• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI ANATOMI MUATAN NASKAH

A. Nilai-nilai Kesetaraan Gender dalam Buku Teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

3. Buku Pendidikan Agama Islamdan Budi Pekerti Kelas XII a.Bab I

Tema : Semangat Beribadah dengan Meyakini Hari Akhir Materi : Akidah

Pada bab ini dibagi menjadi empat sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang memahami makna beriman kepada hari akhir meliputi: . kedua pembahasan tentang periode hari akhir. Ketiga

pembahasan tentang hakikat hari akhir. Keempat pembahasan tentang hikmah beriman kepada hari akhir.

85

Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini secara keseluruhan isi buku tidak ada yang mendiskriminasi antar jenis kelamin secara spesifik. Baik dari segi gambar maupun isi materi. Dalam masalah akidah apalagi rukun Iman yang salah satunya hari akhir, dalam hal ini tema materi tidak ada diskriminasi gender didalamnya baik laki-laki maupun perempuan harus mengimani adanya hari akhir. Karena dengan meyakini hari akhir membuat manusia memikirkan ulang apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang seharusnya dihindari karena yakin ada yaumul hisab, surga dan neraka.

b. Bab II

Tema : Meyakini Qada Dan Qadar Melahirkan Semangat Bekerja Materi :Akidah

Pada bab ini dibagi menjadi tiga sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang hakikat qada dan qadar meliputi: pengertian qada dan qadar, dalil tentang qada dan qadar, kewajiban beriman kepada qada dan qadar dan macam-macam takdir. Kedua pembahasan tentang makna beriman kepada qada dan qadar meliputi: takdir, ikhtiar, doa dan tawakal.

Ketiga pembahasan tentang hikamah beriman kepada qada dan qadar. Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini secara keseluruhan isi buku tidak ada yang mendiskriminasi antar jenis kelamin secara spesifik. Dalam isi materi tidak ditemukan bias yang signifikan. Dalam isu gender yang bisa dikaitkan dengan qada dan qadar nasib perempuan sebagai second sex yang dianggap sudah takdir dari tuhan yang tidak bisa dirubah. Namun dari segi gambar nampak adanya bias gender, gambar

86

2.1. malas bekerja, mengemis, gambar 2.3. bekerja keras, upaya mengubah takdir, gambar 2.2. Mukesh Ambani, muslim terkaya di dunia karena gambar yang ditayangkan semua laki-laki,sehingga tidak ada gambar yang mewakili kaum perempuan.

c. Bab III

Tema : Menghidupkan Nurani dengan berpikir Kritis Materi : al-Qur‟an hadis

Pada bab ini dibagi menjadi tiga sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang perintah berfikir kritis meliputi: ayat al-Qur‟an yang mengandung perintah berfikir kritis Q.S. Ali-Imran 3: 190-191, penerapan tajwid, kosa kata, asbabun nuzul, penjelasan ayat. Kedua

pembahasan tentang hakikat berfikir kritis. Ketiga pembahasan tentang manfaat berfikir kritis.

Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini secara keseluruhan isi bukunya tidak ada yang mendiskriminasi antar jenis kelamin secara spesifik. Baik dari segi gambar maupun isi materi. Befikir kritis adalah berfikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan perbuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Berfikir kritis dalam pandangan Rasulullah adalah mengumpulkan bekal amal shalih sebanyak-banyaknya untuk kehidupan pasca kematian (akhirat). d. Bab IV

Tema : Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi Materi : al-Qur‟an hadis

87

Pada bab ini dibagi menjadi tiga sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang demokrasi dalam Islam meliputi: ayat al-Qur‟an yang mengandung pesan sikap demokratis Q.S. Ali-Imran 3: 159, penerapan tajwid, kosa kata, asbabun nuzul dan penjelasan ayat. Kedua

pembahasan tentang demokrasi dan syura meliputi: demokrasi, syura dan titik temu antara demokrasi dan syura. Ketiga pembahasan tentang padangan Ulama tentang demokrasi meliputi: Abul A‟la Al-Maududi, Mohammad Iqbal, Muhamad Imarah dan Yusuf al-Qardhawi.

Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini dari segi gambar dan juga materi tampak ditayangkan bahwa dominan perempuan, sementara laki-laki tidak ditayangkan, ini seakan menunjukkan bahwa berdemokrasi dan persatuan hanya perempuan yang diandalkan. Dalam analisa isi nampak adanya bias gender hal ini dibuktikan dengan semua kisah dan pandangan ulama tentang demokrasi semua dari kalangan laki-laki, tidak nampak keterwakilan perempuan.

e. Bab V

Tema : Cerahkan Nurani dengan Saling Menasehati Materi : al-Qur‟an hadis

Pada bab ini dibagi menjadi tiga sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tenatang perintah saling menasehati meliputi: ayat al-Qur‟an yang mengandung perintah saling menasehatiQ.S. Luqman 31: 13-14, penerapan tajwid, kosa kata, asbabun nuzul dan penjelasan ayat.

Kedua pembahasan tentang adab dan metode penyampaikan nasehat (dakwah). Ketiga pembahasan tetang hikmah dan manfaat nasehat.

88

Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini secara keseluruhan isi buku tidak ada yang mendiskriminasi antar jenis kelamin secara spesifik. Baik dari segi gambar maupun isi materi. Perintah saling menasehati dalam hal kebaikan adalah kewajiban sesama muslim. Dalam Islam, mengingatkan orang secara lisan semacam itu bisa disebut dengan nasehat, wasiat, nasehat, tausiyah, mauizah, dan tazkirah (peringatan). Istilah umumnya adalah ceramah. Ceramah ini, bisa disampaikan oleh laki-laki ataupun perempuan.

f. Bab VI

Tema : Meraih Kasih Allah dengan Ihsan Materi : al-Qur‟an hadis

Pada bab ini dibagi menjadi tiga sub bab pokok yaitu, pertama

perintah berlaku Ihsan meliputi: ayat al-Qur‟an tentang Ihsan Q.S. Al -Baqarah 2: 83, penerapan tajwid, kosa kata, dan penjelasan ayat. Kedua

pembahasan tentang ruang lingkup Ihsan meliputi: Ihsan kepada Allah Swt., Ihsan kepada makhluk ciptaan Allah Swt. Ketiga pembahasan tentang hikmah dan manfaat Ihsan.

Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini secara keseluruhan isi buku tidak ada yang mendiskriminasi antar jenis kelamin secara spesifik. Baik dari segi gambar maupun isi materi. Ihsan adalah menyembah Allah Swt. Dengan ikhlas baik ibadah mahdah maupun

ghairu mahdah. Perintah belaku Ihsan diperuntukkan baik laki-laki maupun perempuan.

89 l. Bab VII

Tema : Indahnya Membangun Mahligai Rumah Tangga Materi : Fiqih

Pada bab ini dibagi menjadi lima sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang anjuran menikah. Kedua pembahasan ketentuan pernikahan dalam Islam meliputi: pengertian pernikahan, tujuan pernikahan, hukum pernikahan, orang-orang yang tidak boleh dinikahi, rukun dan syarat pernikahan dan pernikahan yang tidak syah. Ketiga

pernikahan menurut UU Perkawinan Indonesia (UU No. 1 tahun 1974).

Keempat pembahasan tentang hak dan kewajiban suami istri. Kelima

pembahasan tentang hikmah pernikahan.

Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini ditemukan diskriminasi terhadap perempuan. Dalam penjelasannya peneliti juga menemukan rumusan penjelasan yang saya anggap harus diberi catatan lebih terkait relasi suami istri dan kepemimpinan. Pertama tentang kewajiban suami dan istri; disebutkan bahwa diantara kewajiban suami adalah (a) memberi nafkah, sandang, pangan, dan tempat tinggal kepada istri dan anaknya (b) memimpin serta membimbing istri dan anak-anak. Dua rumusan tersebut harus dipahami dengan hubungan yang ma‟ruf bahwa laki-laki sebagai pemimpin rumah tangga bukanlah kemudian secara mutlak menjadi superior dibanding perempuan. Karena dalam konteks keluarga sehingga tidak benar jika kemudian suami melarang istri yang kebetulan menjadi pemimpin di masyarakat, kecuali

90

ketika rumah tangga berjalan timpang sehingga harus diselaraskan terlebih dahulu.

Satu penjelasan lagi yang menurut hemat penulis memuat nilai kesetaraan yakni masih dalam rumusan kewajiban suami “mengasuh dan

mendidik anak-anak”.Rumusan secara jelas menunjukan bahwa urusan sumur dan dapur bukan hanya kewajiban istri melainkan kewajiban bersama suami dan istri.

m. Bab VIII

Tema : Meraih Berkah dengan Mawaris Materi : Fikih

Pada bab ini dibagi menjadi lima sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang pengertian mawaris dan warisan. Kedua pembahasan tentang dasar-dasar hukum mawaris meliputi: Al-Qur‟an, sunnah, posisi hukum kewarisan Islam di Indonesia. Ketiga pembahasan tentang ketentuan mawaris dalam Islam. Keempat pembahasan tentang menerapkan syariah Islam dalam pembagian warisan. Kelima

pembahasan tentang manfaat hukum waris Islam.

Sedangkan pada analisis gender dalam bab ini dalil dan isi buku nampak adanya bias gender, yaitu ada perbedaan ketentuan bagian warisan antara laki-laki dan perempuan. Bagian perempuan yang selalu lebih sedikit dari laki-laki yaitu 2:1 dengan alasan laki-laki memiliki tanggung jawab lebih besar karena harus memberi nafkah. Namun dari segi gambar tidak nampak bias gender.

91 n. Bab IX

Tema : Rahmat Islam bagi Nusantara Materi : sejarah kebudayaan Islam

Pada bab ini dibagi menjadi lima sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang masuknya Islam di Nusantara. Kedua pembahasan tentang strategi dakwah Islam di Nusantara meliputi: perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf dan kesenian. Ketiga pembahasan tentang perkembangan dakwah Islam di Indonesia. Keempat pembahasan tentang kerajaan Islam. Kelima pembahasan tentang gerakan pembaruan Islam di Indonesia.

Sedangkan analisis gender pada bab ini dari segi gambar nampak adanya bias gender, karena menampilkan tokoh laki-laki semua, hal ini menandakanbahwa seakan-akan penyebaran Islam di Nusantara tidak melibatkan kaum perempuan. Dan dari segi isi juga nampak adanya bias gender, ini bisa dilihat dari gerakan politik dan organisasiyang ditampilkan semua laki-laki, tidak ada organisasi perempuan.Namun karena realitanya inilah fakta yang sebenarnya. Meski bias, materi ini mengatakan kondisi riil perkembangan Islam di Indonesia yang memang tidak banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh perempuan karena kondisi sosial historis tidak mengizinkannya, tokoh perempuan bukan berarti tidak ada sehingga mungkin lebih baik ditambahkan jika memang ada. o. Bab X

Tema : Rahmat Islam bagi Alam Semesta Materi : sejarah kebudayaan Islam

92

Pada bab ini dibagi menjadi tiga sub bab pokok yaitu, pertama

pembahasan tentang perkembangan Islam di dunia meliputi: perkembangan Islam di Asia, perkembangan Islam di Afrika, perkembangan Islam di Benua Amerika, perkembangan Islam di Australia. Kedua pembahaasan tentang masa kemajuan peradaban Islam di Dunia meliputi: kemajuan intelektual, kemajuan kebudayaan dan seni arsitektur. Ketiga pembahasan tentang masa kemunduran peradaban Islam.

Sedangkan analisis gender dalam bab ini dari segi gambar tidak nampak bias gender. Namun dari segi isi nampak bias gender, hal ini nampak dari tokoh-tokoh penyebar Islam di dunia semuanya menampilkan tokoh laki-laki, dan tidak ada keterwakilan perempuan.

Tabel 4.3

Ringkasan analisis gender buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XII

Materi Analisis gambar Analisis materi BAB I

Semangat Beribadah dengan Meyakini Hari Akhir

Netral gender Netral gender

BAB II

Meyakini Qada dan Qadar Melahirkan semangat Bekerja

93 BAB III

Menghidupkan Nurani dengan Berfikir Kritis

Netral gender Netral gender

BAB IV

Bersatu dengan Keragaman dan Demokrasi

Nampak bias gender Nampak bias gender

BAB V

Cerahkan Nurani dengan Saling Menasehati

Netral gender Netral gender

BAB VI

Meraih Kasih Allah dengan Ihsan

Netral gender Netral gender

BAB VII

Indahnya Membangun Mahligai Rumah Tangga

Netral gender Nampak bias

94 Meraih Berkah dengan

Mawaris

gender

BAB IX

Rahmat Islam Bagi Nusantara

Nampak bias gender Nampak bias gender

BAB X

Rahmat Islam bagi Semesta Alam

Netral gender Nampak bias

gender

Sumber: Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XII dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI 2015

95 BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan kerangka teoretis dan analisis data yang ditemukan dalam penelitian tentang analisis gender dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X, XI, dan XII terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Nilai-nilai kesetaraan gender yang ada dalam buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan Kemendikbud adalah sebagai berikut:

a. Kewajiban menuntut ilmu dan keutamaannya dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X

b. Kesetaraan dan keadilan dalam tentang larangan berzina dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X

c. Beberapa gambar menunjukkan potensi yang sama antara laki-laki dan perempuan

B. SARAN

1. Bagi penyusun buku dan penerbit:

a. Hendaknya ditampilkan pula tokoh-tokoh perempuan baik dalam gambar ataupun pojok kisah terutama dalam materi Sejarah Kebudayaan Islam.

b. Selain ditampilkan tokoh perempuan akan lebih mendukung upaya perwujudan kesetaraan gender dengan menyuguhkan tema-tema

96

perjuangan dan jasa perempuan baik di dunia dan khususnya di Indonesia agar bisa menjadi inspirasi bagi siswa/i

2. Bagi Guru:

a. Hendaknya lebih cermat dalam memberikan penjelasan mengenai tema-tema yang biasanya cenderungmenganggap laki-laki lebih superior seperti mawaris dan munakahat agar siswa tidak merasa di atas angin terhadap siswi-siswi.

b. Guru hendaknya menciptakan situasi yang kondusif dalam pembelajaran terutama memperbanyak partisipasi siswi-siswi dalam memberikan pendapat tentang tema-tema yang cenderung menyudutkan mereka.

c. Agar para guru lebih jeli dalam memberikan pelajaran yang berkaitan dengan masalah gender, guru harus mampu membantu setiap kalimat, gambar yang ditayangkan dalam buku siswa.

97