Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan daerah Kabupaten Bangka yang bertujuan meningkatkan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan di bidang kesehatan sangat diperlukan dalam rangka memasuki era globalisasi, di mana perkembangan teknologi, transportasi dan telekomunikasi informasi mengharuskan setiap komponen sumber daya untuk meningkatkan daya saingnya. Bidang kesehatan dan pendidikan
merupakan unsur utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Aspek kesehatan telah menjadi perhatian yang serius oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka sebab menyadari bahwa pembangunan kesehatan adalah suatu investasi untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah berupaya agar rakyat dapat memperoleh akses atas pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan di lingkup Kabupaten Bangka diarahkan pada: peningkatan jumlah jaringan dan kualitas Puskesmas, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis, pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk miskin, sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat, peningkatan pendidikan kesehatan pada masyarakat sejak usia dini dan pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan.
Tabel 2.51 Jumlah RS, BKIA, Balai Pengobatan, Puskesmas, Pustu dan Apotek di Kabupaten Bangka, 2005
Kecamatan RS BKIA Balai Pengobatan Puskes mas Pus tu Apotek
RSU RSJ Umum Gigi
Sungailiat 1 1 4 1 - 2 6 8 Bakam - - - - - 1 4 - Pemali - - - - - 1 2 - Merawang - - - - - 1 2 - Puding Besar - - - - - 1 3 - Mendo Barat - - - - - 1 6 - Belinyu - - - - - 2 4 1 Riau Silip - - - - 1 6 - Jumlah 2005 1 1 4 1 - 10 33 9 2004 1 1 7 - - 10 29 3 2003 1 1 - - - 10 29 3
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Perkembangan pembangunan kesehatan di Kabupaten Bangka dapat dilihat pada jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki serta beberapa indikator kesehatan. Di Kabupaten Bangka, data pada tahun 2005 hanya memiliki 2 Rumah Sakit terdiri dari 1 Rumah Sakit Umum (RSU) dengan
II - 76
kapasitas tempat tidur masih minim yaitu 89 unit serta 1 Rumah Sakit Jiwa dengan kapasitas tempat tidur 100 unit. Selain RSU, tempat-tempat penyediaan jasa kesehatan lainnya meliputi 6 Balai Kesehatan Ibu dan Anak (Pemerintah dan Swasta), 3 Balai Pengobatan (Pemerintah dan Swasta), 10 Puskesmas, 33 Pustu, 9 Apotek dan Dokter praktek swasta lainnya berjumlah 95. Dari sejumlah fasilitas kesehatan tersebut, hanya puskesmas, Pustu, dan Praktek dokter serta bidan swasta saja yang adanya tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Bangka. Tabel 2.51 dan Tabel 2.52 menunjukkan fasilitas prasarana yang dimiliki oleh Kabupaten Bangka di bidang pelayanan kesehatan masyarakat.
Tabel 2.52. Jumlah Balai Pengobatan, BKIA, Dokter Praktek Swasta di Kabupaten Bangka, 2005
Kecamatan BP Swasta Swasta BKIA Praktek Dokter swasta Bidan Praktek Swasta Tukang Gigi Swasta Sungailiat 1 2 17 8 2 Bakam - - 2 2 - Pemali - - 3 5 - Merawang - - 1 10 - Puding Besar - - 3 5 - Mendo Barat - - 3 9 - Belinyu 1 - 5 13 2 Riau Silip - - 1 4 - Jumlah 2005 2 2 35 56 4 2004 2 - 31 53 4 2003 5 1 21 57 5
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Dari fasilitas kesehatan tahun 2005 tersebut di atas, terdapat tenaga medis meliputi 32 dokter umum, 11 dokter gigi, 11 dokter ahli lain, 4 apoteker, 10 SAA, 31 sarjana kesehatan dan tenaga paramedis dari berbagai lulusan pendidikan sebanyak 297 orang. Tenaga medis dan paramedis ini, persebarannya cukup merata.
Tabel 2.53. Jumlah Tenaga Medis di Kabupaten Bangka, 2005 Kecamatan Dokter Apoteker SAA KesehatSarjana
an
Jumlah Umum Gigi Ahli lain
Sungailiat 18 7 11 4 6 24 70 Bakam 2 - - - - 2 4 Pemali 1 1 - - 1 1 4 Merawang 1 1 - - 1 - 3 Puding Besar 2 - - - - 1 3 Mendo Barat 4 1 - - 1 1 7 Belinyu 2 1 - - 1 2 6 Riau Silip 2 - - - - - 2 Jumlah 2005 32 11 11 4 10 31 99 2004 28 9 8 2 10 12 69 2003 22 8 5 1 11 16 63
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Tabel 2.54. Jumlah Tenaga Paramedis Perawat Kesehatan menurut Pendidikan di Kabupaten Bangka, 2005
Kecamatan Akper SPPM SPK Perawat Gigi
Bidan/ Akade mi Bidan
SPKU SPAG LCPK Jumlah
Sungailiat 58 1 44 8 24 5 6 22 168 Bakam 2 - 6 1 8 - - - 17 Pemali 2 - 5 1 5 - 1 4 18 Merawang 3 - 3 1 10 1 - 1 19 Puding Besar 1 - 4 1 5 - - 3 14 Mendo Barat 1 - 6 1 9 - 1 3 21 Belinyu 5 - 6 3 6 3 2 1 26 Riau Silip - - 4 1 6 1 - 2 14 Jumlah 2005 72 1 78 17 73 10 10 36 297 2004 25 1 50 13 70 12 12 37 220 2003 17 1 50 12 65 12 12 36 205
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Berdasarkan data pada tahun 2005, jumlah penduduk yang menderita gangguan kesehatan di Kabupaten Bangka sebanyak 125.591 orang,
II - 78
mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 97.254 orang. Jika dihitung rasio antara jumlah orang sakit dengan jumlah tenaga medis dan paramedis yang ada di Kabupaten Bangka, pada tahun 2005 diperoleh angka sebesar 317,15, artinya 1 orang tenaga medis menangani pasien sebanyak 317 orang. Rasio untuk tahun 2004 sebesar 336,52 dan tahun 2003 sebesar 125,76. Dengan melihat kondisi yang demikian, di Kabupaten Bangka sangat kekurangan tenaga medis dan paramedis untuk melayani kesehatan masyarakat. Begitu juga dengan fasilitas kesehatannya. Rasio antara jumlah orang sakit dengan rumah sakit (RSU dan fasilitas pelayanan lain masih cukup tinggi yaitu 799,94 pada tahun 2005 dan 694 (2004) serta 255 (2003). Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Bangka, agar pelayanan kesehatan dapat dinikmati oleh penduduk yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka.
Tabel 2.55. Jumlah Penduduk yang Menderita Gangguan Kesehatan dirinci menurut 10 Jenis Penyakit di Kabupaten Bangka, 2005
Jenis Penyakit
Kecamatan Sungailiat Bakam Pemali Merawang Puding
Besar Mendo Barat Belinyu Riau Silip 1. Asma 320 168 252 107 120 522 288 302 2. Infeksi Akut 15.395 701 7.727 1.884 869 3635 6094 1411 3. Penyakit Pulpa dan Jaringan Perlapikal 5.271 247 558 1.315 162 1784 1931 256 4. Penyakit pada Sistem Otot 1.471 300 2.087 250 370 1108 1172 270 5. Penyakit Kulit Infeksi 653 174 1.069 93 74 409 506 156
6. Diare 1.155 302 442 476 457 943 563 199
7. Penyakit Kulit Alergi 2.192 275 1.049 101 83 459 701 219 8. Malaria Klinis 4.301 959 921 947 880 1665 1421 939 9. Penyakit Tekanan Darah Tinggi 2.437 281 872 324 295 1596 972 236
10.
Penyakit Lain pada Pernafasan Bagian
Bawah 222 134 308 233 108 444 551 72
11. Lain-lain 19.437 1.693 2.804 1.095 1.096 2619 3686 946 Jumlah 52.854 5.234 18.089 6.825 4.514 15.184 17.885 5.006
Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan, dapat diukur dengan indikator-indikator dalam indeks mutu hidup di antaranya adalah angka harapan hidup. Berdasarkan data UNDP pada tahun 2004, angka harapan hidup di Indonesia adalah 67,2 tahun. Sementara itu, di Kabupaten Bangka data pada tahun yang sama menunjukkan bahwa angka harapan hidup untuk wilayah ini adalah 67,9 tahun. Untuk data pada tahun 2005, angka harapan hidup di Kabupaten Bangka masih sama dengan tahun 2004. Ini menunjukkan bahwa angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bangka relatif sudah lebih baik.
Sementara itu, indikator di bidang kesehatan yang lain adalah angka kematian bayi per seribu kelahiran (IMR/Infant Mortality Rate). Untuk indikator ini sepanjang tahun 2001 sampai dengan 2005, indeks IMR di Kabupaten Bangka menunjukkan trend yang menurun. Indeks IMR di Kabupaten Bangka dari tahun 2001 sampai dengan 2005 berturut-turut adalah 2/59, 1/31, 6,3/1000, 3,6/1000 dan 3,2/1000. Trend yang menurun ini telah menunjukkan keberhasilan Kabupaten Bangka dalam mengurangi angka kematian bayi. Selanjutnya indeks CMR menunjukkan jumlah kematian balita per seribu balita yang ada di Kabupaten Bangka. Pada tahun 2001 diperoleh data untuk indeks ini yaitu sebesar 9,7/100, dan untuk tahun-tahun berikutnya tidak/belum tersedia. Indeks mutu hidup yang terakhir adalah angka kematian ibu per seribu kelahiran (MMR). Data pada tahun 2005 nilai indeks MMR di Kabupaten Bangka adalah 138/100.000, mengalami penurunan dari tahun 2004 yang sebesar 155/100.000. Namun data pada tahun 2002–2005 telah menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2001 dengan nilai indeks pada saat itu hanya 130/100.000.
II - 80
Tabel 2.56. Perkembangan Index Mutu Hidup di Kabupaten Bangka, 2001–2005 No Uraian 2001 2002 2003 2004 2005 1 Angka Harapan Hidup/Usia Harapan Hidup (thn) 67,00 68,00 67,90 67,90 67,90
2 Angka Kematian Bayi per Seribu Kelahiran (IMR)
2/59 1/31 6,3/1000 3,6/1000 3,2/1000
3
Angka Kematian Balita per Seribu Balita (CMR)
9,7/100 - 0 0 -
4 Angka Kematian Ibu per Seribu Kelahiran (MMR)
130/100.000 134/100.000 131/100.000 155/100.000 138/100.000 Sumber: Bapeda Kabupaten Bangka, Data Pokok Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka Tahun 2005
Di bidang program Keluarga berencana (KB) di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 tercatat sebanyak 31.578 akseptor. Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh para akseptor KB baru adalah suntikan yang mencapai 44,53% (14.061 akseptor) dan pil KB sebanyak 34,31% (10.834 akseptor) dan sisanya alat kontrasepsi lainnya.