• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAPAK BOWO SETIANTO

kita dimintai pendapat bagai- mana solusi terbaik. Kemu- dian kembali ke ruangan, di- saat yang lain perlu berjam- jam menulis detail rangakain elektronika dan menggambar draft konfigurasi mekanik, saya malah minta ke penguji untuk ke tempat tersebut lagi dan minta waktu untuk menyelesaikan langsung. Saya butuh tongkat di setting dengan ketinggian tertentu dan sudut tertentu untuk membelokkan produk yang lebih tinggi dan produk yang le- bih pendek akan tetap terus. Hanya 1 menit beres penguji kelihatannya berpikir keras tapi tetap saya tinggal pergi pulang karena saya yakin pengujinya ini tidak pernah ber- pikir out of the box. Singkatnya dapat kabar bahwa akhirnya dihari itu saya gagal diter- ima di posisi yang diharapkan penguji. Entah di perusahaan itu ada proses seperti apa, beberapa hari kemudian ada tulisan kecil terselip di sekeranjang buah-buahan di Pucang Jajar Utara 24 (kost saya waktu itu), diundang makan siang salah satu owner perusahaan tersebut dan diminta bekerja dibawah beliau langsung.

Pengalaman terpenting yang tak terlupakan untuk pertama kalinya hologram kami mendapat IHMA award kategori Best Origination dan Innovation in Holo- graphic Technique yang tidak kami sangka karena rival dari berbagai belahan dunia. Sedangkan pengalaman lainnya ketika kami berhasil membuat mesin Laser perfora- tion untuk kegunaan khusus menggunakan logika sederhana kami saja. Mesin terse- but digunakan untuk mengurangi tar nikotin pada rokok. Hasil mesin kami lebih ba- gus daripada hasil mesin buatan Jerman yang menggunakan prinsip/teknik yang lain pada waktu itu. Sekarang mesin tersebut sudah kami kembangan untuk keperluan pengamanan dokumen penting juga.

Maraknya pemalsuan dokumen penting dan banknote yang semakin lama se- makin berani berpacu mendekati dengan yang asli memotivasi kami untuk mengeluar- kan segenap kemampuan untuk sekuat tenaga dan pikiran untuk selalu mencari dan menemukan terobosan-terobosan baru untuk menghadang hal tersebut. Sehingga Riset and Development menjadi roh perusahaan di tempat kami belajar ini untuk menghadapi tantangan kedepan. Lompatan teknologi telekomunikasi dimasa depan

akan menjadi tantangan terbesar lainnya bagi kami, karena  makin banyak paperless di dalam transaksi maupun pendokumenan data penting, tapi kami yakin mampu menghadapi tantangan tersebut.

Bersosialisasi itu penting kadang kala solusi suatu masalah berawal dari pengala- man teman yang tak terduga. Kita harus pandai-pandai mengkaji dan menganalogi- kan kedalam problem pekerjaan yang kita hadapi. Selama kuliah serap ilmu non kurikulum sebanyak mungkin. Bisa jadi obrolan ringan di Pak Jali bisa merubah jalan hidup seseorang. Tapi bukan berarti mengesampingkan bangku kuliah. Perkuliahan sebagai fundamental cara melangkah sedangkan pengalaman hidup sehari-hari meru- pakan katalis untuk mencapai target.

Ada baiknya memperkuat fundamental keilmuan lebih dalam yang didekatkan pada teknologi yang tepat guna. Mereview ulang mata kuliah yang wajib diikuti dan mata kuliah pilihan, Jangan-jangan mata kuliah pilihan itu seharusnya jadi mata ku- liah wajib. Prosentase bersentuhan dengan problem sebenarnya perlu ditambah. Ti- dak ada salahnya selain ada “Studi Ekskursi” mahasiswa juga ada untuk Bapak-Ibu Dosen dengan tujuan menyerap kebutuhan Industri dari sisi pendekatan materi penga- jaran. Selain itu perlu memperkuat jaringan antara dosen-mahasiswa-alumni. Jarin- gan yang selama ini sudah ada dimantapkan, jaringan yang belum ada dirintis. Itu saja sih

Tak terasa TF ITS telah memasuki usia emas, momentum inilah saat yang tepat bagi kita untuk menyamakan persepsi, visi dan misi antara Dosen-Mahasiswa- Alumni. Usia 50 tahun bukan usia yang muda lagi semoga kedepan TF ITS akan se- makin banyak melahirkan para cendekiawan, entrepreneur dan insinyur yang mewar- nai bangsa dan Negara ini. Semoga mereka yang akan menentukan Negara ini akan menjadi lebih baik dimasa depan.

Saya lulus dari SMA Negeri 3 Palembang pada tahun 1970. Dengan modal nilai mata pelajaran fisika yang tinggi dan hobi menggambar, saya memutuskan untuk mengambil bidang Arsitektur ITB. Pada saat lulus di Pa- lembang saya bahkan belum pernah mendengar nama ITS. Saya mengetahui ITS justru diperoleh dari sesama ka- wan pelamar di ITB. Maka, selepas test di ITB saya langs- ung berangkat dengan kereta api ke Surabaya. Ternyata, test penerimaan mahasiswa di ITS sudah lewat. Berun- tung ITS waktu itu membuka kesempatan test gelombang kedua untuk Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA). Saya putuskan untuk mendaftar ujian seleksi Tahap 2 di FIPIA dengan mengambil Ju- rusan Fisika Teknik.

Pada saat pengumuman ternyata saya justru diterima di FIPIA sementara test masuk Fakultas Arsitektur di ITB gagal. Saya merasa bersyukur bahwa ternyata saya lebih cocok di Jurusan Fisika Teknik, dimana saya dapat menekuni bidang Energi Ter- barukan (ET) dan yang belakangan menjadi bidang saya tekuni sebagai bidang profesi saya.

Pada saat awal kuliah di FIPIA ITS, ruang kuliah kami terletak di paling pojok be- lakang lab. Kimia di Kampus Baliwerti. Dalam ruangan sederhana itulah kami memu- lai kuliah. Lama tinggal di Kampus Baliwerti seingat saya sekitar 3 tahun dan kemu- dian pindah secara bertahap di Kampus Cokroaminoto atau dikenal dengan Kampus Cokro. Pada dasarnya kami tidak asing dengan Kampus Cokro karena kegiatan labora- torium Fisika Dasar sudah diselenggarakan di Kampus Cokro. Untuk menghemat biaya kuliah, orang tua saya membelikan sepeda gowes yang saya gunakan untuk pergi kemana-mana.

Sebenarnya saya sangat menikmati masa-masa kuliah dan banyak kesan-kesan yang tidak bisa saya lupakan baik yang bersifat kehidupan sosial maupun perkulia- han. Juga, semasa kuliah saya harus melakukan kegiatan kuliah sambil bekerja baik untuk memperoleh tambahan penghasilan dan membantu usaha orang tua.