• Tidak ada hasil yang ditemukan

SASARAN STRATEGIS -3 : TE RWUJUDNY A BIRO KRAS I BALITBAN GK P YANG

“Perencanaan kinerja merupakan proses

SASARAN STRATEGIS -3 : TE RWUJUDNY A BIRO KRAS I BALITBAN GK P YANG

E FEK TIF, E FIS IEN D AN BE RO RIENTASI P AD A L AYAN AN P RIM A

Nilai sasaran strategis "Terwujudnya birokrasi Balitbang KP yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima" sebesar 99,36%. Indikator kinerja utama yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis tersebut adalah :

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2014 tentang pedoman evaluasi reformasi birokrasi instansi pemerintah. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016 telah dilakukan penilaian atau evaluasi implementasi reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Evaluasi dilakukan terhadap 2 komponen utama yaitu komponen pengungkit (proses) dan komponen hasil.

Reformasi Birokrasi bukan lagi sekedar tuntutan dari segenap elemen masyarakat yang mengharapkan agar birokrasi dan terutama aparatur dapat berkualitas lebih baik lagi.

Reformasi birokrasi kini benar-benar menjadi kebutuhan bagi aparatur pemerintahan.

Reformasi birokrasi yang dilaksanakan di lingkungan Balitbang KP pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang pelaksanaan dilakukan melalui program-program meliputi :

Adapun capaian atas indikator kinerja nilai kinerja reformasi birokrasi Balitbang KP dideskripsikan di bawah ini.

Tabel : C AP AIA N IND I KA TO R KI N ERJ A U T AM A S E K RE T ARI A T B A LI TB A NG KP

INDIKATOR KINERJA UTAMA

2015 2016

T R % T R %

Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi Balitbang KP

80 (BB)

84,69

(A) 105,86 A

(90) 88,31 98,12 Baik (Capaian >=100%)

Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%) Buruk Capaian <80%

Belum ada capaian

Nilai capaian RB didasarkan pada hasil evaluasi RB Balitbang KP (November 2016) dengan masing-masing penilaian sebagai berikut :

Tabel 3.2. NI L AI CA PAI AN HA SI L E VA LU ASI R E FO RMA SI B I RO KR AS I

perundangan-undangan 5 100 0,83 83,40

Penataan dan penguatan

organisasi 6 100 1,91 95,29

Penataan tata laksana 4,63 92,53 4,38 87,63

Penataan sistem

manajemen SDM 14,20 94,64 14,86 99,08

Penguatan akuntabilitas 5,80 96,67 6 100,00

Penguatan pengawasan 10,15 84,58 11,03 91,89

Peningkatan kualitas

pelayanan publik 4,75 79,18 4,03 67,08

TOTAL PENGUNGKIT 54,41 56,03

Kapasitas dan

Sumber : Lembar Kerja Evaluasi RB, 2016

Implementasi Reformasi Birokrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan tahun 2016 mengalami perbaikan dan peningkatan yang cukup signifikan (4,58%) bila dibandingkan tahun 2015, dan selalu meningkat tersebut disebabkan oleh kesadaran akan pentingnya reformasi birokrasi di Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebagai lembaga Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan dan selalu menjadi rujukan bagi Direktorat Jenderal Teknis lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menerapkan konsep reformasi birokrasi.

IKU ke -5 : NIL AI SIS TEM AKU NTABILI TAS KI NERJA I NS TANSI PEM ERI NTAH (SAKIP) BALI TBANG KP

Tahun 2014 merupakan cikal bakal/ awal tahun yang sangat strategis bagi pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini ditandai dengan telah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan ditandatanganinya MoU (nota kesepahaman) antara Menteri PANRB dengan Menteri PPN/BAPPENAS, yang mengatur tentang pengintegrasian/

penyelesarasan Sistem Perencanaan dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah Pusat.

MoU tersebut mengatur arsitektur perencanaan

Pusat Kedepan khususnya Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (BALITBANG KP) sebagai salah satu unit kerja Eselon I dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dengan terbitnya Peraturan Presiden tersebut, Instansi pemerintah khususnya Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (BALITBANG KP) didorong untuk lebih akuntabel dan lebih bertanggung jawab terhadap kinerja atau hasil yang telah dicapai.

Akuntabilitas Kinerja adalah suatu kondisi dimana instansi pemerintah telah merubah orientasinya dari yang biasanya berorientasi kepada anggaran (input) atau kegiatan (output) semata menjadi berorientasi kepada hasil atau outcome.

Untuk mengetahui tingkat akuntabilitas instansi pemerintah terhadap kinerjanya, setiap tahun Inspektorat Jenderal KKP melakukan evaluasi atas akuntabilitas kinerja pada masing-masing unit eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan, sedangkan Kementerian PANRB melakukan evaluasi atas akuntabilitas kinerja pada tingkat kementerian Pusat/

daerah. Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 12 Tahun 2015 tentang pedoman evaluasi atas implementasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, terdapat beberapa predikat penilaian akuntabilitas kinerja dari yang paling rendah yaitu kategori "D"

sampai dengan yang tertinggi yaitu kategori "AA", dengan penjelasan sebagai berikut :

Tabel 3.3. K AT E GO RI PE NI L AIA N

S IS T EM A KU NT AB I LI T AS KI NE RJ A I NS T AN SI P EM ER IN TA H ( SA KI P) NO KATEGORI NILAI

ANGKA KARAKTERISTIK

AKUNTABILITAS INSTANSI 1 AA > 90 - 100 Sangat Memuaskan,

2 A > 80 - 90 Memuaskan, Memimpin perubahan, berkinerja tinggi, dan sangat akuntabel

3 BB > 70 - 80 Sangat Baik, Akuntabel, berkinerja baik, memiliki sistem manajemen kinerja yang andal

4 B > 60 - 70 Baik, Akuntabilitas kinerjanya sudah baik, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk manajemen kinerja, dan perlu sedikit perbaikan

5 CC > 50 - 60

Cukup (Memadai), Akuntabilitas kinerjanya cukup baik, taat kebijakan, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk memproduksi informasi kinerja untuk pertanggung jawaban, perlu banyak perbaikan tidak mendasar

6 C > 30 - 50

Kurang, Sistem dan tatanan kurang dapat diandalkan, memiliki sistem untuk menejemen kinerja tapi perlu banyak perbaikan minor dan perbaikan yang mendasar

NO KATEGORI NILAI ANGKA

KARAKTERISTIK AKUNTABILITAS INSTANSI

7 D 0 - 30 Sangat Kurang, Sistem dan tatanan tidak dapat diandalkan untuk penerapan manajemen kinerja, perlu banyak perbaikan, sebagaian perubahan yang sangat mendasar

Sumber: P ERM EN PANRB 12 , 2015

Komponen penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal dan capaian kinerja. Instansi pemerintah yang dinilai akuntabel atau yang akuntablitas kinerjanya baik adalah instansi yang berdasarkan hasil evaluasi memperoleh predikat minimal "CC" atau

"Cukup Baik", dengan setiap komponen dan sub-komponen penilaian diberikan alokasi nilai sebagai berikut :

Tabel 3.4. K OMPO N EN D A N SU B - KOM PON EN P E NI LA IA N S IS T EM A KU NT AB I LI T AS KI NE RJ A I NS T AN SI P EM ER IN TA H (S A KIP )

NO KOMPONEN BOBOT SUB KOMPONEN

1 Perencanaan

Kinerja 30%

a) Rencana strategis (10%), meliputi : pemenuhan renstra (2%), kualitas renstra (5%) dan implementasi renstra (3%) b) Perencanaan kinerja tahunan (20%), meliputi pemenuhan

RKT (4%), kualitas RKT (10%) dan implementasi RKT (6%) 2 Pengukuran

Kinerja 25%

a) Pemenuhan pengukuran (5%) b) Kualitas pengukuran (12,5%) c) Implementasi pengukuran (7,5%) 3 Pelaporan

Kinerja 15% a) Pemenuhan pelaporan (3%) b) Kualitas pelaporan (7,5%) c) Pemanfaatan pelaporan (4,5%) 4 Evaluasi

Internal 10% a) Pemenuhan evaluasi (2%) b) Kualitas evaluasi (5%)

c) Pemanfaatan hasil evaluasi (3%) 5 Capaian

Kinerja 20% a) Kinerja yang dilaporkan (outout) (5%) b) Kinerja yang dilaporkan (outcome) (10%) c) Kinerja tahun berjalan (benchmark) (5%)

TOTAL 100%

Sumber: P ERM EN PANRB 12 , 2015

Adapun capaian atas indikator kinerja nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Balitbang KP dideskripsikan di bawah ini.

INDIKATOR KINERJA UTAMA

2015 2016

T R % T R %

Nilai SAKIP Balitbang KP 83 83,48 100,58 84 84,50 100,60 Baik (Capaian >=100%)

Hati-Hati (Capaian 80% <= - <100%) Buruk Capaian <80%

Belum ada capaian

Pencapaian nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Balitbang KP tidak lepas dari kinerja

seluruh Satker Lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016. Pada tahun 2015 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan telah melaksanakan bimbingan teknis secara bertahap 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun dengan melibatkan seluruh Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelauatan dan Perikanan dan pada tahun 2016

sudah diimplementasi pengukuran mandiri Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada seluruh Satker lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelauatan dan Perikanan, dengan nilai 84,50 dari nilai maksimum 100 dengan predikat penilaiaan "A - Memuaskan", sebagaimana pada tabel berikut :