didikan di Indonesia adalah penyediaan tenaga terdidik professional setingkat D3 yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam industri. Dalam hal metrologi, Indonesia membutuhkan tenaga ahli di bidang tera untuk alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) penting digunakan dalam transaksi perdagangan. Tercatat kebutuhan tenaga tera untuk Kabupaten dan Kota di Indonesia berjumlah 4716 orang dalam menangani system UTTP yang digunakan dalam tran- saksi jual-beli. Lulusan program ini juga sangat dibutuhkan di bidang instrumentasi industri. Profil lulusan ini diharapakan mampu melakukan pekerjaan metrologi legal dan teknis serta melakukan pemilihan, pengoperasian dan perawatan sistem instru- men dengan metode yang baku dan yang belum, untuk kegiatan monitoring, pengen- dalian dan keselamatan sistem, terkait bidang industri, energi, lingkungan dan ke- lautan.
2. Program Studi S1 Teknik Fisika
Program studi ini diharapkan dapat menghasilkan profil lulusan yang mampu menga- nalisis permasalahan teknik berbasis ilmu teknik fisika (instrumentasi, akustik & fisika bangunan, energi & pengkondisian lingkungan, bahan, dan fotonika) dan mampu berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan di industri. Program
studi ini memiliki 5 buah kelompok bidang minat (KBM), yaitu: (i) KBM Rekayasa Instrumentasi, (ii) KBM Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan, (iii) KBM Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan, (iv) KBM Rekayasa Bahan, dan (v) KBM Rekayasa Fotonika.
Bidang minat Rekayasa Instrumentasi adalah bidang minat yang berhubungan dengan perancangan, manufacturing dan pendayagunaan instrumen fisik atau sistem instrumentasi untuk kegiatan deteksi, observasi, pengukuran, kontrol automatik, kom- putasi dan simulasi, komunikasi atau sistem akusisi data pada eksperimen dan pengu- jian serta pengendalian data proses industri. Bidang Minat Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan adalah bidang minat yang berhubungan dengan konsep dan karakter- istik dari getaran, akustik, pencahayaan dan diaplikasikan untuk mendapatkan kon- disi yang nyaman dengan memenuhi persyaratan teknis di dalam maupun diluar ruan- gan. Bidang minat Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan memiliki karakter- istik dalam mengembangkan disiplin ilmu Rekayasa Termal dan Energi serta aplikasi- nya terhadap lingkungan dengan spesifikasi penelitian dan penerapan IPTEK variabel besaran fisis termal seperti temperatur, tekanan, aliran fluida , dan sebagainya, agar diperoleh kondisi lingkungan nyaman yang selanjutnya akan mampu meningkatkan kinerja sistem. Bidang Minat Rekayasa Bahan adalah bidang minat yang berhubungan dengan rancang bangun dan analisis kinerja bahan. Bidang minat ini sangat bergan- tung pada perkembangan pengetahuan dan terapan bahan di satu sisi dan terapan ba- han sesuai sifat serta pemakaiannya di sisi lain. Bidang minat Rekayas Fotonika meng- kaji hakekat fungsi dan peranan optika/ optoelektronika/ fotonika dalam perkemban- gan ilmu dan teknologi.
3. Program Studi S2 Teknik Fisika
Program Magister (S2) Teknik Fisika ITS didirikan pada tahun 2009. Program ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli Teknik Fisika dengan kualifikasi magister yang dibutuhkan di industri dan masyarakat. Tujuan penyelenggaraan Pro- gram Magister Teknik Fisika adalah untuk menghasilkan tenaga magister teknik yang memiliki penguasaan bidang sains dan teknologi yang kuat dan mendalam, mampu menganalisis dan memecahkan berbagai masalah engineering sciences secara kompre- hensif serta mampu menyajikan inovasi-inovasi baru yang orisinil dalam sains dan teknologi. Program Magister Teknik Fisika ITS diperuntukkan bagi lulusan program sarjana dalam bidang teknik dan sains yang memiliki muatan fisika dan matematika yang memadahi. Program Magister Teknik Fisika ITS memiliki konsentrasi dalam bidang: (i) Alur Tema Teknologi Instrumentasi Industri (Industrial Instrumentation),
(ii) Alur Tema Teknologi Pelayanan Kesehatan (Clinical Engineering), (iii) Alur Tema Konservasi Energi dan Energi Terbarukan (Energy Conservation and Renewable En- ergy).
4. Program Studi S3 Teknik Fisika
Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan profil yang memiliki penguasaan komprehensif dan mendalam terhadap bidang Teknik Fisika yang meli- puti kaidah-kaidah sains fisika, matematika, yang terintegrasi dengan pemahaman yang kuat atas konsep-konsep dasar rekayasa (engineering). Progam ini membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk melakukan identifikasi, formulasi, analisis, sin- tesis, dan evaluasi terhadap masalah rekayasa yang dihadapi, serta menyajikan suatu suatu solusi melalui pendekatan keilmuan Teknik Fisika yang berciri inovatif dan inte- gralistik. Program ini juga menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan un- tuk melakukan penelitian dan pengembangan secara mandiri untuk mendapatkan ino- vasi baru pada bidang Teknik Fisika.
Pada saat ini, Jurusan Teknik Fisika didukung oleh 41 orang dosen dengan 15 orang berpendidikan doktoral, dan 6 orang sedang tugas belajar program S3. Berikut ini ada- lah daftar dosen (aktif dan tugas belajar) dan keterangan bidang minatnya:
1. Prof. Dr. Ir. Sekartedjo, MSc (Rekayasa Fotonika)
2. Ir. Apriani Kusumawardhani, MSc (Rekayasa Fotonika) 3. Dr. Ir. Ali Musyafa’, MSc (Rekayasa Instrumentasi) 4. Ir. Zulkifli, MSc (Rekayasa Bahan)
5. Ir. Tutug Dhanardono, MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan) 6. Ir. Sarwono, MM (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan) 7. Ir. Ronny Dwi Noriyati, M.Kes (Rekayasa Instrumentasi)
8.Ir. Ya'umar, MT (Rekayasa Instrumentasi)
9. Ir. Jerri Susatio, MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan) 10. Dr. Ir. Totok Soehartanto, DEA (Rekayasa Instrumentasi) 11. Dr. Ir. Syamsul Arifin, MT (Rekayasa Instrumentasi)
12. Ir. Heri Joestiono, MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
13. Ir. Wiratno Argo Asmoro, MSc (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan) 14. Dr. Ir. Aulia Siti Aisjah, MT (Rekayasa Instrumentasi)
15. Ir. Harsono Hadi, MT, Ph.D (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan) 16. Hendra Cordova, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
18. Dr.Bambang L. Widjiantoro, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi) 19. Imam Abadi, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
20. Lizda Johar Mawarani, ST, MT (Rekayasa Bahan)
21. Ir. Matradji, M.Sc (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan) 22. Ir. Roekmono, MT (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan) 23. Dr. Dhany Arifianto ST, M.Eng (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan) 24. Dr. Ir.Purwadi Agus Darwito, MSc (Rekayasa Instrumentasi)
25. Katherine Indriawati, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi) 26. Dyah Sawitri, ST, MT (Rekayasa Bahan)
27. Suyanto, ST, MT. (Rekayasa Instrumentasi)
28. Dr.ing. Doty Dewi Risanti, ST, MT (Rekayasa Bahan)
29. Gunawan Nugroho, ST, MT, PhD (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkun- gan)
30. Dr.rer.nat.Ir. Aulia M. T. Nasution MSc (Rekayasa Fotonika) 31. Agus Muhamad Hatta, ST, MSi, Ph.D (Rekayasa Fotonika) 32. Andi Rahmadiansah, ST, MT
33. Dr.Ridho Hantoro, ST, MT (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan) 34. Fitri Adi Iskandarianto, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
35. Detak Yan Pratama ST MSc (Rekayasa Bahan) 36. M Rodlin Billah ST. MSc (Rekayasa Fotonika) 37. Ruri Agung Wahyuono ST MT (Rekayasa Bahan)
38. Irwansyah, ST MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
39. Nur Laila Hamidah, ST MSc (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan) 40. Bagus Tris Atmaja, ST, MSc (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
Mahasiswa Teknik Fisika dapat dikatakan sangat aktif mewarnai dinamika kemahasis- waan di ITS. Sebut saja dalam masa di FIPIA, aktivis Dewan Mahasiswa banyak yang berasal dari mahasiswa Teknik Fisika. Demikian pula dalam masa di FTI, beberapa mahasiswa menduduki posisi prestisius sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), antara lain Mudakkir Udin (F29), Detak Yan Pratama (F37), Zaid Marhi Nu- graha (F44). Mahasiswa Teknik Fisika juga sangat aktif berperan di organisasi kema- hasiswaan lainnya.
Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) adalah organisasi penting sebagai kawah candradimuka mahasiswa untuk pengembangan diri atau soft skills. Pengurus HMTF ini bergantian dan bergilir dari satu angkatan ke angkatan lainnya. Sebagai wa- dah kreativitas mahasiswa, HMTF melahirkan berbagai program menarik. Pada era 1990-an, HMTF pernah memiliki sebuah kantor himpunan yang didirikan secara swa- daya, yaitu T100. Kantor T100 tersebut memiliki fasilitas yang “wah” pada jaman ter- sebut. Mahasiswa pada jaman tersebut pasti mengenal radio mahasiswa TFFM. Jauh sebelum era media sosial, mahasiswa TF punya cara sendiri untuk bersosialisasi. HMTF saat ini memiliki kegiatan EPW (Engineering Physics Week) yang merupakan acara tahunan untuk promosi jurusan Teknik Fisika di kalangan siswa SMU. Dalam EPW ini diadakan lomba tingkat nasional yang melibatkan ribuan siswa SMU. Melalui HMTF, mahasiswa mengasah diri untuk persiapan mereka sebagai calon-calon pemimpin di Industri atau dalam masyarakat.
Mahasiswa Teknik Fisika memiliki ciri “frontier” dan “juara” dalam pengemban- gan di ITS. Sebagai contoh, proyek mobil surya Widya Wahana (WW) yang dikem- bangkan oleh mahasiswa ITS pada era 1990-an dipimpin oleh para mahasiswa Teknik Fisika antara lain Stefan Sapto Handoyo (F23). Proyek WW ini adalah embrio pengem- bangan mobil surya dan mobil listrik yang sekarang dikelola oleh Molina (Mobil Lis- trik Nasional) ITS. Baru-baru ini, mahasiswa Teknik Fisika mendirikan organisasi pro- fesi dalam payung organisasi internasional, yaitu The Optical Society (OSA) Student Chapter dan The Society of Photo Instrumentation Engineer (SPIE) Student Chapter. Dua buah organisasi student chapter ini adalah pertama kali didirikan di Indonesia. Melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) yang dikelola oleh DIKTI, mahasiswa Teknik Fisika dikenal sangat aktif dan prestatif. Tingkat partisipasi mahasiswa Teknik
KEMAHASISWAAN
Fisika selalui berada di rangking atas. Dalam Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional (PIM- NAS) yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo - Kendari, tahun ini, tercatat 7 dari 36 tim berasal dari mahasiswa Teknik Fisika.
Kaderisasi mahasiswa baik di tingat ITS maupun di tingkat jurusan sangatlah khas. Pengkaderan mahasiswa baru merupakan ajang pengenalan sistem perkuliahan dan lingkungan kampus. Namun, perlu dipahami bahwa hakekat pengkaderan maha- siswa ini berlangsung hingga lulus kuliah. ITS memiliki slogan ITS CAK! CAK adalah kepanjangan dari Cerdas Amanah Kreatif. Sebelumnya, pernah juga digunakan slogan ITS CUK!, yang kepanjangan dari “Cerdas Ulet Kreatif”. Kerjasama dan interdepen- densi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan dosen pembina kemahasis- waan memegang peranan penting dalam hal pengembangan softskill mahasiswa. Di Jurusan Teknik Fisika, dunia kemahasiswaan sangatlah dinamis. Civitas akademika termasuk alumni dengan semangat kekeluargaan sangat mendukung pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan. Dan civitas akademika di Jurusan Teknik Fisika ITS m e m i l i k i s l o g a n : V i v a t T F , V i v a t S o l i d a r i t y ! T o g e t h e r F o r e v e r !
Bangsa Ini Butuh Generasi yang Lebih dari Sekedar Lulus UMPTN, Jika ITS Hanya Bisa Melahirkan Pelacur Intelektual. Saat Itulah Bangsa Ini Hancur....!! (Koleksi Bapak Badrus Syamsi F29)
Pendidikan Teknik Fisika merupakan salah satu pendidikan keteknikan yang mem- bekali peserta didiknya dengan dasar yang kuat dan luas dalam penguasaan sains dasar (fisika dan matematika), sekaligus penguasaan atas dasar-dasar engineering yang sesuai dengan perkembangan terkini.
Berbekal kemampuan ini diharapkan lulusan dari hasil proses pendidikan Tek- nik Fisika dapat berpikir dan bertindak secara fundamental-integral, dalam artian pola pikir dan pandang yang berpijak kepada prinsip-prinsip dasar sains dalam menyelesaikan permasalahan keteknikan yang dihadapi, serta mampu berperan un- tuk menjembatani gap antara kajian sains dan keteknikan. Ciri khas inilah yang hanya dimiliki oleh pendidikan Teknik Fisika. Dengan karakteristik ini, diharapkan para alumninya juga dapat berperan untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan pe- nelitian dan pengembangan (R&D) serta pemanfaatannya secara cepat di sektor- sektor industri dan dunia usaha.
Di Indonesia, pendidikan Teknik Fisika diselenggarakan oleh beberapa pergu- ruan tinggi yaitu: Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Nasional (UNAS), Telkom University (TU), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Surya (US). Penekanan bidang minat pada pergu- ruan tinggi ini relatif berbeda-beda. Hal ini bergantung pada visi perguruan tinggi, SDM dosen, dan profil alumninya. Misalnya, ITB, ITS, dan UNAS lebih banyak men- gembangkan bidang instrumentasi; UGM dan US lebih mengembangkan sistem en- ergi, dan UT menekankan pada bidang instrumentasi telekomunikasi. Namun pada saat ini, Teknik Fisika ITS juga memiliki pengembangan yang baik dalam bidang keil- muan lainnya, yaitu: rekayasa fotonika, rekayasa akustik, rekayasa bahan, dan rekay- asa energi. Indikatornya adalah peningkatan produktivitas penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa pada bidang tersebut.
Pendidikan Teknik Fisika juga diselenggarakan di beberapa perguruan tinggi di negara manca, antara lain di: Michigan Technological University (MTU), Cornell Uni- versity (CU), University of Virginia (UV), Queen’s University (QU), dan Cranfield Uni- versity. Peminatan riset dari perguruan tinggi tersebut juga berbeda-beda. MTU men- gembangkan beberapa bidang seperti pemodelan kuantum material skala nano, kom- putasi zat padat, dan sensor bio/kimia. CU mengembangkan nanosains, fotonika,