pengolah air (WTP) di 4 (empat) lokasi yang memiliki wilayah pelayanan yang berbeda, meliputi Unit Bontang Korta, Lok Tuan, Guntung dan Bontang Lestari. Dengan jaringan distribusi dan daerah pelayanan yang berbeda, jumlah air yang mengalami kebocoran di masing-masing unit dapat dihitung.
Analisa BPKP untuk laopran tahun buku 2013, pada saat proses produksi dilakukan diketahui bahwa volume air yang diproduksi dihasilkan sebesar 6.546.558,24 m3 dan telah didistribusikan ke pelanggan sebesar 4.989.534,45 m3 sehingga terdapat NRW produksi sebesar 13,8%. Kehilangan air pada saat produski tersebut disebabkan oleh kegiatan pembersihan sedimentasi, pencucian filter, kebocoran, perawatan pipa transmisi serta perbaikan pompa sumur.
Pada saat proses distribusi diketahui bahwa volume air yang didistribusikan ke pelanggan sebesar 5.889.983,00 m3 telah dijual ke pelanggan sebesar 5.478.182,00 m3 sehingga terdapat NRW distribusi sebesar 7%. Penyebab kebocoran ini dikarenakan konidis water mater pelanggan mengalami kerusakan, water mater induk
% Kehilangan air = L/dt air yang diproduksi - L/dt air yang terjual x 100 % L/dt air yang diproduksi
7-66
tidak berfungsi dan akibat umur jaringan distribusi yang telah tua lebih dari 15 tahun.
Dengan demikian NRW Produksi dan distribusi pada tahun 2013 mencapai 20,7%, sedikit melampaui standar yang ditentukan yaitu paling tinggi 20%.
B.2.Kondisi Eksisting SPAM Non PDAM