• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMPERBAIKI PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI STRUKTUR ATOM

Ririn Eva Hidayati

MAN MALANG 1

[email protected] ABSTRAK.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas permainan love chem berdasarkan ketuntasan belajar siswa, angket respon siswa, serta observasi siswa. Sasaran penelitian ini adalah permainan love chem pada materi struktur atom yang diterapkan pada siswa kelas X-H MAN Malang 1. Media terlebih dahulu dilakukan uji kelayakan, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan love chem yang dikembangkan layak digunakan sebagai media belajar. Media ini juga sangat efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran kimia untuk memperbaiki pemahaman siswa pada materi struktur atom. Siswa merespon positif terhadap media, data ini didukung pula hasil observasi yang menunjukkan aktivitas siswa positif pada pelaksanaan permainan love chem.

Kata kunci: Permainan love chem, pemahaman siswa, struktur atom ABSTRACT

The purpose of this research is to determine the efectivity of love chem game which is consist of mastery of learning, student’s responses, and student’s observation date. This research is directly for love chem game, on the major materials of atomic structure with source data is students X-H of MAN Malang 1. The first step is determine the eligibility of the media and the result shown that love chem game is eligible used as learning media. The media is also very effective used as learning media. Student’s shown positive response to this media, this date is supported by observation data that showed student positive activity in the case of implementation of love chem game.

Keywords: love chem game, student’s mastery learning, atomic structure PENDAHULUAN

Era Globalisasi menuntut kemampuan daya saing yang kuat di bidang teknologi, manajamen dan sumber daya manusia. Upaya pemerintah untuk mempersiapkan warganya agar dapat bersaing dalam kancah internasional adalah dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia, guna mengatasi ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam bidang pendidikan upaya pemerintah tersebut telah dilakukan misalnya dengan meningkatkan pendidikan guru, memperbaiki kurikulum, mengujicobakan beberapa model pembelajaran dan sebagainya. Namun satu hal yang mungkin perlu direnungkan adalah bagaimana menjadikan konsep abstrak diminati siswa dan sekaligus meningkatkan pemahamannya. Alasan Kimia dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan kurang menarik adalah banyaknya istilah (terminologi) kimia yang diperkenalkan pada saat awal belajar Kimia. Mereka dijejali dengan berbagai macam istilah baru seperti nama-nama unsur dan senyawa kimia, simbol-simbolnya dan perhitungan matematis dalam persamaan reaksi. Konsep dari pelajaran Kimia yang abstrak dan hafalan tentunya menambah ketidaktertarikan siswa untuk mempelajari mata pelajaran Kimia.

Materi pelajaran Kimia pokok bahasan Struktur Atom merupakan materi pelajaran yang bersifat abstrak tanpa pengamatan/percobaan. Materi pelajaran ini dapat dipelajari lewat penjelasan guru dengan bantuan bahan tertulis, alat peraga, slide atau alat bantu belajar di ruang kelas. Materi pelajaran ini jika disampaikan kepada siswa dengan pembelajaran konvensional akan membuat siswa merasa jenuh.

Menilik dari semua permasalahan yang disebutkan di atas, berdasarkan teori dan pencapaian yang diharapkan, maka penggunaan media pembelajaran love chem yang menyenangkan dapat dijadikan alternatif. Media pembelajaran yang bisa digunakan didalam proses pembelajaran di kelas maupun di rumah dapat dijadikan solusi untuk mengatasi keterbatasan waktu penyampaian materi oleh guru. Penyajian yang menarik ditambah dengan pengintegrasian pokok bahasan dengan keterampilan berfikir kritis dan kreatif dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa pada materi kimia serta memberikan nilai lebih pada media dalam upaya pencapaian tujuan pembelajaran (Loed, 2008).

Permainan love chem adalah salah satu permainan alternatif dalam pembelajaran kimia dengan menggunakan media yang berupa suatu karpet yang berbentuk segi empat dengan ukuran 400 X 400 cm, dan di dalamnya terdapat enam puluh kotak yang membentuk lingkaran kulit atom dan nomor-nomor yang terdapat di dalam kotak menandakan

184 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014

banyaknya interval nomor atom yang terjadi karena kemiripan sifat pada setiap golongan yang sama memiliki sifat-sifat yang hampir sama pula atau mirip yang didesain agar siswa tertarik. Media permainan love chem ini merupakan media visual yang terinspirasi dari permainan ular tangga dan monopoli. Pada media ini siswa dibagi menjadi lima kelompok, dalam satu kelompok terdiri atas lima siswa. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menjalankan permainan ini dengan karpet permainan yang telah disediakan.

Permainan love chem ini diharapkan dapat menimbulkan kegiatan belajar yang menarik dan menyenangkan sehingga termotivasi, meningkatkan keaktifan siswa dalam melakukan persaingan terbuka dengan kelompok lain, memahani konsep kimia dan memantapkan pemahamannya tentang materi pokok struktur atom dan menjawab soal-soal serta membantu suasana belajar yang menyenangkan dan menggembirakan.

Dengan pengembangan perangkat pembelajaran kimia melalui permainan love chem, diharapkan layak digunakan dalam pembelajaran kimia serta dalam penyampaian pembelajaran kimia akan lebih efektif. Selain itu dalam permainan love chem ini, siswa diharapkan dapat termotivasi, sehingga pembelajaran Kimia yang disampaikan dapat dicerna dengan mudah dan menyenangkan, sehingga diharapkan siswa mempunyai nilai yang memuaskan.

METODE

Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media permainan love chem. Penelitian ini terdiri dari dua tahap besar yaitu Pengembangan perangkat dan Pelaksanaan ujicoba perangkat. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan perangkat 4-D (Four D Model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, diantaranya tahap pendefinisian (Define), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Develop), sementara tahap Penyebaran (Dessiminate) tidak dilakukan. Adapun prosedur penelitian tampak dalam diagram alur berikut:

Ririn Eva Hidayati

Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 185 Gambar 1. Diagram pengembangan media permainan love chem sebagai media pembelajaran (Thigarajan,

Semmel and Semmel dalam Ibrahim, 2001)

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data kelayakan meliputi lembar telaah, angket validasi guru. Dan pada implementasi permainan love chem instrumen yang digunakan adalah lembar respon siswa, tes hasil belajar dan lembar observasi.

Penelaah isi dan kontruksi, media dan bahasa dilakukan oleh Dosen Kimia dan Ahli Media. Validator kelayakan dilakukan secara deskriptif kualitatif. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif yaitu dengan menggunakan persentase. Persentase dari data angket diperoleh berdasarkan perhitungan skor skala likert. Media dikatakan layak jika persentase kelayakan ≥ 61% dari skor kriterium berdasarkan perhitungan skala likert.

Pelaksanaan uji coba dilakukan kepada siswa kelas X-H MAN Malang 1. Dalam uji coba juga dilakukan pretes dan postes, sebelum dan sesudah menggunakan permainan love chem. Hasil pretes dan postes digunakan untuk mengetahui sejauh mana permainan love chem dapat membantu siswa dalam memahami konsep struktur atom.

Media dikatakan efektif jika persentase respon siswa ≥ 61% dari skor kriterium, ketuntasan skor hasil belajar mencapai KKM secara klasikal dan ada perbedaan secara statistika. Serta mendapat dukungan dari hasil observasi.

Analisis Siswa

Analisis Tugas Analisis Konsep

Perumusan Indikator Hasil belajar

Desain Media

Telaah Ahli Media Telaah Guru

Analisis hasil telaah media

Revisi

Hasil Revisi

Uji Coba Terbatas Validasi Guru

Analisis uji coba terbatas Analisis Hasil Validasi

Laporan Define Draft I Design Develop Draft II

186 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan diuraikan hasil penelitian mengenai proses pengembangan media. Penelitian pengembangan media permainan love chem pada materi struktur atom yang sesuai dengan tahap-tahap dalam rancangan penelitian yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop).

1. Tahap Pendefinisian (Define)

Pada tahap pendefinisian, rangkaian analisis yang dilakukan adalah analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep serta perumusan tujuan.

a. Analisis siswa

Dalam tahap ini peneliti menelaah tentang karakteristik siswa agar sesuai dengan rancangan media yang dikembangkan. Karakteristik tersebut meliputi kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan dan pengetahuan awal siswa. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara media pembelajaran dengan siswa. Siswa yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas X-H MAN Malang 1. Adapun karakteristik siswa dalam penelitian ini adalah:

1) Usia

Siswa kelas X rata-rata berusia 14 – 15 tahun. Anak usia 12 – 15 tahun mengalami tahap transisi dari tahap operasi konkrit ke tahap ke operasi formal dimana pada tahap operasi formal anak mulai dapat berfikir untuk menghadapi situasi-situasi penalaran hipotesis dan abstrak, serta kecakapan menangani situasi rekaan ke situasi nyata (Piaget). Sehingga pembelajaran konsep dan teori-teori yang abstrak akan mudah dipahami siswa jika diterapkan menggunakan media permainan.

2) Latar Belakang Pengetahuan Siswa

Media permainan diterapkan pada siswa yang telah memperoleh materi pokok struktur atom. 3) Kemampuan Akademik

Sesuai dengan kemampuan akademik, peneliti memilih 25 orang siswa yang mempunyai kemampuan akademik yang tidak sama (heterogen) didasarkan pada nilai ulangan harian, yaitu sebanyak 25 siswa terdiri dari 8 siswa mempunyai kemampuan akademik tinggi, 8 siswa mempunyai kemampuan akademik sedang, sedangkan 9 siswa lainnya mempunyai kemampuan akademik rendah.

b. Analisis Tugas

Analisis tugas dilakukan dengan menganalisis prosedur penyelesaian tugas pada materi pokok struktur atom, yang digunakan untuk menentukan isi suatu pembelajaran. Pada bagian ini dilakukan suatu analisis yang mencakup kegiatan siswa saat pembelajaran yang termasuk identifikasi tugas-tugas yang perlu dilakukan siswa dalam kegiatan uji coba terbatas sehingga kompetensi dapat dicapai.

Kegiatan yang berupa tugas diselesaikan siswa selama uji coba terbatas yang dimulai dengan meminta siswa mengerjakan pretes, mendengarkan penjelasan tentang permainan love chem dari peneliti, sehingga siswa dapat menjalankan permainan yang selanjutnya siswa mulai menjawab soal yang terdapat dalam media permainan, setelah itu siswa diminta untuk mengerjakan postes.

c. Analisis Konsep

Dalam tahap ini peneliti menelaah konsep yang dilakukan dengan mengidentifikasi konsep utama dari materi yang ditetapkan kemudian menyusunnya secara sistematis.

d. Perumusan Indikator Hasil Belajar

Perumusan tahapan ini bertujuan untuk merumuskan indikator pembelajaran. Indikator pembelajarannya adalah sebagai berikut :

1) Kongnitif

Berdasarkan kurikulum 2006, struktur atom diajarkan pada siswa kelas X semester 1. Dengan Standar Kompetensi : Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar : 1.1.Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron, Indikator Hasil Belajar : Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen, Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton, Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya, Menentukan massa molekul relatif, Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi.

2) Psikomotorik

Siswa dapat menjalankan media pembelajaran love chem dengan baik. 3) Afektif

Siswa termotivasi dalam pembelajaran kimia dan senang belajar kimia. 2. Tahap Perancangan (Design)

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh peneliti yaitu merancang bentuk dan format love chem. Tahapan yang dilakukan adalah :

Ririn Eva Hidayati

Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 187 Soal-soal yang disusun meliputi soal yang akan ditampilkan dalam media permainan dan soal untuk tes hasil hasil belajar (pretes dan postes). Soal yang digunakan telah divalidasi oleh dosen kimia untuk mengetahui kesesuaian soal dengan indikator pembelajaran serta kebenaran isi dari soal, validasi ini disebut validasi isi.

b) Pembuatan Media Permainan

Pembuatan permainan love chem yang berupa permainan yang dipadukan dengan soal-soal latihan tentang materi struktur atom. Pembuatan media permainan love chem diawali dengan membuat alur permainan sebagai berikut :

Gambar 2. Alur permainan love chem pada materi struktur atom

Media permainan ini terdiri dari perangkat permainan, yang berupa karpet love chem, exercise card, wow card, scream card serta kartu peraturan, yang terdiri dari komponen visual yang berupa teks dan gambar yang berhubungan dengan struktur atom, pengadopsian gambar diperoleh dari internet. Serta terdapat dadu yang mata dadunya membentuk lintasan atom.

Perangkat media love chem ini selanjutnya dibuat, yaitu antara lain : 1) Karpet love chem

Dalam karpet ini terdapat kotak exercise sebanyak 48 yang didalamnya terdapat gambar yang berhubungan dengan struktur atom, serta terdapat kotak wow sebanyak 6 yang ditandai dengan gambar yang menunjukkan

Love chem

Kotak Soal Kotak Scream Kotak Wow

Pemain melempar dadu

Pemain mendapatkan soal yang harus dijawab oleh pemain

Exercise Card Scream Card Wow Card

Jawaban Benar

Jawaban Salah

10 poin -5 poin 10 poin - 10 poin 10 poin

Pemain mendapatkan poin tertinggi Pemain hanya mendapatkan poin dibawah poin winner

Winner Kalah Pemain berhenti sampai satu putaran permainan Jawaban dilempar ke kelompok lain

188 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014

keberuntungan sedangkan dalam kotak scream sebanyak 48 yang ditandai dengan gambar yang menunjukkan kegagalan. Selanjutnya dapat dicetak di atas benner dengan ukuran 9 m2.

2) Exercise Card

Exercise card terdapat sebanyak 48 kartu, berisi soal-soal yang harus dijawab oleh pemain yang menempati kotak exercise serta tertera poin yang didapatkan siswa setelah menjawab pertanyaan yaitu sebesar 10 poin. 3) Wow Card

Wow card sebanyak 6 kartu, berisi poin sebesaar 10 poin yang didapatkan siswa setelah menempati kotak wow tanpa menjawab pertanyaan.

4) Scream Card

Scream card sebanyak 6 kartu, berisi poin yang didapatkan siswa setelah menempati kotak scream yaitu sebesar -10 poin.

5) Kartu Peraturan

Kartu peraturan ini berisi peraturan permainan love chem sehingga dapat memudahkan para pemain dalam melaksanakan permainan ini. Gambar yang terdapat dalam kartu ini diperoleh dari internet. Kartu ini selanjutnya dicetak di atas kertas kemudian dilaminating. Kartu ini selanjutnya dibuat seperti buku.

6) Dadu

Dadu ini berbentuk bangun ruang kubus, memiliki sisi sebanyak 6 serta panjang sisinya 7 cm. Dadu ini terbuat dari kardus yang dilapisi dengan kertas karton.

3. Tahap Pengembangan (Develop)

Tahap ini dilakukan penyusunan instrumen yang bertujuan menghasilkan media permainan love chem yang telah divalidasi dan direvisi. Langkah yang dilakukan adalah :

a. Telaah media oleh ahli media dan guru kimia

Telaah dilakukan oleh ahli kimia dengan mengisi lembar telaah media. Telaah ini berupa saran atau masukan-masukan yang dapat dijadikan sebagai bahan dalam revisi. Ahli media dan guru kimia melakukan telaah dengan mengisi lembar yang telah disediakan sebagai rambu-rambu penelitian media.

b. Uji Kelayakan Media 1. Validasi

Media yang telah direvisi (draft) kemudian divalidasi oleh guru kimia. Validator diminta memberi penilaian dengan mengisi lembar-lembar yang telah disediakan sebagai penilaian terhadap media yang telah dibuat. Hasil validasi guru kimia, adalah sebagai berikut :

Tabel 1 Presentase Kelayakan Media love chem dari Data Hasil Validasi Guru Kimia.

No Aspek yang dinilai Kelayakan (%) Kriteria

1 Kesesuaian media dengan materi pembelajaran 75 Baik 2 Kesesuaian media dengan indikator hasil belajar 75 Baik

Kesesuaian format media 76,9 Baik

3 Kejelasan dalam penggunaan bahasa 66,66 Baik

4 Kejelasan dalam penyajian soal pada media 83,33 Sangat baik 5 Kemampuan media untuk menarik minat siswa

dalam belajar

75 Baik

6 Kemampuan media untuk memotivasi siswa dalam mempelajari materi pokok struktur atom

66,66 Baik

7 Kemudahan media untuk dimainkan 83,33 Sangat baik

8 Kejelasan tulisan pada media 83,33 Sangat baik

9 Kesesuaian media dengan karakteristik siswa 75 Baik

Validasi guru secara keseluruhan 79,60 Baik

Data hasil penilaian guru kimia secara keseluruhan adalah sebesar 79,60% serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kelayakan media. Hasil pada tabel validasi di atas selanjutnya dapat dianalisis sebagai berikut :

a. Kesesuaian media dengan materi pelajaran

Sesuai dengan tabel 1 telah diperoleh presentase kelayakan sebesar 75% presentase ini menyatakan adanya respon yang baik (Riduwan, 2007). Hal ini menunujukkan bahwa media love chem telah sesuai dengan materi pelajaran struktur atom.

b. Kesesuaian media dengan indikator hasil belajar

Pada kriteria kedua ini, terlihat bahwa diperoleh persentase sebesar 75% sehingga ini menunjukkan adanya respon yang baik (Riduwan, 2007) sehingga, media love chem ini telah sesuai dengan indikator struktur atom.

Ririn Eva Hidayati

Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014 189 c. Kesesuaian format media

Kriteria selanjutnya adalah kesesuaian format media, dalam tabel 1 menunjukkan presentase sebesar 76,19% sesuai dengan Riduwan (2007) hal ini menunjukkan adanya respon yang baik. Sesuai dengan respon tersebut maka media love chem ini memiliki kesesuaian format yang baik, dapat dilihat dalam kejelasan penggunaan bahasa serta penyajian soal dalam media yang baik, sehingga media ini dapat menarik minat serta motivasi siswa dalam mempelajari materi pokok struktur atom, sehingga pemilihan media permainan sesuai dengan kemampuan dan usia siswa, serta penggunaan bahasa dan aturan main yang mudah dipahami oleh siswa.

Hasil validasi guru kimia terhadap media permainan love chem pada materi pokok struktur atom secara keseluruhan, telah memenuhi kelayakan dengan persentase secara keseluruhan adalah sebesar 79,60% dengan kriteria respon adalah kuat. Hal ini menunjukkan bahwa media yang telah dikembangkan telah layak sesuai persentase validasi guru kimia.

2. Uji CobaTerbatas

Pada langkah ini, media diujicobakan kepada 25 siswa kelas X-H MAN Malang 1 yang telah mempelajari materi struktur atom. Sesuai dengan kemampuan akademik, peneliti memilih 25 orang siswa sebagai responden yang mempunyai kemampuan akademik yang tidak sama (heterogen) didasarkan pada nilai ulangan harian, yaitu sebanyak 25 siswa terdiri dari 8 siswa mempunyai kemampuan akademik tinggi, 8 siswa mempunyai kemampuan akademik sedang, sedangkan 9 siswa lainnya mempunyai kemampuan akademik rendah.

Pada saat uji coba terbatas penggunaan responden dengan tingkat kemampuan yang berbeda berguna dalam memperoleh hasil penelitian dapat dianggap mewakili atau mencerminkan respon keseluruhan siswa di lapangan yang pada kenyataannya memang terdiri dari tingkat kemampuan yang beragam.

Kegiatan yang berupa tugas diselesaikan siswa selama ujicoba terbatas yang dimulai dengan meminta siswa mengerjakan pretes sebanyak 10 soal selama 20 menit, mendengarkan penjelasan tentang permainan love chem dari peneliti, sehingga siswa dapat menjalankan permainan yang selanjutnya siswa mulai menjawab soal yang terdapat dalam media permainan selama 50 menit, setelah itu siswa diminta untuk mengerjakan postes sebanyak 10 soal selama 20 menit.

Selama pelaksanaan ujicoba terbatas berlangsung, delapan atau sembilan siswa diamati oleh satu orang pengamat. Observasi yang dilakukan dalam penelitian pengembangan media permainan love chem merupakan suatu observasi sistematis yang dilakukan pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan. Hasil observasi kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Pengamat tersebut mengamati bagaimana atensi siswa terhadap media permainan love chem.

3. Analisis Data Hasil Respon Siswa

Data hasil respon siswa pada saat uji coba terbatas disajikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 2 Persentase Kelayakan Media love chem dari Data Hasil Respon Siswa

No Uraian Kelayakan (%) Kriteria

Kemenarikan media 85,50 Sangat Baik

1. Menimbulkan ketertarikan dalam belajar 89 Sangat Baik 2. Siswa termotivasi dalam mempelajari materi

pokok struktur atom

81 Sangat Baik

3. Belajar dengan media ini lebih menarik dari pada belajar dengan membaca

92 Sangat Baik

4. Siswa merasa senang belajar materi pokok struktur atom

80 Baik

Proses belajar siswa 75,50 Baik

5. Memudahkan siswa dalam menghafal materi 74 Baik 6. Dapat lebih mudah memahami konsep pelajaran

setelah belajar dengan media ini

77 Baik

Kualitas media 81,20 Sangat Baik

7. Media ini mudah untuk dipergunakan 82 Sangat Baik

8. Peraturan permainan mudah untuk ditaati 74 Baik

9. Bahasa pada media love chem ini mudah dipahami

74 Baik

10. Tulisan yang ada pada media sudah cukup jelas

85 Sangat Baik

11. Gambar background pada media menarik 91 Sangat Baik Respon siswa secara keseluruhan 81,36 Sangat Baik

190 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pembelajarannya (SNKP) 2014

Data hasil respon siswa secara keseluruhan adalah sebesar 81,36% serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kelayakan media. Hasil pada tabel validasi di atas selanjutnya dapat dianalisis sebagai berikut : a. Kemenarikan media

Ketertarikan siswa dalam mempelajari materi pokok struktur atom dengan menggunakan media permainan siswa, sesuai dengan tabel 2 menunjukkan persentase sebesar 85,50%. Persentase ini menurut Riduwan (2007) menunjukkan adanya respon yang sangat baik. Respon sangat baik ini dapat terlihat karena timbulnya ketertarikan siswa dalam belajar, selain itu siswa dapat termotivasi dalam mempelajari materi pokok struktur atom. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.

The research highlights the value of studying popular texts such as games in school. These play an important role in young people 's culture and in the development of their sense of self as well as their relations with others. (Pelletier, 2005:58).

Dari kutipan di atas dapat berarti belajar di sekolah lebih mudah menggunakan permainan. Bermain mempunyai peranan penting dalam budaya masyarakat pada kehidupan remaja. Sehingga, siswa merasa senang belajar dengan menggunakan media ini daripada belajar dengan membaca dan timbul kesenangan dalam belajar materi pokok struktur atom.

b. Proses belajar siswa

Sesuai dengan tabel 2 didapatkan 75,50% sebagai respon siswa terhadap proses belajar siswa, menurut Riduwan (2007) persentase ini dapat dikategorikan dalam respon baik. Aspek yang dinilai siswa dalam kategori proses belajar siswa ini adalah memudahkan siswa dalam menghafal materi, yang menunjukkan persentase sebesar 74 % sehingga