Sumber: Hasil analisis dan perencanaan 2.1.3 Wilayah Rawan Bencana
TAHUN PDRB PER KAPITA REGIONAL PER PENDAPATAN KAPITA
II. ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000
6. Indikator Makro Perekonomian Kabupaten Siak
2.3.1 Fokus Layanan Urusan Wajib
2.3.2.1. Bidang Pertanian
Banyaknya dataran rendah di Kabupaten Siak sangat sesuai untuk budidaya pertanian khususnya tanaman padi, tanaman palawija dan sayur-sayuran. Luas lahan sawah yang dimiliki oleh kabupaten Siak pada tahun 2011 seluas 5.374 ha. Pada tahun 2011 luas tanam seluas 7.412 ha dan yang dipanen selama tahun 2011 seluas 6.921 ha dengan jumlah produksi sebesar 28.611 ton dengan produktivitas 4,13 ton/ha. Komoditi palawija yang dibudidayakan di Kabupaten Siak yang cukup dominan antara lain: jagung, ubi kayu, ubi jalar, kedelai, kacang hijau dan kacang tanah. Luas Lahan yang diusahakan untuk produksi padi dan palawija selama tahun 2011 adalah sebagai berikut:
II - 69
Tabel 2.79
Tanaman Padi dan Palawija Tahun 2011 Kabupaten Siak
No Komoditas Luas Tanam (ha) Luas Panen (ha) Puso (ha) Produktivitas (Kw/ha) Produksi (Ton)
1 Padi Sawah 7.281 6.782 323 43,37 28.221 2 Padi Ladang 131 139 - 29,29 391 Total Padi 7.412 6.921 323 41,34 28.611 3 Jagung 260 215 2 38,96 838 4 Kedele 7 15 - 10,93 16 5 Kacang Tanah 93 97 - 9,71 94 6 Kacang Hijau 12 15 - 9,03 14 7 Ubi Kayu 223 218 6 115,14 2.510 8 Ubi Jalar 66 60 - 80,49 483
Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. 2012
Dari data tersebut mengindikasikan masih rendahnya produktivitas tanaman padi dan palawija. Oleh karena itu perlu upaya peningkatan produktvitas melalui peningkatan penguasaan teknologi dan managerial pada semua stakeholders yang terlibat.
Tabel 2.80
Tanaman Padi Tahun 2007- 2011 Kabupaten Siak
NO Tanaman Padi 2007 2008 2009 2010 2011
1 Luas Tanam (Ha) 5.973 8.118 7.459 7.813 7.412
2 Luas Panen (Ha) 7.100 7.702 8.017 8.738 6.639 3 Produksi (Ton) 23.527 26.398 32.881 33.318 27.446
4 Produktivitas (Ton/Ha) 3,31 3,43 4,10 3,81 4,13 Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. 2012
II - 70
Tanaman Sayur-Sayuran
Pada komoditi yang berasal dari tanaman sayuran yang dibudidayakan di Kabupaten Siak cukup beragam. Komoditi sayuran yang dibudidayakan antara lain kacang panjang, cabe, tomat, buncis, terong, ketimun, bayam, labu siam dan kangkung. Produksi tanaman sayuran pada tahun 2011 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.81
Tanaman Sayur Sayuran Tahun 2011 Kabupaten Siak
No Komoditas Luas Tanam (ha) Luas Panen (ha) Produktivitas (Kw/ha) Produksi (Ton)
1 Kacang Panjang 199 193 26,35 509 2 Cabe Besar 183 157 44,89 705 3 Cabe Rawit 59 68 25,90 176 4 Terung 95 95 71,15 676 5 Ketimun 123 123 138,42 1.703 6 Kangkung 142 146 67,82 990 7 Bayam 138 131 19,11 250 TOTAL 939 913 54,86 5.008
Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. 2012
Dari data tersebut mengindikasikan masih rendahnya produktivitas tanaman sayur-sayuran di Kabupaten Siak. Oleh karena itu perlu upaya peningkatan produktivitas melalui peningkatan penguasaan teknologi dan managerial pada semua stakeholders para pelaksana.
Tabel 2.82
Tanaman Sayur-Sayuran Tahun 2007-2011 Kabupaten Siak
NO Tanaman Sayur-Sayuran 2007 2008 2009 2010 2011
1 Luas Tanam (Ha) 1.424 973 1.136 939 986
2 Luas Panen (Ha) 1.403 909 1.142 913 1.013
3 Produksi (Ton) 7.623 5.498 6.528 5.008 4.946 4 Produktivitas kw/Ha 54,33 60,48 57,16 54,86 48,83 Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. 2012
II - 71 Dari tabel di atas tampak bahwa luas lahan komoditas sayuran tahun 2007-2011 terus mengalami kenaikan, sedangkan pada tahun 2007-2011 mengalami penurunan produksi. Hal ini disebabkan turunnya produktivitas yang dapat disebabkan oleh iklim yang tidak mendukung maupun dari teknologi budaya yang digunakan. Dari data juga terlihat kenaikan luas tanam yang tidak signifikan, hal ini menunjukkan kurangnya pemanfaatan lahan potensial yang ada di Kabupaten Siak.
Dengan masih banyaknya lahan yang tersedia, diharapkan luas tanam padi, palawija dan sayur-sayuran dapat ditingkatkan, sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri (swasembada) dan dijual di sekitar Kabupaten Siak.
Tanaman Buah-Buahan
Dari tabel berikut terlihat bahwa luas lahan komoditas buah-buahan pada tahun 2011 mengalami penurunan, demikian juga dengan hasil produksinya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Siak masih memanfaatkan sebagian potensi yang ada. Dengan masih tersedianya lahan diharapkan luas tanaman buah-buahan dapat ditingkatkan.
Tabel 2.83
Tanaman Buah-Buahan Tahun 2007-2011 Kabupaten Siak
NO Buah-Buahan Tanaman 2007 2008 2009 2010 2011
1 Luas Tanam Baru (Ha) 87 74 236 300 90
2 Luas Panen (Ha) 2.063 2.063 2.617 1.407 421 3 Produksi (Ton) 10.041 17.437 20.315 7.935 3.198 4 Produktivitas 48,67 86,04 77,63 56,41 75,90 Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. 2012
Tanaman Perkebunan
Perkebunan mempunyai kedudukan yang penting di dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Siak. Sektor perkebunan ini telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat terutama dengan dibangunnya perkebunan Pola Inti Rakyat (PIR). Dengan pola ini masyarakat diikutsertakan sebagai pemilik sekaligus pengelola lahan sawit, dengan demikian masyarakat memperoleh hasil yang lebih baik dari perkebunan yang ada dibandingkan dengan jika masyarakat hanya bertindak sebagai tenaga kerja di perkebunan khususnya pada perkebunan kelapa sawit. Disamping kelapa sawit, juga terdapat komoditi perkebunan lainnya seperti karet, kelapa dan kopi. Ketiga komoditi tersebut memang memiliki kontribusi dalam perekonomian Kabupaten Siak walaupun lebih kecil,
II - 72 namun merupakan perkebunan alternatif bagi masyarakat, jika dikelola dengan baik tentunya akan memberikan kontribusi yang lebih baik. Luas areal, produksi dan produktivitas kelapa sawit dan komoditas lainnya di Kabupaten Siak tahun 2011 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.84
Tanaman Perkebunan 2011 Kabupaten Siak
Jenis Tanaman
Luas Areal Produktivitas
(Ton/Ha) Produksi (Ton)
TBM TM TTR Jumlah Kelapa 358,77 1.064,54 181,35 1.606,66 1.535,52 1.634,63 Karet 2.631,25 10.355,35 863,10 10.628,88 1.026,41 10.628,88 Kopi 11,05 77,60 42,00 130,65 0,899 69,81 Sagu 2.170,55 1.286,95 - 3,457,50 - 1.025.202,50 Kakao 29,70 23,75 7,00 56,50 3.000 7185 Pinang 81,05 119,87 0,40 201,32 0,414 49,68 Sawit 53.840,46 183.052,65 149,01 232.858,11 22.947,79 4.200.653,60
Sumber : Siak Dalam Angka Tahun 2012
Berdasarkan tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa distribusi luas perkebunan yang terdapat di daerah ini didominasi oleh perkebunan kelapa sawit dan karet dimana luas tanaman kelapa sawit hingga tahun 2011 mencapai 232.858,11 hektar dan karet seluas 10.628,88 hektar. Peningkatan luas perkebunan kelapa sawit dan karet ini dipicu oleh harga pasar international komoditas tersebut yang semakin tinggi akibat permintaan industri yang banyak.
Tabel 2.85
Luas Areal, Produktivitas dan Produksi Kelapa Sawit Tahun 2011 Kabupaten Siak
No. Kecamatan
Luas Areal
Produktivitas
(Ton/Ha) Produksi (Ton)
TBM TM TTR Jumlah
1 SIAK 5.293,00 605,00 - 2.398 1.500 7.260,00
2 SUNGAI APIT 730,00 1.769,35 0,01 2.484,35 1.500 30.073,00
3 MINAS 7.080,00 38.524,00 90,00 45.694 2.500 963.100,00
II - 73 No. Kecamatan
Luas Areal
Produktivitas
(Ton/Ha) Produksi (Ton)
TBM TM TTR Jumlah 5 TUALANG 4.517,00 18.135,70 30,00 22.682,70 2.000 398.985,40 6 DAYUN 5.035,00 20.178,00 - 24.563 2.000 437.316,00 7 KERINCI KANAN 8.900,00 41.154,00 - 50.054 2.000 905.388,00 8 SUNGAI MANDAU 3.169,46 2.338,80 - 5.508,26 1.500 37.420,80 9 KANDIS 15.558,00 29.292,00 29,00 44.879 2.000 732.300,00 10 LUBUK DALAM 95,00 9.954,80 - 10.049,80 2.000 226.844,40 11 SABAK AUH 150,00 400,00 - 550 1.400 5.600,00 12 KOTO GASIB 1.686,00 12.141,00 - 13.827 2.000 315.666,00 13 MEMPURA 18,00 2.500,00 - 2.518 1.500 35.000,00 14 PUSAKO 367,00 3.380,00 - 3.747 1.500 57.460,00
Jumlah dan rata-rata 232.858,11 22.947,79 4.200.653,60
TBM:Tanaman Belum Menghasilkan; TM: Tanaman Menghasilkan; TTR: Tanaman Tua Rusak Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Siak. 2012
Tabel 2.86
Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2007- 2011 Kabupaten Siak
No. Tahun
Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit
Luas Lahan (ha) Produksi (ton) Produktivitas (ton/ha)
1 2007 135.238,12 2,134,867.32 18,86 2 2008 159.471,00 2,961,368.00 19,85 3 2009 186.819,09 3,380,303.99 19,50 4 2010 232.858,11 3,537,220.00 19,50 5 2011 232.858,11 4,200,653.000 22.947 Rata – rata 19,43
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Siak. 2012
Berdasarkan data tersebut di atas menunjukkan bahwa produktivitas perkebunan kelapa sawit yang ada di daerah ini relatif lebih tinggi. Kondisi ini merupakan indikasi adanya manajemen perkebunan kelapa sawit yang lebih baik dan umur tanaman yang sudah tua serta luas perkebunan kelapa sawit yang didominasi
II - 74 oleh perusahaan perkebunan baik perkebunan negara maupun swasta. Namun demikian upaya peningkatan produktivitas terus harus dilakukan dengan menyusun database perkebunan sesuai dengan umur tanaman dan daya dukung lahan dalam rangka memudahkan dalam perencanaan peningkatan produktivitas melalui pemberian nutrisi tanaman sesuai dengan kebutuhan umur tanaman, jenis tanah dan penanaman kembali bagi tanaman tua dengan menggunakan bibit bersertifikat.
Peternakan
Sementara di bidang peternakan pembangunan sub sektor peternakan dan perikanan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dan perikanan dalam usaha memperbaiki gizi masyarakat di samping meningkatkan pendapatan peternakan. Upaya perbaikan gizi dan peningkatan pendapatan masyarakat di sub sektor peternakan, maka peningkatan produktivitas hasil ternak harus terus dilakukan dengan pengembangan teknologi peternakan. Produktivitas masing-masing komoditas ternak dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.87
Peternakan Tahun 2011 Kabupaten Siak
No Komoditas Jumlah Ekor Total Ekor Produksi (Ton) Produktivitas (Kg/ekor)
1 Sapi 15.728 15.728 1.113,95 224,00 2 Kerbau 454 454 36,13 203,00 3 Kambing 16.247 16.247 140,30 14,34 4 Domba 301 301 1,17 14,48 5 Babi 2.270 2.270 10,39 20,50 6 Ayam Buras 97.237 97.237 21,43 0,77 7 Ayam Pedaging 138.400 138.400 703,01 0,77 8 Ayam Petelur - - - - 9 Itik 13.691 13.691 0,95 2,45
Sumber: Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. 2012 Tabel 2.88
Peternakan Tahun 2008- 2011 Kabupaten Siak
No. Tahun Jumlah (ekor) Peternakan (Ayam Kampung, Ras dan Itik) Produksi (ton)
1 2008 184.882 548,72
2 2009 195.643 440,18
3 2010 200.822 656,33
4 2011 249.328 725,39
Rata – rata 207.669 592,66
II - 75
Kontribusi Sektor Pertanian terhadap PDRB
Kabupaten Siak memiliki potensi pertanian yang cukup besar, hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor pertanian terhadap capaian PDRB Kabupaten Siak. Pada tahun 2011 kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Siak berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 172.704.170.000 dan berdasarkan harga konstan mencapai Rp 64.357.830.000. Adapun jumlah PDRB Kabupaten Siak tahun 2010 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 140.913.980.000 dan berdasarkan harga konstan mencapai Rp 65.940.120.000. Dengan demikian dapat diketahui bahwa persentase kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Siak tahun 2011 sebesar 0,66% berdasarkan harga berlaku dan 1,57% berdasarkan harga konstan.
Persentase kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Siak pada tahun 2011 baik berdasarkan harga konstan mengalami penurunan bila dibandingkan dengan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Siak tahun 2007. Di mana pada tahun 2007 kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Siak berdasarkan harga berlaku mencapai 0,71% dan berdasarkan harga konstan mencapai 2,02%. Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2007-2011.
Tabel 2.89
Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB Tahun 2007 – 2011 Kabupaten Siak
No Uraian
Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011
1.
Jumlah Kontribusi Sektor Pertanian (dalam juta rupiah) - ADH
Berlaku 91.814,62 96.102,36 114.582,84 140.913,98 172.704,17 - ADH
Konstan 62.266,75 63.101,12 64.628,17 65.940,12 64.357,83
2.
Jumlah PDRB(dalam juta rupiah)
- ADH
II - 76
No Uraian
Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011
- ADH
Konstan 3.080.650,16 3.315.236,95 3.552.361,36 3.813.903,94 4.098.330,57
3.
Persentase Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB (%) - Atas Dasar Harga Berlaku 0,71% 0,59% 0,60% 0,64% 0,66% - Atas Dasar Harga Konstan 2,02% 1,90% 1,82% 1,73% 1,57%
Ket: PDRB dari Tanaman Bahan Makanan (Farm Food Corps) Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Siak. 2012
2.3.2.2 Kehutanan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan kehutanan salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :
Persentase Hutan dan Lahan Kritis yang Direhabilitasi
Salah satu masalah dalam sektor kehutanan adalah semakin besarnya persentase lahan kritis. Tingkat kerusakan hutan sekarang ini menyebabkan keprihatinan yang besar bagi semua pihak. Praktek illegal logging dan illegal tradding, perambahan hutan, kebakaran hutan, pembukaan hutan untuk keperluan di luar sektor kehutanan serta pengelolaan hutan yang belum menerapkan azas kelestarian merupakan faktor utama penyebab kerusakan hutan.
Kontribusi Sektor Kehutanan terhadap PDRB
Sektor kehutanan merupakan bagian dari sektor pertanian. Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB Kabupaten Siak pada tahun 2011 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp. 7.942.034.290.000 atau 30,55% dan berdasarkan harga konstan mencapai Rp 1.145.894.180.000 atau 27,96%. Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2007-2011.
II - 77
Tabel 2.90
Kontribusi Sektor Kehutanan dan Perkebunan terhadap PDRB Tahun 2007-2011
Kabupaten Siak
No Uraian
Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011
1.
Kontribusi Sektor Kehutanan dan Perkebunan (dalam juta rupiah) - ADH Berlaku 3.715.699,96 4.819.494,02 5.593.628,10 6.653.551,71 7.942.034,29 -Kehutanan 1.340.434,24 1.690.019,49 2.136.184,64 2.763.582,07 3.545.201,60 - Tanaman Perkebunan 2.375.265,72 3.129.474,53 3.457.443,46 3.889.969,64 4.396.832,69 - ADH Konstan 904.556,72 961.165,63 1.016.573,74 1.077.118,00 1.145.894,18 -Kehutanan 452.472,45 461.748,14 468.761,03 476.167,46 485.990,39 - Tanaman Perkebunan 452.084,27 499.417,49 547.812,71 600.950,54 659.903,79 2. Jumlah PDRB - ADH Berlaku 12.847.680,06 16.418.617,82 19.007.678,88 22.100.761,10 25.997.125,29 - ADH Konstan 3.080.650,16 3.315.236,95 3.552.361,36 3.813.903,94 4.098.330,57
3. Persentase Kontribusi Sektor Kehutanan dan Perkebunan Terhadap PDRB (%)
- Atas Dasar Harga Berlaku 28,92% 29,35% 29,43% 30,11% 30,55% - Atas Dasar Harga Konstan 29,36% 28,99% 28,62% 28,24% 27,96%
Sumber: BPS Provinsi Riau. 2012
2.3.2.3 Energi dan Sumberdaya Mineral
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan energi dan sumber daya mineral salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut
Energi
Beberapa potensi energi di Kabupaten Siak yang dapat dimanfaatkan antara lain:
(a).
Energi biogas(b).
Energi matahari (surya)II - 78
Sumberdaya Mineral Pertambangan
Kontribusi Sektor Pertambangan dan Penggalian terhadap PDRB
Pada tahun 2011 kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap
PDRB Kabupaten Siak berdasarkan harga berlaku mencapai Rp. 121.910. 040.000 dan berdasarkan harga konstan mencapai
Rp. 21.868.430.000. Adapun jumlah PDRB Kabupaten Siak tahun 2011 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 25.997.125.290.000 dan berdasarkan harga konstan mencapai Rp 4.098.330.570.000. Dengan demikian dapat diketahui bahwa persentase kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDRB
Kabupaten Siak tahun 2011 sebesar 0,47% berdasarkan harga berlaku dan 0,53% berdasarkan harga konstan. Berikut disajikan data mengenai kontribusi
sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDRB Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2007-2011.
Tabel 2.91
Kontribusi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2007 – 2011 Terhadap PDRB
Kabupaten Siak
No Uraian Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011
1.
Kontribusi Sektor Pertambangan dan Penggalian - ADH Berlaku 39.145,44 51.484,08 68.041,36 90.848,82 121.910, 04 - ADH Konstan 17.150,21 18.180,94 19.309,98 20.447,34 21.868,43 2. Jumlah PDRB (dlm juta Rp) - ADH Berlaku 12.847.680,06 16.418.617,82 19.007.678,88 22.100.761,10 25.997.125,29 - ADH Konstan 3.080.650,16 3.315.236,95 3.552.361,36 3.813.903,94 4.098.330,57 3.
Persentase Kontribusi Sektor Pertambangan dan Penggalian thd PDRB - ADH
Berlaku 0,30% 0,31% 0,36% 0,41% 0,47%
- ADH
Konstan 0,56% 0,55% 0,54% 0,54% 0,53%
II - 79
2.3.2.4 Pariwisata
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan pariwisata salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :
Kunjungan Wisata
Objek wisata yang terdapat di Kabupaten Siak berjumlah kurang lebih 28 objek wisata yang terdiri dari objek wisata sejarah/budaya, wisata agro, wisata alam, eko wisata, dan wisata pendidikan, namun demikian dari sebanyak itu, hanya objek wisata sejarah budaya yakni kompleks Istana Kerajaan Sultan Siak saja yang sudah dikelola dan telah memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari data dapat diketahui rata-rata jumlah pengunjung pada obyek wisata kompleks Istana Kerajaan Siak tahun 2011 sebanyak 41.609 orang.
Tabel 2.92
Jumlah Kunjungan Wisata Tahun 2007 – 2011 Kabupaten Siak
No. Uraian 2007 2008 2009 2010 2011
1. Jumlah obyek wisata (obyek) 1 1 1 1 1
2. Jumlah kunjungan wisata (orang) 41.609
3. Rata-rata kunjungan per obyek wisata (orang) 41.609
Sumber : Dinas Pariwisata kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Siak. 2012
2.3.2.5 Kelautan dan Perikanan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan kelautan dan perikanan salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
Jumlah Produksi dan Konsumsi Ikan
Produksi ikan di Kabupaten Siak pada tahun 2011 tercatat sebanyak 2.235.460 ton. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (tahun 2007-2010). Adapun jumlah konsumsi ikan pada tahun 2011 mencapai 26,46 kg/perkapita/tahun. Berikut secara lengkap disajikan data tentang jumlah produksi dan konsumsi ikan di Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2007-2011.
II - 80
Tabel 2.93
Jumlah Produksi dan Konsumsi Ikan Tahun 2007 – 2011 Kabupaten Siak
No. Uraian 2007 2008 2009 2010 2011
1.
Produksi Ikan (ton)
- Target 276.571 1.794.900 1.848.747 1.904.209 1.961.335 - Realisasi 1.409.535 1.794.900 1.596.107 2.074.656 2.235.460 2. Konsumsi Ikan (kg/kapita/th) 26,46 26,46 26,46 26,46 26,46
3. Persentase Konsumsi Ikan terhadap Realisasi Produksi
22,60% 17,96% 20,84% 18,73% 19,14% Sumber : Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. 2012
Kontribusi Sektor Perikanan terhadap PDRB
Sektor perikanan merupakan bagian dari sektor pertanian. Kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten Siak pada tahun 2011 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp. 13.516.800.000 atau 0,05% dan berdasarkan harga konstan mencapai Rp 4.157.900.000 atau 0,10%. Bila dibandingkan dengan tahun 2007, persentase kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten Siak pada tahun 2011 berdasarkan harga berlaku mengalami penurunan. Berikut adalah data lengkap mengenai kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2007-2011.
Tabel 2.94
Kontribusi Sektor Perikanan Terhadap PDRB Tahun 2007 – 2011 Kabupaten Siak
No. Uraian Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011
1.
Kontribusi Sektor Perikanan (dalam juta rupiah)
- ADH
Berlaku 7.714,58 8.770,71 10.008,95 11.608,38 13.516,80 - ADH
II - 81
No. Uraian Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011 2. Jumlah PDRB - ADH Berlaku 12.847.680,06 16.418.617,82 19.007.678,88 22.100.761,10 25.997.125,29 - ADH Konstan 3.080.650,16 3.315.236,95 3.552.361,36 3.813.903,94 4.098.330,57 3.
Persentase Kontribusi Sektor Perikanan terhadap PDRB (dalam juta rupiah)
- ADH
Berlaku 0,06% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05%
-ADH
Konstan 0,11% 0,10% 0,10% 0,10% 0,10%
Sumber: BPS Kabupaten Siak. 2012
2.3.2.6 Perdagangan
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan perdagangan salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :
Ekspor Bersih Perdagangan
Nilai ekspor bersih perdagangan di Kabupaten Siak pada tahun 2010 mencapai $US. 1.569.730.902, nilai ini mengalami peningkatan jika dibandingkan gengan tahun 2009 sebesar $US. 1.088.074.134. Jenis ekspor yang utama yaitu jenis Pulp and Paper dan batu bara melalui dua pelabuhan utama yaitu Perawang dan Buantan. Berikut secara lengkap disajikan data mengenai ekspor bersih perdagangan di Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2008-2010.
Tabel 2.95
Jumlah Ekspor Bersih Perdagangan (dalam US $) Tahun 2008–2010 Kabupaten Siak
No Uraian 2008 2009 2010
1. Nilai Ekspor 1.558.426.365 2.092.309.958 1.569.730.902
2. Nilai Ekspor Bersih 1.102.550.289 1.088.074.134 1.193.446.147 Sumber: Siak Dalam Angka Tahun 2011
II - 82
Kontribusi Sektor Perdagangan (Perdagangan, Hotel dan Restoran) Terhadap PDRB
Sektor perdagangan (perdagangan, hotel dan restoran) mempunyai kontribusi kurang signifikan terhadap perolehan nilai PDRB Kabupaten Siak. Pada tahun 2011 kontribusi sektor perdagangan terhadap capaian PDRB Kabupaten Siak berdasarkan harga berlaku mencapai Rp. 962.155.410.000 atau 3,70% dan berdasarkan harga konstan mencapai Rp. 262.820,400.000 atau 6,41%. Berikut disajikan data mengenai kontribusi sektor perdagangan (perdagangan, hotel dan restoran) terhadap PDRB Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2007-2011.
Tabel 2.96
Kontribusi Sektor Perdagangan (Perdagangan, Hotel dan Restoran) Terhadap PDRB Tahun 2007 – 2011
Kabupaten Siak
No Uraian
Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011
1.
Kontribusi Sektor Perdagangan (Perdagangan, Hotel dan Restoran)
- ADH Berlaku 309.967,20 408.884,85 540.384,88 720.045,62 962.155,41
- ADH Konstan 175.538,81 192.321,49 211.986,24 235.424,95 262.820,40
2.
Jumlah PDRB Tanpa Migas
- ADH Berlaku 12.847.680,06 16.418.617,82 19.007.678,88 22.100.761,10 25.997.125,29
- ADH Konstan 3.080.650,16 3.315.236,95 3.552.361,36 3.813.903,94 4.098.330,57
3.
Persentase Kontribusi Sektor Perdagangan (Perdagangan, Hotel dan Restoran) Terhadap PDRB Tanpa Migas
- ADH Berlaku 2,41 2,49 2,84 3,26 3,70
- ADH Konstan 5,70 5,80 5,97 6,17 6,41
II - 83
2.3.2.7 Perindustrian
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan perindustrian dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut:
Pertumbuhan Industri
Kecenderungan membaiknya perekonomian nasional dan regional merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan sektor industri. Sektor industri di Kabupaten Siak mempunyai kontribusi besar terhadap PDRB Kabupaten Siak, terutama industri olahan. Total jumlah industri di Kabupaten Siak pada tahun 2011 secara keseluruhan mengalami peningkatan bila dibandingkan pada tahun 2010, yaitu dari 638 industri (kecil) pada tahun 2010 menjadi 645 industri pada tahun 2011.
Tabel 2.97
Pertumbuhan Industri Tahun 2007 - 2011 Kabupaten Siak
No. Jenis Industri 2007 2008 2009 2010 2011
1. Besar - - - - -
2. Menengah - - - - -
3. Kecil 612 628 632 638 645
JUMLAH 612 628 632 638 645
Sumber : Dinas Perindag KUMKM Kabupaten Siak. 2012 Kontribusi Sektor Perindustrian Terhadap PDRB
Sektor perindustrian di Kabupaten Siak berkontribusi besar terhadap perolehan nilai PDRB Kabupaten Siak. Pada tahun 2011 persentase kontribusi sektor perindustrian terhadap PDRB Kabupaten Siak berdasarkan harga berlaku mencapai 54,67% dan berdasarkan harga konstan mencapai 51,69%. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (2006-2009) persentase kontribusi sektor ini mengalami penurunan baik berdasarkan harga berlaku maupun berdasarkan harga konstan. Berikut disajikan data mengenai persentase kontribusi sektor perindustrian terhadap PDRB Kabupaten Siak selama kurun waktu tahun 2007- 2011.
II - 84
Tabel 2.98
Kontribusi Sektor Perindustrian Tahun 2007 -2011 terhadap PDRB Kabupaten Siak
No Uraian
Dalam Jutaan Rupiah
2007 2008 2009 2010 2011
1.
Kontribusi Sektor Perindustrian - ADH Berlaku 7.913.473,89 9.818.275,82 11.080.906,09 12.441.642,80 14.213.332,74 - ADH Konstan 1.629.357,53 1.733.372,43 1.850.857,28 1.979.856,66 2.118.446,63 2. Jumlah PDRB - ADH Berlaku 12.847.680,06 16.418.617,82 19.007.678,88 22.100.761,10 25.997.125,29 - ADH Konstan 3.080.650,16 3.315.236,95 3.552.361,36 3.813.903,94 4.098.330,57 3.
Persentase Kontribusi Sektor Perindustrian terhadap PDRB - ADH
Berlaku 61,59 59,80 58,30 56,30 54,67
- ADH
Konstan 52,89 52,29 52,10 51,91 51,69
Sumber: BPS Provinsi Riau. 2012
2.4 Aspek Daya Saing Daerah
Daya saing daerah merupakan salah satu aspek tujuan penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan potensi, kekhasan, dan unggulan daerah. Suatu daya saing (competitiveness) merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan ekonomi yang berhubungan dengan tujuan pembangunan daerah dalam mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.
Kondisi daerah Kabupaten Siak terkait aspek daya saing daerah dapat dilihat dari: kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah/infrastruktur, iklim berinvestasi dan sumber daya manusia.
II - 85