BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Online Public Access Catalog (OPAC)
2.3.5 Jenis Penelusuran OPAC
Menurut Hasugian (2004, 6) mengemukakan ada beberapa jenis penelusuran yang dapat dilakukan melalui OPAC, yaitu :
1. Penelurusan dengan browsing (browse searching). Penelurusan dengan teknik browse, yaitu menelusuri dengan memeriksa satu persatu cantuman dari
dokumen yang ada, proses ini memang akurat, akan tetapi membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang efisien untuk dilakukan.
2. Penelusuran kata kunci (keyword searching). Penelurusan dengan menggunakan kata kunci (keyword) tertentu sebagai query. Kata kunci bisa beruba istilah/kata yang dirumuskan secara bebas atau kata/istilah baku/standar.
3. Penelusuran terbatas (limited searching). Penelusuran dengan melakukan pembatasan kepada ruas data tertentu, pembatasan database tertentu, pembatasan tahun, tertentu, pembatasan bahasa, negara, dan sebagainya.
Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa, terdapat tiga tiga jenis penelusuran yang dapat dilakukan pada OPAC.
Dalam menganalisa suatu sistem terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan dan lihat yaitu dari aspek kinerja, ekonomi, keamanan, efisiensi dan pelayanan. Dalam hal ini analisa yang digunakan adalah analisa PIECES ( Performance, Information, Economic, Control, Eficiency, Service ), analisis
PIECES digunakan untuk mengetahui permasalahan – permasalahan yang ada untuk digunakan sebagai bahan refrensi dan kontrol untuk perubahan sistem itu sendiri. Teknik analisa ini digunakan oleh J.L Whitten, L.D Bentley, dan K.C Dittman dalam buku yang berjudul “System Analysis and Method, 2004” (buku ini terdiri dari berbagai edisi) untuk membuat sebuah system yang dibuat secara prototyping dengan melakukan analisa terlebih dahulu untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan untuk membuat system itu sendiri. Sebuah sistem perlu ditemukan permasalahan yang ada agar suatu sistem dapat berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun beberapa aspek yang dapat dilihat dari analisa ini adalah sebagai berikut :
1. Peformance (kinerja sistem), Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kinerja sebuah sistem, apakah berjalan dengan baik atau tidak. Kinerja ini dapat diukur dari jumlah temuan data yang dihasilkan dan seberapa cepat suatu data dapat ditemukan.
2. Information, Dalam sebuah temuan data pasti akan dihasilkan sebuah informasi yang akan ditampilkan, analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa banyak dan seberapa jelas informasi yang akan dihasilkan untuk satu pencarian.
3. Economy, Analisis ini dilakukan untuk mengetahui apakah suatu sistem itu tepat diterapkan pada suatu lembaga informasi dilihat dari segi financial dan biaya yang dikeluarkan. Hal ini sangat penting karena suatu sistem juga dipengaruhi oleh besarnya biaya yang dikeluarkan.
4. Control, Dalam suatu sistem perlu diadakan sebuah kontrol atau pengawasan agar sistem itu berjalan dengan baik. Analisa ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana ngawasan dan kontrol yang dilakukan agar sistem tersebut berjalan dengan baik.
5. Efficiency, Ekfektifitas sebuah sistem perlu dipertanyakan dalam kinerja dan alasan mengapa sistem itu dibuat. Sebuah sistem harus bisa secara efisien menjawab dan membantu suatu permasalahan khususnya dalam hal otomasi. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui apakah suatu sistem itu efisien atau tidak, dengan input yang sedikit bisa menghasilkan sebuah output yang memuaskan.
6. Service, Dalam hal pemanfaat suatu sistem, sebuah pelayanan masih menjadi suatu hal yang penting dan perlu dierhatikan. Suatu sistem yang diterapkan akan berjalan dengan baik dan seimbang bila diimbangi dengan pelayanan yang baik juga. Analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pelayanan yang dilakukan dan mengetahui permasalahan–
permasalahan yang ada terkait tentang pelayananan.
Dalam penelitian terdahulu oleh Ragil Bayu Respati. “Persepsi Pengguna Terhdap Kinerja Online public Access Catalogue (OPAC) Badan Perpustakaan
OPAC Badan Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur Dengan Menggunakan Analisis PIECES) Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan para pengunjung Mengambil populasi adalah Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur pada khususnya, Kunjungan perpustakaan minimal 3 kali dalam rentang waktu satu bulan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 100 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseluruhan kinerja sistem dari 6 aspek potongan analisis yang dimiliki oleh, dimulainya kinerja, Informasi, Ekonomi, Kontrol, Efisiensi, dan Pelayanan. Output yang diharapkan adalah permasalahan dan solusi untuk perbaikan sistem yang sedang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian yang ada mencatat bahwa semua aspek analisis potongan mendapatkan hasil yang baik, itu hanya aspek pelayanan dan kontrol yang masih mengalami masalah dan kendala.
2.5 Penelitian Terdahulu
Eka Kusmayadi dan Etty Andriaty .2006. “Kajian Online Public Access Catalogue (OPAC) Dalam Pelayanan Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi
Pertanian”. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan, jumlah pengguna OPAC dari kalangan peneliti lebih rendah dibandingkan mahasiswa. OPAC sangat membantu pengguna mempercepat dan mempermudah menemukan literatur yang diperlukan. Subjek tanaman pangan menempati peringkat permintaan tertinggi. Pengguna merasa nyaman menggunakan fasilitas OPAC di Pustaka dan tampilan aplikasi di monitor cukup
menarik dan jelas. Selain itu, pengguna menyatakan puas menggunakan OPAC di Pustaka.
Dian Safitriyaningsih.2015. “Kepuasan Pemustaka Pada Layanan OPAC (Online Public Access Catalogue) di Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang”. Universitas Diponegoro. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif frekuensi. Hasil penelitian berdasarkan dari 5 dimensi layanan OPAC disimpulkan bahwa urutan skor dari yang paling tinggi adalah: kejelasan istilah (skor 4,73 / puas), performa umum OPAC (skor 4,65 / puas), desain layar (skor 4,54 / puas), navigasi (skor 4,53 / puas), dan pembelajaran (skor 4,36 / netral). Sehingga, didapat nilai rata-rata kepuasan secara keseluruhan adalah 4,46, yang menujukkan bahwa pemustaka
“Puas” (rentang skor 4,44-5,29) dengan layanan OPAC Perpustakaan FK Unissula. kemudian hasil pengujian hipotesis menggunakan tes mannwhitney dan kruskal-wallis menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat kepuasan pengguna pada layanan OPAC dilihat dari perbedaan jenis kelamin, angkatan, pengalaman menggunakan komputer, frekuensi penggunaan internet dan frekuensi penggunaan OPAC.
Martina Monisa .2008.”Persepsi Kemudahan dan Kegunaan OPAC Perpustakaan UNAIR (Study Deskriptif Menilai Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kegunaan OPAC oleh Pengguna di Perpustakaan Universitas Airlangga)”. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan pengguna OPAC Perpustakaan Universitas Airlangga belum optimal. Pengguna merasakan
ketidaksesuaian antara informasi yang disedikan OPAC dengan kondisi di rak maka ini membuat pengguna jarang menemukan bahan pustaka yang dinginkan di rak koleksi. Kekurangan yang lain yang dirasa pengguna yakni desain OPAC yang kurang menarik serta terkadang sulitnya akses OPAC saat berada di luar perpustakaan.
Dhiafah Rahmawati.2018.“Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Sirkululasi dan Penelusuran Melalui OPAC (Online Public Access Catalogue) di Perpustakaan Istitut Teknologi Indonesia. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah”. Hasil dari data yang diperoleh kemudian diolah dengan menyeleksi data dan prosentase data. Untuk mengukur hasil persepsi pemustaka, peneliti menggunakan skala likert. Hasil penelitian mengenai persepsi terhadap layanan sirkulasi menunjukkan bahwa skor rata-rata terhadap aspek efisiensi adalah 1,86 (kurang baik). Persepsi pemustaka terhadap penelusuran melalui OPAC menunjukkan skor rata-rata pada aspek user friendly adalah 2,40 (kurang baik), aspek fleksibel 1,85 (kurang baik). aspek informasi 2,65 (kurang baik), Disimpulkan bahwa dari hasil skor rata-rata persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi adalah 1,86 (Kurang Baik) sedangkan persepsi pemustaka terhadap penelusuran melalui OPAC adalah 2,30 (Kurang Baik). Artinya menurut pemustaka layanan sirkulasi dan penelusuran melalui OPAC di Perpustakan Institut Teknologi Indonesia dapat dikatakan kurang baik.
Ragil Bayu Respati. “Persepsi Pengguna Terhdap Kinerja Online public Access Catalogue (OPAC) Badan Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur”. (Studi Deskriptif Analisa sistem informasi OPAC Badan Perpustakaan
dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur Dengan Menggunakan Analisis PIECES) Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan para pengunjung Mengambil populasi adalah Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur pada khususnya, Kunjungan perpustakaan minimal 3 kali dalam rentang waktu satu bulan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 100 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseluruhan kinerja sistem dari 6 aspek potongan analisis yang dimiliki oleh, dimulainya kinerja, Informasi, Ekonomi, Kontrol, Efisiensi, dan Pelayanan. Output yang diharapkan adalah permasalahan dan solusi untuk perbaikan sistem yang sedang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian yang ada mencatat bahwa semua aspek analisis potongan mendapatkan hasil yang baik, itu hanya aspek pelayanan dan kontrol yang masih mengalami masalah dan kendala.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan, berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variable yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu (Burhan Bungin 2001, 48) seperti sistem. Menurut Whitney (1960) metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah – masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi – situasi tertentu, termasuk hubungan, kegiatan–kegiatan, sikap–sikap, pandangan – pandangan serta proses – proses yang sedang berlangsung dan pengaruh – pengaruh dari suatu fenomena.
3.2 Lokasi Penelitian
Sesuai dengan judul penelitian , maka lokasi penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Negeri Medan. Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Sumatera Utara.
1.3 Karakteristik Informan
Dalam penelitian ini yang dimaksud informan adalah orang yang dianggap mengetahui dengan baik masalah yang diteliti dan bersedian untuk memberikan informasi kepada peniliti. Diantaranya ialah mahasiswa / pustakawan aktif universitas negeri medan yang sudah pernah menggunakan OPAC. Informan pada
penelitian berjumlah 100 orang. Peneliti mengambil informasi dengan cara menyebar angket kepada setiap informan.
1.4 Populasi dan sampel
1. Populasi
Populasi merupakan wilayah yang ingin diteliti oleh peneliti. Seperti menurut Sugiono (2011, 80) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek / subyek yan mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya.”
Pendapat diatas menjadi salah satu acuan bagi penulis untuk menentukan populasi. Populasi yang akan digunakan sebagai penelitian adalah ”seluruh mahasiswa Universitas Negeri Medan yang berkunjung ke perpustakaan pada bulan Maret 2018 yaitu sebesar 42.765 pengunjung”.
2. Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/ insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2009: 85).
Perhitungan sampel didasarkan pada rumus Slovin (Umar, 2008: 65), yaitu:
n = Besaran sampel
e = Nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan (persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan penarikan sampel) adalah 10%.
Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut:
Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam jumlah besar Nilai e = 0,2 (20%) untuk populasi dalam jumlah kecil
Jadi rentang sampel yang dapat diambil dari teknik Slovin adalah antara 10-20 % dari populasi penelitian.
Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 42.765 orang, sehingga presentase kelonggaran yang digunakan adalah 10% dan hasil perhitungan dapat dibulatkan untuk mencapai kesesuaian. Maka untuk mengetahui sampel penelitian, dengan perhitungan sebagai berikut:
Sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 100 responden.
3.4.1 Indikator Penelitian
Indikator dalam penelitian ini mengadopsi Wukil Ragil (2010,17), metode PIECES metode analisis PIECES (Perfomance, Information, Economy, Control, Eficiency and Service), menurut Wukil Ragil (2010:17), metode PIECES adalah
metode analisis sebagai dasar untuk memperoleh pokok-pokok permasalahan yang lebih spesifik. Dalam menganalisis sebuah sistem, biasanya akan dilakukan
terhadap beberapa aspek antara lain adalah kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efesiansi dan pelayanan pelanggan.
Analisis PIECES ini sangat penting untuk dilakukan sebelum mengembangkan sebuah sistem informasi karena dalam analisis ini biasanya akan ditemukan beberapa masalah utama maupun masalah yang bersifat gejala dari masalah utama. Metode ini menggunakan enam variabel evaluasi yaitu:
1. Performance (kinerja)
Kinerja merupakan variable pertama dalam metode analisis PIECES.
Dimana memiliki peran penting untuk menilai apakah proses atau prosedur yang ada masih mungkin ditingkatkan kinerjanya, dan melihat sejauh mana dan seberapa handalkah suatu sistem informasi dalam berproses untuk menghasilkan tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini kinerja diukur dari:
a. Throughput, yaitu jumlah pekerjaan / output / deliverables yang dapat dilakukan/ dihasilkan pada saat tertentu.
b. Response time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan serangkaian kegiatan untuk menghasilkan output/deliverables tertentu.
2. Information (informasi)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat diperbaiki sehingga kualitas informasi yang dihasilkan menjadi semakin baik. Informasi yang disajikan haruslah benar–benar mempunyai nilai yang berguna. Hal ini dapat diukur dengan :
a. Keluaran (outputs): Suatu sistem dalam memproduksi keluaran.
b. Masukan (inputs): Dalam memasukkan suatu data sehingga kemudian diolah untuk menjadi informasi yang berguna.
3. Economic (ekonomi)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat ditingkatkan manfaatnya (nilai gunanya) atau diturunkan biaya penyelenggaraannya.
4. Control (pengendalian)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat ditingkatkan sehingga kualitas pengendalian menjadi semakin baik, dan kemampuannya untuk mendeteksi kesalahan/ kecurangan menjadi semakin baik pula.
5. Efficiency (efisiensi)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat diperbaiki, sehingga tercapai peningkatan efisiensi operasi, dan harus lebih unggul dari pada sistem manual.
6. Service (layanan)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat diperbaiki kemampuannya untuk mencapai peningkatan kualitas layanan. Buatlah kualitas layanan yang sangat user friendly untuk end – user (pengguna) sehingga pengguna mendapatkan kualitas layanan yang baik.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti akan melakukan observasi dengan menggunakan enam variabel pada metode analisis PIECES tersebut terdiri dari performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service.
2.4 Teknik Pengumpulan Data
Instrumen atau alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Dalam penelitian ini, observasi dilaksanakan di Perpustakaan Universitas Negeri Medan
2. Kuesioner
Sebagai data primer yaitu dengan menyebarkan angket kepada para responden yang dalam hal ini adalah mahasiswa UNIMED sebagai pemustaka.
3.5 Metode Analisis Data
Dalam menganalisis data yang diperoleh dari kuisioner, peneliti menggunakan skala Likert dalam penelitian ini. Skala Likert digunakan untuk mengukur persepsi, sikap, atau pendapat, seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. (Nazir, 2014):
Berdasarkan kuisioner dengan metode close-ended qustionI dan dengan sskala Likert untuk mengetahu persepsi pemustaka terhadap OPAC dan skornya yaitu:
Tabel 3.1. Skala Likert PPilihan Jawaban Singkatan Skor
Sangat Setuju SS 5
Setuju S 4
Ragu – Ragu RG 3
Tidak Setuju TS 2
Sangat Tidak Setuju STS 1
Dimana kemudian menentukan penggunaan rata-rata tingkat kepuasan menurud Nazir (2014) denganmenggunakan rumus:
Rata-rata kepuasan Jumlah skor jawaban kuisioner Total jumlah kuisioner
Sedangkan untuk penentuan rata-rata kepuasan menggguanakan teori Kaplan dan Nartono (2000):
Tabel 3.2 : Rata-rata Kepuasan
Range Nilai Keterangan
1 – 1.79 Sangat Tidak Puas
1.8 – 2.59 Tidak Puas
2.6 – 3.39 Cukup Puas
3.4 – 4.91 Puas
4.2 – 5 Sangat Puas
3.5 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah:
1. Data Primer
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli atau tanpa melalui media perantara. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil observasi dari kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa UNIMED (di ambil sampel sebanyak yang di perlukan) tentang persepsi terhadap OPAC.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder dalam penelitian ini adalah dari buku, laporan tahunan dan dokumen lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.
3.6 Teknik Analisis Data 3.6.1 Analisi Deskriptif
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.
Perhitungan persentase didasarkan pada rumus yang dikemukakan oleh Hartono (2002, 17).
Adapun Rumus tersebut adalah sebagai berikut:
Keterangan:
P = hasil persentase
F = frekuensi hasil jawaban N = jumlah responden yang diolah
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan hasil dan pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis. Hasil dan pembahasan diuraikan berdasarkan data yang telah diperoleh langsung dari penyebaran kuesioner kepada responden pada Perpustakaan universitas Negeri Medan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang.
4.1 Performance
4.1.1 Sistem OPAC
Tanggapan responden tentang kemampuan mengakses Opac dengan baik dapat dilihat dari tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.2: Sistem Opac
No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 1. Saya dapat mengakses
OPAC dengan baik.
Sangat Setuju 21 21%
Setuju 49 49%
Ragu-ragu 24 24%
Tidak Setuju 5 5%
Sangat Tidak Setuju
1 1%
Jumlah 100 100%
Dari data pada tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sebanyak 21 (21%) responden yang menyatakan sangat setuju opac dapat di akses dengan baik dan 49 (49%) responden menyatakan setuju. Sedangkan 24 (24%) responden masih ragu- ragu dapat mengakses opac dengan baik dan 5 (5%) responden menyatakan tidak setuju dan 1 (1%) responden menyatakan sangat tidak setuju.
Berdasarkaan persentase tersebut dapat diinterpretasikan bahwa setengah 49 (49%) pemustakan menyatakan setuju bahwa opac dapat diakses dengan baik dan 24 (24%) pemustaka lainnya menyatakan masih ragu – ragu dapat mengakses opac dengan baik dan sebagian kecil 1 (1%) menyatakan sangat tidak setuju.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyetujui OPAC dapat diakses dengan baik, karena para responden sudah mendapat buku panduan OPAC saat pertama masuk kampus.
4.1.2 Waktu Pengoperasian OPAC
Tanggapan responden terhadaap sitem opac dapat mengoperasikan sejumlah perintah dan dapat diakses tanpa hambatan dengan waktu yang singkat dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut :
Tabel 4.3 : Waktu Pengoperasian OPAC
No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 2. Saya bisa
Jumlah 100 100%
Dari data pada tabel 4.3 dapat diketahui bahwa 11 (11%) responden yang menyatakan sangat setuju dapat mengoperasikan sejumlah perintah pada OPAC dalam waktu yang sangat singkat, tanpa mengalami hambatan. Sebanyak 36 (36%) reponden menyatakan setuju sedangkan 41 lainnya masih ragu – ragu dapat mengoperasikan sejumlah perintah pada OPAC dalam waktu yang sangat singkat, tanpa mengalami hambatan dan 12 (12%) lebihnya mengatakan tidak setuju bahwa bisa mengoperasikan sejumlah perintah pada OPAC dalam waktu yang sangat singkat, tanpa mengalami hambatan.
Berdasarkaan persentase tersebut dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah 41 (41%) pemustaka menjawab ragu – ragu bisa mengoperasikan sejumlah perintah pada OPAC dalam waktu yang sangat singkat, tanpa mengalami hambatan. Sedangkan 36 (36%) menyatakan setuju dan 12 (12%) pemustaka menyatakan tidak setuju bisa mengoperasikan sejumlah perintah pada OPAC dalam waktu yang sangat singkat, tanpa mengalami hambatan.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa lebih banyak responden yang menjawab ragu – ragu bisa mengoperasikan sejumlah perintah pada OPAC dalam waktu yang sangat singkat, padahal sudah diberi buku panduan saat pertama masuk perkulliahan.
4.1.3 Jumlah data yang dapat di proses sistem OPAC
Tanggapan responden terhadap Jumlah data yang dapat di proses sistem
OPAC tentang koleksi buku pada satuan waktu sudah sesuai dengan yang diharapkan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4 : Jumlah data yang dapat di proses sistem OPAC No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 3. Jumlah data yang dapat
di proses sistem OPAC tentang koleksi buku pada satuan waktu koleksi buku pada satuan waktu sudah sesuai dengan yang diharapkan. Sebanyak 46 (46%) responden menyatakan setuju dan 39 (39%) responden ragu – ragu dengan Jumlah data yang dapat di proses sistem OPAC tentang koleksi buku pada satuan waktu sudah sesuai dengan yang diharapkan, sedangkan 12 (12%) responden menyatakan tidak setuju dan tidak ada respon (0%) yang menyatakan sangat tidak setuju dengan Jumlah data yang dapat di proses sistem OPAC tentang koleksi buku pada satuan waktu sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Berdasarkaan persentase tersebut dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar 46 (46%) pemustaka setuju dengan Jumlah data yang dapat di proses
pemustaka tidak setuju dengan Jumlah data yang dapat di proses sistem OPAC tentang koleksi buku pada satuan waktu sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa hampir setengah dari responden menyatakan setuju jumlah data yang dapat di proses sistem OPAC tentang koleksi buku pada satuan waktu sudah sesuai dengan yang diharapkan.
4.1.4 Sistem OPAC dapat digunakan bersamaan
Tanggapan responden tentang sistem OPAC digunakan secara bersamaan, apakah kinerja sistem OPAC tetap berjalan dengan stabil dapat dilihat dari tabel berikut ;
Tabel 4.5 : Sistem OPAC dapat digunakan bersamaan
No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 4. Pada saat sistem OPAC
Dari data pada tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa 3 (3%) sangat setuju dan lebih dari setengah keseluruhan responden 64 (64%) menjawab satuju bahwa sistem OPAC digunakan secara bersamaan, kinerja sistem OPAC tetap berjalan dengan stabil. Sebanyak 27 (27%) reponden menjawab ragu – ragu, 6 (6%) lainnya menjawab tidak setuju dan tidak ada yang menjawab sangat tidak setuju 0 (0%).
Berdasarkaan persentase tersebut dapat diinterpretasikan bahwa lebih dari setengah pemustaka 64 (64%) menjawab satuju bahwa sistem OPAC digunakan secara bersamaan, kinerja sistem OPAC tetap berjalan dengan stabil. Sedangkan 27 (27%) lainnya menjawab ragu – ragu dan 6 (6%) pemustaga menjawab tidak setuju.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa lebih dari setengah responden menyatakan setuju pada saat sistem OPAC digunakan secara bersamaan, kinerja sistem OPAC tetap berjalan dengan stabil. Hal ini dirasakan responden langsung saat melakukan pencarian pada OPAC.
4.2 Information
4.2.1 Penyimpanan sistem OPAC
Tanggapan responden terhadap data yang disimpan oleh sistem sudah tersimpan sesuai dengan yang dimasukkan kedalam sistem pencarian (OPAC) dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.6 Penyimpanan sistem OPAC
No Pertanyaan Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase 5. Data yang disimpan oleh
sistem sudah tersimpan sesuai dengan yang
Dari data pada tabel 4.6 dapat diketahui 4 (4%) responden menyatakan sangat setuju data yang disimpan oleh sistem sudah tersimpan sesuai dengan yang dimasukkan kedalam sistem pencarian (OPAC) dan setuju 27 (27%). Sebanyak 44 (44%) responden ragu – ragu sedangkan 23 (23%) responden menyatakan tidak setuju dan 2 (2%) menyatakan sangat tidak setuju data yang disimpan oleh sistem sudah tersimpan sesuai dengan yang dimasukkan kedalam sistem pencarian (OPAC).
Berdasarkaan persentase tersebut dapat diinterpretasikan bahwa 44 (44%) pemustaka menyatakan ragu – ragu dan yang setuju sebanyak 27 (27%) sedangkan 23 (23%) pemustaka menyatakan tidak setuju data yang disimpan oleh
Berdasarkaan persentase tersebut dapat diinterpretasikan bahwa 44 (44%) pemustaka menyatakan ragu – ragu dan yang setuju sebanyak 27 (27%) sedangkan 23 (23%) pemustaka menyatakan tidak setuju data yang disimpan oleh