• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL Tahun 2019 (Halaman 51-56)

BAB II PERKEMBANGAN DAN ANALISIS EKONOMI REGIONAL

3.3 BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

No. Kementerian Lembaga

2018 2019 % ↑↓

Pagu Pagu Realisasi % Pagu Realisasi %

1. Kementerian Pekerjaan Umum dan

Perumahan Rakyat 4.175 3.843 92,04 4.154 3.899 93,87 (0,51) 2. Kementerian Pertahanan 2.696 2.632 97,61 3.289 3.173 96,46 21,97 3. Kementerian Agama 3.191 2.953 92,54 3.182 3.107 97,65 (0,26) 4. Kementerian Perhubungan 2.846 2.564 90,08 2.648 2.451 92,55 (1,77) 5. Kepolisian Negara Republik Indonesia 2.372 2.463 103,82 2.583 2.583 99,99 8,88 6. Kementerian Kesehatan 872 765 87,68 1.033 865 83,72 18,42 7. Kementerian Riset Teknologi dan

Pendidikan Tinggi 872 834 95,58 957 927 96,90 9,69 8. Komisi Pemilihan Umum 1.730 1.460 84,41 954 899 94,25 (44,85) 9. Kementerian Hukum dan HAM 487 481 98,82 561 550 98,02 15,30 10. Kementerian Lingkungan Hidup dan

Kehutanan 383 319 83,09 545 513 94,26 41,98

Sumber : Aplikasi Monev PA (diolah)

Sumber : Aplikasi Monev PA (diolah)

Dari alokasi APBN tahun 2019 khususnya belanja K/L sebesar Rp24,10 triliun, terdapat 10 K/L atau Bagian Anggaran (BA) mempunyai akumulasi pagu terbesar mewakili 82,46 persen dari keseluruhan jumlah alokasi anggaran di seluruh Provinsi Sumut yang tersebar di 1000 satker. Dengan proporsi pagu mencapai 82,46 persen tersebut, maka tingkat realisasi anggaran pada satker tersebut sangat signifikan berkontribusi terhadap tingkat realisasi anggaran di Provinsi Sumut secara agregat. Berdasarkan Tabel 3.3, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapatkan alokasi pagu belanja terbesar pada tahun 2019 tetapi mengalami penurunan sebesar 0,51 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018. Penurunan ini dikarenakan kebijakan belanja Kementerian/Lembaga secara khusus diarahkan untuk pembangunan manusia, di antaranya:

1. Peningkatan Kualitas SDM (Pendidikan, Vokasional, Kesehatan, Penguasaan IT); 2. Mendorong efektivitas program perlindungan sosial;

3. Memperkuat program akselerasi penurunan stunting, perubahan iklim, dan mitigasi risiko bencana.

Berdasarkan hal tersebut, kementerian yang terkait dengan pembangunan SDM mengalami peningkatan pagu dari tahun sebelumnya. Untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami penurunan alokasi signifikan di tahun 2019, penurunan alokasi sebesar 44,85 persen. Hal ini sejalan dengan berakhirnya proses pemilu, yaitu pilpres dan pileg pada bulan April 2019. Kementerian Pertahanan mengalami peningkatan pagu yang Tabel 3.3. Perkembangan Belanja APBN di Provinsi Sumut berdasarkan 10 Bagian Anggaran

Sumber : Aplikasi Monev PA (diolah)

cukup signifikan yaitu sebesar 21,97 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019. Peningkatan pagu Kementerian Pertahanan ini disebabkan oleh peningkatan signifikan belanja modal yang mencapai 511,98 persen dari Rp26,15 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp160,08 miliar pada tahun 2019. Pada sisi realisasi, pada tahun 2019 realisasi terbesar diraih oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu sebesar 99,99 persen. Sedangkan realisasi terendah disumbang oleh Kementerian Kesehatan yang hanya sebesar 83,72 persen. Rendahnya realisasi di Kementerian Kesehatan dikarenakan realisasi Belanja Modal hanya sebesar 73,73 persen yang disebabkan oleh beberapa hal antara lain barang yang diawalnya tersedia pada e-katalog tetapi di pertengahan jalan tiba-tiba tidak tersedia lagi pada e-katalog sedangkan batas waktu persyaratan sudah dekat sehingga pengadaan gagal. Selain itu proses tender sudah berjalan, tiba-tiba sebelum tandatangan kontrak, juknis berubah dan batas waktu persyaratan sudah dekat sehingga pengadaan juga gagal.

2. Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Fungsi

Klasifikasi anggaran menurut fungsi yang tersebar di berbagai K/L merupakan pengelompokan alokasi anggaran yang mencerminkan tugas-tugas pemerintahan yang melekat pada setiap satuan kerja dan bagian anggaran. Grafik 3.7. merupakan sebaran alokasi anggaran per fungsi. Berdasarkan Grafik II.5. memperlihatkan bahwa pada tahun anggaran 2019, fungsi ekonomi (F.04) menempati posisi pertama dengan alokasi sebesar Rp7,53 triliun (24,19 persen), dimana fungsi ini bertujuan untuk mendukung upaya

F.01 F.02 F.03 F.04 F.05 F.06 F.07 F.08 F.09 F.10 F.11 Pagu 2018 3184 2696 3154 7535 559 673 1170 76 376 4327 44 Pagu 2019 2233 3289 3481 6609 799 908 1214 202 473 4543 45 Realisasi 2018 87,00 97,6 101,18 90,53 89,2 97,06 82,89 60,23 99,54 92,2 97,47 Realisasi 2019 92,48 96,46 107,73 93,77 93,34 94,49 84,9 95,88 96,22 97,45 97,88 Naik/Turun Pagu -29,87 21,97 -0,92 -12,29 42,98 34,81 3,81 166,35 25,8 4,99 2,69 -50,00 0,00 50,00 100,00 150,00 200,00 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 d al am p e rsen dal am m ili ar ru pi ah

percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan memperkuat daya dorong ekonomi khususnya di Provinsi Sumut dan sejalan dengan program prioritas nasional yaitu peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian, industri, pariwisata, dan jasa produktif lainnya.

Fungsi Pendidikan (F.10) menempati posisi kedua dengan alokasi sebesar Rp4,54 triliun (18,85 persen). Walaupun belum mencapai 20 persen sesuai amanat UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, besaran alokasi fungsi pendidikan ini naik sebesar 0,61 persen jika dibandingkan tahun 2018. Kenaikan ini sesuai dengan kebijakan pembangunan manusia yaitu peningkatan Kualitas SDM melalui Pendidikan Vokasional, Kesehatan, Penguasaan IT. Untuk fungsi pelayanan umum (F.01) mendapat alokasi dana APBN sebesar yaitu Rp2,53 triliun (di luar DAK Fisik dan Dana Desa) atau sebesar 10,52 persen. Fungsi ini dilaksanakan oleh 138 DIPA yang tersebar pada 13 K/L.

Peningkatan signifikan alokasi belanja terjadi pada fungsi Pariwisata dan Budaya (F.08) dengan peningkatan sebesar 166,35 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018. Peningkatan ini tidak terlepas dengan Kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu super prioritas pengembangan wisata nasional. Fungsi Kesehatan (F.07) juga tidak lepas menjadi perhatian pada tahun 2019, melalui kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia, terbukti terjadi peningkatan fungsi kesehatan sebesar 3,81 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018.

Fungsi Lingkungan Hidup (F.05) juga mengalami peningkatan alokasi signifikan yaitu sebesar 42,98 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018. Peningkatan ini juga dalam rangka pembangunan SDM dengan memperkuat program akselerasi penurunan stunting, perubahan iklim, dan mitigasi risiko bencana. Secara lengkap alokasi Belanja APBN dapat di lihat pada Grafik 3.8 di bawah ini.

Grafik 3.8. Perkembangan Pagu dan Realisasi APBN di Provinsi Sumut Berdasarkan Fungsi

Pada sisi realisasi, Fungsi Ketertiban dan Keamanan (F.03) memiliki realisasi realisasi tertinggi di tahun 2019 yaitu sebesar 107,73 persen. Hal ini dikarenakan realisasi belanja pegawai lebih besar dibanding dengan alokasi belanja pegawai. Sedangkan realisasi terendah pada tahun 2019 terjadi pada fungsi Kesehatan (F.07) yaitu hanya sebesar 84,93 persen. Hal ini dikarenakan realisasi belanja modal tidak optimal. Secara keseluruhan realisasi belanja pada tahun 2019 lebih baik dibandingkan dengan tahun 2018 baik secara nominal maupun persentase. Tercatat realisasi belanja keseluruhan untuk belanja Kementerian/Lembaga pada Provinsi Sumut sebesar 94,88 persen, naik dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar 92,59 persen.

3. Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Jenis Belanja

Belanja Pemerintah Pusat di Provinsi Sumut berdasarkan jenisnya terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Belanja Bantuan Sosial. Pada Grafik 3.9. dapat dilihat perkembangan pagu dan realisasi APBN pada Provinsi Sumut berdasarkan jenis belanja.

Grafik 3.9. Perkembangan Pagu dan Realisasi APBN di Provinsi Sumut Berdasarkan Jenis Belanja

Sumber : Aplikasi Monev PA (diolah)

Secara umum, terjadi penurunan alokasi pagu belanja tahun 2019 sebesar 0,18 persen pada Kementerian/Lembaga jika dibandingkan dengan tahun 2018. Kenaikan alokasi terjadi pada jenis belanja pegawai dan belanja bantuan sosial dan penurunan pagu terjadi pada pagu Belanja Modal dan Belanja Barang. Peningkatan Belanja Pegawai tidak terlepas dari kenaikan gaji pokok sebesar 5 (lima) persen dan remunerasi Kementerian Agama pada tahun 2019. Untuk belanja bantuan sosial, peningkatan signifikan terjadi dikarenakan salah satu kebijakan Kementerian/Lembaga di tahun 2019 adalah mendorong efektivitas program perlindungan sosial. Belanja Modal mengalami penurunan alokasi

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Belanja Bansos

Pagu 2018 8.663 9.114 6.251 21 Pagu 2019 9.085 8.984 6.002 29 Realisasi 2018 96,00 91,58 90,64 99,08 Realisasi 2019 98,10 92,97 92,84 98,60 Naik/Turun Pagu 4,55 -1,47 -3,99 34,40 -20,00 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 -2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 da la m pe rs e n dal am m ili ar ru pi ah

Sumber: Aplikasi Simtrada (diolah) 32,95 45,86 42,86 41,26 43,87 14,05 39,18 -6,56 -3,72 6,33 -10 0 10 20

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL Tahun 2019 (Halaman 51-56)