• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profesor Riset merupakan pengakuan, kepercayaan,

L AY ANAN P RIMA

Nilai sasaran strategis "Terwujudnya birokrasi Sekretariat Balitbang KP yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima" sebesar 69,70%. Indikator kinerja utama yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis tersebut adalah :

IKU ke -27 : NIL AI KINERJA REFORMASI BIROKRAS I S EKRETARIAT BALI TBANG KP

Dalam rangka penerapan reformasi birokrasi dan merujuk pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2014 tentang pedoman evaluasi reformasi birokrasi instansi pemerintah. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016 telah dilakukan penilaian atau evaluasi implementasi reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Evaluasi dilakukan terhadap 2 komponen utama yaitu komponen pengungkit (proses) dan komponen hasil.

Reformasi Birokrasi bukan lagi sekedar tuntutan dari segenap elemen masyarakat yang mengharapkan agar birokrasi dan terutama aparatur dapat berkualitas lebih baik lagi.

Reformasi birokrasi kini benar-benar menjadi kebutuhan bagi aparatur pemerintahan.

Reformasi birokrasi yang dilaksanakan di lingkungan Balitbang KP pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang pelaksanaan dilakukan melalui program-program meliputi :

Adapun capaian atas indikator kinerja nilai kinerja reformasi birokrasi Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dideskripsikan di bawah ini.

Tabel : C AP AIA N IND I KA TO R KI N ERJ A U T AM A

Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%) Buruk Capaian <80%

Belum ada capaian

Hasil penyusunan kertas kerja dokumen bukti dan survey internal dikonversi dengan sistem online www.pmprb.menpan.go.id sehingga terbentuk profil penilaian mandiri reformasi birokrasi Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebagai berikut :

Tabel 3.14. N I LAI C AP AIA N PMP RB PE R - KOMP ON E N KOMPONEN RB NILAI

EVALUASI

perundangan-undangan 5,00 100,00 5,00 100,00

Penataan dan penguatan

organisasi 6,00 100,00 6,00 100,00

Penataan tata laksana 4,63 92,53 3,96 79,23

Penataan sistem

manajemen SDM 8,59 57,28 13,90 92,66

Penguatan akuntabilitas 5,80 96,67 6,00 100,00

Penguatan pengawasan 8,40 70,00 9,68 80,65

Peningkatan kualitas

pelayanan publik 4,75 79,18 2,90 48,33

TOTAL PENGUNGKIT 47,06 50,02

Kapasitas dan

Implementasi RB Balitbang KP tahun 2016 mengalami perbaikan dan peningkatan yang cukup signifikan (2,96%) bila dibandingkan tahun 2015, dengan upaya yang telah dilakukan berupa :

1. Aspek penataan sistem manajemen SDM mempunyai perbaikan nilai paling tinggi dari sebelumnya 62,87% dengan adanya perbaikan

pengukuran dan pemantauan atas kinerja individu.

2. Aspek penguatan akuntabilitas telah dilakukan peningkatan keterlibatan pimpinan memantau pencapaian kinerja secara berkala melalui sistem aplikasi monev secara online, adanya mekanisme reward and punishment atas capaian kinerja, peningkatan kapasitas/kapabilitas SDM pengelola kinerja melalui bimtek pengelolaan kinerja berbasis BSC, telah disusunya juklak pengelolaan manajemen kinerja organisasi berbasis BSC serta pengukuran capaian kinerja telah dilakukan secara berkala, berjenjang dan memanfaatkan sistem informasi online (kinerjaku)

3. Aspek penguatan pengawasan, terutama dalam hal pengaduan masyarakat dan whistle-blowing system telah ditentuk Tim Penanganan Pengaduan Balitbang KP, sosialisasi peraturan perundang-undangan mengenai penanganan benturan kepentingan, menindaklanjuti aduan masyarat, melakukan pembinaan dan pengusulkan satker (BPOL dan BPPBIH) dalam zona integritas KKP.

4. Aspek peningkatan kualitas pelayanan publik, dengan beberapa perbaikan berupa : usulan perbaikan atas PERMEN 32/2014 atas jenis pelayanan publik Balitbang KP, membentuk tim penanganan pengaduan atas pelayanan publik, perbaikan dan melengkapi SOP, maklumat pelayanan publik pada satker serta melakukan pengukuran indeks kepuasan masyarakat.

5. Aspek penataan peraturan perundang-undangan, melalui perbaikan atas aturan perundangan yang tidak sinkron diantaranya : 1. Peraturan tentang Jenis Ikan Baru yang Dibudidayakan; 2. Rancangan Kep MKP Tentang Pejabat Penetap Angka Kredit dan Tim Penilai Jabatan Fungsional Peneliti di Lingkungan KKP serta keputusan Menteri KP tentang Sentra HKI di lingkungan KKP; telah dilakukan proses dan pembahasan atas Rancangan Perpres Tentang Penyelenggaraan Litbang di WP3K serta Naskah Akademik Penetapan Kawasan Pengelolaan Perikanan di Perairan Umum Daratan.

6. Aspek penataan laksana dengan perbaikan berupa peningkatan pemanfaatan sistem informasi guna menunjang e-goverment melalui : pengembangan dan pemanfaatan aplikasi SIP Monev untuk pemantauan pelaksanaan anggaran dan kegiatan Balitbang KP, pengembangan aplikasi untuk kebutuhan internal organisasi (fingerprint, persuratan), peningkatan website sebagai wahana penyebaran informasi, publikasi dan sosialisasi serta membangun knowledge manajemen system melalui data center Balitbang KP.

Adapun aspek manajemen perubahan tidak mengalami perbaikan nilai dikarenakan belum dilakukan penyusunan roadmap reformasi

akan didasarkan pada roadmap RB KKP yang saat ini masih dalam proses penyusunan.

Beberapa upaya perbaikan kedepan yang ditempuh, diantaranya : 1. Penyusunan Roadmap Reformasi Birokrasi Balitbang KP 2015-2019 2. Menyusun tindak lanjut dari rencana aksi 2015

3. Melaksanakan Bimbingan teknis pengukuran implementasi Reforasi Birokrasi di Satker Balitbang KP sehingga dapat melakukan penilaian mandiri atas pelaksanaan RB dan melakukan perbaikan-baikan atas aspek yang belum dilaksanakan sepenuhnya.

IKU ke -28 : NIL AI SIS TEM AKU NTABI LI TAS KI NERJA I NS TANSI P EMERI NTAH (SAKIP) SEKRETARI AT BALI TBANG KP

Tahun 2014 merupakan cikal bakal/ awal tahun yang sangat strategis bagi pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini ditandai dengan telah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan ditandatanganinya MoU (nota kesepahaman) antara Menteri PANRB dengan Menteri PPN/BAPPENAS, yang mengatur tentang pengintegrasian/

penyelesarasan Sistem Perencanaan dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah Pusat.

MoU tersebut mengatur arsitektur perencanaan pembangunan nasional, pengintegrasian sistem perencanaan dan penganggaran, serta istilah-istilah yang digunakan. MoU tersebut diharapkan memudahkan pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat Kedepan khususnya Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebagai salah satu unit kerja Eselon II dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.

Dengan terbitnya Peraturan Presiden tersebut, Instansi pemerintah khususnya Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan didorong untuk lebih akuntabel dan lebih bertanggung jawab terhadap kinerja atau hasil yang telah dicapai.

Akuntabilitas Kinerja adalah suatu kondisi dimana instansi pemerintah telah merubah orientasinya dari yang biasanya berorientasi kepada anggaran (input) atau kegiatan (output) semata menjadi berorientasi kepada hasil atau outcome.

Untuk mengetahui tingkat akuntabilitas instansi pemerintah terhadap kinerjanya, setiap tahun Inspektorat Jenderal KKP melakukan evaluasi atas akuntabilitas kinerja pada masing-masing unit eselon I, II dan III Lingkup

pedoman evaluasi atas implementasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, terdapat beberapa predikat penilaian akuntabilitas kinerja dari yang paling rendah yaitu kategori "D" sampai dengan yang tertinggi yaitu kategori "AA", dengan penjelasan sebagai berikut :

Tabel 3.15. KA T EG ORI P E NI LAI AN

S IS T EM A KU NT A B I LI T AS KI NE RJ A I NS T AN SI P EM ER IN TA H ( SA KI P) NO KATEGORI NILAI

ANGKA KARAKTERISTIK

AKUNTABILITAS INSTANSI