• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meskipun terus mengalami peningkatan atau perbaikan, namun perbaikan tersebut tidak linear dengan pertumbuhannya. Pertumbuhan Ekonomi (PE) dari tahun 2000–2006 terlihat fluktuatif (Tabel 2.21). Berdasarkan PDRB atas harga berlaku pada tahun 2001, PE 11,88%, menurun pada tahun 2002 menjadi 11,72% dan pada tahun 2003, 2004, dan 2005 mengalami peningkatan menjadi 19,36%, 19,52% dan 20,39%. Dan pada tahun 2006 mengalami penurunan menjadi 13,95%. Sedang atas dasar harga konstan, pada tahun 2001, PE 6,45%, menurun pada tahun 2002 menjadi 5,05%. Pada tahun 2003 meningkat menjadi 8,47%. Sedangkan pada tahun 2006 mengalami penurunan menjadi 4,45%. Secara umum, fluktuasi ini cenderung disebabkan dua faktor utama. Pertama, karena terjadi fluktuasi harga terhadap beberapa komoditas utama, seperti lada dan timah. Kedua, karena kebijakan deregulasi perdagangan komoditi timah dan kebijakan pendirian smelter. Seperti diketahui, perekonomian Kabupaten Bangka sangat tergantung kepada kedua komoditi tersebut. Perubahan kebijakan dan perubahan harga di pasar internasional yang berimbas ke harga domestik, secara langsung akan juga merubah PDRB-nya.

Tabel 2.19. PDRB Menurut Sektor Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, Kabupaten Bangka Tahun 2002-2006 (Jutaan Rp.)

Sumber: PDRB Kabupaten Bangka, BPS-BAPEDA 2006

No Sektor 2002 2003 2004 2005 2006

Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen 1 PERTANIAN 383.903 26,45 415.455 23,99 463.209 22,38 523.560 21,01 578.805 20,38 a. Tanaman Bahan Makanan 73.338 5,05 69.985 4,04 74.188 3,58 82.164 3,30 105.857 3,73 b. Tanaman Perkebunan 220.644 15,20 246.701 14,24 258.569 12,49 265.748 10,66 283.242 9,97 c. Peternakan dan hasil- hasilnya 20.120 1,39 22.118 1,28 24.857 1,20 27.785 1,11 26.272 0,93

d. Kehutanan 15.305 1,05 16.372 0,95 17.361 0,84 16.826 0,68 16.709 0,59

e. Perikanan 54.497 3,76 60.280 3,48 88.233 4,26 131.067 5,26 146.725 5,17 2 PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 265.650 18,31 299.164 17,27 431.302 20,83 587.025 23,55 606.343 21,35 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 103.392 7,12 214.932 12,41 245.769 11,87 282.771 11,35 329.046 11,59 4 LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH 10.695 0,74 12.607 0,73 16.508 0,80 21.411 0,86 26.079 0,92

5 BANGUNAN 97.243 6,70 108.460 6,26 127.988 6,18 160.187 6,43 222.254 7,83

6 PERDAGANGAN, HOTEL&RESTORAN 384.039 26,46 429.525 24,80 495.644 23,94 589.933 23,67 669.033 23,56 7 PENGANGKUTAN&KOMUNIKASI 52.556 3,62 57.960 3,35 65.488 3,16 74.127 2,97 87.523 3,08 8 KEUANGAN, PERSEWAAN&JASA PERUSAHAAN 51.290 3,53 58.920 3,40 67.587 3,26 73.164 2,94 79.946 2,82 9 JASA- JASA 102.398 7,06 135.094 7,80 156.672 7,57 180.018 7,22 240.713 8,48 TOTAL (PDRB DENGAN TIMAH) 1.451.166 100,00 1.732.117 100,00 2.070.167 100,00 2.492.196 100,00 2.839.742

Penduduk (pertengahan tahun) 215 224 229 247 256

II - 30

Tabel 2.20. PDRB Menurut Sektor Usaha Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Bangka, Tahun 2002-2006 (Jutaan Rp.)

Sumber: PDRB Kabupaten Bangka, BPS-BAPEDA 2006

No Sektor 2002 2003 2004 2005 2006

Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen 1 PERTANIAN 400.582 30,85 415.071 29,47 426.275 28,83 444.653 28,40 463.306 28,33 a. Tanaman Bahan Makanan 54.730 4,22 51.460 3,65 53.373 3,61 54.776 3,50 55.714 3,41 b. Tanaman Perkebunan 260.125 20,04 273.257 19,40 276.821 18,73 288.769 18,44 301.215 18,42 c. Peternakan dan hasil- hasilnya 17.668 1,36 18.584 1,32 19.456 1,32 20.432 1,30 20.483 1,25

d. Kehutanan 20.371 1,57 20.561 1,46 20.814 1,41 20.784 1,33 20.693 1,27

e. Perikanan 47.689 3,67 51.209 3,64 55.811 3,78 59.892 3,82 65.201 3,99

2 PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 229.661 17,69 238.725 16,95 251.440 17,01 267.456 17,08 265.326 16,22 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 86.788 6,68 142.485 10,12 149.141 10,09 156.785 10,01 165.093 10,09 4 LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH 8.451 0,65 9.274 0,66 10.250 0,69 11.034 0,70 11.694 0,72

5 BANGUNAN 83.825 6,46 88.896 6,31 94.802 6,41 101.384 6,47 109.485 6,69

6 PERDAGANGAN, HOTEL&RESTORAN 328.304 25,29 349.051 24,79 370.603 25,07 392.475 25,06 416.972 25,49 7 PENGANGKUTAN&KOMUNIKASI 43.122 3,32 44.968 3,19 47.546 3,22 49.900 3,19 52.538 3,21 8 KEUANGAN, PERSEWAAN&JASA PERUSAHAAN 42.563 3,28 44.008 3,12 45.659 3,09 47.342 3,02 49.161 3,01

9 JASA- JASA 74.982 5,78 75.816 5,38 82.613 5,59 94.833 6,06 101.945 6,23

TOTAL (PDRB DENGAN TIMAH) 1.298.278 100,00 1.408.294 100,00 1.478.329 100,00 1.565.862 100,00 1.635.520

Penduduk (pertengahan tahun) 214,755 224,379 229,047 246,837 256,224

Pendapatan per kapita di Kabupaten Bangka menunjukkan perkembangan yang positif dilihat dari tabel 2.19 dan 2.20. Menurut harga berlaku pada tahun 2002 pendapatan per kapita Kabupaten Bangka adalah sebesar 6,757 juta rupiah meningkat menjadi 11,083 juta rupiah pada tahun 2006. Sedangkan menurut harga konstan pendapatan per kapita tahun 2002 adalah 6,045 juta rupiah menjadi 6,383 juta rupiah pada tahun 2006.

Tabel 2.21. Pertumbuhan Ekonomi (PE) Kabupaten Bangka, 2000-2006 Tahun PDRB Harga Berlaku PE

(%) PDRB Harga Konstan PE (%) (Juta Rp) (Juta Rp) 2000 1.161.012 - 1.161.013 - 2001 1.298.947 11,88 1.235.910 6,45 2002 1.451.166 11,72 1.298.278 5,05 2003 1.732.117 19,36 1.408.294 8,47 2004 2.070.167 19,52 1.478.329 4,97 2005 2.492.196 20,39 1.565.862 5,92 2006 2.839.742 13,95 1.635.520 4,45 Sumber: BPS Kabupaten Bangka, 2000-2006, diolah

Pada tahun 2002 laju pertumbuhan perekonomian Kabupaten Bangka mengalami penurunan dibanding tahun 2001, sedangkan antara tahun 2003 sampai 2005 (atas harga berlaku). Sedangkan menurut harga konstan PE Kab. Bangka turun pada tahun 2004 dan menaik tahun 2005. Pada tahun 2006 PE Kab. Bangka kembali mengalami perlambatan. Laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 11,88% di tahun 2001, menurun menjadi 11,72% pada tahun 2002, pada tahun 2003 sampai 2005 meningkat, masing-masing menjadi 19,36%,19,52% dan 20,39%. Tetapi peningkatan tersebut tidak dapat berlanjut karena pada tahun 2006 mengalami penurunan menjadi 13,95%. Kondisi tersebut juga sama ketika dihitung atas dasar harga konstan. Atas dasar harga konstan pada tahun 2001 laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,45%, turun sebesar 5,05% pada tahun 2002, namun di tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar 8,47% dan pada tahun 2004 menurun sebesar 5,92%, begitu juga dengan tahun 2006 yaitu sebesar 4,45%.

II - 32

Tabel 2.22. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Menurut Sektor Usaha ADH Berlaku Di Kabupaten Bangka, Tahun 2003–2006 (%)

No Sektor 2003 2004 2005 2006 Rata-rata

1 PERTANIAN 8,22 11,49 13,03 10,55 10,82 a. Tanaman Bahan Makanan -4,57 6,01 10,75 28,84 10,26 b. Tanaman Perkebunan 11,81 4,81 2,78 6,58 6,49 c. Peternakan dan hasil- hasilnya 9,93 12,38 11,78 -5,45 7,16 d. Kehutanan 6,97 6,04 -3,08 -0,70 2,31 e. Perikanan 10,61 46,37 48,55 11,95 29,37 2 PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 12,62 44,17 36,11 3,29 24,05 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 107,88 14,35 15,06 16,36 38,41 4 LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH 17,88 30,94 29,70 21,80 25,08 5 BANGUNAN 11,54 -84,78 25,16 38,75 23,36 6 PERDAGANGAN, HOTEL&RESTORAN 11,84 -70,20 19,02 13,41 14,92 7 PENGANGKUTAN&KOMUNIKASI 10,28 755,15 13,19 18,07 13,63 8 KEUANGAN, PERSEWAAN&JASA PERUSAHAAN 14,88 11,15 8,25 9,27 11,78 9 JASA- JASA 31,93 15,97 14,90 33,72 24,13 19,36 19,52 20,39 13,95 18,30

Sumber: BPS Kabupaten Bangka, 2005.

Secara sektoral pertumbuhan paling mengesankan pada tahun 2003 terjadi pada Sektor Industri Pengolahan dan Jasa-jasa yang pernah mencapai angka pertumbuhan lebih dari 100% (atas harga berlaku) dan 64,2% (atas harga konstan), meskipun di tahun berikutnya sektor tersebut mengalami pertumbuhan yang relatif menurun. Atas dasar harga berlaku pada tahun 2003 Sektor Jasa-jasa mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 31,93%. Jika dihitung atas harga konstan Sektor Jasa-jasa di tahun 2003 sebesar 1,1% yang mengalami peningkatan pada tahun berikutnya 9,0% (tahun 2004) dan 14,80% (tahun 2005), dan kembali mengalami penurunan sebesar 7,50% (tahun 2006). Sedangkan mulai tahun 2003-2006, laju pertumbuhan Sektor Bangunan mengalami peningkatan menurut harga berlaku atau pun menurut harga konstan, kecuali tahun 2004 menurut harga berlaku mengalami penurunan. Tahun 2003 Sektor Bangunan

meningkat sebesar 11,54%, tahun 2004 mengalami penurunan yang cukup drastis sebesar -84,78%, tahun 2005 kembali meningkat sebesar 25,16%, dan tahun 2006 sebesar 38,75%. Jika ditinjau harga konstan laju pertumbuhan Sektor Bangunan juga mengalami peningkatan sebagai contoh pada tahun 2003 laju pertumbuhan sebesar 6,05% meningkat terus hingga tahun 2006 sebesar 6,9%.

Tabel 2.23. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Menurut Sektor Usaha ADH Konstan Di Kabupaten Bangka, Tahun 2003–2006 (%)

No Sektor 2003 2004 2005 2006 Rata-rata

1 PERTANIAN 3,6 2,7 4,3 4,2 3,7

a. Tanaman Bahan Makanan (6,0)* 3,7 2,6 1,7 0,5 b. Tanaman Perkebunan 5,0 1,3 4,3 4,3 3,7 c. Peternakan dan hasil- hasilnya 5,2 4,7 5,0 0,2 3,8 d. Kehutanan 0,9 1,2 (0,1) (0,4) 0,4

e. Perikanan 7,4 9,0 7,3 8,9 8,1

2 PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 3,9 5,3 6,4 (0,8) 3,7 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 64,2 4,7 5,1 5,3 19,8 4 LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH 9,7 10,5 7,6 6,0 8,5

5 BANGUNAN 6,0 6,6 6,9 8,0 6,9

6 PERDAGANGAN, HOTEL&RESTORAN 6,3 6,2 5,9 6,2 6,2 7 PENGANGKUTAN&KOMUNIKASI 4,3 5,7 5,0 5,3 5,1 8 KEUANGAN, PERSEWAAN&JASA PERUSAHAAN 3,4 3,8 3,7 3,8 3,7

9 JASA- JASA 1,1 9,0 14,8 7,5 8,1

8,5 5,0 5,9 4,4 6,0

Sumber: BPS Kabupaten Bangka, 2005. * ( ) : tanda negatif

a

a.. SSeekkttoorrPPeerrttaanniiaannddaannKKeehhuuttaannaann

Sektor pertanian masih merupakan sektor yang kontribusinya mendominasi bagi PDRB Kabupaten Bangka. Berdasarkan harga berlaku dan harga konstan, rata-rata 22,84% dan 29,18% rentang waktu 2002–2006 PDRB kabupaten ini disumbang dari sektor tersebut meskipun jika dilihat dari pertumbuhannya mengalami penurunan.

Produksi beberapa jenis tanaman pangan yang dihasilkan oleh wilayah Kabupaten Bangka dari tahun 2003 sampai 2005 mengalami penurunan

II - 34

cukup signifikan. Jumlah produksi dalam kurun 3 tahun terakhir adalah 14.347,43 ton (2003), 9.443,89 ton (2004) atau mengalami penurunan 34,18% dari tahun 2003, dan 4.725,08 ton pada tahun 2005 atau mengalami penurunan sebesar 49,97%. Komoditi produksi terbesar dari tahun 2003 sampai 2005 mengalami perubahan yang fluktuatif. Pada tahun 2003 produksi tanaman pangan terbesar berasal dari komoditi produksi ketela pohon yang mencapai 9.978,6 ton. Peringkat berikutnya disusul produksi ubi jalar sebesar 2.117,03 ton, produksi padi sebesar 716 ton untuk padi sawah dan 587 ton untuk jenis padi ladang, produksi jagung sebesar 558,1 ton, kacang tanah sebesar 210 ton dan talas sebesar 180,7 ton. Sedangkan pada tahun 2004 produksi terbesar masih berasal dari komoditi ketela pohon sebesar 4.048,1 ton. Selanjutnya diikuti oleh produksi padi sebesar 297 ton untuk padi sawah dan 3.125,8 ton untuk padi ladang, ubi jalar sebesar 1.171,49 ton, jagung sebesar 425,2 ton, talas sebesar 260,9 ton dan kacang tanah sebesar 115,4 ton. Pada tahun 2005 produksi komoditas padi menjadi peringkat pertama, yaitu sebesar 716 ton untuk padi sawah dan 1134,5 ton untuk padi ladang. Peringkat selanjutnya adalah produksi ketela pohon sebesar 1.614,88 ton, jagung sebesar 558,1 ton, ubi jalar sebesar 465,6 ton, kacang tanah sebesar 128,7 ton dan talas sebesar 107,3 ton.

Tabel 2.24. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan di Kabupaten Bangka, Tahun 2003–2005

No Komoditi Luas Panen (Ha) Produksi (ton) Produktivitas (ton/Ha)

2003 2004 2005 2003 2004 2005 2003 2004 2005 1 Padi Sawah 254.00 99.00 195.00 716.00 297.00 716.00 2.82 3.00 3.67 2 Padi Ladang 416.00 2,067.00 808.00 587.00 3,125.80 1,134.50 1.41 1.51 1.40 3 Jagung 243.95 169.80 243.00 558.10 425.20 558.10 2.29 2.50 2.30 4 Ketela Pohon 625.00 705.10 203.50 9,978.60 4,048.10 1,614.88 15.97 5.74 7.94 5 Ubi Jalar 298.00 165.00 99.00 2,117.03 1,171.49 465.60 7.10 7.10 4.70 6 Kacang Tanah 136.00 74.90 45.00 210.00 115.40 128.70 1.54 1.54 2.86 7 Talas 58.00 49.00 38.00 180.70 260.90 107.30 3.12 5.32 2.82 Jumlah 2,030.95 3,329.80 1,631.50 14,347.43 9,443.89 4,725.08 34.25 26.72 25.69

II - 36

Ditinjau dari sisi konsumsi, apabila mengacu pada rata-rata konsumsi beras penduduk Indonesia yang sebesar 130 kg/kapita/tahun, maka dengan jumlah penduduk Kabupaten Bangka sebanyak 224.379 jiwa (2003), 229.047 jiwa (2004), maka akan dibutuhkan sekitar 29.169.270 ton beras (2003) dan 29.776.110 ton beras (2004). Sedangkan, berdasarkan data yang ada jumlah produksi padi sawah dan padi ladang hanya sebesar 1.303 ton (2003) dan 3.422,8 ton (2004). Ini berarti terjadi defisit produksi padi dari konsumsinya sehingga diperlukan untuk mendatangkan beras dari luar Kabupaten Bangka, atau dilakukan diversifikasi pangan dengan jagung, ubi kayu dan ubi jalar.

Dalam kaitan tanaman pangan non-padi yang bisa dijadikan alternatif pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Bangka tercatat produksi jagung, ketela pohon, ubi jalar dan talas cukup lumayan untuk dijadikan sebagai penyangga. Dari tanaman pangan non-padi tersebut, produksi ketela pohon menduduki peringkat terbesar dibanding yang lain, meskipun besarnya produksi berfluktuatif. Produksi ketela pohon tersebut mencapai 9.978,6 ton (2003), 4.048,1 ton (2004) dan 1.614,88 ton (2005).

Selain produksi tanaman pangan, Kabupaten Bangka juga menghasilkan komoditi pertanian lain yang berupa sayuran serta buah-buahan. Dari data dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bangka, jumlah produksi komoditas sayuran dan buah-buahan cukup tinggi. Dari komoditas sayuran, jumlah produksi sebesar 8.322,93 ton (2003) dengan luas panen 1.173 Ha, tahun 2004 luas panen 1.002 Ha dengan produksi 11.859,80 ton dan produksi tahun 2005 mencapai 7.563,75 ton dengan luas panen 990 Ha. Sedangkan produksi komoditas buah-buahan untuk tahun 2003 mencapai 21.815,97 ton dengan luas panen 2.037 Ha, tahun 2004 produksi mencapai 9.989,77 ton dengan luas panen 1.214,29 Ha, sedangkan pada tahun 2005 produksinya menurun menjadi 4.860,09 ton dengan luas panen 1.057,66 Ha. Sementara itu sektor perkebunan merupakan salah satu sektor yang memegang peranan yang relatif penting dalam perekonomian masyarakat di Kabupaten Bangka. Perkebunan di Kabupaten Bangka dibagi atas perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Produksi komoditas perkebunan rakyat antara lain terdiri dari lada, karet, kelapa, cengkeh dan coklat. Sedangkan perkebunan besar yang dikelola oleh 6 perusahaan swasta,

tanaman utamanya adalah kelapa sawit. Pada tahun 2005 luas tanaman perkebunan lada sebesar 10.217 Ha dengan produksi 4.222,1 ton, tanaman karet luas tanam sebesar 16.459,2 Ha dengan jumlah produksi mencapai 6.370,3 ton, tanaman kelapa luas tanam 4.218,5 Ha dengan jumlah produksi 1.842 ton, tanaman cengkeh luas tanam 40 Ha dengan produksi mencapai 10 ton, dan tanaman coklat luas tanam 120 Ha dengan produksi 25,8 ton.

Perkebunan sawit sebagai perkebunan besar di Kabupaten Bangka mengalami peningkatan produksi yang signifikan pada tahun 2004 sebesar 108.040 ton dibanding tahun 2003 yang mencapai 237,65 ton. Luas areal perkebunan kelapa sawit juga mengalami perluasan, pada tahun 2003 luas areal seluas 815 Ha menjadi 1.078,85 Ha atau bertambah 263,85 Ha. Tetapi pada tahun 2005 jumlah produksi kelapa sawit mengalami penurunan drastis menjadi sebesar 4.990 ton, meskipun pada tahun 2005 luas areal bertambah menjadi 1.524 Ha.

Di daerah Kabupaten Bangka, peternakan yang dilakukan masyarakat saat ini hanya merupakan peternakan yang diusahakan secara sampingan. Pada tahun 2005 jumlah pengeluaran ternak sapi sebanyak 12 ekor, kambing 35 ekor dan babi sebanyak 450 ekor, jumlah pemasukan ternak sapi sebanyak 2.242 ekor dan kambing 1.456 ekor. Sementara tahun 2004 jumlah pengeluaran ternak sapi sebanyak 238 ekor, kambing 32 ekor dan babi 324 ekor, sedangkan jumlah pemasukan untuk ternak kerbau 2 ekor, sapi 2.207 ekor, kambing 1.384 ekor dan babi 50 ekor.

Sementara itu produksi telur ayam kampung, ayam ras dan itik di Kabupaten Bangka pada tahun 2004 adalah jumlah produksi telur ayam kampung sebanyak 104.250 kg, ayam ras 29.037 kg dan telur itik sebanyak 54.928 kg. Sedangkan tahun 2005 jumlah produksi telur ayam kampung sebanyak 1.012.905 kg, ayam ras 47.028 kg dan telur itik sebanyak 53.519 kg.

Untuk produksi daging di Kabupaten Bangka pada tahun 2004 jumlah produksi daging sapi sebanyak 238.337 kg, daging kambing sebanyak 12.102 kg, babi sebanyak 192.179 kg, ayam kampung sebanyak 74.832 kg, ayam

II - 38

pedaging sebanyak 127.164 kg, ayam petelur sebanyak 5.127 kg dan produksi daging itik sebanyak 198 kg. Sedangkan tahun 2005 jumlah produksi daging sapi sebanyak 316.764 kg, daging kambing sebanyak 15.466 kg, babi sebanyak 179.800 kg, ayam kampung sebanyak 335.260 kg dan ayam pedaging sebanyak 2.728.275 kg.

Populasi ternak mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2005 populasi sapi sebanyak 860 ekor, kambing 800 ekor, kerbau 103 ekor, babi 18.914 ekor, ayam kampung 218.302 ekor, ayam pedaging 294.200 ekor, ayam petelur 728 ekor dan itik 9.429 ekor. Sedangkan pada tahun 2004 jumlah populasi sapi 181 ekor, kambing 216 ekor, kerbau 96 ekor, babi 11.796 ekor, ayam kampung 272.015 ekor, ayam pedaging 178.421 ekor, ayam petelur 3.766 ekor dan itik sebanyak 11.342 ekor.

Sub sektor perikanan di Kabupaten Bangka didominasi oleh perikanan laut karena didukung oleh letak geografis yang dikelilingi oleh lautan dan berbatasan dengan Laut Cina Selatan yang memiliki sumberdaya laut yang relatif besar untuk dikembangkan. Komoditi yang dihasilkan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi seperti ikan kerapu, kakap merah, udang, cumi-cumi, sirip ikan dan lain-lain. Sementara produksi ikan laut di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 cenderung mengalami kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tahun-tahun 2005 produksi ikan laut sebanyak 19.641,6 ton, sementara tahun 2004 sebanyak 9.801,55 ton. Hal tersebut juga ditunjang oleh ketersediaan sarana dan prasarana, di mana sarana dan prasarana ikan laut tersebut berupa perahu/kapal cenderung mengalami kenaikan. Pada tahun 2005, jumlah perahu/kapal penangkap ikan laut sebanyak 2.631 unit dan tahun 2004 sebanyak 2.430 unit. Jumlah seluruh kapal/perahu tahun 2005 tersebut terdiri dari perahu tanpa motor sebanyak 193 unit, perau tempel sebanyak 699 unit dan kapal motor 1.739 unit.

b

b.. SSeekkttoorrPPeerrttaammbbaannggaannddaannPPeennggggaalliiaann

Sebagai sektor primer (beserta sektor pertanian), pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi yang besar pada PDRB Kabupaten Bangka. Secara sektoral pertambangan dan penggalian pada kurun waktu 2002–2006 memberi kontribusi rata-rata sebesar 20,26% atas dasar harga berlaku dan 16,9 % atas dasar harga konstan pada PDRB.

Kabupaten Bangka merupakan salah satu produsen utama bahan galian tambang Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangka, potensi pertambangan yang potensial di Kabupaten Bangka saat ini adalah bahan galian golongan C yaitu kaolin, pasir kuarsa, granit, tanah liat, batu koral, pasir bangunan dan lain-lain.

II - 40

Tabel 2.25. Kuasa Pertambangan di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2004

N Noo DDaaeerraahh LLuuaass((WHHWaaiil)l)aayyaahh DD((aaHHrraaaa))tt %% LL((HaHauuaa)t)t %% JJuu((mmHHaallaa))hh P PTTTTIIMMAAHH A Pulau Bangka 1 Bangka 1.161.400 80.528,93 30,65 27.814,98 23,72 2 Bangka Tengah 43.976,61 16,74 11.367,47 9,69 3 Bangka Selatan 81.554,04 31,04 12.550,42 10,70 4 Bangka Barat 56.690,02 21,58 65.553,02 55,89 Sub Jumlah A 262.749,60 100,00 117.285,89 100,00 380.035,49 B Pulau Belitung 562.500 5 Belitung 23.053,62 40,11 0,00 6 Belitung Timur 34.416,63 59,89 30.075,00 100,00 Sub Jumlah B 57.470,25 100,00 30.075,00 87.545,25 Jumlah A+B 1.723.900 320.219,85 147.360,89 467.580,74 Persentase (%) 68,48 31,52 P PTTKKOOBBAATTIINN 1 Bangka Tengah 157.300 100,00 - - 157.300 Jumlah 157.300 100,00 157.300

Jumlah (PT TIMAH + PT KOBATIN) 477.519,85 76,42 147.360,89 23,58 624.880,74

Sejak tahun 1709 bahan tambang timah telah dieksploitasi dan memberikan banyak devisa bagi negara serta menyerap banyak tenaga kerja. Terdapat satu perusahaan besar yang melakukan penambangan di Kabupaten Bangka yakni PT Timah Tbk. Pada saat ini luas Kuasa Pertambangan (KP) PT Timah Tbk mencapai 108.343,91 Ha, yang meliputi wilayah darat seluas 8.0528,93 Ha dan laut 27.814,98.

Tabel 2.26. Proporsi Kuasa Pertambangan Di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2004

N Noo KKaabbuuppaatteenn//KKoottaa KKuuaassaaPPeerrttaammbbaannggaann((KKPP)) D Daarraatt((HHaa)) LLaauutt((HHaa)) TToottaall((HHaa)) %% 1 Bangka 80.528,93 27.814,98 108.343,91 23,17 2 Bangka Tengah 43.976,61 11.367,47 55.344,08 11,84 3 Bangka Selatan 81.554,04 12.367,47 94.104,46 20,13 4 Bangka Barat 56.690,02 65.553,02 122.243,04 26,14 5 Belitung 23.053,62 - 23.053,62 4,93 6 Belitung Timur 34.416,63 30.075,00 64.491,63 13,79 Jumlah 320.219,85 147.360,89 467.580,74

Sumber: PT Timah dan PT Kobatin 2004, diolah.

Dari sisi produksi, biji timah dan logam timah yang dihasilkan di Kabupaten Bangka pada tahun 2004 mencapai 22.329,48 ton biji timah dan 4.136,47 ton logam timah.

c

c.. SSeekkttoorrIInndduussttrriiPPeennggoollaahhaann

Di luar sektor primer (pertanian, pertambangan dan penggalian), sektor industri pengolahan juga memberikan kontribusi dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Bangka. Selama kurun waktu 2002–2006 rata-rata memberikan kontribusi sebesar 10,87% atas dasar harga berlaku dan sebesar 9,40% atas dasar harga konstan. Jika dilihat dari pertumbuhannya sektor ini cukup menjanjikan di mana secara rata-rata tumbuh sebesar 33,84% dan 8,63% berturut-turut atas dasar harga berlaku dan konstan.

Pada tahun 2004 jumlah industri di Kabupaten Bangka sebanyak 296 industri, yang terdiri dari industri besar sebanyak 11 dengan jumlah tenaga kerja 1.339 orang, industri sedang sebanyak 6 dengan tenaga kerja 297

II - 42

orang, sedangkan industri kecil rumah tangga ada sebanyak 279 perusahaan dengan 2.286 orang tenaga kerja.

Jika diklasifikasikan menurut jenis industri, maka industri kecil terbagi menjadi industri pangan sebanyak 72 usaha dengan tenaga kerja 380 orang; industri sandang dan kulit 8 usaha dengan tingkat penyerapan tenaga kerja 41 orang; industri logam mesin dan elektronik 158 usaha dengan tingkat penyerapan tenaga kerja 1.649 orang dan industri agro non pangan dan hasil hutan 41 unit dengan tingkat penyerapan tenaga kerja 216 orang.

Tabel 2.27. Kelompok Industri Kecil di Kabupaten Bangka, Tahun 2004 Jenis Industri Usaha Unit % Tenaga kerja %

Pangan 72 25.81 380 16.62

Sandang&kulit 8 2.87 41 1.79

Logam Mesin dan Elektronik 158 56.63 1649 72.13 Agro Non Pangan dan Hasil 41 14.70 216 9.45

Total 279 2286

Sumber: Dinas Perindag Kabupaten Bangka, 2004

Tabel 2.28. Jumlah Industri Besar, Sedang dan Industri Kecil Formal menurut Kecamatan dan Tenaga Kerja di Kabupaten Bangka, Tahun 2004

Kecamatan

Industri Besar Industri Sedang Industri Kecil Perusahaan Tenaga Kerja Perusa

haan Tenaga Kerja Perusa haan Tenaga Kerja Mendo Barat 1 128 2 6 Merawang 2 407 1 120 32 188 Puding Besar 2 19 Sungailiat 6 429 2 35 170 1389 Pemali 22 152 Bakam Belinyu 1 170 1 100 47 530 Riau Silip 1 145 2 42 21 Jumlah 11 1279 6 297 275 2305

Tabel 2.29. Klasifikasi Industri Besar menurut Jenis Industri, Unit Usaha, Tenaga Kerja dan Investasi di Kabupaten Bangka Tahun 2004

Jenis Industri Unit Usaha Tenaga Kerja Investasi (Juta Rp) 1. IMLD

Galangan Kapal 2 187 4760

Kathodic Protection Bengkel Bubut

Cor Logam Bukan 5 278 2500

Besi dan Baja (Timah) 2. IKD Gas Oksigen 1 15 851 3. Aneka Industri Pabrik Es 3 66 2637 Pengolahan Kaolin 2 270 2750 Pasir Kwarsa Penggergajian kayu Pengolahan Ikan 1 120 635 Crum Rubber 1 128 2800 Moulding Teget Granit 1 145 9732 Sant Balasting Udang Beku 1 427 6578 Pengolahan Plastik Minuman Ringan Jumlah 17 1636 33243

Sumber: Dinas Perindustrian, Koperasi & UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

d

d.. SSeekkttoorrLLiissttrriikk,,GGaassddaannAAiirr

Sektor ini relatif kecil sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Bangka. Bahkan dalam kurun waktu 2002–2006 kontribusi sektor ini memberikan kontribusi terkecil dibanding dengan sektor yang lain. Kontribusi sektor ini selalu kurang dari 1% dari PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun konstan, yaitu sebesar 0,81% atas harga yang berlaku dan 0,684% atas harga konstan. Namun demikian rata-rata pertumbuhan sektor ini, mulai dari tahun 2003–2006 mengalami kenaikan, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata mencapai 25,08% atas dasar harga berlaku dan 8,5% atas dasar harga konstan.

II - 44

e

e.. SSeekkttoorrBBaanngguunnaann//KKoonnssttrruukkssii

Sektor bangunan juga memiliki sumbangan yang tidak terlalu besar pada pembentukan PDRB Kabupaten Bangka. Adapun kontribusi sektor ini dalam kurun waktu 2002-2006 pada PDRB Kabupaten Bangka mencapai rata-rata 6,68% atas dasar harga berlaku dan sebesar 6,46% atas dasar harga konstan.

f

f.. SSeekkttoorrPPeennggaannggkkuuttaannddaannKKoommuunniikkaassii

Meskipun pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi pada kurun waktu 2002–2006 yang rata–rata sebesar 13,63% atas dasar harga berlaku dan 3,26% atas dasar harga konstan, namun jika dilihat dari besarnya kontribusinya pada pembentukan PDRB ternyata mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan rata-rata 3,24% atas dasar harga berlaku dan 3,23% ADH konstan.

g

g.. SSeekkttoorrPPeerrddaaggaannggaann,,HHootteell,,ddaannRReessttoorraan n

Sektor perdagangan, hotel dan restoran menyumbang PDRB Kabupaten Bangka dalam kurun waktu 2002–2006 mencapai 24,49% atas dasar harga berlaku dan 25,14% atas dasar harga konstan. Dengan laju pertumbuhan rata- rata 14,92% atas dasar harga berlaku dan 6,2% atas dasar harga konstan. Berikut ini disajikan data mengenai jumlah akomodasi hotel/penginapan menurut kecamatan dan klasifikasinya di Kabupaten Bangka tahun 2005.

Tabel 2.30 Jumlah Akomodasi Hotel/Penginapan Menurut Kecamatan Dan Klasifikasinya di Kabupaten Bangka, 2005

Kecamatan berbintang Hotel

Hotel Melati dengan

Kamar Jumlah < 10 10-24 25+ 1. Belinyu 2. Sungailiat 3. Merawang 4. Mendo barat - 4 - - - - - - - 7 1 1 - - - - - 11 1 1 Jumlah tahun 2005 Jumlah tahun 2004 4 4 - - 9 10 - - 13 14 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka

Tabel 2.31 Jumlah Hotel/Penginapan Menurut Kecamatan, Jumlah Kamar dan Tempat Tidur di Kabupaten Bangka, 2005

Kecamatan Hotel/losmen Kamar Tempat tidur 1. Belinyu 2. Sungailiat 3. Merawang 4. Mendo Barat - 11 1 1 - 240 15 24 - 287 15 461 Jumlah tahun 2005 Jumlah tahun 2004 13 14 279 286 448 512 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka

Menurut laporan RIPPDA (2005) berdasarkan data masih minimnya sarana bagi wisatawan. Padahal, kebutuhan akan sarana akomodasi sangat penting dan patut segera menjadi perhatian, khususnya pihak-pihak swasta untuk mendorong pariwisata di wilayah Kabupaten Bangka. Sementara itu ada pihak yang secara dominan menguasai kepemilikan dan operasional sarana dan prasarana pariwisata di Kabupaten Bangka. Hal ini dapat menyebabkan monopoli yang berdampak kurang sehat terhadap perkembangan iklim pariwisata dan investasi.

h

h.. SSeekkttoorrKKeeuuaannggaann,,PPeennyyeewwaaaannddaannJJaassaaPPeerruussaahhaaaann

Sama seperti sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor inipun relatif kecil sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Bangka. Hanya rata-rata sekitar 3,19% atas dasar harga berlaku dan 3,10% atas dasar harga konstan. Meskipun sektor ini memberikan kontribusi yang relative kecil namun sektor ini dari tahun ke tahun menunjukkan kinerja yang baik terbukti dari laju pertumbuhannya rata-rata sebesar 13,63% atas dasar harga berlaku dan 14,37% atas dasar harga konstan.

i

i.. SSeekkttoorrJJaassaa--JJaassaa

Pada kurun waktu 2003–2006, sektor jasa termasuk sektor yang cukup mengesankan jika ditilik dari pertumbuhannya. Sektor ini tumbuh rata-rata sebesar 24,13 % atas dasar harga berlaku dan tumbuh sebesar 8,1 % jika dihitung menggunakan harga konstan, dengan sumbangan terhadap PRDB Kabupaten rata-rata mencapai 7,63% atas dasar harga berlaku dan 5,8% atas dasar harga konstan.

II - 46

1

1..11)) PPeerrmmaassaallaahhaann

Dari berbagai kondisi dasar yang ada di Kabupaten Bangka, ada beberapa permasalahan yang dihadapi di bidang ekonomi dan sumber daya alam pada saat ini, antara lain:

(1) Potensi dari komoditas-komoditas unggulan daerah belum dimanfaatkan secara optimal. Kabupaten Bangka memiliki banyak komoditas-komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, apabila daerah mampu mengelolanya dengan baik, pembangunan di wilayah ini akan lebih maju.

(2) Di sektor pertanian dan kehutanan, meskipun rata-rata kontribusi sektor pertanian dan kehutanan terhadap PDRB Kabupaten Bangka relatif tinggi untuk periode 2003–2006, namun sektor ini relatif tidak berubah kontribusinya terhadap PDRB. Rata-rata kontribusi sektor pertanian dan kehutanan sebesar 22,84% atas harga berlaku dan 29,18% atas harga konstan. Pertumbuhan sektor ini lebih rendah dibanding rata-rata tingkat pertumbuhan PDRB Kabupaten Bangka untuk kurun waktu yang sama, yaitu sekitar 10,82% atas dasar harga berlaku dan 3,7% atas harga konstan (sedangkan rata-rata pertumbuhan tahun 2003-2006 Kabupaten Bangka 6% atas harga konstan). Beberapa permasalahan di sektor pertanian dan kehutanan adalah sebagai berikut:

a. Pemanfaatan lahan ladang untuk produksi padi masih belum optimal, sebagai contoh tahun 2004, dari luas panenan sebesar 2.067 Ha dan luas penanaman baru 1.032 Ha. Di sub sektor pertanian produksi padi masih diarahkan pada produksi padi ladang. Situasi ini membawa permasalahan tersendiri, yaitu mayoritas lahan pertanian untuk tanaman pangan adalah lahan ladang. Lahan sawah hanya ada di Kecamatan Sungailiat dan Kecamatan Riau Silip, padahal produktivitas rata-rata tahun 2005 padi ladang sebagaimana diketengahkan pada Tabel 2.24. sebelumnya yaitu 1,40 ton/hektar, relatif rendah lebih rendah dari produktivitas padi sawah yang sebesar 3,67 ton/hektar.