BAB II. PERKEMBANGAN IMAN DAN PENDAMPINGAN IMAN ORANG
B. Peran Pendampingan Iman terhadap Perkembangan Iman OMK
3. Bentuk Kegiatan Pendampingan Iman bagi OMK
Bentuk kegiatan pendampingan iman bagi OMK tampak melalui berbagai bidang pelayanan Gereja. Berkaitan dengan hal ini Dewan Karya Pastoral mengatakan bahwa :
“Diharapkan pula mereka mulai melibatkan diri dalam kehidupan menggereja dengan mengambil peran-peran strategis yang bisa memberi dampak bagi kemajuan Gereja serta mengambil peran dalam masyarakat dengan sikap kritis-profetis. Dengan demikian, orang muda tidak lagi dicap sebagai orang yang berada di halaman parkir, tetapi berada dalam barisan depan memikirkan kehidupan Gereja agar bisa hadir secara baru di tengah masyarakat. Cara pikirnya yang kreatif dan kecerdasan intelektualitasnya diharapkan memberikan terobosan baru bagi pewartaan dan pelayanan Gereja (Dewan Karya Pastoral KAS, 2014 : 46 ).”
Pelaksanaan pendampingan iman membutuhkan kesadaran dari OMK sebagai generasi penerus Gereja. Dengan adanya kesadaran dari dalam diri, OMK akan memiliki tanggung jawab untuk terlibat aktif dalam kehidupan Gereja dengan mengambil peran-peran strategis. Adapun bentuk kegiatan pendampingan iman melalui berbagai bidang pelayanan di Gereja adalah sebagai berikut : mengembangkan pewartaan kabar gembira (Kerygma), menghidupkan peribadatan yang menguduskan (liturgia), menghadirkan dan
membangun persekutuan (koinonia), serta memajukan karya cinta kasih atau pelayanan terhadap sesama (diakonia).
a. Kerygma (pewartaan)
Kata kerygma berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata “kerussein” yang menunjuk pada aktivitas pewartaan yang ditunjukkan kepada orang yang belum mengenal atau belum percaya kepada Yesus Kristus. Gereja dalam melaksanakan tugas kerygma bersumber dari perintah Yesus yang mengutus para rasulnya untuk mewartakan Injil (Mat 28: 18-20). Kerygma merupakan tugas Gereja untuk mewartakan sabda Allah, yakni karya keselamatan Allah yang terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Dengan demikian, inti pewartaan Gereja adalah mengenai pribadi Yesus Kristus yang melaksanakan karya keselamatan Allah terutama melalui wafat dan kebangkitanNya.
Adapun contoh pelaksanaan tugas kerygma atau pewartaan adalah sebagai berikut :
1) Katekese Kaum Muda
Katekese Kaum Muda memiliki pengertian sebagai komunikasi iman antarkaum muda kristiani mengenai pengalaman hidup mereka yang digali atau diungkapkan maknanya sehingga mereka terbantu untuk menjadi orang kristiani yang untuh ( beriman, bermoral, terbuka serta memiliki harapan dan cinta) dan siap untuk menjadi pelaksana Sabda Allah demi terwujudnya Kerajaan Allah (Suhardiyanto, 2012 : 387).
2) Pendalaman Kitab Suci
Kegiatan pendalaman Kitab Suci dilaksanakan untuk mengingatkan anggota gereja khususnya OMK akan peran penting Kitab Suci bagi kehidupan umat beriman. Dengan dilaksanakan pendalaman Kitab Suci, anggota Gereja khususnya OMK, mampu memaknai hidupnya berdasarkan terang iman dan Kitab Suci Kristiani, serta teladan Yesus Kristus. Adapun kegiatan pendalaman Kitab Suci hendaknya dilaksanakan secara berkala, untuk mendengarkan firman Allah, sharing pengalaman sehari-hari dan mencari pemecahannya dalam terang Kitab suci (Kis 2:1-47).
3) Rekoleksi
Rekoleksi bertujuan melatih kemampuan Orang Muda Katolik untuk mengenal, menyadari kasih, karya dan panggilan serta sikap dan tanggapan pribadi mereka, sehingga iman mereka semakin matang, serta dapat menghayati tugas panggilan mereka secara penuh tanggung jawab, semangat, gembira dan tangguh. Melalui rekoleksi, Orang Muda Katolik dibawa ke alam refleksi perihal kehidupan pribadi. Mereka diharapkan mampu mengolah diri, dengan mengumpulkan berbagai pengalaman harian, baik yang menggembirakan maupun yang menyedihkan; dan akhirnya menyerahkan berbagai “beban” dan kebahagiaan serta harapan kepada Allah. Mereka mesti memandang hidup ini sebagai anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Oleh karena itu, sikap doa, kontemplasi dan refleksi atas Sabda Allah mesti menjadi tindakan wajib bagi Orang Muda Katolik.
b. Liturgia (peribadatan)
Liturgia berasal dari bahasa Yunani yakni leitourgian ( leos artinya rakyat
dan ergon artinya kerja). Dalam konteks biblis, liturgia memiliki makna sebagai ibadat umum dan resmi Gereja. Melalui tugas liturgia, Gereja berupaya untuk membantu kaum beriman dalam penghayatan imannya demi mengungkapkan misteri Kristus serta hakikat asli pelayanan Gereja. Gereja membantu para anggotanya agar memiliki hubungan yang semakin dekat dengan Allah.
Dengan kata lain Gereja berusaha mengikutsertakan seluruh anggota Gereja dalam perayaan ibadat resmi yang dilakukan Yesus Kristus dalam GerejaNya kepada Allah Bapa. Dalam kehidupan menggereja, liturgia / peribadatan merupakan sumber dan pusat hidup beriman. Adapun partisipasi aktif dalam bidang ini adalah sebagai berikut :
1) Latihan Koor atau lagu-lagu Rohani Gereja
Orang Muda Katolik perlu diperkenalkan dengan lagu-lagu rohani Gereja, agar mereka semakin menaruh perhatian kepada hal-hal yang spiritual; dan dengan demikian, mereka merasakan kedekatan yang akrab dengan Tuhan dan Gereja. Adanya pengaruh teknologi, khususnya kemajuan dalam bidang seni suara, menyebabkan OMK lebih menomorsatukan lagu-lagu profan yang mampu menggugah perasaan kaum muda, daripada lagu-lagu yang bernada spiritual, yang bisa menghantar manusia kepada Allah. Padahal kecintaan terhadap lagu-lagu rohani Gereja merupakan sebuah pertanda bahwa Orang Muda Katolik memiliki kesadaran spiritual, berupa kemauan untuk senantiasa mencari kehendak Allah.
2) Misa Orang Muda Katolik
Bentuk pembinaan lain yang paling penting terhadap Orang Muda Katolik dalam upaya meningkatkan keaktifan mereka hidup menggereja adalah mengadakan perayaan ekaristi. Melalui perayaan ekaristi, Orang Muda Katolik dapat semakin memahami misteri ekaristi dan panggilan Allah bagi mereka. Perayaan ekaristi juga bertujuan membangkitkan kesadaran Orang Muda Katolik, bahwa mereka diselamatkan oleh kasih Kristus. Oleh karena itu, mereka dimampukan untuk meneladani kesetiaan Kristus dalam hidup mereka. Dengan demikian, mereka diajak supaya semakin beriman dan membuka hati untuk menerima rahmatNya seraya dengan penuh syukur turut serta pada proyek keselamatan Allah.
3) Legio Maria
Melalui kegiatan Legio Maria, Orang Muda Katolik semakin menyadari perlunya menaruh perhatian kepada Gereja, melalui pelayanan-pelayanan sosial karitatif terhadap mereka yang sakit dan membutuhkan bantuan. Melalui Legio Maria, Orang muda Katolik diajak supaya “ingin tahu” lebih banyak tentang iman katolik, memperkaya kehidupan doa mereka dan mengembangkan persahabatan Katolik yang erat, serta ingin lebih dekat dengan Yesus dan ibu-Nya.
4) Doa Lingkungan
Doa Lingkungan adalah doa yang dilakukan oleh umat Katolik yang berada di sebuah lingkungan Katolik, yang biasanya dilaksanakan di rumah-rumah secara bergiliran. Doa lingkungan dapat berupa ibadat sabda, sharing
Kitab Suci dan devosi-devosi kepada orang kudus, terutama devosi kepada Bunda Maria dalam doa rosario. Doa lingkungan juga dapat bermanfaat sebagai wadah pertemuan antar umat, untuk membentuk suatu persaudaraan kasih. Persaudaraan ini mesti berlandaskan pada ajaran Yesus Kristus yang tampak jelas dalam Injil.
OMK sebagai anggota Gereja diharapkan terlibat aktif dalam doa lingkungan. Melalui doa lingkungan, OMK dapat merasakan suasana hidup persaudaraan Gereja, yang mengikat OMK dalam cinta. Dengan demikian, OMK merasa memiliki tugas dan panggilan yang sama dengan anggota Gereja yang lain. OMK merasa diterima dan dihargai oleh Gereja dan dengan demikian OMK akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan Gereja.
c. Diakonia
Diakonia berasal dari bahasa Yunani yakni “ diakon” yang berarti melayani. Gereja dibangun bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk melayani orang lain. Penekanan Gereja untuk melayani sendiri mengacu pada pola perutusan Kristus yang datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani (Mat 20:28). Pelayanan merupakan suatu pemberian diri dan penyaluran karunia.
Gereja diundang untuk melakukan pelayan dengan karunia yang dianugerahkan Tuhan. Diakonia atau pelayanan merupakan segala bentuk pelayanan kepada semua orang yang membutuhkan pertolongan atau pelayanan baik yang seiman maupun yang berbeda keyakinan. Adapun contoh dari bidang diakonia atau pelayanan adalah, bakti sosial, donor darah, mengikuti kepengrusan
RT/RW, pelayanan terhadap orang sakit/orang meninggal, mengunjungi orang sakit, dll
d. Koinonia
Koinonia berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata “koin” yang berarti mengambil bagian. Dalam perspektif biblis sendiri, koinonia diartikan sebagai sebuah paguyuban atau persekutuan orang-orang yang percaya kepada Kristus dalam melaksanakan sabda Tuhan (Kis 2: 41-42). Gereja melaksanakan tugas koinonia dengan tujuan untuk membangun relasi dengan orang lain sebagai persaudaraan yang berpusat pada Yesus Kristus. Tugas koinonia ini menjadi sarana di mana orang dapat mengenal dan membantu mengembangkan hidup beriman sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Melalui persekutuan, Gereja membentuk dirinya sebagai jemaat Kristus yang anggota-anggotanya dibentuk menjadi satu tubuh Kristus ( 1 Kor 12:13). Dalam suasana persekutuan atau paguyuban sebagai persaudaraan itu juga terungkap iman sebagaimana tampak dalam kehidupan Gereja Perdana yakni “semua orang yang menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama” (Kis. 2:44). Bidang karya ini merupakan sarana untuk membentuk jemaat yang berpusat dan menampakkan kehadiran Kristus. Adapun contoh kegiatan dalam bidang ini adalah
1) Wadah Orang Muda Katolik (OMK)
Wadah bagi Orang Muda Katolik di Gereja biasanya disebut OMK. Mengingat adanya wadah tersebut, OMK membutuhkan susunan kepengurusan. Berkaitan dengan hal ini, latihan kepemimpinan sangat
penting dilakukan terhadap Orang Muda Katolik. Melalui kegiatan ini, Orang Muda Katolik dilatih supaya memiliki mental yang kuat serta mempunyai kemampuan untuk menjadi pemimpin, baik dalam kelompok sebagai Organisasi maupun dalam masyarakat dimana mereka berada.
Dengan demikian, Orang Muda Katolik bukan lagi sebuah organisasi formal yang hanya didirikan sebagai jawaban atas kebutuhan pastoral Gereja semata, melainkan sebagai organisasi Gereja yang berdiri atas mental yang kuat, sehingga tidak tergoyahkan oleh berbagai arus negatif dari globalisasi masa kini. Dengan kata lain, mental yang kuat dan terorganisir merupakan dasar yang kuat untuk menghadapi berbagai gejolak masa kini.
2) Pertemuan Orang Muda Katolik (OMK)
Salah satu ciri khas orang muda adalah memiliki keinginan untuk selalu berkumpul dan bertemu dengan teman-teman sebaya. Melalui pertemuan, baik pribadi maupun kelompok, mereka dapat mengungkapkan berbagai bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Orang Muda Katolik, sebagai organisasi orang muda Gereja, juga memiliki keinginan untuk senantiasa bertemu dengan teman-teman sebaya mereka. Pertemuan ini merupakan saat yang tepat bagi Gereja (para katekis) untuk menanamkan nilai-nilai spiritual kepada Orang Muda Katolik.
Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan rohani, seperti: Seminar perihal kehidupan iman Orang Muda Katolik, moralitas Orang Muda Katolik, perlunya bacaan-bacaan rohani serta pentingnya kesadaran Orang Muda Katolik untuk hidup menggereja dalam dunia dewasa ini.
http://penyuluh-agama-katolik.blogspot.com/2014/02/meningkatkan-minat-orang-muda-katolik.html