• Tidak ada hasil yang ditemukan

PADA MATERI TATANAMA SENYAWA BINER DAN ANION POLIATOMIK

SEMESTER 2 BERBASIS LEARNING CYCLE 5E

Eko Budi Prasetyo Nugroho1 , Endang Budiasih,2 & Dedek Sukarianingsih2

1

SMA Surya Buana Malang

Jalan Gajayana IV/631 Malang Kode Pos 65144

2

Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang Jl Semarang No 5 Malang Kode Pos 65145

Email : [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku petunjuk praktikum kimia untuk SMA kelas X semester 2 Pengembangan buku petunjuk praktium mengadaptasi pengembangan proses pembelajaran menurut Dick dan Carey.Produk hasil pengembangan yang diharapkan berupa buku petunjuk praktikum yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Kelayakan produk hasil pengembangan di uji dengan uji validitas isi dan uji kelompok kecil. Uji validitas isi produk yang dihasilkan dilakukan dengan pengisian angket penilaian oleh validator yang terdiri dari 1 orang dosen dan 2 orang guru SMA/MA. Data yang diperoleh merupakan data kuantitatif dan data kualitatif. Buku petunjuk praktikum yang dihasilkan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran berbasis praktikum. Kata kunci: buku petunjuk praktikum kimia, pembelajaran konstruktivistik, Learning Cycle 5E

ABSTRACT

This study is conducted to develop chemistry lab work guidance work book for senior high school 10th grade semester 2. The development of the book adopts learning process development as mentioned by Dick and Carey. Product of development result that expected is a lab work guidance book that used learning cycle 5E. The product feasibility of development result examined by content validity test and small group test. Validity test of product content conducted by filling the assessment questionnaire by evaluator that contain of 1 lecturer and 2 senior high scholl teachers. The obtained data is qualitative and quantitative data. The chemistry lab work guidance work book as the product can be used for learning process based on experiment.

Key Words: Chemistry lab work guidance book, contructivist learning, learning cycle 5E .

PENDAHULUAN

Ilmu kimia mempunyai dua sifat khas yaitu kualitatif dan kuantitatif yang mengandung arti bahwa data-data yang digunakan untuk menyusun konsep, prinsip, aturan-aturan dan penemuan-penemuan baru diperoleh dengan pengamatan dan pengukuran yang diperoleh dari hasil-hasil percobaan dilaboratorium. Menurut Altun et al (2009: 1895), ilmu kimia merupakan ilmu terapan dimana informasi-informasi teoritis dibuktikan dengan eksperimen di laboratorium termasuk keahlian melakukan kegiatan ilmiah. Selain itu,menurut Soebagio (2009: 3) ilmu kimia lahir dan berkembang atas dasar percobaan-percobaan dilaboratorium. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam mempelajari ilmu kimia tidak terlepas dari kegiatan percobaan atau eksperimen di laboratorium.

Kegiatan eksperimen atau percobaan merupakan kegiatan penunjang proses belajar untuk menemukan prinsip atau menjelaskan prinsip-prinsip yang dikembangkan (Arifin, 2005:109). Menurut Altun et al (2009:1896), kegiatan eksperimen merupakan bagian dari proses pembelajaran kimia. Kegiatan laboratorium dapat membuat konsep yang semula abstrak menjadi lebih konkret dan semakin mudah untuk dipelajari. Selain itu kegiatan eksperimen dapat melatih siswa berfikir ilmiah dan kreatif, melakukan observasi, mengumpulkan dan menganalisa data, serta memecahkan suatu permasalahan. Dengan melakukan praktikum di laboratorium siswa dapat menemukan fakta sendiri dengan indranya serta dapat mengaitkan pengalaman yang penuh dengan lambang-lambang dan hitungan yang diperoleh dalam proses pembelajaran (Kean dan Midlecamp,1985:122 ). Eksperimen di laboratorium bukan hanya sekedar kegiatan untuk membuktikan atau mencocokkan teori yang telah diberikan di kelas, mencocokkan reaksi dengan teori tetapi mengutamakan proses berpikir ilmiah dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan materi yang dipelajari.

Kegiatan eksperimen dalam proses pembelajaran sejalan dengan peralihan paradigma pembelajaran dari behavioristik menjadi konstruktivistik yang menuntut siswa untuk dapat mengkonstruk pengetahuannya secara mandiri. Menurut paradigma konstruktivistik, seseorang akan membangun struktur pengetahuannya melalui renungan dari

142 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014

pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh sebelumnya. Dengan melaksanakan kegiatan praktikum, siswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman secara langsung yang nantinya akan siswa olah sesuai dengan kemampuan kognitifnya.

Dalam pembelajran konstruktivistik dibutuhkan bahan ajar yang mengacu pada pembalajran konstruktivistik. Buku petunjuk praktikum yang ada saat ini pada umumnya masih seperti sebuah resep masakan. Siswa hanya perlu melakukan langkah-langkah yang telah diberikan dalam petunjuk praktikum. Kegiatan praktikum yang biasa dilakukan siswa pada saat ini umumnya bersifat verifikasi, siswa melakukan praktikum untuk membuktikan konsep yang telah diperoleh di kelas.Hal ini membuat siswa terkesan pasif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada beberapa sekolah, petunjuk praktikum yang digunakan masih berupa lembaran-lembaran dan belum dalam bentuk buku.

Peneliti bermaksud untuk mengembangkan bahan ajar yang besifat konstruktivistik yang digunakan dalam kegiatan praktikum. Penelitian pengembangan buku petunjuk praktikum kimia SMA/MA ini bertujuan untuk (1) mengetahui tahap-tahap pelaksanaan praktikum dalam buku petunjuk praktikum kimia SMA/MA kelas X semester 2 berbasis Learning Cycle 5E, (2) mengetahui kelayakan buku petunjuk parktikum yang dikembangkan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi proses pengembangan pembelajaran menurut Dick and Carey. Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam mengembangkan buku petunjuk praktikum adalah (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa, (4) Merumuskan pengalaman belajar, (5) mengembangkan jenis tes berbasis kriteria, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) menyusun dan melakukan evaluasi formatif, (9) melakukan revisi produk.

Validitas isi dari buku petunjuk praktikum yang dikembangkan diuji oleh validator yang terdiri dari 1 orang dosen kimia Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru SMA. Setelah dilakukan proses validasi isi buku petunjuk praktikum yang dikembangkan direvisi sesuai dengan saran dari validator. Langkah selanjutnya adalah dilakukan uji keterbacaan kelompok kecil. Uji keterbacaan kelompok kecil dilakukan untuk mengetahui keterbacaan dan kemenarikan buku petunjuk praktikum yang dikembangkan. Sampel yang digunakan dalam uji keterbacaan kelompok kecil adalah 10 orang siswa kelas X disalah satu SMA negeri di Kota Malang.

Data kuantitatif hasil proses validasi dan uji keterbacaan kelompok kecil dianalisa dengan menggunakan teknik perhitungan rata-rata. Hasil perhitungan data kuantitatif kemudian dicocokkan dengan skala kriteria kevalidan yang digunakan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari penelitian pengembangan adalah buku petunjuk praktikum yang terdiri dari 3 bagian yaitu (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup.

Bagian pendahuluan

Pada bagian pendahuluan terdiri dari sampul (cover), halaman judul, kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan buku, tata tertib bekerja di laboratorium, daftar simbol tanda bahaya bahan kimia, dan daftar alat-alat praktikum yang digunakan beserta fungsinya. Pada sampul buku terdapat judul buku yang dikembangkan, untuk siapa buku petunjuk praktikum tersebut, gambar yang mendukung identitas buku, penyusun, dosen pembimbing, dan lambang Universitas Negeri Malang. Halaman judul terdiri dari judul buku ,identitas penyusun, dan dosen pembimbing. Kata pengantar berisi serangkaian kalimat ucapan terima kasih, harapan dari penulis, deskripsi singkat dari buku yang dikembangkan, serta permintaan kritik dan saran yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas buku petunjuk praktikum yang dikembangkan. Daftar isi berisi judul komponen-komponen yang ada dalam buku petunjuk praktikum yang dikembangkan, serta letak halaman setiap komponen.

Petunjuk penggunaan buku berisi uraian singkat setiap bagian bab yang ada dalam buku petunjuk. Petunjuk penggunaan juga dilengkapi dengan gambar bab yang dijelaskan pada uraian singkat untuk memperjelas petunjuk yang diberikan. Tata tertib bekerja di laboratorium berisi aturan-aturan dan larangan-larangan bagi siswa yang harus dipatuhi selama melakukan kegiatan praktikum di laboratorium. Daftar simbol tanda bahaya bahan kimia berisi gambar simbol tanda bahaya dari bahan kimia sesuai dengan potensi bahaya yang dimiliki zat kimia tersebut. Daftar alat-alat praktikum terdiri dari gambar dan nama dari setiap alat praktikum yang digunakan. Selain itu, pada bagian ini diberikan pula fungsi dari setiap alat yang dicantumkan dalam daftar sehingga siswa mengetahui fungsi setiap alat praktikum yang digunakan ketika melakukan praktikum.

Bagian Isi

Bagian isi terdiri dari 5 judul kegiatan praktikum. Setiap kegiatan praktikum berisi judul praktikum, tujuan praktikum, bagian engagement, bagian exploration, bagian explanation, bagian elaboration, dan bagian evaluation. Tujuan praktikum berisi kompetensi atau kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah melakukan kegiatan

Eko Budi Prasetyo Nugroho, dkk.

Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 143 praktikum. Tujuan praktikum dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar, judul praktikum dan indikator dari materi pokok.

Bagian enggagement berisi uraian singkat mengenai fakta-fakta menarik yang terdapat pada kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan praktikum. Selain uraian singkat, bagian engagement juga berisi pertanyaan- pertanyaan yang menarik perhatian siswa. Isi bagian engagement yang disajikan pada setiap judul praktikum berbeda-beda disesuaikan dengan judul dan materi dari kegiatan praktikum.

Bagian exploration terdiri dari rumusan masalah, hipotesis, alat dan bahan, langkah kerja, dan kolom data pengamatan. Rumusan masalah berisi pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan dengan konsep yang harus dibangun siswa melalui kegiatan praktikum. Buku petunjuk praktikum yang dikembangkan tidak mengharuskan siswa untuk merumuskan rumusan masalah pada setiap percobaan. Pada setiap percobaan siswa dituntut untuk menyusun hipotesis yang akan dibuktikan dengan kegiatan praktikum. Penyusunan hipotesis mengacu pada pertanyaan yang ada pada rumusan masalah sehingga hipotesis yang disusun oleh siswa tidak akan melenceng dari rumusan masalah. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum disajikan dalam bentuk tabel. Alat dan bahan yang disajikan dalam setiap judul praktikum disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan pada setiap judul sehingga daftar alat dan bahan pada setiap judul percobaan akan berbeda-beda.

Buku petunjuk yang dikembangkan menuntut siswa untuk menyusun langkah kerja yang akan dilakukan dalam kegiatan praktikum. Pada bagian langkah kerja terbagi menjadi 2 kolom yaitu kolom uraian singkat dan kolom untuk menulis langkah kerja yang telah ditulis. Kolom uraian singkat berisi serangkaian kalimat yang dapat membimbing siswa dalam menyusun langkah kerja. Langkah kerja yang telah disusun siswa ditulis pada kolom yang telah disediakan. Bagian data pengamatan terdapat aspek yang harus diamati siswa selama melakukan kegiatan praktikum. Data hasil pengamatan ditulis siswa pada kolom data pengamatan yang telah disediakan dalam buku petunjuk praktikum.

Bagian explanation terdiri dua bagian yaitu analisa data dan pembahasan serta penarikan kesimpulan. Analisa data dan pembahasan berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan data pengamatan. Pertanyaan dalam analisa data dan pembahasan disusun sedemikian rupa sehingga dapat membantu siswa mengkonstruk konsep yang harus dikuasai siswa. Pada bagian kesimpulan diberikan beberapa kesimpulan awal. Siswa kemudian diminta untuk melengkapi kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah.

Bagian elaboration berisi soal-soal untuk memperdalam pemahaman konsep siswa. Soal dalam bagian elaboration dapat berupa soal uraian maupun soal melengkapi kalimat rumpang. Pemilihan jenis soal dalam bagian elaboration disesuaikan dengan keluasan dan kedalaman materi praktikum.

Bagian evaluation berisi soal-soal yang bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana siswa memahami konsep yang dipraktikumkan . Soal dalam bagian evaluation dapat berupa pilihan ganda, soal uraian, maupun soal kalimat rumpang. Pemilihan jenis soal evaluasi disesuaikan dengan keluasan dan kedalaman materi praktikum.

Bagian Penutup

Bagian akhir dari buku petunjuk yang dikembangkan berisi daftar pustaka dan kunci jawaban. Daftar pustaka berisi buku atau artikel yang dijadikan sumber dan acuan dalam penulisan buku petunjuk praktikum. Kunci jawaban yang dikembangkan meliputi kunci jawaban untuk rumusan hipotesis, langkah kerja dalam kegiatan praktikum, data pengamatan, analisa data dan pembahasan, kesimpulan, soal pada kolom elaboration, dan soal pada kolom evaluation. Kunci jawaban yang dikembangkan diperuntukkan untuk guru. Kunci jawaban ditulis terpisah dari buku petunjuk praktikum. Kunci jawaban dapat dijadikan pegangan bagi guru untuk membimbing praktikum dalam membahas hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan praktikum.

Pembahasan Hasil Validasi dan Uji Keterbacaan Kelompok Kecil Validasi Isi

Validasi dilakukan oleh 3 orang validator yang terdiri dari 1 dosen kimia Universitas Negeri Malang dan 2 orang guru dari SMAN 7 Malang. Data yang diperoleh terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif berupa perolehan angka yang tertera dalam angket validasi, sedangkan data kualitatif berupa kritik dan saran yang terdapat pada kolom kritik dan saran dalam angket.

Data hasil validasi isi adalah sebagai berikut: Tabel 1.1 Data Hasil Validasi Isi

No Aspek yang diamati Rata-rata Kriteria Bagian pendahuluan

1 Cover 4,0 Valid

2 Kata pengantar 3,0 Cukup valid

3 Petunjuk penggunaan 3,7 Valid

4 Tata tertib dan keselamatan kerja 3,9 Valid 5 Daftar simbol tanda bahaya zat kimia 3,7 Valid 6 Gambar peralatan yang digunakan 4,0 Valid

144 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014

7 Daftar isi 4,0 Valid

Bagian isi

8 Judul praktikum 3,6 Valid

9 Tujuan praktikum 3,2 Cukup valid

10 Fase engagement 3,4 Valid

11 Fase exploration

a. Rumusan masalah 3,5 Valid

b. Alat dan bahan 3,6 Valid

c. Langkah kerja 3,3 Valid

d. Data pengamatan 3,5 Valid

12 Fase explanation

a. Analisa data 3,5 Valid

b. Kesimpulan 3,3 Valid

13 Fase elaboration 3,4 Valid

14 Fase evaluation 3,5 Valid

Bagian penutup

15 Daftar rujukan 3,7 Valid

Data hasil validasi isi menunjukkan bahwa komponen-komponen dari buku petunjuk praktikum yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran dikelas. Komentar dan saran dari validator dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 1.2 Komentar dan Saran Validator No Aspek Tanggapan atau saran

1 Engagement Materi dalam engagement akan lebih baik jika diberi sumber rujukan

2 Alat dan bahan Sebaiknya ditambahkan fungsi dari alat yang digunakan

3 Soal evaluasi Lebih disempurnakan lagi, kalimat dalam soal lebih diperjelas

Uji Keterbacaan Kelompok Kecil

Uji coba keterbacaan kelompok kecil bertujuan untuk mengetahui keterbacaan dan kemenarikan buku petunjuk praktikum yang dikembangkan. Data hasil uji coba keterbacaan kelompok kecil dapat dilihat pada Tabel 1.3.

Tabel 1.3 Data Hasil Uji Keterbacaan Kelompok Kecil

No Aspek yang diamati Rata-rata Kriteria Bagian pendahuluan

1 Cover 3,4 Menarik

2 Kata pengantar 3,5 Menarik

3 Petunjuk penggunaan 3,3 Menarik

4 Tata tertib dan keselamatan kerja 3,4 Menarik 5 Daftar simbol tanda bahaya zat kimia 3,6 Menarik

6 Gambar peralatan yang digunakan 3,7 Menarik

7 Daftar isi 3,6 Menarik

Bagian isi

8 Judul praktikum 3,5 Menarik

9 Tujuan praktikum 3,5 Menarik

10 Fase engagement 3,5 Menarik

11 Fase exploration

e. Rumusan masalah 3,6 Menarik

f. Alat dan bahan 3,3 Menarik

g. Langkah kerja 3,5 Menarik

h. Data pengamatan 3,4 Menarik

12 Fase explanation

Eko Budi Prasetyo Nugroho, dkk.

Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 145

d. Kesimpulan 3,3 Menarik

13 Fase elaboration 3,3 Menarik

14 Fase evaluation 3,4 Menarik

Bagian penutup

15 Daftar rujukan 3,7 Menarik

Data hasil uji coba keterbacaan kelompok kecil menunjukkan bahwa buku petunjuk yang dikembangkan menarik.

KESIMPULAN

Buku petunjuk praktikum yang dihasilkan terdiri dari 3 bagian yaitu (1) bagian pendahuluan, (2) Bagian isi, (3) bagian penutup. Bagian pendahuluan terdiri dari sampul (cover), halaman judul, kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan buku, tata tertib bekerja di laboratorium, daftar simbol tanda bahaya bahan kimia, dan daftar alat-alat praktikum yang digunakan beserta fungsinya. Bagian isi terdiri dari 5 judul kegiatan praktikum. Setiap kegiatan praktikum berisi judul praktikum, tujuan praktikum, bagian engagement, bagian exploration, bagian explanation, bagian elaboration, dan bagian evaluation. Bagian penutup terdiri dari daftar pustaka dan kunci jawaban dari buku petunjuk praktikum yang dikembangkan. Hasil validasi isi dan uji keterbacaan kelompok kecil menunjukkan buku petunjuk yang dikembangkan sudah layak untuk diterapkan pada proses pembelajaran dan sesusai dengan langkah-langkah pembelajaran model learning cycle 5E.

DAFTAR RUJUKAN

1. Arifin, Mulyati.2005.Strategi Belajar Mengajar Kimia.Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang

2. Altun, Eralp dkk.2009.Developing an Interactuve virtual chemistry Laboratory Enrich with constructivist Learning Activities for secondary School.Science Direct, (1) :1895-1898

3. Dasna, I Wayan. 2005. Model Siklus Belajar (Learning Cycle), Kajian Teoritis dan Implementasinya dalam Pembelajaran Kimia. Malang: FMIPA UM

4. Dick, W & Carey, L.1990.The Systematic Design of Introduction Third Edition.USA: HarperCollinsPublishers. 5. Hofstein, Avi , Naaman Rachel Mamlok. 2007.The Laboratory In Sciencen Education: The State Of The Art.The

Royal Society of Chemistry, 8 (2):105-107

6. Iskandar, Srini Murtinah.2010.Strategi Pembelajaran Konstruktivistik Dalam Kimia.Malang:Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.

7. Iskandar, Srini M.2001.Penerapan Konstruktivistik Dalam Pembelajaran Kimia di SMU.Media Komunikasi Kimia, 2 (2) :1-9

8. Johnstone, A.H, Al-Shuaili AH.2001. Learning In Laboratory;Some though from The Literature.The Royal Society of Chemistry, (5) : 42-51

9. Jong, O.D, AcampoJ, & Verdonk, A.1995. Problem In Teaching The Topic Of Redox Reaction : Action and Conception of Chemistry Teachers.Journal of Research In Science Teaching.32 (10) : 1097-1110

10. Kean, E & Middlecamp, C.1985.Panduan Belajar Kimia Dasar.Jakarta:Gramedia

11. Lorsbach, Anthon W. Tanpa Tahun. The Learning Cycle as A Tool for Planning Scince Instruction. (Online),

(http://www.coe.ilstu.edu/scienseed/lorsbach/257lrcy.htm, diakses tanggal 27 Juni 2013).

12. Myers, Ricard.2003.The Basic Of Chemistry.London:GreenWood Press

13. Soebagio.2009.Buku Petunjuk Teknis Praktik Pengalaman Lapangan Bidang Studi Pendidikan Kimia.Malang: UPT Program Pengalaman Lapangan Universitas Negeri Malang

Anisatul Khoiriyah, dkk.

Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 147

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN

MODEL PEMBELAJARAN LC 5E-STAD DAN MODEL PEMBELAJARAN LC 5E-TPS